Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP PENINGKATAN PEMENUHAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS DI RSUD AMBARAWA Ayu Wulansari, Ni Made; -, Ismonah; -, Shobirun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien post operasi khususnya post operasi fraktur ekstremitas mengalami peningkatan ketergantungan pemenuhan Activity of Daily Living (ADL). Ambulasi dini adalah salah satu cara untuk membantumengurangi ketergantungan dalam pemenuhan ADL. Fraktur adalah terputusnya kontuinitas tulang danditentukan sesuai jenis dan luasnya. Operasi tulang untuk menyambung dua bagian tulang atau lebih denganmenggunakan alat-alat fiksasi dalam seperti plate, screw, nail plate, wire/K-wire. Ambulasi dini adalahtindakan keperawatan yang paling signifikan untuk mengurangi komplikasi post operasi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Pengaruh Ambulasi Dini terhadap Peningkatan Pemenuhan Activity of DailyLiving (ADL) pada Pasien Post Operasi Fraktur Ekstremitas Di RSUD Ambarawa. Desain penelitian iniadalah one group pre dan post test design. Teknik sampling penelitian ini adalah purposive samplingdengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ambulasi diniterhadap peningkatan pemenuhan Activity of Daily Living (ADL) pada pasien post operasi frakturekstremitas dengan nilai P sebesar 0,00 (0.05). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukanpeneliti selanjutnya untuk dapat mengembangkan penelitian dengan memperhatikan faktor dukungan sosial (keluarga) yang mempengaruhi keinginan untuk ambulasi dini.
PERILAKU REMAJA PENGGEMAR KOREAN WAVE: SYSTEMATIC REVIEW Wulansari, Ni Made Ayu
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya pop korea yang sering disebut Hallyu (Korean Wave). Hallyu adalah budaya korea yang terkenal dikalangan anak muda, budaya ini terdiri dari Korean musik (K-pop), drama (K-drama), film, fashion, makanan dan kecantikan.  Penggemar Korean wave lebih banyak pada anak muda dibangku SMA dan kuliah. Setiap remaja memiliki perilaku yang berbeda untuk menunjukkan kesukaan pada Korean wave. Kajian ini bertujuan untuk meninjau artikel mengenai perilaku remaja penggemar Korean wave yang dapat digunakan untuk memahami perubahan perilaku pada tahap perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan systematic review tentang perilaku penggemar Korean wave. Metode yang digunakan adalah mencari, menyaring dan menganalisa artikel berdasarkan kata kunci ditetapkan yaitu “Korean wave”, “perilaku penggemar Korea Selatan”, “Hallyu”, “Adolescent behavior” dan “Idol K-Pop” melalui database Google Scholar, Pubmed dan Proquest. Berdasarkan searching menggunakan kata kunci didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi Kriteria inklusi yaitu artikel lengkap, bahasa Indonesia atau Inggris, Artikel dari tahun 2008-2019 dan Pendidikan peneliti minimal sarjana. Hasil pencarian artikel adalah remaja penggemar Korean Wave melakukan imitasi gaya rambut, model pakaian, aksesoris sampai pola hidup dan pola makan serta cara berinteraksi dengan teman sebaya sesuai dengan idolanya. Selain itu, remaja tersebut memiliki budaya konsumtif, permainan role play seolah-olah menjadi idola dan praktik seksual (ciuman pipi, meraba-raba dan fantasi seksual).Korean wave memiliki pengaruh pada perilaku remaja. Perilaku ini perlu diperhatikan karena pada tahap remaja merupakan tahap pembentukan identitas diri. Pada tahap pembentukan diri perlu adanya pengawasan orang tua untuk menghindari perilaku remaja yang mengidolakan idolanya secara berlebihan
Tingkat Depresi Pasien Lansia Gagal Ginjal Kronis Yang menjalani Hemodialisa Di Kota Semarang Laura Khattrine Noviyanti; Ni Made Ayu Wulansari; Rindi Heryanti
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 4 (2022): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i4.894

Abstract

Chronic kidney failure is a condition that occurs due to a decrease in the ability of the kidneys to maintain balance in the body Depression is an emotional condition characterized by extreme sadness, feelings of guilt and worthlessness, withdrawal, and loss of interest in sleeping and having sex and other pleasurable things. The purpose of this study was to determine the describe the level of depression in patients with chronic kidney failure who underwent hemodialysis therapy in the hemodialysis room at the Renal and Hypertension Clinic in Semarang. This type of research uses a quantitative methodology with a quantitative descriptive design. The result showed that 54 respondents have 18 (33,3%) respondents did not experience depression, 33 (61.1%) experienced mild depression and 3 (5.6%) experienced moderate depression. The conclusion of this study was that most patients undergoing hemodialysis experienced depression with the highest level of depression being mild depression, this was caused by the length of time undergoing hemodialysis itself or other factors such as work, income, needs and family support
Validitas dan Reliabilitas The Center for Epidemiologic Studies Depression Scale pada Lansia ni made ayu wulansari; Ratnasari Ratnasari; Laura Khattrine Noviyanti; Kartini Suhas
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 4 (2022): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i4.900

Abstract

Depression is one of mental health problem which happen to elderly. Elderly with chronic disease will highly risk to have depression. Depression can be measured by CESD-R (The Center for Epidemiologic Studies Depression-Revised). This research was to assess the validity and reliability of it. The respondent who used in this research was 120 persons. The data collection used random sampling and be analyzed used RASCH. The result of reliability is person reliability 0.87, item reliability 0.95 and alpha Cronbach 0.89. the result of validity is raw variance observed 100 % with raw unexplained total 47.5%. 1st contrast 14% and 2nd contrast 7.4%. The study found that CESDR is good instrument to measure depression because it has good reliability and validity.
GAMBARAN DETEKSI DINI DEPRESI PADA LANJUT USIA DENGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR KRONIS DI KOTA SEMARANG Kartini Suhas; Ni Made Ayu Wulan Sari; Asti Nuraeni
JURNAL MEDIA KESEHATAN Vol 15 No 2 (2022): Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 15 No 2 Desember 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jmk.v15i2.851

Abstract

Chronic non-communicable diseases are diseases that often attack the elderly which can cause psychological problems, one of which is depression. This study aims to describe the early detection of depression in the elderly with chronic non-communicable diseases. This research method uses descriptive study analysis techniques. The number of samples in this study were 272 respondents with the sampling technique using cluster sampling and then using random sampling, so that 1 cluster was selected, namely the Kedungmundu Health Center. This research was conducted for 21 days starting from April 09 to April 30. The measuring instrument used is the CESD-R (Center for Epidemiological Studies Depression Scale) questionnaire. Analysis of the data used is univariate analysis with a frequency distribution table. The results of this study found that most of the respondents indicated depression as many as 187 respondents or 68.8%, while those who did not indicated depression were 85 respondents or 31.3%. Based on the results of this study, it is necessary to make efforts to develop health services at the Puskesmas in improving mental service units (Poli Jiwa), to make efforts to prevent mental disorders, especially detection of depression in the elderly with chronic non-communicable diseases by screening at least every 6 months
Pemberdayaan Posbindu Pasar Karangayu dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup bagi Pedagang dengan Hipertensi Kronis Felicia Risca Ryandini; Ni Made Ayu Wulansari; Asti Nuraeni
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpp.v1i2.1627

Abstract

Banyaknya kasus gangguan kardiovakular yang sering ditemui khususnya penyakit hipertensi masih menjadi lingkaran hitam di masyarakat. Banyaknya tanda dan gejala yang muncul pada penderita hipertensi tentunya akan membawa dampak bagi aktivitas sehari-harinya yang akan berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Selain perawat, kader masyarakat merupakan bagian penting yang berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan di masyarakat. Adanya kegiatan Pemberdayaan Posbindu Pasar Karangayu Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Bagi Pedagang Yang Mengalami Hipertensi Kronis, menunjukkan bahwa adanya motivasi dan kemauan besar dari wilayah binaan Kelurahan Karangayu untuk mensukseskan kegiatan peningkatan kualitas hidup manusia. Untuk itu diperlukan solusi pemecahan masalah ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan sasaran para pedagang yang dilakukan oleh tim Kesehatan. Pengusul bersama mitra bekerja sama menyusun metode pendekatan dalam menyelesaikan prioritas masalah yang telah disepakati. Dalam kegiatan ini salah satu indokator yang dapat dikur adalah pengetahuan tentang hipertensi dan penatalaksanaan hipertensi di masyarakat. Hasil kegiatan didapatkan adalah sebagai berikut terbentuknya Kader Kesehatan Pasar Karangayu, terbentuknya Posbindu Pasar Karangayu, meningkatnya pengetahuan pedagang Pasar Karangayu khususnya pengetahuan penyakit hipertensi. Hasil evaluasi kepuasan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diadakan memberikan manfaat bagi pengguna dengan hasil survey didapatkan hasil sebagian besar responden yaitu pedagang pasar yang mengikui kegiatan dan kader yang terlibat.setuju bahwa kegiatan ini bermanfaat.
A Pilot Study Pengaruh Bibliotherapy pada Penderita Penyakit Kronis dengan Health Anxiety Wulansari, Ni Made Ayu; Riani, Suksi; Fitriasari, Ragil Aidil; Kristiani, Heni
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.2.2024.453-458

Abstract

Kecemasan kesehatan adalah kecemasan yang dialami seseorang karena penyakit yang dideritanya. Kecemasan ini dapat dialami oleh seseorang yang menderita penyakit kronis dalam jangka waktu lama. Pada kecemasan ini ditandai dengan tanda fisik seperti perubahan tekanan darah. Salah satu pendekatan terapi yang dilakukan untuk menangani kecemasan kesehatan adalah dengan bibliotherapy.  Terapi ini merupakan terapi dengan pendekatan mengubah insight seseorang sehingga dapat mengubah sudut pandang dalam menghadapi masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tindakan biblotherapy terhadap kecemasan kesehatan. Metode penelitian ini adalah dengan pendekatan pilot study dengan jumlah responden 27 lansia. Penelitian ini dilakukan disalah satu kelurahan di Kota Semarang. Hasil penelitian ditemukan adanya pengaruh tindakan biblotherapy terhadap kecemasan kesehatan dengan nilai p value 0,008 kesimpulan dalam penelitian ini adalah terapi bibilotherapy dapat menjadi salah satu alternatif terapi yang digunakan untuk menangani kecemasan kesehatan. Terapi ini juga merupakan terapi dengan biaya murah dan dapat dilakukan oleh semua orang.
Deteksi Dini Masalah Perilaku Psikososial pada Remaja di Sekolah Menengah Atas Kota Semarang Lathifah, Arinny Zahrah; Wulansari, Ni Made Ayu; Nuraeni, Asti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.1.2024.67-74

Abstract

Psikososial merupakan hubungan antar kondisi sosial dengan kesehatan mental atau emosional. Perkembangan kepribadian seseorang berasal dari pengalaman sosial sepanjang hidupnya sehingga disebut sebagai perkembangan psikososial. Perkembangan ini berpengaruh sangat besar pada kualitas ego seseorang. Konflik yang sering muncul pada masalah psikososial yaitu adanya krisis indentitas, faktor yang menyebabkan krisis identitas yaitu bermasalah dalam kemampuan mengendalikan emosi, bermasalah menempatkan diri dengan teman sebaya, dan tidak mendapatkan figure yang tepat untuk mencapai identitas diri yang bagus.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa gambaran deteksi dini masalah perilaku psikososial pada remaja di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2022. merupakan penelitian kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 98 responden dengan  metode random sampling. Berdasarkan uji deskriptif di dapatkan hasil penelitian Post Traumatic Distress Syndrom yaitu sebanyak 84 responden (85,7%),  Cemas dan Depresi, yakni dengan 63 responden (64,3%), Gangguan Psikotik sebanyak 63 responden (64,3%). Deteksi dini mengenai masalah perilaku psikososial pihak sekolah perlu mengadakan pertemuan mengenai bimbingan konseling dengan siswa agar mengerti lebih dalam mengenai permasalahan yang dialami siswa.
Pemberdayaan Kader Jiwa Berbasis Masyarakat Mengenai Masalah Psikososial Lansia dengan Penyakit Kronik di Kelurahan Karangayu Semarang Wulansari, Ni Made Ayu; Handayani, Prita Adisty; Addini, Ragil Aidil Fitriasari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2217

Abstract

Penyakit kronis menjadi masalah yang sering dialami oleh lansia. Penyakit kronis berdampak pada fisik dan psikologis. Banyaknya kasus kecemasan pada lansia dengan penyakit kronis menjadi masalah utama yang sering ditemui. Masalah kecemasan ini menajadi masalah psikososial yang sering ditemui di lansia dengan penyakit kronis. Penanganan masalah psikososial sering kali terlupakan dan hanya berfokus pada masalah fisik pada penyakit kronis Pengabdian masyakat ini dengan pendekatan pemberdayan kader berbasis Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dengan masalah psikososial di Kelurahan Karangayu. Pada pengabdian ini, pesertanya adalah kader Kesehatan sejumlah 30 orang kader. Sebelum dilakukan pelatihan kader, kader diberikan lembar pertanyaan pre test kemudian setelah dilakukan pelatihan pada saat monitoring evaluasi diberikan lembar pertanyaan post test. pelatihan mengenai masalah psikososial dan penanganan masalah psikososial. Pelatihanyang diajarkan adalah deteksi dini masalah kecemasan pada lansia, relaksasi napas dalam dan Senam Tai chi. Hasil pre test dan post test dianalisis pendekatan learning gain. Hasil analisis learning gain menunjukkan peningkatan pemahaman kader mengenai masalah psikososial. Pemahaman yang meningkat diharapkan akan mengurangi stigma dan peningkatan deteksi dini mengenai masalah psikososial.
Edukasi dan Pelatihan Nursing Implementation Terapeutik Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gangguan Pernapasan Riani, Suksi; Wulansari, Ni Made Ayu; Aldila, Silvy
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3234

Abstract

Indonesia memiliki 4 kasus penyakit pernapasan terbanyak yaitu PPOK, kanker paru, pneumonia dan asma. Data penyakit pernapasan sesuai profil Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2022 yaitu TB Paru dan pneumonia. Data dari RSUD Sunan Kalijaga Demak bulan Juni tahun 2023 kasus terbanyak pasien gangguan pernapasan yaitu bronkopneumonia. Pasien mengalami gangguan fisik seperti batuk, sesak napas, saturasi turun. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam mengaplikasikan tindakan keperawatan berbasis penelitian. Tindakan keperawatan mandiri perawat (nursing implementation terapeutik) dapat diberikan yaitu batuk efektif, konservasi energi, active cycle breathing dan inhalasi aromaterapi. Tindakan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup pasien gangguan pernapasan. Fenomena yang terjadi perawat belum menerapkan tindakan keperawatan mandiri yang sudah dilakukan penelitian. Oleh karena itu perawat perlu mendapatkan edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu teknik pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan perawat dalam menerapkan nursing implementation terapeutik untuk memperbaiki kualitas hidup pasien. Perawat harus melakukan penelitian tindakan keperawatan yang efektif untuk mengatasi masalah fisik maupun psikologis pasien.