Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Potential Production of Polyunsaturated Fatty Acids from Microalgae Noer Abyor Handayani; Dessy Ariyanti; Hady Hadiyanto
International Journal of Science and Engineering Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.576 KB) | DOI: 10.12777/ijse.2.1.13-16

Abstract

Currently, public awareness of healthcare importance increase. Polyunsaturated fatty acid is an essential nutrition for us, such arachidonic acid, docosahexaenoic acid and eicosapentaenoic acid. The need of Polyunsaturated fatty acid generally derived from fish oil, but fish oil has a high risk chemical contamination. Microalgae are single cell microorganism, one of Phaeodactylum tricornutum which have relatively high content of eicosapentaenoic acid (29,8%). Biotechnology market of Polyunsaturated fatty acid is very promising for both foods and feeds, because the availability of abundant raw materials and suitable to develop in the tropics. This literature review discusses about the content of Polyunsaturated fatty acid in microalgae, omega-3, omega-6, Polyunsaturated fatty acid production processes, and applications in public health
An Overview of Biocement Production from Microalgae Dessy Ariyanti; Noer Abyor Handayani; Hadi Hadiyanto
International Journal of Science and Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.797 KB) | DOI: 10.12777/ijse.2.2.31-33

Abstract

The invention of microorganism’s involvement in carbonate precipitation, has lead the exploration of this process in the field of construction engineering. Biocement is a product innovation from developing bioprocess technology called biocementation. Biocement refers to CaCO3 deposit that formed due to microorganism activity in the system rich of calcium ion. The primary role of microorganism in carbonate precipitation is mainly due to their ability to create an alkaline environment (high pH and DIC increase) through their various physiological activities. Three main groups of microorganism that can induce the carbonate precipitation: (i) photosynthetic microorganism such as cyanobacteria and microalgae; (ii) sulphate reducing bacteria; and (iii) some species of microorganism involved in nitrogen cycle. Microalgae are photosynthetic microorganism and utilize urea using urease or urea amidolyase enzyme, based on that it is possible to use microalgae as media to produce biocement through biocementation. This paper overviews biocement in general, biocementation, type of microorganism and their pathways in inducing carbonate precipitation and the prospect of microalgae to be used in biocement production.  Keywords— Biocement, Biocementation, Microalgae, CaCO3 precipitation
PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES OF BABY INSTANT PORRIDGE FORTIFIED WITH IRON Herry Santosa; Kristinah Haryani; Noer Abyor Handayani
International Journal of Science and Engineering Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.447 KB) | DOI: 10.12777/ijse.10.2.%p

Abstract

Fortification is one of solution to alleviate the deficiency of iron. Prevalence of iron deficiency anemia mostly on children under five years, i.e baby instant porridges. Purple sweet potatoes have a potential to be baby instant porridge. The aims of this research was to investigate the effect of fortificant’s type on Fe level as nutritional value, physicochemical properties (bulk density, rehydration capacity, and color) of baby instant porridges made from purple sweet potatoes. This study consists of several stages, which are the stage of making flour, fortification stage, the stage of making instant porridge and phase analysis results. The results show that iron-fortified added to instant baby porridge for nutritional characterization is below to the concentration of additional fortificant. The higher Fe identified on the addition of the iron concentration of 90 ppm (76.12 ppm) and lowest for the addition of concentration of 70 ppm (32.14 ppm). The results of physical properties for bulk density of instant porridge are (0.804 to 0.874 g / ml) showed there is no significant difference between variables and iron fortification no significant effect. Rehydration capacity (1.4 to 1.8 ml/g) with the addition of the iron various variable does not provide significant value changes and provide a lower value than the baby porridge with no fortificant (2 ml / g).
KARAKTERISASI FISIK BUBUR BAYI INSTAN DARI TEPUNG UBI JALAR UNGU TERFORTIFIKASI ZINK (Zn) Noer Abyor Handayani; Herry Santosa; Berlian Arswendo Adietya; Bunga Profegama; Aditya Yuna
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fortifikasi zink pada bubur instan bayi berbahan dasar tepung ubi jalar ungu diharapkan mampu memberikan inovasi produk yang dapat mengatasi permasalahan defisiensi zink pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi fortifikan inorganic(ZnO) terhadap sifat fisik (penampilan fisik, densitas kamba, dan daya rehidrasi) dari produk instan. Bubur bayi instan yang dihasilkan melalui tahap pembuatan tepung, fortifikasi zink, dan tahap pembuatan bubur bayi instan. Bubur bayi instan tanpa fortifikan digunakan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan fisik bubur bayi instan tetap memberikan warna ungu sesuai dengan warna alami dari bahan baku. Nilai densitas kamba dan daya rehidrasi dari bubur bayi instan terfortifikasi ZnO (3,5; 4,25; 5,25; dan 6 mg) berturut-turut adalah 0,691; 0,610; 0,606; 0,600 gr/ml dan 2; 2,3; 2,4; 2,2; 2,8 ml/gr. Kata kunci : bubur bayi instan,fortifikasi zink, ubi jalar ungu
HIDROLISA ENZIMATIK PATI TAPIOKA DENGAN KOMBINASI PEMANAS MICROWAVE-WATER BATH PADA PEMBUATAN DEKSTRIN Herry Santosa; Noer Abyor Handayani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1056

Abstract

Usaha untuk mengkonversi pati tapioka menjadi dekstrin cukup prospektif. Banyaknya industri pengguna dekstrin, meningkatnya volume impor dekstrin, dipenuhinya ketersedian bahan baku tapioka dan tingginya nilai ekonomi dekstrin, merupakan pertimbangan awal untuk melakukan penelitian ini. Hidrolisa enzimatik dengan α amylase (termamyl) sebagai biokatalis dikenakan terhadap pati tapioka untuk membuat dekstrin. Penelitian dilakukan melalui 4 tahapan (1) Tahap persiapan yang meliputi karakterisasi pati tapioka dan karakterisasi microwave, (2) Tahap gelatinisasi, (3) Tahap likuifaksi, dan (4) Tahap uji hasil. Gelatinisasi dilakukan dalam microwave pada power P10 – desfrose D2 dan tahap likuifaksi dilakukan dalam waterbath pada suhu 93-95°C. Percobaan dilakukan pada kondisi terkendali (1) pH 6- 6,5, (2) kadar Ca2+ 40 ppm, (3) Dosis enzim 0,5-0,6 kg tiap ton pati kering, sedangkan konsentrasi pati dan waktu likuifaksi divariasi. Disetiap akhir percobaan dilakukan uji hasil terhadap dextrose equivqlent (DE) dan viskositas. Dari hasil percobaan diperoleh data bahwa dekstrin dengan DE dibawah 20 dihasilkan dari hidrolisa ini, pada kondisi terkendali, DE produk dekstrin dari hasil hidrolisa konsentrasi pati rendah (pada waktu yang sama) lebih tinggi dibanding DE konsentrasi pati tinggi, DE larutan dekstrin menjadi semakin tinggi dengan bertambahnya waktu, Tingginya nilai DE dapat diketahui dari turunnya viskositas produk hasil hidrolisa Kata kunci: hidrolisa enzimatik, pati tapioka, dekstrin, microwave.
Modifikasi Pati Sorgum menjadi Maltodekstrin secara Enzimatik Dengan Menggunakan Enzim Alfa Amilase dan Gluko Amilase Noer Abyor Handayani; Kristinah Haryani; Diah Susetyo Retnowati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.894 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2022.30748

Abstract

Sorgum memiliki kandungan pati yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan maltodekstrin. Maltodekstrin merupakan produk hidrolisis parsial pati yang dibuat dengan penambahan asam atau enzim. Maltodekstrin merupakan campuran dari glukosa, maltosa dan oligosakarida. Selama ini maltodekstrin banyak diproduksi dari pati jagung dan singkong. Tujuan penelitian adalah mengkaji konsentrasi pati (9%, 12%,15%) dan temperatur operasi (65°C, 70°C, 75°C) pada proses hidrolisis terhadap yield, nilai dextrose equivalen (DE), kelarutan, daya kembang, kadar gula pereduksi dan kadar gula total dari maltodekstrin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses hidrolisa yang relatif baik terjadi pada temperatur 75°C dan konsentrasi pati 9%. Produk hasil hidrolisis (maltodekstrin) tersebut memiliki nilai kadar gula total 21,12%, kadar gula pereduksi 19,2%, kelarutan 8,5%, nilai DE 16,99, dan daya kembang terendah 6,042.
Pengaruh Konsentrasi Pati dan Yeast pada Pembuatan Etanol dari Pati Sorgum Melalui Proses Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dan Separated Hydrolysis Fermentation (SHF) Haryani, Kristinah; Hargono, Hargono; Handayani, Noer Abyor; Harles, Hendra; Putri, Sheila Amanda
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2186

Abstract

Bioetanol merupakan anhydrous alkohol yang dapat diproduksi dengan cara fermentasi pati. Sorgum mengandung pati yang cukup tinggi sebesar 74,63g / 100g bahan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan etanol. Pembuatan etanol berbahan baku pati sorgum ada dua metode yaitu Separated Hydrolysis Fermentation (SHF) dan Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan proses yang tepat untuk memproduksi etanol dari pati sorgum dengan membandingkan metode fermentasi SSF dan SHF. Untuk masing masing proses digunakan variabel konsentrasi pati sebesar 10%, 20% (berat/volume) dan Saccharomyces Cereviciae sebagai yeast saat proses fermentasi sebesar 5%, 7%, 9% dari berat pati. Enzim StargenTM sebesar 1ml/100gram pati sorgum digunakan untuk membantu proses hidrolisis. Dari hasil fermentasi selama 72 jam menunjukkan bahwa sorgum yang difermentasi dengan metode SSF menghasilkan lebih banyak etanol sebesar 111,944 gram/liter dibandingkan metode SHF sebesar 108,645 gram/liter dengan konsentrasi pati sebesar 20% (berat/volume) dan yeast 9% w pati.
Sistem Monitoring dan Evaluasi Proses Belajar Mengajar Berbasis Outcome Based Education di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Handayani, Naniek Utami; Handayani, Noer Abyor; Sulardjaka, Sulardjaka
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24263

Abstract

Kurikulum OBE merupakan salah satu indikator dalam penilaian akreditasi Program Studi (Prodi) baik akreditasi nasional maupun internasional. Pelaksanaan kurikulum OBE pada Perguruan Tinggi melibatkan perancangan kurikulum, proses belajar mengajar dengan pendekatan student centered learning, dan penilaian capaian pembelajaran. Monitoring dan evaluasi dalam konteks Outcome-Based Education (OBE) memiliki tujuan untuk memastikan efektivitas implementasi sistem pendidikan. Selain itu, juga untuk menilai sejauh mana tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan berhasil dicapai; melibatkan penilaian metode pengajaran, keberhasilan strategi pembelajaran, dan penggunaan sumber daya pembelajaran; memberikan umpan balik yang berharga untuk melakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran; memastikan konsistensi dalam penerapan kurikulum; membantu menilai kualitas instrumen penilaian, keadilan dalam penilaian, dan sejauh mana penilaian mencerminkan pencapaian tujuan pembelajaran; membantu mengukur sejauh mana siswa terlibat dalam pembelajaran dan apakah metode pengajaran mendorong keterlibatan aktif mahasiswa. Kata kunci: sistem, monitoring dan evaluasi, outcome based education, indikator, rubrik penilaian
Evaluasi Milestone Hydrotest Boiler Unit 1 Menggunakan Temporary Facility Pada PLTU Palu 3 (2x50 MW) Ananta, Reza; Denis, Denis; Handayani, Noer Abyor
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 4 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24574

Abstract

Penugasan supervisi konstruksi di PLTU Palu 3 (2x50 MW) khususnya untuk bidang mekanikal berupa supervisi erection peralatan boiler, turbine, coal handling, ash handling dan balance of plant. Penugasan pada supervisi konstruksi boiler mengangkat masalah yakni evaluasi milestone hydrotest boiler unit 1 di PLTU Palu 3 (2x50 MW), di mana berdasarkan persyaratan di dalam buku kontrak Book III section 4.6 Mechanical Works III sub-section 4.6.1.1.2 disebutkan sistem perpipaan pembangkit didesain, difabrikasi, di-install dan diuji berdasarkan persyaratan ANSI code B31.1, power piping. Selain itu juga disyaratkan di dalam buku kontrak Book III section 4.6 Mechanical Works, Sub-Section 4.6.2.4 disebutkan bahwa bagian boiler bertekanan harus memenuhi persyaratan ASME Boiler and Pressure Vessel Code, Section I dan harus sepenuhnya mematuhi undang-undang atau peraturan yang berlaku di Indonesia. Terlambatnya target tercapainya milestone hydrostatic test boiler unit 1 sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut terhadap semua aspek yang dapat memengaruhi proses hydrostatic test boiler tersebut. Tujuan penyusunan evaluasi ini untuk memastikan hydrostatic test boiler PLTU Palu 3 (2x50 MW) dapat diselesaikan tepat waktu untuk menunjang pemenuhan kebutuhan ketenagalistrikan di Provinsi Sulawesi bagian utara dan pemenuhan keandalan PLTU Palu 3 (2x50 MW). Pengumpulan data menggunakan teknik observasi pada boiler, unit sistem pendukung (chlorination system, air compressor system, WTP, CWP system, temporary pipe) dan peralatan pekerjaan persiapan. Teknik analisa statistik inferensial digunakan untuk mengidentifikasi kekurangan pekerjaan konstruksi bagian dari tahapan tercapainya hydrotest boiler unit 1 yang perlu segera diselesaikan. Kesimpulan dan saran diharapkan menjadi rekomendasi terhadap pekerjaan mana yang perlu diselesaikan segera agar hydrotest boiler unit 1 dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang sesuai standar. Kata kunci: erection boiler, persyaratan kontrak, hydrostatic test, unit sistem pendukung, peralatan pekerjaan persiapan, analisa statistik
Review Jurnal: Pengembangan Produk Beras Analog Berbasis Umbi – Umbian dan Kacang-kacangan Menggunakan Metode Ekstrusi Faadhilah, Hilmi Rifaa; Kusumayanti, Heny; Handayani, Noer Abyor
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.18245

Abstract

Abstrak Masyarakat Indonesia termasuk salah satu yang sangat gemar untuk menggunakan beras sebagai bahan pangan pokok. Tetapi tingkat produksi di Indonesia masih belum bisa menutup tingkat konsumsinya. Sehingga pemerintah Indonesia melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan pangan. Tetapi pada dasarnya Indonesia adalah bangsa dengan segudang kekayaan alam dan memiliki sumber daya bahan pangan selain beras seperti sagu, singkong, ubi, jagung, dan kacang-kacangan. Oleh karena itu perlu dikembangkan teknologi untuk mengkonversi bahan pangan non beras menjadi beras analog. Beras analog merupakan beras tiruan yang terbuat dari bahan pangan non beras yang bentuk serta komposisi dari gizinya mirip seperti beras pada umumnya dan bahkan untuk gizi, beras analog dapat melebihi dari beras biasa. Teknologi yang saat ini berkembang adalah dengan menggunakan proses ekstrusi. Teknologi ekstrusi biasanya digunakan untuk pembuatan beras analog dengan bahan dari bahan pangan non beras. Umbi dan kacang sebagai bahan pangan non beras memiliki banyak potensi untuk menggantikan bahan pangan beras karena memiliki makronutrisi lebih baik daripada beras. Umbi dan kacang memiliki kandungan protein, serat dan gizi lain yang jauh lebih tinggi. Makalah ini mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya tentang pembuatan beras analog dan perbandigan uji proksimat seperti uji kadar air, kadar protein, kadar karbohidrat dan kadar lemak pada beras analog dengan bahan dasar umbi-umbian dan kacang-kacangan. Kata Kunci: Beras Analog, Teknologi Ekstrusi, Umbi-Umbian, Kacang-Kacangan, Diversifikasi Pangan