Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemasaran melalui Pengembangan Teknik Pengemasan dan Pelabelan Merek Dagang terhadap Produk Nugget Jamur Tiram pada UMKM Jamur Tiram Safa Group Desa Ngunut Kelurahan Sonorejo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo Retno Widyastuti; Catur Budi Handayani; Agustina Intan Niken Tari; Yoesti Silvana Arianti; Rosita Dewati; Muharomah Nur Aini
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya jamur tiram yang berlimpah menginisiasi pemilik mengolah hasil panen menjadi produknugget (siap masak/ ready to cook). Nugget jamur tiram diproduksi setiap hari dengan jumlah ±100packs. Distribusi produk dikirimkan ke pedagang pasar dan warung penjual bahan mentah.Peminatan terhadap nugget jamur tiram cukup baik dilihat dari peningkatan jumlah produksi setiapharinya dan adanya tambahan pemesanan khusus (pre-order). Nugget memiliki sifat mudah rusakkarena mengandung zat gizi yang dapat dimanfaatkan mikrobia patogen sebagai tempat tumbuh.Nugget dikemas menggunakan plastik mika yang memiliki potensi tercemarnya produk akibatkurang kedapnya kemasan. Hal ini dikarenakan mitra belum memiliki pengetahuan cara mengemasproduk dengan tepat. Perlu adanya perbaikan teknik mengemas untuk melindungi produk sertapelabelan untuk meningkatkan daya tarik konsumen serta perluasan distribusi. Kegiatan pengabdiandimulai dengan sosialisasi cara pengolahan nugget dengan benar sesuai dengan prinsip caraproduksi pangan olahan yang baik (CPPOB), pendampingan pengemasan vakum dan pembuatandesign label kemasan yang menarik. Hasil kegiatan sosialisasi telah dilakukan, antusiasme pesertacukup baik dengan adanya tambahan pengetahuan cara penanganan bahan baku dan bahantambahan pada produk dengan tepat. Peserta menyadari untuk menjaga kualitas produk perludilakukan takaran yang sesuai untuk menjaga rasa nugget, selain itu kebersihan pekerja dan sanitasilingkungan juga perlu dijaga. Selanjutnya setelah produk jadi harus dikemas secara tepat, pesertamelakukan pengemasan vakum untuk meminimalisir kontaminasi udara. Produk juga diberi labelsebagai informasi ke konsumen dan bertujuan memperluas pemasaran. Kegiatan diakhiri dengansosialisasi mengenai pentingnya strategi pemasaran sebagai upaya perluasan pasar. Kata kunci : jamur tiram, keamanan pangan, kemasan vakum, konsumen, label, sanitasi
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PERMEN JELI TOMAT DI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) WARDIYAN KELURAHAN KARTASURA Handayani, Catur Budi; Asmoro, Novian Wely; Harsanto, Bovi Wira
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.51210

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan gizi makanan anak yang dijajakan pada 2 lingkungan sekolahan (SD dan SMP) yang ada di wilayah RW 07 Kelurahan Kartasura. Tim PkM terdiri dari 3 orang dosen dan dibantu oleh 2 orang mahasiswa. Mitra adalah ibu-ibu anggota Kelompok Bersama (Kube) “Wardiyan” yang berada di RW 07 Kelurahan Kartasura yang sebagian besar berwirausaha sebagai pembuat jajanan anak. Kegiatan yang dilakukan oleh tim PkM terdiri dari 2 tahapan. Tahap pertama berupa penyuluhan dan demontrasi pembuatan permen jeli tomat kemudian dilanjutkan dengan tahap ke 2 berupa praktek mendiri dengan pendampingan. Kegiatan pengabdian mampu meningkatkan pengetahuan (67,02%) dan keterampilan (100%) dari peserta. Luaran produk berupa permen jeli tomat dalam kemasan sachet dan toples yang siap jual.
Chemical and Microbiological Characteristics of Antimicrobial Edible Film (AmEF) from Chicken Bone Waste Gelatin with The Addition of Tea Leaf Extract (Camelia sinensis) Windyasmara, Ludfia; Afriyanti, Afriyanti; Handayani, Catur Budi; Wardana, Wardana Kusuma
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 2 (2022): JITRO, May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v9i2.23807

Abstract

ABSTRACTThe edible film is a thin layer that can be produced from edible macromolecules. One of the ingredients for the edible film is gelatin from chicken bone waste which can be obtained from slaughterhouses. The edible film can be combined with other components such as antimicrobial substances found in tea plants. This study aims to determine the effect of variations in heating temperature and the addition of tea extract as an antimicrobial edible film. Research parameters include water content, total phenol, and zone of inhibition. The experimental design used was a factorial completely randomized design with 2 treatment factors, namely X = additional concentration of tea leaf extract 0%, 20%, 25%, 30%, and 35% and Y = variations in heating temperature of 70⸰C and 80⸰C, each treatment was repeated 2 times. The data obtained were analyzed by ANOVA and if there was a significant difference between treatments, it was continued with the DMRT test (Duncan Multiple Range Test). The results of this study indicate that variations in heating temperature have no significant effect on water content, total phenol, and antimicrobial edible film inhibition zone. The highest water content value was 21.12% at a heating temperature of 70⸰C and the tea extract was 30%, the highest total phenol value was 13.01 g GAE/g obtained at 30% tea extract concentration and the highest inhibition zone was at 30% tea extract concentration. with a value of 1.97 cm.Keywords: Antimicrobial edible film, tea extract, gelatin, heating temperature
SIFAT KIMIA, FISIKA, DAN ORGANOLEPTIK KERIPIK KULIT PISANG KEPOK ( Musa paradisiaca L.) DENGAN PERLAKUAN VARIASI TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG BERAS Weni, Fajar Rasidin; Handayani, Catur Budi; Widyastuti, Retno
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 2 No. 2 (2022): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v2i2.2782

Abstract

Pemanfaatan kulit pisang menjadi beberapa produk olahan pangan maupun bahan dasar olahan pangan sudah banyak ditemukan diantaranya, kerupuk kulit buah pisang, tepung kulit buah pisang, permen kulit buah pisang, dan keripik kulit buah pisang. Belum banyak penelitian tentang pemanfaatan kulit pisang yang diolah menjadi keripik kulit pisang dengan formulasi tepung beras dan tepung tapioka yang berbeda, oleh karena itu penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia, fisika, dan organoleptik keripik kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.). Sampel yang digunakan adalah keripik kulit pisang kepok dengan formulasi tepung beras dan tepung tapioka berbeda yaitu K1 (0 : 100)%, K2 (10 : 90)%, K3 (20 : 80)%, dan K4 (30 : 70)%. Nilai rata-rata kadar air keripik kulit pisang berkisar antara 4,28 % - 10,72 %. Hasil data menunjukkan nilai rata-rata kadar abu keripik kulit pisang berkisar antara 5,94 % - 6,61 %. Sedangkan keripik kulit pisang dengan kerenyahan tertinggi terdapat pada formulasi K4, kerenyahan terendah terdapat pada formulasi K2. Pada uji organoleptik yaitu rasa, warna, dan tekstur keripik kulit pisang yang paling disukai terdapat pada perlakuan formulasi K4.Kata Kunci: formulasi tepung beras dan tapioka, keripik kulit pisang, sifat fisika, sifat kimia, sifat organoleptik
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sanggang dalam Penanaman Kelapa Genjah Harsanto, Bovi Wira; Tari, Agustina Intan Niken; Handayani, Catur Budi
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 6 No. 2 (2024): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jimi.v6i2.3759

Abstract

Tanaman kelapa genjah memiliki keunggulan berupa cepat berbuah dan dapat diolah menjadi produk yang bernilai tambah, seperti gula semut. Namun, tanaman kelapa genjah masih kurang terawat hingga saat ini. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di Desa Sanggang terkait penanaman kelapa genjah. Kelompok sasaran dari tim adalah masyarakat yang melakukan penanaman kelapa genjah. Metode yang digunakan oleh tim adalah sosialisasi dan pendampingan tentang perawatan tanaman kelapa genjah melalui ceramah dan pengamatan visual, serta testimoni masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perawatan dan pengolahan tanaman kelapa genjah, yang dibarengi dengan antusiasme tinggi. Secara persentase pemahaman, kegiatan menghasilkan peningkatan pemahaman sebesar 35,4%. Harapan dari tim adalah agar tanaman kelapa genjah bisa terawat dengan baik dan menjadi olahan yang bernilai tambah sehingga dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat Desa Sanggang. Selain itu, keberlanjutan program berupa pengabdian lanjutan tentang pengolahan nira kelapa menjadi upaya tim untuk ke depannya.
Karakteristik Mie Basah dari Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Tapioka dengan Penambahan Variasi Tepung Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Rahmawati, Rika; Asmoro, Novian Wely; Handayani, Catur Budi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i1.19279

Abstract

Mocaf adalah produk tepung singkong yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong melalui fermentasi, salah satunya menggunakan mikroba BAL (Bakteri Asam Laktat) untuk proses fermentasi tepung singkong. Tepung mocaf dapat digunakan sebagai subtitusi tepung terigu pada pembuatan produk biskuit, roti dan mie. Tepung mocaf memiliki komposisi kandungan kimiawi yang berbeda dengan tepung terigu. Perbedaan yang mendasar adalah mocaf tidak mengandung gluten yaitu protein yang ada pada tepung terigu. Sehingga untuk meningkatkan kualitas mie yang dibuat menggunakan tepung mocaf maka dilakukan penambahan tepung lain yaitu tepung porang. Tepung porang memiliki manfaat yang sangat luas terutama dalam bidang pangan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui penambahan tepung porang pada pembuatan mie basah terhadap karakteristik kimia dan fisik. Penelitian ini menggunakan RAL 1 faktor yaitu formulasi penggunaan tepung mocaf, tepung tapioka, dan tepung porang (P1=60:40:0, P2=60:40:1, P3=60:40:2, P4=60:40:4, P5=60:40:6) data yang diperoleh dianalisis menggunakan one way Anova dan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan perlakuan, kemudian dilanjutkan uji Duncan dengan tingkat signifikansi 5%. Parameter pengamatan meliputi kadar air, cooking time, cooking loss, dan elastisitas. Formulasi penggunaan tepung mocaf, tepung tapioka, dan penambahan tepung porang berpengaruh nyata terhadap kadar air berkisar antara 30,11% hingga 38,55%, cooking time 50,00 detik hingga 80,00 detik, cooking loss 0,91% hingga 1,07%, dan daya elastisitas 20,00% hingga 35,00%. Kata kunci: Mie basah; tepung mocaf; tepung porang; tepung tapioka, karakteristik
The Utilization of Jamu Waste as a Biofertilizer Material for Making Organic Fertilizer in Rukun Makaryo Farmers Group Sulistyaningsih, Catur Rini; Handayani, Catur Budi
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 2 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i2.2329

Abstract

The Community Partnership Program aims to handle livestock waste, namely the making of starter-mol (biofertilizer) based on herbal waste as well as biological fertilizer and the manufacture of solid organic fertilizer based on solid manure (feces) and cattle feed residues. The target of the Community Partnership Program is to reduce waste pollution, especially herbal medicine waste, increase the added value of herbal waste that can be used as a source of microorganisms in making starter-mol (biofertilizer), increase knowledge about making biofertilizers and quality organic fertilizers, produce quality organic fertilizers in order to fulfil the fertilizer needs of Rukun Makaryo farmer group. Increasing the yield of organic rice produced by Rukun Makaryo farmer groups. The method is done by counseling with lectures, discussions, through training with direct practice by partners, mentoring to partners and evaluation. The 38 participants who followed the pretest-posttest and 57.63% improved understanding so that training and extension activities have reached an indicator of successLaboratory analysis results on the content of macroelements (N, P, K), organic C, organic matter and C / N Ratio following fertilizer quality standards from Menpen (Compost Standardization No: 28 / Permentan / SR.130 / 5/2009 , May 22, 2009 and 2005.
EVALUASI FISIK DAN ORGANOLEPTIK BOLU KUKUS BERBASIS GULA SEMUT DAN TEPUNG MOCAF Bahri, Rizal; Harsanto, Bovi Wira; Tari, Agustina Intan Niken; Handayani, Catur Budi
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 5 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v5i02.1780

Abstract

Gula semut merupakan olahan dari nira kelapa yang dimasak. Gula semut dianggap lebih sehat dibandingkan gula pasir karena mengandung kalori lebih rendah. Sementara itu penggunaan tepung mocaf dapat menurunkan konsumsi tepung terigu. Keunggulanya tidak mengandung protein gluten, yang sering kali perlu dihindari oleh orang dengan alergi gluten, anak-anak autis, dan penderita penyakit celiac. Beberapa peneliti telah mengembangkan kue-kue berbahan dasar terigu yang kemudian digantikan dengan tepung-tepung alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fisik dan organoleptik dari bolu kukus berbasis gula semut dan tepung mocaf. Pengembangan bolu kukus dari kombinasi gula semut dan tepung mocaf masih jarang diteliti. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana dengan satu faktor, yaitu perlakuan formulasi bolu kukus, yang diulang sebanyak dua kali untuk setiap perlakuan. Data hasil uji fisik dan kimia dianalisis menggunakan uji independent dan ANOVA. Hasil penelitian awal menunjukkan nira kelapa yang memiliki kekentalan, 2,15 cP. Gula pasir dan gula semut memiliki karakter yang berbeda. Gula semut memiliki total padatan terlarut dan kadar air lebih tinggi dari gula pasir dan berwarna gelap dibandingkan dengan gula pasir. Setelah diaplikasikan pada pembuatan bolu, karakter fisik bolu kukus gula semut memiliki warna yang lebih gelap, total padatan terlarut berkisar 9,66-14,33ºBrix, daya terima terhadap warna 2,9-3,93 (netral cenderung suka), daya terima terhadap aroma 2,7-3,76 (netral cenderung suka), daya terima terhadap tekstur 3,03-3,63 (netral cenderung suka), dan daya terima terhadap rasa 2,86-3,93 (netral cenderung suka). Kata kunci—nira kelapa, gula semut, tepung mocaf, bolu kukus
Sifat Fisika dan Kimia Yogurt Sinbiotik Kering Beku dengan Variasi Sukrosa Kusumaningtyas, Amelia Ayu; Handayani, Catur Budi; Hartati, Sri
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v3i2.4535

Abstract

ABSTRACTYogurt is a fermented milk product made by adding lactic acid bacteria Streptococcus thermophillus and Lactobacillus bulgaricus. Sinbiotic yogurt is one of the fermentation products that is being developed and is made by adding Lactobacillus plantarum Dad 13 as a probiotic and Lactobacillus plantarum Dad 13 as a probiotic and purple sweet potato as a prebiotic. Freeze dried synbiotic yogurt is a product made with freeze dried. When dry, cryoprotectant microbial cells need to be added to survive. Cryoprotectant used is sucrose. The purpose of this study was to study the effect of sucrose composition as cryoprotectant on physical (rehydration time) and chemical (air content, total insoluble air solids, vitamin C content and protein content) freeze dry synbiotic yogurt. The experimental design used was a completely randomized design (CRD), with variations of sucrose 0%, 2.5%, 5% and 7.5%. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a significance level of 5%. The results of the analysis of physical characteristics (rehydration time) freeze dry synbiotic yogurt between 31.34-40.19 seconds, and the concentration of sucrose does not conflict with the rehydration time. The results of the analysis of chemical properties (water content and vitamin C) freeze dry synbiotic yogurt between 6.20-6.63% and 0.16-0.24%. Sucrose concentration had no significant effect on water content and vitamin C. The results of the analysis of chemical properties (total insoluble air and protein insoluble solids) yogurt contained 50% -50.62-62.95% and 7.66-16.26%. Sucrose concentration significantly affects total insoluble solids in air and protein.Keywords: chemical; freeze dried; physic; sucrose; synbiotic yogurt ABSTRAKYogurt adalah produk hasil fermentasi susu yang dibuat dengan menambahkan bakteri asam laktat Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus. Yogurt sinbiotik merupakan salah satu produk hasil fermentasi yang sedang dikembangkan dan dibuat dengan menambahkan bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus plantarum Dad 13 sebagai probiotik dan ubi ungu sebagai prebiotik. Yogurt sinbiotik kering beku merupakan produk yang diproses dengan pengeringan beku. Pada saat pengeringan beku, perlu ditambahkan pelindung (cryoprotectant) supaya sel mikrobia dapat bertahan hidup. Cryoprotectant yang digunakan adalah sukrosa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa sebagai cryoprotectant terhadap sifat fisika (waktu rehidrasi) dan kimia (kadar air, total padatan tidak larut air, kadar vitamin C dan kadar protein) yogurt sinbiotik kering beku. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan variasi sukrosa 0 %, 2,5 %, 5% dan 7,5 %. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5 %. Hasil dari analisis sifat fisika (waktu rehidrasi) yogurt sinbiotik kering beku berkisar antara 31,34-40,19 detik, dan konsentrasi sukrosa tidak berpengaruh nyata terhadap waktu rehidrasi. Hasil dari analisis sifat kimia (kadar air dan vitamin C) yogurt sinbiotik kering beku berkisar antara 6,20-6,63 % dan 0,16-0,24 %. Konsentrasi sukrosa tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan vitamin C. Hasil dari analisis sifat kimia (total padatan tidak larut air dan protein) yogurt sinbiotik kering beku berkisar antara 50,95-62,95 % dan 7,66-16,26 %. Konsentrasi sukrosa berpengaruh nyata terhadap total padatan tidak larut air dan protein.Kata Kunci: fisika; kering beku; kimia; sukrosa; yogurt sinbiotik
Karakteristik Fisik dan Organoleptik Produk Mocatilla Chips dari Tepung Mocaf dan Jagung Asmoro, Novian Wely; Hartati, Sri; Handayani, Catur Budi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1354

Abstract

The aim of this study was to determined the effect of mocaf flour and maize to the mocatilla chips physical properties and organoleptic properties. The study design using RAL method with one parameter added mocafflour as much as 0% as control, 15%, 30%, 45% and 60% (w / w). Each treatment using 3 experimental replicated unit. Analysis of texture products include mechanical testing, moisture content test and organoleptic test. Added mocaf flour ranging from 15% to 60% in the mocatilla chips no significant effect on water content but caused changes in texture becomes harder to value% deformation increased from 20.39% to 30.53%. Organoleptic characteristics on mocatilla chips has changed in color, taste, aroma and texture after adding mocaf flour compared with control, and overall the highest score of 4.6 panelists acceptance found on the product mocatilla chips with the addition of as much as 15%, so the addition of mocaf flour 15% can be used for the production mocatilla chips. it is not different physical characteristics and organoleptic with control (0% mocaf).