Claim Missing Document
Check
Articles

DEPENDENSI MELALUI PNPM-MP DI BIDANG SIMPAN PINJAM PEREMPUAN ADI WIJAYA, BAGUS; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini meneliti pola konsumsi masyarakat penerima program PNPM-MP di bidang Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Penelitian ini menggunakan teori dependsi Frank. Budaya konsumsi Boudrillard dan rasionalitas Weber. Pendekatan kualitatif menggunkan metode fenomenologi Alfred Schutz. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan beberapa hal. Pertama, masyarakat penerima program simpan pinjam perempuan PNPM-MP. Kedua, budaya konsumtif penerima bantuan PNPM-MP. Ketiga, rasionalitas masyarakat penerima bantuan program PNPM-MP. Hasil dari penelitian ini anggota SPP khususnya menjadi bergantung terhadap pinjaman uang dari program PNPM-MP bidang SPP. Selain itu uang yang digunakan untuk konsumsi yang justru tidak sesuai dengan peruntukkan kebutuhan primer.
RESISTENSI ANGGOTA TERHADAP PENGURUS KOPERASI MAHASISWA ISNAENI, NUR; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai resistensi yang dilakukan oleh anggota terhadap pengurus di kopma Unesa. Kopma Unesa yang berdiri sejak 1978 tidak menjamin kebijakan yang diterapkan dapat berjalan dengan baik. Beberapa pengurus melakukan pelanggaran terhadap kebijakan atau aturan di kopma. Anggota yang terganggu dengan pelanggaran tersebut melakukan penolakan atau perlawanan. Penelitian ini menggunakan perspektif teori resistensi James Scott dengan pendekatan etnometodologi. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota yang aktif di kopma Unesa dan melakukan penolakan. Teknik pengumpulan data menggunakan dua cara yaitu pengamatan dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Tahap analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa anggota melakukan 2 bentuk resistensi. Resistensi dilakukan dalam resistensi tertutup dan resistensi semi terbuka. Resistensi tertutup yang dilakukan adalah mengeluh kepada teman dan mengkritik secara diam-diam. Resistensi semi terbuka dilakukan dengan melakukan protes, sindiran, tidak menghiraukan teguran, dan ikut melakukan pelanggaran. Kata Kunci: Anggota Koperasi Mahasiswa, Resistensi, Kualitatif
PILIHAN RASIONAL PEMILIK PERUSAHAAN KOSMETIK MEREKRUT DIFABEL PUJI ASTUTIK, FITRI; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pilihan rasional perusahaan dalam merekrut tenaga kerja difabel. Mendeskripsikan pembagian kerja difabel dalam perusahaan. Lokasi penelitian berada di PT United Farmatic Indonesia di Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional milik James S. Coleman. Menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilik perusahaan memiliki peranan penting dalam membuat keputusan. Berperan sebagai aktor dimana tindakan yang diambil untuk mencapai kepentingan. Tindakan perusahaan telah memenuhi regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah bahkan telah melebihi ketentuan pemerintah. Adanya kerja sama yang dibangun oleh pihak perusahaan dan pihak yayasan berlandaskan sebuah kepercayaan (trust). Peran altruistik dan sifat tolong menolong yang terdapat pada nilai-nilai agama. Menjadi bagian proses subjek mengaktualisasi pilihan rasionalnya. Aktor korporat memberikan akses besar bagi para difabel untuk bekerja di perusahaan. Kata Kunci : Perusahaan Inklusif, Pilihan Rasional, Kualitatif.
STRATEGI ADAPTIF KELUARGA MISKIN BIG FAMILY DI SURABAYA HARJANTO, NUR; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga miskin yang hidup dalam kekurangan akan lebih terbebani dengan jumlah anak yang banyak. Kehidupan keluarga miskin dianalogikan oleh Scott bagaikan berdiri pada air setinggi leher sehingga ombak kecilpun akan menenggelamkannya. Di dalam hal ini keluarga miskin hidupnya penuh dalam tekanan sehingga diperlukan strategi agar mereka dapat bertahan hidup. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Wonokusumo Surabaya dengan menggunakan perspektif teori etika subsisten dan strategi adaptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnometodologi. Hasil penelitian ini adalah keluarga miskin menerapkan strategi meminimalisir pengeluaran dengan makan dua kali sehari dan membeli bahan makanan sesuai kemampuan. Keluarga miskin cenderung memaksimalkan sumber daya yang dimiliki dengan menambah jam kerja dan melibatkan anggota keluarga dalam usaha meningkatkan perekonomian. Sistem gali lubang tutup lubang juga digunakan dalam situasi yang sulit. Keluarga miskin cenderung mengharapkan adanya bantuan sosial untuk membantu mereka dalam bertahan hidup. Kata Kunci: Keluarga, Miskin, Banyak anak, Strategi Adaptif
MODAL SOSIAL DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT NURKHOLIS ZAED, MUBAROK; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji pemanfaatan modal sosial dalam membentuk kemandirian Kelompok Swadaya Masyarakat. kelompok tersebut merupakan dampingan dari lembaga swadaya masyarakat YAPSEM yang hanya bertempat di Lamongan. YAPSEM merupakan lembaga yang berjalan dibidang sosial dan ekonomi denga memberdayakan masyarakat miskin di Kota Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk modal sosial, menganalisis peran modal sosial, dan mendeskripsikan strategi yang digunakan untuk membangun kemandirian Kelompok Swadaya Masyarakat. Penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara empat informan dan data dianalisis secara kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwasannya Kelompok Swadaya Masyarakat berkembang dengan anggota yang sudah berpengalaman, luasnya jaringan sosial sebagai peran untuk menjembatani antara satu kelompok dengan kelompok lain, serta menjalankan norma atau aturan yang menjadi pedoman suatu kelompok. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat beragam bentuk jaringan sosial di masyarakat. Yaitu bonding,bridging dan lingking. Relasi ini digunakan sebagai penjembatan antar kelompok untuk menjalin kekompakan dan menjalin hubungan baik dengan lembaga. Kata kunci: modal sosial, pemberdayaan, KSM. Abstract This study examines the use of social capital in shaping the independence of self-help groups. the group was assisted by a non-governmental organization YAPSEM which was only located in Lamongan. YAPSEM is an institution that runs in the social and economic fields by empowering the poor in Lamongan City. This study aims to identify forms of social capital, analyze the role of social capital, and describe the strategies used to build the independence of Non-Governmental Organizations. This research was obtained by interviewing four informants and the data were analyzed qualitatively. The results of the study indicate that the Self-Help Group develops with experienced members, the extent of social networks as a role to bridge between one group and another group, as well as running the norms or rules that guide a group. In addition, the results of the study also showed that there were various forms of social networking in the community. Namely bonding, bridging and ringing. This relationship is used as a bridge between groups to establish cohesiveness and establish good relations with institutions. Keywords: social capital, empowerment,community self-help groups
FUNGSI SOSIAL LANSIA PADA KELUARGA MISKIN (STUDI ETNOMETODOLOGI TENTANG PENGEMIS LANSIA DI MAKAM SUNAN GIRI KABUPATEN GRESIK) LAKSONO SUBAGIO, DONI; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia terkategori kelompok usia yang rentan dan tidak berdaya. Akses ekonomi yang terbatas berimbas pada tingginya jumlah pengangguran bagi seorang lansia. Upaya mengatasi kemiskinan dan kondisi demikian adalah dengan meminta-minta di Makam Sunan Giri. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi objektif pengemis lansia, tindakan-tindakan, nilai-nilai budaya kemiskinan dan fungsi sosial pengemis lansia yang ada di Makam Sunan Giri Gresik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori etnometodologi dan teori kebudayaan kemiskinan. Subjek dipilih dengan teknik purposive dan pengambilan data melalui data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik analisis model interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini bahwa kondisi objektif pengemis lansia yang mengemis di Makam Sunan Giri memiliki beragam kondisi satu dengan yang lainnya. Usia lansia yang dicirikan dengan fisik lemah, minim keterampilan, dan tidak laku dalam pekerjaan, ditambah sudah menjadi kebiasaan sejak lama sehingga budaya meminta-minta berkembang di pengemis lansia. Ditandai dengan nilai-nilai budaya kemiskinan yang nampak pada pengemis lansia seperti; Pertama, sikap pasrah diri dan miskin mental. Kedua, rendahnya partisipasi pada lembaga masyarakat. Dalam praktik meminta-minta di Makam Sunan Giri terdapat norma yang harus dipatuhi, diantaranya; harus berpakaian rapi dan berucap sopan, tidak diperbolehkan mengemis disembarang tempat, dan makam harus steril pengemis ketika ada pejabat berkunjung. Adanya pengemis lansia di makam juga memiliki fungsi sosial di masyarakat, diantaranya yaitu; (1) tempat bersedekah atau beramal, (2) tempat munculnya sikap altruistik terhadap pengemis lansia, (3) tempat penyedia do?a bagi peziarah. (4) tempat penukaran uang receh atau koin. Kata Kunci: Pengemis Lansia, Fungsi Sosial, Kebudayaan Kemiskinan
PERAN GANDA BURUH PEREMPUAN PADA KELUARGA DAN PEKERJAAN (STUDI KASUS DI PABRIK PT. SAMPOERNA TBK) AYU DARMAWAN, OKTAVIA; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan dideskripsikan sebagai makhluk yang lemah baik secara fisik maupun psikis oleh karena itu perempuan diberikan pembelaan dan perlakuan yang berbeda dari laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembagian kerja buruh perempuan, domestik dan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif Feminis Liberal Merry Wollstonecraft. Lokasi penelitian ini dilakukan di PT. HM Sampoerna Surabaya. Subyek penelitian ini adalah buruh perempuan pelinting rokok. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perempuan yang sudah menikah akan tetapi harus ikut bekerja di luar rumah atau sektor domestik maka akan memiliki peran ganda didalam kehidupannya yaitu bekerja di ruang domestik dan publik. Hal ini dilakukan untuk membantu suami mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan perekonomian didalam keluarga. Feminis Liberal menjelaskan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal mengembangkan suatu moralitas dan kapasitas intelektual pada perempuan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua buruh perempuan mampu mengerjakan peran ganda sekaligus, dari lima buruh perempuan mempunyai pembantu khusus untuk mengasuh anaknya, dan dari temuan data yang didapat enam kelompok buruh perempuan ini lebih aktif berperan mencari nafkah dibandingkan suaminya dan kelompok buruh perempuan ini juga turut berperan penuh dalam pengambilan keputusan keuangan didalam rumah tangganya. Kata Kunci: Peran Ganda, Domestik, Publik, Feminis Liberal
PERAN GANDA BURUH PEREMPUAN PADA KELUARGA DAN PEKERJAAN (STUDI KASUS DI PABRIK PT. SAMPOERNA TBK) AYU DARMAWAN, OKTAVIA; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan dideskripsikan sebagai makhluk yang lemah baik secara fisik maupun psikis oleh karena itu perempuan diberikan pembelaan dan perlakuan yang berbeda dari laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembagian kerja buruh perempuan, domestik dan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif Feminis Liberal Merry Wollstonecraft. Lokasi penelitian ini dilakukan di PT. HM Sampoerna Surabaya. Subyek penelitian ini adalah buruh perempuan pelinting rokok. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perempuan yang sudah menikah akan tetapi harus ikut bekerja di luar rumah atau sektor domestik maka akan memiliki peran ganda didalam kehidupannya yaitu bekerja di ruang domestik dan publik. Hal ini dilakukan untuk membantu suami mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan perekonomian didalam keluarga. Feminis Liberal menjelaskan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal mengembangkan suatu moralitas dan kapasitas intelektual pada perempuan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua buruh perempuan mampu mengerjakan peran ganda sekaligus, dari lima buruh perempuan mempunyai pembantu khusus untuk mengasuh anaknya, dan dari temuan data yang didapat enam kelompok buruh perempuan ini lebih aktif berperan mencari nafkah dibandingkan suaminya dan kelompok buruh perempuan ini juga turut berperan penuh dalam pengambilan keputusan keuangan didalam rumah tangganya. Kata Kunci: Peran Ganda, Domestik, Publik, Feminis Liberal
RELASI FENOMENA ‘MBAK-MBAK SCBD’ DI JAKARTA SELATAN DENGAN GAYA HIDUP URBAN: GENGSI MENJADI ORIENTASI HIDUP? Azzahra, Almira Aulia; Handoyo, Pambudi; Harianto, Sugeng
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup dianggap sebagai pembeda antar individu bahkan antar lapisan sosial sebab gaya hidup dilestarikan oleh masyarakat. Dari segi ekonomi, gaya hidup diartikan sebagai bentuk pembelanjaan uang dan pengalokasian waktu individu guna meningkatkan status sosial.Selain menggunakan metode studi kasus, penelitian ini menggunakan teori gaya hidup dan teori habitus dari Pierre Bourdieu. Teori habitus Bourdieu menyatakan bahwa habit atau kebiasaan seseorang sangat berganrung dengan lingkungan. Semakin tinggi selera lingkungannya, maka individu akan meniru hal tersebut.Pilihan mbak-mbak SCBD untuk tampil mewah dan glamor adalah agar tidak terlihat ketinggalan jaman, atau terlihat tidak mampu jika hanya mengenakan pakaian dan barang yang biasa saja. Keinginan untuk terlihat mewah ini membuat celaka diri sendiri sebab dapat terlilit hutang dimana-mana jika memaksakan diri untuk bergaul dengan lingkungannya. Segalanya yang mempengaruhi perubahan gaya hidup seseorang tergantung pada lingkungan sekitarnya. Seperti halnya mbak-mbak SCBD yang harus menyesuaikan penampilan dan gaya hidup hanya karena lingkungan dan orang-orang di sekitarnya seakan menuntut dirinya untuk menjadi orang yang berbeda.
Power Relations in Utilizing Public Space as a Parking Place in the Tunjungan Street, Surabaya Khamimiya, Aza Rifda; Handoyo, Pambudi
Forum Ilmu Sosial Vol 50, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v50i2.48387

Abstract

Urban areas are areas with the largest population due to urbanization. As a result, problems arise. The problem that often occurs is the problem of using public space. As the population increases, the number of vehicles increases, so many parking spaces are used in public spaces due to the density that occurs in public space areas. So the context of power is often ignored in this case. The aim of the research is to find out how power relations and social capital are used by parking attendants in the Tunjungan street area. The method used is qualitative descriptive based on primary data. Primary data comes from documentation, observations and interviews with parking attendants. The selection of informants was carried out using a purposive sampling technique with a total of 5 parking attendants. The location chosen was in the area of Tunjungan street. Data collection was carried out in three stages, namely the reduction stage, data presentation and conclusion drawing. The results obtained are the power relations that are formed here, which are meant when there is social capital in the form of social networks owned by individual actors or groups in relation to other parties who have power. The relationship that exists between parking attendants and the government is based on a cooperation contract. Meanwhile, the causal relationship that is formed between parking attendants in determining areas is due to the power factor in the form of kinship.