Claim Missing Document
Check
Articles

Blogging Sebagai Salah Satu Media Berdakwah Dan Berbagi Ilmu Pengasuhan Bagi Pengurus Panti Asuhan Disabilitas Handayani, Maya Rini
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 2 (2016)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.2.1772

Abstract

Orphanages that accept disability children surely different with orphanages that do not receive child disability. These differences include parenting, caregiver quality and operational funding. Operational needs on high quality of health, lack of donors, lack of information about the disability orphanages are among the reasons that led to the orphanage disabilities require more attention. Solutions that can be given to help this institution is providing training to create and manage its own blog created by a caregiver, so that the caregiver can provide information and share knowledge with the community of persons with disabilities and how the patterns of parenting. But no less important, blog can also be used as a medium of preaching through writing primarily an expression of gratitude for His blessings. The form favors the grace of the presence of persons with disabilities either double disability or not in a family.***Panti asuhan yang menerima anak disabilitas berbeda dengan panti asuhan yang tidak menerima anak disabilitas. Perbedaan panti asuhan disabilitas dengan panti yang lain meliputi pola pengasuhan, kualitas pengasuh, dan pendanaan operasional. Kebutuhan operasional dan kesehatan yang tinggi, minimnya donatur, minimnya informasi tentang panti asuhan disabilitas, merupakan beberapa alasan yang menyebabkan panti asuhan disabilitas membutuhkan perhatian yang lebih. Solusi yang dapat diberikan untuk membantu panti ini adalah dengan memberikan pelatihan membuat dan mengelola blog yang dibuat sendiri oleh pengasuh agar para pengasuh dapat memberikan informasi dan berbagi ilmu dengan masyarakat tentang penyandang disabilitas dan bagaimana pola pengasuhannya. Namun yang tidak kalah penting, blog tersebut juga dapat digunakan sebagai media berdakwah melalui tulisan terutama ungkapan syukur atas nikmatNya. Nikmat tersebut berupa anugrah akan hadirnya penyandang disabilitas baik disabilitas ganda atau tidak dalam sebuah keluarga. 
AUDIOBOOK ISLAMI UNTUK PENYANDANG DISABILITAS SLB KATEGORI A Handayani, Maya Rini
At-Taqaddum Volume 8, Nomor 2, November 2016
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.239 KB) | DOI: 10.21580/at.v8i2.1167

Abstract

The Indonesian government has launched a 9-year compulsory education program for all students in Indonesia. The word "all" should have been touching all levels of society including the blind students. However, the fact shows different condition. Many schools still refuse to accept the blind students. In addition, some facilities like braille books for the blind students are also still limited while these books become the main pillar of education. They still become such "luxury stuffs" for the blind students in Indonesia.The cost of producing Braille books equals with fourfold financing regular books. This is because the Braille books need heavier papers, approximately 120 grams for every sheet of paper. To resolve this problem is by creating an audiobook or better known as a "voiced book" for the blind students. The extraordinary school (SLB) of category A is an outstanding school specifying for the blind students in Semarang who desperately need an audiobook.This audiobook has many benefits for the blind students of SLB category A. Firstly, it facilitates the students to "read" a book through the hearing sense. Secondly, it minimizes the cost of school expenditures in the book procurement both regular books for teachers or braille books for students. At last, it supports the government program of campaigning ?paperless office?.
MANFAAT JEJARING SOSIAL BAGI KEGIATAN DAKWAH SISWA PRATEPSASANA ISMAIL MEMORIAL SCHOOL (PIMS) NAKHON SI THAMMARAT THAILAND SELATAN Handayani, Maya Rini
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v1i1.797

Abstract

AbstractThis article discusses about the benefits of information technology for Islamicda’wa activities of PIMS (Pratepsasana Ismail Memorial School) students. In thisarticle, the information technology focuses on social network, which is a facebook. PIMS is a school managed by Pondok Bantan in Nakhon Si Thammarat(NST) province, Southern Thailand. Both PIMS school and pondok Bantanhave provided some modern facilities such as buildings, classrooms, and computer laboratories. Therefore, it is very interesting to know the PIMS student’sIslamic da’wa activities using the information technology by utilizing computerlaboratories in PIMS and Pondok Bantan.Keyword: dakwah Islamiyah, facebook, Pratepsasana Ismail MemorialSchool
KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS MAHASISWA ASING MENGGUNAKAN BAHASA DI UIN WALISONGO SEMARANG Handayani, Maya Rini
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i2.2939

Abstract

Abstraksi Artikel ini membahas mengenai kemampuan membaca dan menulis responden yang merupakan mahasiswa asing di UIN Walisongo Semarang. Responden berasal dari wilayah kelompok propinsi Thailand Selatan. Kemampuan membaca dan menulis responden diukur menggunakan indikator bahasa Indonesia (Bahasa) yaitu kemampuan membaca dan menulis. Responden berjumlah 37 orang, terdiri dari 25 mahasiswi dan 12 mahasiswa yang tersebar di 3 fakultas di UIN Walisongo Semarang. Responden berusia antara 20 hingga 28 tahun dari angkatan 2012 hingga 2016. Bahasa asli dari responden adalah bahasa Melayu. Bahasa kedua yang dikuasai responden adalah bahasa Thailand. Responden belum cukup mempunyai bekal kemampuan Bahasa sebelum tiba di Indonesia. Pengumpulan data pada artikel ini menggunakan kuisioner. Hasil temuan yang diperoleh untuk indikator membaca adalah mean atau rata-rata responden dalam membaca tulisan Bahasa berada pada angka 22. Angka tersebut berada di antara interval 21 – 22  yang menunjuk pada kategori sedang. Sedangkan hasil temuan untuk indikator menulis adalah mean berada pada angka 25. Angka 25 terletak di antara interval 24 – 25 yang menunjuk pada kategori sedang. Kategori ini menggunakan interval standar lima yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Kesimpulan yang dapat diperoleh dalam artikel ini adalah baik kemampuan membaca dan menulis responden menggunakan Bahasa berada pada kategori sedang.Kata kunci : membaca, menulis Bahasa, mahasiswa Thailand Selatan ***AbstractThis article discusses the writing and reading skills of South Thailand students at UIN Walisongo Semarang. The respondents were from the province of South Thailand, their skills were measured by using an indicator of ability to write and speak Bahasa. They were 37 students from 2012 till 2016, who aged between 20 to 28 years old. The 12 students were males while the rest were female students. These students were spread across 3 faculties. Their original language was Malay whereas the second one was Thai. They actually did not have adequate language skills preparation before having come to Indonesia. Data were collected by using questionnaires with average skills of reading Bahasa was 22. The score of 22 is located between 21-22 interval, which it refers to medium category. While the average of writing skills was in 25 (in a medium category as well). The conclusion that can be obtained in this article is that both the ability to read and write respondents using the language is in the medium category.Keywords :reading, writing Bahasa, students of South Thailand***
RESPONS MASYARAKAT TERHADAP TWEET USTADZ FELIX SIAUW: ”LAYAKKAH WANITA BEKERJA MENDAPAT SEBUTAN SEBAGAI IBU?” Handayani, Maya Rini
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.091 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i2.1453

Abstract

Islam is a perfect religion. A religion which is always honor a woman. In Islam there is no prohibition of a woman to work for a living, as long as follow the terms and conditions according to Islam. Ustad Felix Siauw once twote some statement which was associated with working mothers in his Twitter on 28 May 2013. The amount of the tweet is 25, but the spotlight later evolved into the conversation is tweet #22. It became viral since a working mother wrote an open letter to comment the tweet #22 . This article discusses the phenomenon of public response from various backgrounds and religions to the #22 tweet, and also comments and reasons of ustad Felix Siauw write that tweet.
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR 19 TAHUN 2014 DALAM PENANGANAN SITUS INTERNET BERMUATAN NEGATIF (Studi Kasus Pemblokiran terhadap Situs Radikal oleh Kemenkominfo Tahun 2015) Musyafak, Najahan; Handayani, Maya Rini; ., Kumarudin
Islamic Communication Journal Vol 2, No 1 (2017): Edisi Januari-Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2017.2.1.2111

Abstract

At the end of March 2015 the Ministry of Communications and Informatics (Kemenkominfo) blocking 22 internet sites that are considered radically charged or sympathizers of  radicalism. Kemenkominfo serves to keep sites  that  campaignradicalism can be minimized. This authority is contained in the "Regulation of the Ministry of Communication and Information Technology Number 19 Year 2014. About Handling Negatively Lacked Websites". Under the regulations, Kemenkominfo is authorized to block or normalize sites that are negatively charged. Related to that, the researcher examines the implementation of "Regulation of the Ministry of Communication and Information Technology Number 19 Year 2014. he blocking measures are analyzed using relevant regulations from the legal normative side of juridical, and analyzed using capital policy implementation theory of Van Meter and Van Horn. Obtained result of research that in doing the blocking, mechanism which apply not fully executed by Kemenkominfo. Kemenkominfo put the BNPT report in urgency, so Kemenkominfo directly asked internet service providers to block sites.-------------------------------------------------------------------------------------Pada akhir Maret 2015 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan pemblokiran terhadap 22 situs internet yang dinilai bermuatan radikal atau  simpatisan radikalisme. Kemenkominfo berfungsi menjaga agar situs-situs yang mengampanyekan radikalisme dapat diminimalisir. Kewenangan ini tertuang dalam Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014. Tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif‖. Dalam peraturan tersebut dijelaskan, Kemenkominfo berwenang untuk melakukan pemblokiran atau normalisasi terhadap situs yang bermuatan negatif. Terkait hal tersebut, peneliti mengkaji implementasi ―Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014. Pemblokiran tersebut dianalisis menggunakan peraturan terkait dari sisi mekanisme normatif yuridis, dan dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan modal Van Meter dan Van Horn. Diperoleh hasil penelitian bahwa  dalam melakukan pemblokiran, mekanisme yang berlaku tidak sepenuhnya dijalankan oleh Kemenkominfo. Kemenkominfo menempatkan laporan BNPT dalam keadaan mendesak, sehingga Kemenkominfo langsung meminta penyedia layanan internet untuk memblokir situs-situs.
KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI MAHASISWA THAILAND SELATAN MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA (BAHASA) DI UIN WALISONGO SEMARANG Handayani, Maya Rini
Islamic Communication Journal Vol 3, No 1 (2018): Edisi Januari - Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2018.3.1.2674

Abstract

This article discusses the ability to speak (communicate) respondents from South Thailand at UIN Walisongo Semarang. The communication ability of the respondents is measured using the Indonesian language indicator (Bahasa) namely the ability to speak. Respondents aged between 20 to 28 years. Respondents numbered 37 people from the force 2012 to 2016. The 37 respondents consisted of 25 female students and 12 students. The original language of the respondents is Malay. The second language controlled by respondents is Thai. Respondents have not had enough Language skills before they arrive in Indonesia. The data collection in this article uses questionnaires. The results obtained from this research is the ability to communicate respondents using Language is in the category of being. This category uses a standard five interval that is very high, high, medium, low and very low. The mean or average of respondent data is at number 28. The number is between 26 - 29 which refers to the medium category. Keywords: communicate, language, south thailand students-------------------------------------------------------------------------------------Artikel ini membahas mengenai kemampuan berbicara (berkomunikasi) responden yang berasal dari Thailand Selatan di UIN Walisongo Semarang. Kemampuan komunikasi responden diukur menggunakan indikator bahasa Indonesia (Bahasa) yaitu kemampuan berbicara. Responden berusia antara 20 hingga 28 tahun. Responden berjumlah 37 orang yang berasal dari angkatan 2012 hingga 2016. Ke 37 responden terdiri dari 25 mahasiswi dan 12 mahasiswa. Bahasa asli dari responden adalah bahasa Melayu. Bahasa kedua yang dikuasai responden adalah bahasa Thailand. Responden belum cukup mempunyai bekal kemampuan Bahasa sebelum tiba di Indonesia. Pengumpulan data pada artikel ini menggunakan kuisioner. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kemampuan berkomunikasi responden menggunakan Bahasa berada pada kategori sedang. Kategori ini menggunakan interval standar lima yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Mean atau rata-rata data responden berada pada angka 28. Angka tersebut berada di antara angka 26 – 29 yang menunjuk pada kategori sedang.Kata kunci : berkomunikasi, bahasa, mahasiswa thailand selatan
AUDIOBOOK SEBAGAI ALAT BANTU MEMPERLANCAR KOMUNIKASI DALAM PENYEBARAN DAKWAH ISLAM PENYANDANG TUNANETRA Handayani, Maya Rini
Islamic Communication Journal Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2016.1.1.1243

Abstract

Disabilities people, especially muslim who are blind have the same desire with other Muslims. The similarity desire is become da’i or propagator of Islam despite having physical limitations. The main obstacle for them in the spread of Islam is communication. In  order  to  establish  the  communication  between  the  sender  and the recipient should both have the same transmission and symbols. Transmission and the same symbol will be created if both of them have the same knowledge.Unfortunately, the blind Muslims often have difficulty in gaining knowledge of Islam. This is because they can not read Islamic books. Therefore,  in  this  article  will  discuss  the  audiobook,  which  is  a voiced book that can be used blind Muslim to deepen knowledge of Islam. The benefits to be gained by the Islamic audiobook is facilitate communication  between  blind  Muslims  and  not  the  blind  one.--------------------------------------------------------------------------Penyandang disabilitas khususnya tunanetra yang beragama Islam mempunyai keinginan yang sama dengan umat Islam awas lainnya. Persamaan keinginan tersebut antara lain ingin menjadi dai atau penyebar agama Islam meskipun dalam keterbatasan. Kendala utama bagi mereka dalam penyebaran Islam adalah komunikasi. Agar komunikasi dapat terjalin dengan baik antara pengirim dan penerima pesan hendaknya keduanya mempunyai transmisi dan simbol yang sama. Transmisi dan simbol yang sama akan tercipta jika keduanya mempunyai pengetahuan yang sama.Sayangnya, muslim tunanetra sering mengalami kesulitan dalam memperoleh pengetahuan keislaman. Hal ini dikarenakan mereka tidak dapat membaca buku-buku Islam. Oleh sebab itu dalam artikel ini akan membahas audiobook yang merupakan sebuah buku bersuara yang dapat digunakan saudara muslim tunanetra untuk memperdalam ilmu Islam. Manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya audiobook Islami akan memperlancar komunikasi di antara muslim tunanetra dan muslim awas.
STUDI KASUS PEMANFAATAN E-LEARNING SEBAGAI SALAH SATU SARANA YANG MENDUKUNG PEMBELAJARAN DI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG Maya Rini Handayani; Vensy Vydia
Jurnal Transformatika Vol 8, No 2 (2011): January 2011
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/transformatika.v8i2.47

Abstract

Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents) dan sistemnya.Sistem e-Learning mutlak diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan jaman dengan dukungan Teknologi Informasi dimana semua menuju ke era digital, baik mekanisme maupun konten. Pengembangan sistem e-Learning harus didahului dengan melakukan analisa terhadap kebutuhan dari pengguna (user needs). Sesuai dengan paradigma rekayasa sistem dan perangkat lunak, kebutuhan dari pengguna ini memiliki kedudukan tertinggi, dan merupakan dasar kreasi dan kerja pengembang.Agar penelitian ini dapat memberikan hasil yang baik, maka penulisan laporannya menggunakan berbagai macam data, keterangan data, serta informasi penting yang diperoleh dari berbagai sumber, didasarkan pada (1) data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian ( dosen dan mahasiswa ), (2) data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku-buku, literatur sebagai pelengkap dalam penyusunan laporan penelitian ini. Metode Studi Pustaka, yaitu metode pengumpulan data melalui pemahaman literatur maupun buku dan juga browsing internet sebagai acuan untuk menentukan landasan teori. Metode angket / kuesioner, yaitu pengumpulan data dengan membagikan kuesioner kepada para dosen dan mahasiswa di lingkungan FTIK USM
STUDI EFEKTIFITAS PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL SEBAGAI PENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI USM Robby Kurniawan Budhi; Vensy Vydia; Maya Rini Handayani
Jurnal Transformatika Vol 9, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/transformatika.v9i1.52

Abstract

Social network developing as medium of communication was effloresce quick. Accompanying sites as Facebook have become tren and one wills be main requirement for one any one. And so do thing it among civitas Technological Faculty academic person Information and semarang University Communication (FTIK USM). Among college student, Facebook is accessed everyday and bermunculan's community group. One of it is group "FTIK semarang University". All this time, oftentimes that group is utilized as media of academic information conveyor and also another information of lecturer goes to college student or even contrariwise. In this research, done by penelusuran opinion by use of kuesioner online ala that is broadcast to all college student and group member lecturer "FTIK Semarang University". Of that kuesioner's result, wait for it will know group purpose effectiveness as media of information conveyor.