Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : WIDYATAMA

Sifat Fisik Dan Organoleptik Jamu Instan Plus Handayani, Catur Budi; Tari, A.Intan Niken
WIDYATAMA Vol 22, No 1 (2013): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisik dan mikrobiologis jamu instan plus selama 2 bulan penyimpanan yang meliputi kadar air, viskositas, jumlah bakteri dan jamur serta sifat organoleptiknya yang meliputi bau, warna dan kesukaan konsumen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan ulangan 3 kali. Data penurunan kadar air dan viskositas dan sifat organoleptik dianalisa dengan T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar air yang nyata (P<0,05) dari 4,6 menjadi 5,07 %, peningkatan viskositas seduhan yang tidak nyata (P>0,05) dari 0,3599 menjadi 0,3614, peningkatan jumlah bakteri dari 10,6 x 106 cfu/g menjadi 28,3 x 106 cfu/g, peningkatan jumlah jamur dari 14,3 x 106 cfu/g menjadi 25,4 x 106 cfu/g. Uji organoleptik tidak menunjukkan perbedaan nyata  (P>0,5) baik bau, warna maupun kesukaan. Kata kunci: Jamu Instan Plus, Sifat Fisik, Sifat Mikrobiologis, Sifat Organoleptik
Pengaruh Teknik Inkubasi Pada Pembuatan Telur Asin Terhadap Handayani, Catur Budi
WIDYATAMA Vol 19, No 1 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Teknik Inkubasi Pada Pembuatan Telur Asin Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptiknya Catur Budi Handayani Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo, Jl S Humardani No ! Jombor Sukoharjo. Telp (0271) 593156  Abstrak                Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh teknik inkubasi pada pembuatan telur asin terhadap sifat kimia dan organoleptiknya menggunakan rancangan acak lengkap pola searah dengan 3 perlakuan yaitu inkubasi dengan oven, inkubasi di bawah sinar matahari dan tanpa inkubasi. Parameter yang diamati adalah pengukuran kadar air dengan metode gravimetri, pengukuran kadar garam dengan titrasi volumetrik dan pengukuran kadar protein terlarut dengan metode spektrometri. Untuk sifat-sifat organoleptik dilakukan uji kesukaan   menggunakan 15 panelis untuk kesukaan terhadap rasa, tekstur keseluruhan dan tekstur kuning telur dengan skor 1-5. Hasilnya kadar air putih telur dan kuning telur asin pada telur asin yang tidak diinkubasi, diinkubasi di bawah sinar matahari dan diinkubasi dengan oven menunjukkan adanya penurunan yang signifikan. Kadar garam putih telur dan kuning telur asin pada telur asin yang tidak diinkubasi, diinkubasi di bawah sinar matahari dan diinkubasi dengan oven meningkat, namun tidak signifikan untuk kenaikan kadar garam pada kuning telur. Kadar protein putih telur asin pada telur asin yang tidak diinkubasi, diinkubasi di bawah sinar matahari dan diinkubasi dengan oven meningkat. Uji organoleptik terhadap telur asin menunjukkan perbedaan nyata terhadap rasa yang semakin asin tetapi tidak berbeda nyata pada tekstur keseluruhan dan berbeda nyata pada tekstur kuning telur antara yang tidak diinkubasi dan diinkubasi dengan oven. Kata-kata kunci : Telur asin inkubasi, Sifat kimia, Sifat organoleptik
Pembuatan Nata de Coco : Tinjauan Sumber Nitrogen terhadap Sifat Fisiko-Kimianya Tari, Intan Niken; Handayani, Catur Budi; Hartati, Sri
WIDYATAMA Vol 19, No 2 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan Nata de Coco : Tinjauan Sumber Nitrogen terhadap Sifat Fisiko-Kimianya A. Intan Niken Tari, Catur Budi Handayani dan Sri Hartati Fakultas  Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara  Sukoharjo, Jl. Letjen S. Humardani No. 1 Kampus Jombor Sukoharjo 57521 Telp (0271) 593156, fax (0271) 591065  Abstrak Penelitian ini bertujuan  mengkaji   pengaruh sumber nitrogen pada pembuatan nata de coco terhadap   sifat fisika dan  kimianya. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap pola satu arah dengan  3 perlakuan sumber nitrogen yang berbeda, yaitu NPK, Urea dan ZA . Masing-masing perlakuan diulang  tiga kali. Parameter pengamatan yang dilakukan meliputi : sifat fisika : ketebalan, derajat keputihan (Hunter) dan Tekstur (Lloyd) serta sifat kimianya : kadar air (Thermogravimetri), kadar protein (Kjeldahl) dan kadar serat kasar (Sudarmadji, 1997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat   beda sangat nyata antar perlakuan terhadap sifat fisika maupun kimia nata de coco. Perlakuan dengan sumber nitrogen ZA  merupakan perlakuan terpilih. Perlakuan tersebut menghasilkan sifat fisika berupa ketebalan 7,23 mm, derajat keputihan 48,07% dan tekstur 5,43 N/m2 dan sifat kimia berupa kadar air 98,2%, kadar protein 1,63% dan kadar serat kasar 2,04% Kata-kata  kunci :  Sifat fisika, Sifat kimia, Sumber nitrogen, Nata de coco
Pengembangan Makanan Berbasis Potensi Pangan Lokal Kabupaten Sukoharjo: Substitusi Tepung Tapioka pada Pembuatan Kue Lipat dan Kue Semprit Handayani, Catur Budi; Tari, A.Intan Niken; Hartati, Sri
WIDYATAMA Vol 22, No 2 (2013): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap substitusi tepung tapioka pada pembuatan kue lipat dan kue semprit. Substitusi dilakukan dengan 4 variasi bahan baku untuk kue lipat yaitu dengan perbandingan antara tepung terigu dan tepung tapioka, formula A (10 : 0), B (8 : 2), C (2 : 8) dan D (0 : 10), sedangkan untuk kue semprit formula A (0 ; 1), B (2 : 1), C (1 : 2) dan D ( 0 : 10). Pengamatan yang dilakukan meliputi pengukuran kadar air dengan metode gravimetri, kerenyahan dengan Lloyd Test dan uji organoleptik dengan skor kesukaan terhadap rasa, kerenyahan dan kesukaan secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kue lipat berkisar antara 7 - 7,4 % dan kadar air kue semprit antara 1,7- 4 %. Kerenyahan kue lipat berkisar antara 3,4 – 10,4 N/mm2 dan kerenyahan kue semprit antara 0,26 – 0,35 N/mm2. Uji organoleptik terhadap  kesukaan terhadap rasa, kerenyahan dan kesukaan secara menyeluruh menunjukkan bahwa kue lipat dan kue semprit disukai konsumen dengan skor mendekati 3 (suka). Kata-kata kunci : substitusi tapioka, kue lipat, kue semprit   Â