Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SANITASI LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KATOBENGKE KOTA BAU-BAU Siska Anggi Febriyanti; Agus Darmawan
Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 7 No. 2 (2022): JAKIYAH VOL.7 NO.2 DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:  Sanitasi lingkungan adalah kesehatan lingkungan yang merangkap pada usaha dari manusia atau perorangan maupun kelompok dalam masalah mengontrol dan mengendalikan lingkungan dari luar yang dapat membahayakan dan mengancam keberlanjutan hidup manusia serta kesehatannya. Sanitasi sekolah adalah pilihan terbaik untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, karena apa yang telah mereka pelajari sekarang kemungkinan akan diterapkan terus menerus hingga ke generasi selanjutnya. Walaupun masih anak-anak mereka juga akan memiliki peranan penting di dalam rumah yaitu menjadi agen perubahan di dalam keluarga mereka sendiri. Dalam menunjang proses belajar dan proses pertumbuhan serta perkembangan siswa merupakan hal urgen dalam pengelolaaan sanitasi di sekolah dasar. Tujuan: Untuk mengetahui kondisi Sanitasi Lingkungan Sekolah Dasar Negeri 1 Katobengke, menganalisis kondisi kontruksi bangunan, menganalisis kondisi penyediaan air bersih, menganalisis kamar mandi/toilet, dan menganalisis kondisi sarana tempat pembuangan sampah. Metode: Metode yang digunakan dalam pengamatan ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan diskriptif kualitatif penelitian ini dilakukan pada bulan juli 2022. Hasil penelitian: Sekolah memiliki ruang kelas 23, perpustakan 1, ruang guru dan ruang kepala sekolah. Sekolah ini memiliki 29 orang tenaga pengajar dan seorang kepala sekolah. SDN 1 Katobengke meiniliki siswa laki-laki 278 dan siswa perempuan 215. Letak sekolah ini berada ditengah pemukiman penduduk katobengke. Sekolah dasar memiliki fasilitas air bersih yang memenuhi syarat kesehatan, fasilitas jamban yang memenuhi syarat kesehatan, fasilitas tempat pembuangan sampah memenuhi syarat kesehatan. Simpulan: Bahwa Implementasi sanitasi lingkungan di SDN I Katobengke memenuhi ketentuan Keputusan Menkes Republik Indonesia Nomor I429/MENKES/XII/2006 tentang pedomanan Penyelenggaraan Lingkungan Sekolah.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN GANGGUAN PERNAPASAN PADA PEKERJAPT. MATAHARI INDONESIA TIMUR (MIT) KOTA BAUBAU AGUS DARMAWAN; Waode Nurfadilah; Eky Endriana Amiruddin
Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat (KJKM) The Journal of Public Health
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kjkm.v5i1.1122

Abstract

To workers at PT. Matahari of Eastern Indonesia (MIT) Baubau City has any health complaints during their work, namely shortness of breath, coughing, sneezing, and even feeling easily tired. This is thought to be due to workers not using PPE in the form of masks so that exposure to dust at work is inhaled by workers. The purpose of the study is Factors Related to Respiratory Distress Complaints in workers PT MIT Baubau City. The type of research used is quantitative research with a cross sectional study research design. The population is 32 workers with a sample size of 32 workers. Sample withdrawal techniques are used total sampling with analsis data used the chi schquare test with a confidence level of 95%. The results of the study obtained the relationship of working period with respiratory disorders obtained the result of the value of p = 0.024 < the value of α = 0.05. The relationship of knowledge with respiratory disorders is obtained results with a value of p = 0.012 < a value of α = 0.05. The relationship between PPE use and respiratory disorders was obtained with a value of p = 0.001 < a value of α = 0.05. Conclusions in the study, namely there is a relationship of working period, knowledge and use of PPE with Respiratory Disorders in workwes of PT. MIT Baubau City. It is recommended to workers to use personal protective equipment in the form of masks during work every day.
Determinants of Exclusive Breastfeeding and Immunization Status with ARI Incidence in Toddlers in Central Buton District Agus Darmawan; Rina Andriani
JURNAL KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v14i1.9433

Abstract

In Indonesia, infants with acute respiratory infections (ARI) are a common occurrence. Many baby deaths are brought on by ARI. The goal of the study was to ascertain the link between the prevalence of ARI in toddlers in the working area of Wamolo Public Health Center, Central Buton Regency, and exclusive breastfeeding and immunization status. Type research uses quantitative methods with a cross sectional study approach. Population is 223 and sample is 70 and sampling method used is purposive sampling. The research data consisted of primary data obtained from questionnaires and secondary data sourced from reports. The SPSS program is used to process the data. Analysis used is univariate and bivariate using chi square test at a 95% confidence level (α = 0.05). Results showed that relationship between exclusive breastfeeding and incidence ARI in toddlers was ρ=0,000 α =0,05 and relationship between immunization status and incidence ARI in toddlers was ρ=0,000 α =0,05. Conclusion shows that relationship between exclusive breastfeeding and immunization status with incidence of ARI in toddlers in working area of Wamolo Health Center, Central Buton Regency.
Pemberdayaan Pendidikan Melalui Pembentukan Rumah Belajar untuk Anak Pesisir: Program Penguatan Literasi Dasar dan Numerasi di Kec.Tallo Kota Makassar Ulfa Sufyaningsi; Ratih Ratih; Hendri Pitrio Putra; Hamisah Hamisah; Tikawati Tikawati; Ryryn Suryaman Prana Putra; Agus Darmawan; Edy Tadung; Ilham Ilham; Muhamad Ikbal; Siti Hajar Salawali; Auli Irfah; Muh Taufik
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2601

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama pembangunan manusia, namun disparitas pendidikan di wilayah perkotaan dan pesisir, seperti di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, masih menjadi tantangan besar. Rendahnya tingkat literasi dan numerasi anak-anak pesisir menjadi perhatian utama, diperburuk oleh kurangnya fasilitas pendidikan, tenaga pengajar, dan dukungan belajar di rumah. Program pengabdian ini bertujuan membentuk rumah belajar sebagai pusat pendidikan gratis yang mendukung peningkatan literasi dasar (CALISTUNG) bagi siswa kelas 1–3 SD dan penguatan bahasa Inggris serta matematika bagi siswa kelas 4–6 SD. Kegiatan berlangsung selama enam bulan, menggunakan metode pembelajaran interaktif yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak dibagi dalam kelompok kecil berdasarkan kemampuan, dengan tujuan meningkatkan fokus dan efektivitas belajar. Evaluasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi dasar hingga 70% dan penguasaan matematika serta bahasa Inggris hingga 60%. Hasil ini menegaskan efektivitas pendekatan berbasis komunitas dan pentingnya dukungan kolaboratif dari mitra strategis seperti PT Pelindo Makassar. Program ini tidak hanya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 terkait pendidikan berkualitas dan inklusif, tetapi juga menjadi model pemberdayaan pendidikan yang relevan untuk wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Educational Empowerment Through the Establishment of Learning Homes for Coastal Children: Basic Literacy and Numeracy Strengthening Program in Tallo District, Makassar City Education is one of the main pillars of human development, yet disparities in education between urban and coastal areas, such as in Tallo District, Makassar City, remain a significant challenge. The low literacy and numeracy levels among coastal children are of primary concern, exacerbated by limited educational facilities, inadequate teaching staff, and lack of support for learning at home. This community engagement program aims to establish a learning center as a free educational hub to enhance basic literacy (CALISTUNG) for 1st–3rd grade students and strengthen English and mathematics skills for 4th–6th grade students. The program was conducted over six months, utilizing interactive teaching methods designed to create an enjoyable learning environment. Children were grouped into small clusters based on their abilities to improve focus and learning effectiveness. The program evaluation revealed significant improvements, with literacy skills increasing by up to 70% and mathematics and English proficiency by 60%. These results highlight the effectiveness of community-based approaches and the importance of collaborative support from strategic partners, such as PT Pelindo Makassar. This program not only supports the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 4 on inclusive and quality education but also serves as a relevant educational empowerment model for other coastal regions in Indonesia  
Economic Empowerment of Fishermen's Wives - Financial Management and Digital Marketing Assistance Program for Sustainable MSME Development in Makassar Tallo District: Pemberdayaan Ekonomi Istri Nelayan - Program Pendampingan Manajemen Keuangan Dan Pemasaran Digital Untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan Di Kecamatan Tallo Makassar Ulfa Sufyaningsi; Samsuddin; Agus Darmawan; Andi Fahri Faisal; Wiwin Anggriani; Nurul Khumairah; Mardiana; Tri Widayati Putri; Muhammad Ikbal; Iin Octaviana Hutagaol; Dafiuddin Salim; Sukmatica Slamet; Ilham; Fadly Yashari Soumena
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fishermen's wives play a vital role in supporting the coastal family economy through various productive economic activities, such as seafood processing and business diversification. However, they face challenges such as limited access to financial services, inadequate management knowledge, and insufficient utilization of digital technology. A community service program conducted in Tallo Subdistrict, Makassar, focused on enhancing financial literacy, market research, and digital marketing skills for micro and small enterprises (MSEs) managed by fishermen's wives. The program included training, mentoring, and monitoring over three months to improve financial management, digital platform adoption, and marketing strategies. The results showed significant increases in sales revenue, distribution networks, and the use of social media among participants. This success underscores the importance of a holistic approach to economic empowerment, which not only improves MSE performance but also contributes to the economic stability of fishermen's families and sustainable coastal economic development.