Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengelolaan Agroforestry Berbasis Kemiri (Aleurites moluccana) dan Pendapatan Petani di Kecamatan Mallawa Ade Ilham Ismail; Syamsuddin Millang; Makkarennu Makkarennu
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 11 NOMOR 2, DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.521 KB) | DOI: 10.24259/jhm.v11i2.7996

Abstract

This study aims to determine the management system, composition and income of candlenut-based agroforestry systems in three villages in the Mallawa District. This research was conducted in May - July 2019 in Batu Putih Village, Tellumpanuae Village, Samaenre Village, Mallawa District. The method used is purposive sampling with respondents, namely farmers who have ≥0.1 ha of land area. The number of plots made was 15 plots to determine the volume of wood and the number of respondents interviewed was 30 to determine the form of management. The data that has been collected is processed and analyzed descriptively and quantitatively. The results showed that the management of coffee-based agroforestry systems was initiated by clearing land from grass or shrubs, followed by spacing, then sources of seedlings obtained from government assistance and planting and maintenance which included weeding, pruning, fertilizing and pest control and diseases which then end with harvesting activities. The average for income in the Batu Putih Village of Rp. 24,372,359 -/ha/year, in the Village of Tellumpanue Rp. 27,875,042, -/ha/year, and the Samaenre Village in the amount of Rp. 22,985,365, -/ha/year.
Strategi dan Struktur Nafkah Rumah Tangga Petani Agroforestri Di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Asiah Salatalohy; Muh Dassir; Syamsuddin Millang
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 11 NOMOR 2, DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.024 KB) | DOI: 10.24259/jhm.v11i2.8297

Abstract

Lahan kering berlereng curam dan adanya perubahan cuaca yang tidak menentu sangat berdampak pada penghidupan petani agroforestri di Kecamatan Parigi, terutama melalui pengaruhnya terhadap produktivitas lahan sehingga mereka harus menentukan pilihan strategi nafkah selain pertanian. Penelitian ini bertujuan:      (1) mengidentifikasi modal nafkah yang dimiliki dan dimanfaatkan rumahtangga petani agroforestry (2) Mengetahui struktur nafkah rumah tangga petani agroforestri berdasarkan pemanfaatan modal nafkah (3) Menganalisis strategi nafkah rumah tangga petani agroforestry. Penelitian ini dilaksanakan di desa Majannang dan Manimbahoi dengan sampel sebanyak 33 orang, menggunakan pendekatan kualitatif dan didukung dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survei dan menggunakan kuesioner sebagai alat penggumpul data. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam terhadap informan. Hasil penelitian menunjukkan modal nafkah yang dimiliki dan dimanfaatkan rumahtangga petani agroforestri terdiri dari (1) modal alam berupa lahan sawah, lahan kering, hewan, mata air dan kawasan hutan (2) modal manusia berupa pendidikan dan keterampilan (3) modal sosial berupa land tenure, tree tenure, jaringan pemasaran dan kelembagaan hubungan kerja (4) modal fisik berupa jalan raya, chekdam, pasar, PLTMH dan peralatan produksi serta (5) modal finansial berupa pendapatan on farm, off farm, non farm, pendapatan kayu, tabungan dan pinjaman. Sumber pendapatan berasal dari sektor on farm (72,20%), off farm (0,61%) dan non farm (27,8%). Strategi yang dilakukan rumahtangga petani agroforestri rumah bervariasi . Dalam satu rumah tangga dapat menerapkan dua atau lebih jenis strategi nafkah.Hasil perhitungan terhadap struktur nafkah menunjukkan bahwa basis nafkah petani agroforestri adalah sektor pertanian (72,20%) dengan menerapkan delapan bentuk stategi penghidupan . 
PENGARUH NAUNGAN KAYU KUKU ( PERICORPSIS MOONIANA THW) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA NILAM (POGESTEMON CABLIN BENTH) PADA SISTEM AGROFORESTRY DI KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA Sabaruddin Sabaruddin; Syamsuddin Millang; Budirman Bachtiar; Andi Khairil A.Samsu
Jurnal Eboni Vol 2 No 1 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.152 KB)

Abstract

The results of the non-timber forest have become an excellent for the farmers to increase their economy. One of these non-timber forests is essential oil. There are several types of essential oil-producing plants of a patchouli plant. The existence of patchouli plants in the region of Kolaka today proved to be able to answer the economic problem of Community. The research is examined about the effect of nail wood to the growth and biomass of patchouli plants (pogestemon cablin Benth). The treatment of This research is the comparison of the nail wood shade (pericorpsis mooniana TW) Less (5-7 trees nails/plot), very less (9-11 tree Nails/plot), and without shade as a control. The results of the study showed that the stunted plants have increased crop height growth, while the treatment without shade gives the growth of the largest number of leaves and biomass.
Pengenalan Potensi Tanaman Murbei Sebagai Pakan Ternak di Desa Timpuseng Kabupaten Maros Sulawesi Selatan Andi Sadapotto; Syamsul Alam; Adrayanti Sabar; Syamsuddin Millang; Yusran Yusuf; Makkarennu Makkarennu; Andang Suryana Soma; Muhammad Alif K Sahide; Emban Ibnurusyid Mas’ud; Andi Prastiyo; Nurfadilah Latif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/q4pgrv61

Abstract

Desa Timpuseng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, memiliki potensi besar dalam pengembangan murbei (Morus sp.) sebagai pakan ternak. Pemanfaatan murbei dianggap sebagai solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak berkualitas, khususnya di daerah dengan musim kemarau yang panjang. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk mengoptimalkan potensi tanaman murbei sebagai pakan alternatif ternak di Desa Timpuseng. Metode kegiatan ini melalui pendekatan holistik, yaitu pemberian materi, penyebaran kuesioner untuk menggali pengetahuan petani tentang budidaya murbei, serta pembagian bibit murbei kepada kelompok tani hutan (KTH) Mekar, Desa Timpuseng. Hasil post test yang dilakukan pada beberapa petani menunjukkan bahwa sebagian besar petani (70%) masih menggunakan metode pribadi dalam menanam murbei, yang menunjukkan inisiatif lokal yang kuat meski belum mengacu pada teknik budidaya yang modern. Sebanyak 90% petani memperoleh bibit murbei melalui stek, metode yang murah dan mudah dilakukan, sementara 60% petani menanam murbei di lokasi strategis dekat area pemberian pakan ternak. Data ini mencerminkan kesadaran petani akan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan lahan. Keberhasilan program ini juga terlihat dari prediksi tingkat keberhasilan penanaman, di mana 80% bibit murbei yang diberikan tumbuh dengan baik. Hasil yang dicapai bahwa tanaman murbei terbukti menjadi alternatif pakan yang ekonomis, kaya nutrisi, dan berkelanjutan bagi petani. Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak secara signifikan, mendukung kesejahteraan petani, dan menjadi model pengelolaan pakan berbasis lokal yang dapat direplikasi di daerah lain