Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Differentiated of Batik Dyes and Environmental Effect in The Centre of Batik in Tasikmalaya City and Regency Frista Mutiara; Diana Hernawati; Vita Meylani
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 19, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v19i3.669-686

Abstract

The most extensive textile export product and one of the nation's cultural legacies is batik cloth. However, regarding environmental quality, West Java's growing demand for batik production results in garbage contaminating the nearby waterways. The type of dye is where the harmful properties of batik waste originate. With descriptive qualitative methodologies and the Miles and Huberman model, this study intends to explain the various types of dyes used by SMEs producing batik in the batik centre region of the City and Tasikmalaya Regency and their impact for environmental health. The findings revealed that small and medium-sized enterprises (SMEs) engaged in the batik industry in Tasikmalaya City (Cipedes) utilized synthetic dyes such as indigosol, reactive Procion and Remazol, dispersion, and direct (mostly monoazo and diazo). In the meantime, batik artisans at the Tasikmalaya Batik Center (also known as Sukapura batik in Sukaraja) work with reactive Procion and Remazol (diazo), indigosol, jolawe fruit peel (Terminalia bellirica), soga jambal bark (Peltophorum pterocarpum), and tingi as natural dyes (Ceriops condolleana). The impact of used the different azo dyes can change the level of pH extremely, also improve the level of BOD, COD, TDS, and heavy metal such as chromium hexavalent ((Cr(VI)) in the waters
CARBON STORAGE IN SEAGRASS BEDS IN THE LITORAL ZONE OF SANCANG BEACH, GARUT Dedi Koswara; Diana Hernawati; Diki Muhamad Chaidir
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 9 No. 2 (2023): February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v9i2.7778

Abstract

The vast expanse of seagrass beds in coastal areas can provide many ecosystem services, one of which is the ability of seagrass beds to absorb and store carbon dioxide (CO2). Carbon dioxide gas (CO2) is one of the components of greenhouse gases that contribute to global warming. So the role of seagrass is very important in the ecosystem. This study aims to determine carbon storage in seagrass in the littoral zone of Sancang Beach, Garut Regency, which was carried out in April-June 2022. Determination of potential carbon storage was carried out by taking seagrass samples with a size of 20 cm x 20 cm, then drying to a constant weight. and calculated using a carbon conversion factor for seagrass biomass of 0.34. The results showed that the carbon content at Station 1 Cibako (145.9331 g C/m2) was higher than Station 2 Cikujangjambe (110.026 g C/m2) and Station 3 Ciporeang (117.771 g C/m2). The average carbon content at Sancang beach is 124,577 g C/m2. The conclusion is that in general the carbon storage below the substrate (below ground) in seagrass in the Litoral Zone of Sancang Beach has a greater value than the value of carbon storage above the substrate (above ground).
The Utilization Ethnobotany Spice Based On Sundanese Local Wisdom Community in Kelurahan Gununggede Subdistrict Kawalu Tasikmalaya City As Teaching Materials Supplement Sambung Nadiyawati; Diana Hernawati; Rinaldi Rizal Putra
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 11, No 1 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe an ethnobotanical study of the use of spices based on local wisdom in the Sundanese people in Gununggede Village, Kawalu District, Tasikmalaya City. This research method was carried out in a qualitative descriptive manner with semi-structured observation and interview techniques. The selection of respondents using purposive snowball sampling method and obtained the number of respondents as many as 20. The results showed 31 types of plants belonging to 17 families. Zingiberaceae is the most common family with 6 species. The results of the analysis use the cultural significance index (ICS). The results showed that the highest ICS value was 30 for shallots (Allium cepa) and garlic (Allium sativum) and the lowest 9 for chili bendol (Capsicum chinense) and vegetable starfruit (Averrhoa bilimbi). The results of this study can be concluded that plant species with high ICS values are the species most frequently used and their function cannot be changed in cooking dishes. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v11.i1.27172
Hubungan Keterampilan Interpretasi Data dengan Keterampilan Mengomunikasikan Peserta Didik Materi Sistem Eksresi Syifa Rosdiatul Wahdah; Diana Hernawati; Dea Diella
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 2 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i2.10856

Abstract

Pada saat ini peserta didik menemukan informasi dalam buku teks, internet ataupun persentasi guru dengan berbagai penyajian seperti diagram, grafik, gambar, dan lainnya. Membelajarkan  konsep biologi  tidak hanya dalam bentuk teks namun dapat direpresentasikan secara visual dalam bentuk lain seperti gambar, tabel, grafik salah satunya pada materi sistem eksresi. Multipresentasi atau penyajian dalam berbagai cara sangat penting untuk belajar berkomunikasi. Dalam buku teks, representasi biasanya dalam bentuk gambar, tabel, diagram dan peserta didik harus dapat menginterpretasikannya. Hal ini terkait dengan kemampuan peserta didik dalam penguasaan keterampilan interpretasi dan keterampilan mengomunikasi sebagai salah satu penunjang belajarnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi antara keterampilan interpretasi data dengan keterampilan mengomunikasikan peserta didik pada materi sistem eksresi. Sampel penelitian diambil sebanyak 38 peserta didik. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan soal uraian dari indikator keterampilan interpretasi data sebanyak 6 soal dan keterampilan mengomunikasikan sebanyak 5 soal. Pengujian hipotesis menggunakan regresi korelasi bivariat. Sebelum uji hipotesis dengan regresi korelasi bivariat dilakukan terlebih dahulu uji normalitas data dan uji linearitas sebagai uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara keterampilan interpretasi data dengan keterampilan mengomunikasikan (R= 0,456; R2 0,208) artinya terdapat kontribusi keterampilan interpretasi data dengan keterampilan mengomunikasikan sebesar 20,8%.
Profil Sekolah Adiwiyata di Mts Cijangkar Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Tentang Peduli Lingkungan Iis Siti Mutmainah; Diana Hernawati; Liah Badriah
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil sekolah Adiwiyata di MTs Cijangkar Kabupaten Tasikmalaya tentang peduli lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data mengacu pada model Miles & Huberman 2014 yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data penelitian adalah guru, siswa dan kepala sekolah. Dalam implementasi program Adiwiyata, sekolah melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang mencakup kebijakan berwawasan lingkungan, penerapan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan yang melibatkan partisipasi, serta pengelolaan sarana dan prasarana. Keberhasilan program Adiwiyata di MTs Cijangkar juga didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Berdasarkan hasil observasi, fasilitas yang tersedia meliputi tempat sampah berwarna untuk pemilahan sampah organik dan anorganik, tempat cuci tangan untuk mendukung kebiasaan hidup bersih, serta lahan khusus untuk apotek hidup dan kebun sekolah. Semua fasilitas ini dikelola secara efektif dan efisien, sesuai dengan prosedur pengelolaan lingkungan yang telah ditetapkan. Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi diperoleh data bahwa program adiwiyata di MTs Cijangkar Kabupaten Tasikmalaya, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjut untuk meningkatkan kepedulian lingkungan warga sekolah.