Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SUFISTIK DALAM NOVEL SYAIKH SITI JENAR SULUK ABDUL JALIL KARYA AGUS SUNYOTO Selirowangi, Nisaul Barokati; Ihsan, Bisarul
TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2025): January
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/talim.v8i1.8607

Abstract

Tujuan umum penelitian ini untuk mendeskripsikan perilaku Sufistik yang digunakan oleh Agus Suryoto dalam novel Syaih Siti Jenar dalam Suluk Abdul Jalil. Sedangkan secara khusus: 1) Mendeskripsikan perilaku syariat yang digunakan oleh Agus Suryoto dalam novel Syaih Siti Jenar dalam Suluk Abdul Jalil pada buku ke-1. 2) Mendeskripsikan perilaku hakikat yang digunakan oleh Agus Suryoto dalam novel Syaih Siti Jenar dalam Suluk Abdul Jalil pada buku ke-1, dan 3) Mendeskripsikan perilaku ma’rifat yang digunakan oleh Agus Sunyoto dalam novel Syaih Siti Jenar dalam Suluk Abdul Jalil pada buku ke-1. Dilakukan dengan cara pembacaan intensif ditelaah novel berdasarkan hasil temuan tentang analisis maqom syariat, maqom hakikat, dan maqom makrifat dalam novel Syaikh Siti Jenar Suluk Abdul Jalil karya Agus Sunyoto buku ke-1. Tahapan analisis merupakan kegiatan utama dengan pendekatan kualitatif. Maqom syariat adalah tingkatan dasar dalam dunia sufi, menjalankan ibadah kepada-Nya termotivasi adanya pahala dan surga, juga sebaliknya bagi mereka yang melanggar dan melakukan dosa akan dibalas dengan hukuman neraka. Maqom hakikat adalah menjalankan ibadah kepada-Nya dan memahami apa yang tersirat dari diperintahkan itu. Maqom makrifat beranggapan bahwa semua perbuatan yang dilakukan diketahui olehNya. Oleh karena itu, seseorang sudah orang sufi atau makrifat dalam hidup ini hanya mencari Ridho-Nya. Adapun nanti dimasukkan surga atau neraka itu hak Allah sebagai Sang Kholik.
ANALISIS BEHAVIORIS TOKOH DALAM NOVEL BURUNG KAYU KARYA NIDUPARAS ERLANG (KAJIAN TEORI BEHAVIORISME B.F. SKINNER) Sukowati, Ida; Ihsan, bisarul
MEDIA DIDAKTIKA Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/didaktika.v10i2.8661

Abstract

Penelitian ini menggunakan pedekatan Behaviorisme dari B.F. Skinner. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data trsebut berupa kata-kata yakni wujud dari perubahan perilaku dialami oleh tokoh pada novel Burung Kayu karya Niduparas Erlang yang di akibatkan oleh perilaku lingkungan dan, penyebab awal mula perubahan perilaku yang di alami oleh tokoh dalam novel Burung Kayu karya Niduparas Erlang yang di akibatkan oleh pengaruh lingkungan. Teknik pengumpulan datanya berupa teknik simak dan catat. Analisis datanya menggunakan analisis isi dan analisis deskriptif. Hasil penelitian diatas adalah (1) Wujud dari perubahan perilaku yang di alami oleh tokoh dalam novel Burung Kayu karya Niduparas Erlang. Pada tahap ini, penulis menjabarkan perubahan perilaku yang di alami oleh tokoh akibat dari pengaruh lingkungan dengan beberapa kutipan untuk mengetahui perubahan perilaku tokoh yang di akibatkan oleh pengaruh lingkungan, (2) Penyebab awal mula perubahan perilaku yang di alami oleh tokoh dalam novel Burung Kayu karya Niduparas Erlang. Pada tahap ini, penulis menjabarkan penyebab awal mula perubahan perilaku yang di alami oleh tokoh yang diakibatkan oleh pengaruh lingkungan dengan memperhatikan adanya beberapa kutipan-kutipan untuk mengetahui penyebab awal mula perubahan perilaku yang di alami oleh tokoh akibat dari pengaruh lingkungan.
Good and Correct Indonesian Language Counseling in Developing Children's Language Ethics in the Digital Era Bisarul Ihsan; Anwar Sholikhin; Wahyu Dini Septiari
Shof Journal of Social Impact Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Shof Literacy Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era has brought significant changes in the way children communicate, including in the use of Indonesian. However, easy access to technology and social media often has an impact on the decline in language ethics, such as the use of impolite words, grammatical errors, and the tendency to adopt language that is not in accordance with norms. This study aims to analyze the effectiveness of good and correct Indonesian language counseling in building children's language ethics in the digital era. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The counseling is designed to provide an understanding of the importance of language ethics, the correct way to use Indonesian, and practical strategies to deal with the influence of digital language. The results of the study showed that counseling was able to increase children's awareness of the importance of language ethics, improve their communication patterns, and motivate them to use good and correct Indonesian in everyday interactions, including on social media. In addition, counseling also plays a role in shaping children's character to better appreciate cultural values and social norms through the use of language.
The Contribution of Basic Leadership Training (LDK) to the Soft Skill Competency of Students of Special School (SLB) Bina Harapan Zuli Dwi Rahmawati; Bisarul Ihsan
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol. 6 No. 1 (2022): September 2022
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v6i1.421

Abstract

The purpose of this study was to describe the real contribution of changes in the soft skill competence of students with special needs (deaf speech) at the Bina Harapan Special School as a result of basic leadership training. This research is included in qualitative descriptive research with a case study approach. The results of this study are 1) Students' communication competence is good, this is evidenced by the many conversations that occur in one day, both with fellow speech-impaired students and with other people who do not have special needs. 2) The competence of being able to cooperate with students is very good, as evidenced by their getting used to doing activities with other friends and supported by the habituation of group work by the school. 3) The adaptability of students is very good, as evidenced by the ratio of the number of close friends they mention is currently much higher than when they first entered school. 4) The leadership competence of students is very good, as evidenced by the way they lead themselves to be able to move others in addition to learning activities, homework and their circumstances. 5) Students' problem solving competence is well proven by the way they deal with problems that come from themselves and from others.