Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL

HUBUNGAN SUHU LINGKUNGAN KERJA TERHADAP TINGKAT MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA PEKERJA PENGASAPAN DI WONOSARI DEMAK Ririn Dwi Jayanti; Prita Adisty Handayani; Achmad Solechan
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.468

Abstract

Lingkungan kerja merupakan kondisi dimana segala sesuatu yang ada di sekitar tempat kerja yang berhubungan dengan seseorang dalam melakukan pekerjaan. Lingkungan kerja di bagi menjadi 2 yaitu fisik dan non fisik, salah satu faktor lingkungan fisik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi tenaga kerja adalah tekanan panas. Lingkungan yang terlalu panas dapat mempengaruhi efek fisiologis bagi tubuh seperti produksi keringat berlebih, denyut jantung meningkat dan tekanan darah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan suhu lingkungan kerja terhadap tingkat mean arterial pressure pada pekerja pengasapan di Wonosari Demak. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan deskriptif analitik yaitu cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini 45 responden dengan teknik pengambilan data total sampling. Alat ukur yang digunakan Thermometer humidity dan Automatic blood pressure monitor Omron HEM-1872. Uji statistic Spearman Rank di dapatkan nilai p value <0,05 (0.000) Sehingga Ha diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara suhu lingkungan terhadap tingkap MAP dengan nilai r = 0.572, nilai r didapatkan korelasi positif yaitu artinya terdapat hubungan antara suhu lingkungan terhadap tingkat MAP. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan intervensi terhadap pekerja yang bekerja di suhu lingkungan panas dan MAP yang tinngi.
HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP TEKANAN DARAH, NADI, SUHU, DAN PERNAFASAN DI PT. RAJAWALI PERKASA FURNITURE Indah Umaidah; Prita Adisty Handayani; Achmad Solechan
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.469

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu contoh lingkungan yang memberikan dampak bagi pekerja. Kebisingan merupakan bunyi yang merusak kesehatan dan umumnya disebabkan oleh mesin kerja. Nilai ambang batas normal kebisingan dalam 8 jam kerja adalah 85dB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Tingkat Kebisingan Terhadap Tekanan Darah, Nadi, Suhu, dan Pernafasan di PT. Rajawali Perkasa Furniture Pati. Rancangan penelitian menggunakan Teknik observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah sound level meter, spigmomanometer digital, stopwatch, Pulse oximeter, dan lembar observasi. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 45 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang signifikan antara tingkat kebisingan dengan tekanan darah p value (0,011) dan denyut nadi pada pekerja p value (0,004). Namun pada hipotesis Tingkat kebisingan terhadap suhu tubuh p value (0,553) dan pernafsan p value (0,516) tidak terdapat hubungan yang signifikan.Pada pekerja yang terpapar kebisingan diatas normal sebanyak 60% responden mengalami peningkatan tekanan darah normal tinggi, 28,9% nilai tekanan darah normal, 8,9% dengan stadium 1 dan 2,2% stadium 3. Responden yang mengalami takikardi sebanyak 86% dan 13,3% responden memiliki denyut nadi normal. 71,1% responden mengalami hipertermi, 6,7% diantaranya mengalami hipotermi. 82,2% responden memiliki nafas normal dan 17,8% responden memiliki nafas melebihi nilai normal.
Hubungan Durasi Kerja dengan Tingkat Kelelahan Kerja pada Pedagang di Pasar Karangayu Kota Semarang Prita Adisty Handayani; Ratnasari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.588

Abstract

Pendahuluan: Kelompok pedagang merupakan kelompok kerja disektor informal yang berisiko mengalami gangguan kesehatan kerja. Durasi waktu kerja yang berlebih dapat mengakibatkan pedagang merasa lelah. Peran perawat komunitas dalam menangani hal tersebut adalah dengan melakukan pencegahan sekunder berupa deteksi dini masalah kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan durasi kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang di Pasar Karangayu Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah konsekutif sampling sesuai dengan kriteria dan kriteria eksklusi. Jumlah sampelnya dalam penelitian ini sebesar 67 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022 dengan menggunakan instrumen kuesioner kelelahan kerja KAUPK2. Analisis data univariat menggunakan deskriptif frekuensi yang ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Analisis bivariat menggunakan uji peringkat sperman-rank. Hasil: Hasil analisis univariat lama kerja pedagang berada pada kategori baik (50,7%), tingkat kelelahan pedagang pada kelelahan ringan sebesar 35,8%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara durasi kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang di Pasar Karangayu Semarang dengan p.value sebesar 0,000. Pembahasan: Waktu kerja yang lebih dianggap tidak efisien karena dapat mengakibatkan penurunan produktifitas serta kecenderungan dapat menimbulkan masalah kelelahan. Kelelahan merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh agar terhindar dari kerusakan yang lebih lanjut. Kelelahan baik yang bersifat mental dan fisik dapat mengakibatkan seseorang mengalami penurunan kemampuan kekuatan otot
HUBUNGAN SUHU LINGKUNGAN KERJA TERHADAP TINGKAT MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA PEKERJA PENGASAPAN DI WONOSARI DEMAK Ririn Dwi Jayanti; Prita Adisty Handayani; Achmad Solecha
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.468

Abstract

Lingkungan kerja merupakan kondisi dimana segala sesuatu yang ada di sekitar tempat kerja yang berhubungan dengan seseorang dalam melakukan pekerjaan. Lingkungan kerja di bagi menjadi 2 yaitu fisik dan non fisik, salah satu faktor lingkungan fisik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi tenaga kerja adalah tekanan panas. Lingkungan yang terlalu panas dapat mempengaruhi efek fisiologis bagi tubuh seperti produksi keringat berlebih, denyut jantung meningkat dan tekanan darah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan suhu lingkungan kerja terhadap tingkat mean arterial pressure pada pekerja pengasapan di Wonosari Demak. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan deskriptif analitik yaitu cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini 45 responden dengan teknik pengambilan data total sampling. Alat ukur yang digunakan Thermometer humidity dan Automatic blood pressure monitor Omron HEM-1872. Uji statistic Spearman Rank di dapatkan nilai p value <0,05 (0.000) Sehingga Ha diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara suhu lingkungan terhadap tingkap MAP dengan nilai r = 0.572, nilai r didapatkan korelasi positif yaitu artinya terdapat hubungan antara suhu lingkungan terhadap tingkat MAP. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan intervensi terhadap pekerja yang bekerja di suhu lingkungan panas dan MAP yang tinngi.
HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP TEKANAN DARAH, NADI, SUHU, DAN PERNAFASAN DI PT. RAJAWALI PERKASA FURNITURE Indah Umaidah; Prita Adisty Handayani; Achmad Solecha
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.469

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu contoh lingkungan yang memberikan dampak bagi pekerja. Kebisingan merupakan bunyi yang merusak kesehatan dan umumnya disebabkan oleh mesin kerja. Nilai ambang batas normal kebisingan dalam 8 jam kerja adalah 85dB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Tingkat Kebisingan Terhadap Tekanan Darah, Nadi, Suhu, dan Pernafasan di PT. Rajawali Perkasa Furniture Pati. Rancangan penelitian menggunakan Teknik observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah sound level meter, spigmomanometer digital, stopwatch, Pulse oximeter, dan lembar observasi. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 45 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang signifikan antara tingkat kebisingan dengan tekanan darah p value (0,011) dan denyut nadi pada pekerja p value (0,004). Namun pada hipotesis Tingkat kebisingan terhadap suhu tubuh p value (0,553) dan pernafsan p value (0,516) tidak terdapat hubungan yang signifikan.Pada pekerja yang terpapar kebisingan diatas normal sebanyak 60% responden mengalami peningkatan tekanan darah normal tinggi, 28,9% nilai tekanan darah normal, 8,9% dengan stadium 1 dan 2,2% stadium 3. Responden yang mengalami takikardi sebanyak 86% dan 13,3% responden memiliki denyut nadi normal. 71,1% responden mengalami hipertermi, 6,7% diantaranya mengalami hipotermi. 82,2% responden memiliki nafas normal dan 17,8% responden memiliki nafas melebihi nilai normal.
Hubungan Durasi Kerja dengan Tingkat Kelelahan Kerja pada Pedagang di Pasar Karangayu Kota Semarang Prita Adisty Handayani; Ratnasari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.588

Abstract

Pendahuluan: Kelompok pedagang merupakan kelompok kerja disektor informal yang berisiko mengalami gangguan kesehatan kerja. Durasi waktu kerja yang berlebih dapat mengakibatkan pedagang merasa lelah. Peran perawat komunitas dalam menangani hal tersebut adalah dengan melakukan pencegahan sekunder berupa deteksi dini masalah kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan durasi kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang di Pasar Karangayu Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah konsekutif sampling sesuai dengan kriteria dan kriteria eksklusi. Jumlah sampelnya dalam penelitian ini sebesar 67 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022 dengan menggunakan instrumen kuesioner kelelahan kerja KAUPK2. Analisis data univariat menggunakan deskriptif frekuensi yang ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Analisis bivariat menggunakan uji peringkat sperman-rank. Hasil: Hasil analisis univariat lama kerja pedagang berada pada kategori baik (50,7%), tingkat kelelahan pedagang pada kelelahan ringan sebesar 35,8%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara durasi kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang di Pasar Karangayu Semarang dengan p.value sebesar 0,000. Pembahasan: Waktu kerja yang lebih dianggap tidak efisien karena dapat mengakibatkan penurunan produktifitas serta kecenderungan dapat menimbulkan masalah kelelahan. Kelelahan merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh agar terhindar dari kerusakan yang lebih lanjut. Kelelahan baik yang bersifat mental dan fisik dapat mengakibatkan seseorang mengalami penurunan kemampuan kekuatan otot