Claim Missing Document
Check
Articles

Nongkrong dalam perspektif Dramaturgi Erving Goffman Iqbal, Muhammad Falih; Handoyo, Pambudi; Harianto, Sugeng
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v13i1.65282

Abstract

Pelajar di Surabaya nongkrong di kafe dan restoran tidak hanya untuk mengkonsumsi produk yang ditawarkan tetapi juga untuk membentuk makna dan simbol yang memaknai identitas sosialnya. Penelitian ini menjelaskan tentang nongkrong dalam perspektif Dramaturgi Erving Goffman. Dengan melakukan wawancara terhadap mahasiswa di Surabaya, penelitian ini merumuskan beberapa temuan penting mengenai nongkrong di kafe atau restoran yang dilakukan mahasiswa. Hasil penelitian menyebutkan bahwa mahasiswa Kota Surabaya menghabiskan waktu nongkrong 2-4 kali dalam seminggu di kafe dan restoran mewah. Budaya nongkrong di kalangan pelajar Kota Surabaya terlihat dari rangkaian sandiwara dramatis yang ditampilkan di atas panggung di depan media sosial. Serangkaian sandiwara dalam bentuk postingan media sosial dilakukan untuk mengaktualisasikan diri, merepresentasikan kemewahan, meningkatkan gengsi, dan mengikuti tren masa kini.Students in Surabaya hang out in cafes and restaurants not only to consume the products offered but also to form meanings and symbols that interpret their social identity. This research explains hanging out from Erving Goffman's Dramaturgical perspective. By conducting interviews involving students in Surabaya, the research formulated several important findings regarding hanging out in cafes or restaurants by students. The results of the research state that Surabaya City students spend time hanging out 2-4 times a week in luxury cafes and restaurants. The culture of hanging out among Surabaya City students is seen as a series of dramatic plays performed on the stage in front of social media. A series of skits in the form of social media posts are carried out to actualize oneself, represent luxury, increase one's prestige and follow current trends.
KONSEP DIRI PADA MASYARAKAT PEMILIK RUMAH STIKER WARGA MISKIN DI BUMIARJO, SURABAYA Ciddan, Harrel; Handoyo, Pambudi; Harianto, Sugeng; Listyani, Refti Handini
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 1: Juli 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.11.1.103-111

Abstract

Kemiskinan menjadi persoalan krusial di perkotaan. Bantuan dari pemerintah hadir agar masyarakat miskin kota tidak termarjinalkan. Peraturan dibuat sedemikian rupa agar bantuan tepat sasaran salah satunya melalui penempelan stiker Keluarga miskin di rumah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri masyarakat pemilik rumah stiker keluarga miskin di Bumiarjo, Surabaya dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik george herbert mead. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada tiga informan. Penentuan subjek penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria khusus masyarakat pemilik rumah berstiker keluarga miskin di Bumiarjo, Surabaya. Hasil penelitian menyatakan penerima stiker keluarga miskin tidak mempermasalahkan persoalan kebijakan pelabelan tersebut. Hal ini membuat terbentuknya konsep diri dalam masyarakat tersebut sebagai masyarakat miskin yang biasa saja dan layak untuk menerima bantuan dari pemerintah. Hasil penelitian ini tentunya terdapat perbedaan dengan penelitian terdahulu dalam hal konsep diri masyarakat Kota Surabaya yang tergambar pada hasil penelitian.  
Dynamics of Social Interaction and Survival Strategies in the Prostitute Community in Bungurasih Surabaya ALFARISI, M. SALMAN; Nugroho, Agung; Handoyo, Pambudi
Jurnal Paradigma Vol 28, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v28i2.12499

Abstract

The prostitute industry has long been a subject of research interest in the social, economic, and cultural contexts of various regions around the world. In Indonesia, especially in the Bungurasih area of Surabaya, the existence of the prostitute community raises various important questions regarding social dynamics, survival strategies, and the welfare conditions of the individuals involved in it. Therefore, the aim of this research is to understand the dynamics of socio-economic life and to find out the survival strategies of prostitutes in Bungurasih Surabaya. This research uses the theory of symbolic interactionism proposed by George Herbert Mead. This research uses qualitative research methods, with data collection techniques in the form of literature studies and field studies, which contain two techniques, namely observation and interviews. The results of this research show that the dynamics of social interactions in the prostitute community are very complex and involve various parties, including fellow prostitutes, pimps, law enforcement officers, and the surrounding community. These relationships can be cooperative or competitive and are often influenced by economic factors and social controls. The prostitutes must overcome significant social stigma and discrimination, which can impact their psychological and emotional well-being.
Discourse Analysis of Entrepreneurship School Ideology in the Education System Pangestuti, Ratna Dewi; Handoyo, Pambudi; Pribadi, Farid
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol 28, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um047v28i22021p046

Abstract

Current educational needs are required to adapt to global needs. The education system must be able to keep up with market demand. This has an impact on shifting educational ideology, including discourse in it. This study aims to uncover the discourse of entrepreneurship school at The Naff Elementary School Kediri, East Java. This study uses a qualitative method with a hermeneutic approach. This study uses Michel Foucault's theory of discourse analysis. The results of this study indicate that the discourse of entrepreneurship school has an impact on the education system with the ideology of capitalism behind it. The learning approach with the CTL or Contextual Teaching and Learning method is one form of revitalizing education based on the discourse of entrepreneurship school
Pertumbuhan Madiun Sebagai Kota Gadis 2018-2023 Imma Latifa; Pambudi Handoyo
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 15 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jpips.v15i2.11919

Abstract

The city of Madiun is nicknamed the City of Girls which is an acronym for trade, education and industry. These nicknames are certainly pinned not without reason. Because nicknames are generally taken from characteristics or elements that are highlighted in something. This study aims to find out how the city of Madiun has grown according to its nickname as the City of Gadis. The method used is literature study. Based on the secondary data that has been collected above, it can be concluded that the city of Madiun as a city of Gadis does not fully deserve this title. Because several problems that show the negligence of the Madiun city government in the education sector and industrial factories still need special attention. On the other hand, in the trade sector, the city of Madiun continues to grow in a positive direction. This needs to be accompanied by efforts to continue to maintain and improve the trade sector in the city of Madiun
Penguatan Teknologi dan Manajemen Kopi Kelud sebagai Produk Unggulan dan Produk Pendukung Inisiasi Agro-Eduekowisata di Kabupaten Kediri Rahmadyanti, Erina; Handoyo, Pambudi; Nurjannah, Ika; Wibawa, Rindu Puspita; Mulyaningtyas, Ratna Dewi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i2.719

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Kelud sebagai produk unggulan yang berdaya saing dengan jangkauan pemasaran yang luas. Metode yang digunakan meliputi rancang bangun, pelatihan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh meliputi peningkatan produktifitas tanaman kopi melalui teknik sambung untuk menghasilkan bibit sesuai induknya. Introduksi mesin huller jenis mobile kapasitas 100 kg/jam menggunakan penggerak motor 5,5 PK dengan transmisi 4 pulley dan 2 v-belt dirancang untuk memperkuat proses pengupasan kering kopi. Sedangkan penguatan manajemen dilakukan melalui transformasi pemasaran dari mouth to mouth menjadi digital marketing berbasis web yang terintegrasi dengan media sosial instagram. Efektifitas kegiatan ini dilihat dari perbandingan nilai pre- dan post test terkait pengetahuan peserta dimana diperoleh untuk pelatihan produktifitas tanaman kopi Robusta dari rata-rata skor 62 menjadi sebesar 96, maintenance & operational huller dari skor 67 menjadi sebesar 98, dan digital marketing dari skor 35 menjadi sebesar 83.
Perubahan Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Pemukiman Kumuh Akibat Urbanisasi di Kota Surabaya Rachman, Dian Tannia; Handoyo, Pambudi; Harianto, Sugeng
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol 8 No 2 (2023): Volume 8 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v8i2.69471

Abstract

Arus urbanisasi dikota besar terus mengalami peningkatan terus menerus dilakukan, hal ini tentunya bukan hanya dipengaruhi oleh sosial ekonomi saja namun tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan sosial budaya terutama diwilayah permukiman kumuh. Urbanisasi tidak hanya terdiri dari satu budaya akan tetapi terdiri dari beraga jenis budaya hal ini akan mempengaruhi keberagaman budaya di wilayah dengan tingkat urbanisasi yang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial budaya masyarakat di permukiman kumuh akibat urbanisasi di kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan data reduction, data display dan conclusion drawing/verfication. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sosial budaya masyarakat di permukiman kumuh akibat urbanisasi mengalami perubahan dari segi gaya hidup yang mulai bersifat modern karena banyaknya budaya luar, kekerabatan antar masyarakat mulai memudar karena tingginya aktivitas masyarakat di kota-kota besar, pergaulan terutama para remaja yang sering kali tidak menghormati orang yang lebih tua, kebiasaan masyarakat yang bersifat sosial saat ini telah berubah menjadi komersial. The flow of urbanization in big cities continues to increase continuously, this is of course not only influenced by socio-economics but is also influenced by socio-cultural changes, especially in slum areas. Urbanization does not only consist of one culture but consists of various types of culture. This will influence cultural diversity in areas with high levels of urbanization. Therefore, this research aims to determine the socio-cultural conditions of people in slum settlements due to urbanization in the city of Surabaya. The method used is a qualitative method with data collection through surveys and interviews. Data analysis was carried out using data reduction, data display and conclusion drawing/verification. The results of this research show that the socio-cultural conditions of people in slum settlements due to urbanization are experiencing changes in terms of lifestyle which is starting to become modern because of the many foreign cultures, kinship between communities is starting to fade because of the high activity of people in big cities, social interactions, especially teenagers, who often Times of not respecting elders, social habits have now turned into commercial ones.
MAKNA RITUAL TOLAK BALA DI AIR TERJUN SEDUDO PADA MASYARAKAT DESA NGLIMAN NGANJUK Al-Ghifari, M. Abu Dzar; Handoyo, Pambudi
Jurnal Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Vol 9 No 2 (2024): Volume 9 No 2
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pariwisata.v9i2.3339

Abstract

This article investigates the meaning and role of the ritual of rejecting reinforcements at Sedudo Waterfall in the lives of the people of Ngliman Village, especially in the context of efforts to prevent and reject reinforcements or disasters that are considered to threaten their lives. This research uses a qualitative approach with literature review techniques to deepen understanding of the significance of the ritual. The research results show that the ritual of rejecting reinforcements at Sedudo Waterfall is not just a tradition passed down from generation to generation, but also contains deep spiritual, social and cultural meaning. People involve themselves in this ritual as a form of expression of belief in supernatural powers which are believed to be able to maintain prosperity and harmony in their lives. Apart from that, this ritual is also an important moment to strengthen social solidarity and cultural identity among the residents of Ngliman Village. This article presents a holistic picture of how the ritual of rejecting reinforcements at Sedudo Waterfall not only plays a role as a religious practice, but also as a means of building and maintaining togetherness in the Ngliman Village community.
Kuasa Mitologi Punden Desa : Kontestasi Identitas dan Kekuasaan di Ruang Publik di Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri Arief Sudrajat; Eko Wahyuni Rahayu; Pambudi Handoyo; Nadhirul Wismiyati
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 4 (2024): NJMS - November 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitologi yang membungkus punden desa seringkali dikontruksi dalam bentuk legenda yang mengandung nilai budaya dan sejarah lokal, senantiasa menjadi rujukan identitas bagi masyarakat pendukungnya. Kompleksitas makna yang terkandung dalam mitologi punden desa, menjadikan keberadaan punden sebagai ruang publik yang rentan konflik. (Rahma et al., 2023) Bagi masyarakat Dusun Pohblembem, Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Punden desa merupakan ruang yang memediasi antar identitas kelompok. Masing-masing berusaha saling mempengaruhi dan memperkuat legitimasi historis mereka melalui narasi mitologi punden yang mereka kembangkan. Di satu pihak, mereka mencoba untuk mengklaim dengan menggunakan catatan Belanda yang otentik, di sisi yang lain, mereka bersandar pada tradisi lisan atau “tembung jarene” dalam rangka memperebutkan pengaruh di masyarakat. Semua demi posisi, prestise dan keuntungan non material lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemikiran Habermas digunakan untuk menganalisis secara mendalam dinamika kontestasi yang terjadi di seputar mitologi punden desa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan interpretatif, yaitu dengan memaknai secara mendalam narasi-narasi yang berkembang di masyarakat terkait mitologi punden desa, serta menghubungkannya dengan konteks sosial, politik, dan budaya yang melingkupinya
Anak Usia Dini dan Gadget: Studi Pengalaman Pengasuhan Orang Tua Masyarakat Desa Winong Aulady, Fakhris; Handoyo, Pambudi; Harianto, Sugeng
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v8i1.16138

Abstract

Gadget saat ini seperti sudah menjadi kebutuhan pokok, terutama bagi anak usia dini. Produk modernisme ini mendorong penggunaan teknologi dalam berbagai aspek. Bahkan, bisa menggeser peran orang tua dalam memberikan hak pengasuhan untuk anak usia ini. Tingkat kecanduan anak usia dini pada gadget saat ini juga terbilang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang pengalaman orang tua dalam proses pengasuhan anak usia dini dengan masuknya gadget pada dunia mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif fenomenologi dari Edmund Husserl. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi dengan didukung data sekunder melalui studi kepustakaan. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan gadget bisa menjadi berbahaya jika tidak dapat dikendalikan, sehingga peran orang tua menjadi sangat penting dalam kondisi tersebut. Adaptasi pengasuhan orang tua dengan gadget bisa dilakukan dengan pengawasan yang baik agar dapat meminimalisir dampak negatif yang dapat terjadi. Penggunaan gadget juga mendorong dengan cepat agar lebih melek teknologi, sebab zaman akan berubah menjadi dunia digital.