Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kesehatan Dalam Siklus Kehidupan Manusia Melalui Pemeriksaan Asam Urat Pada Kelompok Lansia Di Posbindu Widuri, Mampang, Pancoran Mas, Depok Kasyafiya Jayanti; Gracea Petricka; Sisilia Prima; Sri Hayuningsih; Veronica Fary; Estu Lovita Pembayun; Arini Kusmintarti; Rochmawati .; Liana Elfaristo
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v6i1.372

Abstract

Proses penuaan yang dialami oleh lansia seringkali menimbulkan penyakit degeneratif, salah satunya adalah asam urat. Diketahui bahwa prevalensi tinggi asam urat terjadi pada usia 75 tahun ke atas dan lebih sering dialami oleh perempuan dengan persentase 8,46% dibandingkan laki-laki yang persentasenya 6,13%. Asam urat merupakan radang sendi yang paling umum muncul dengan gejala bengkak, merah, nyeri, sensasi panas serta seringkali mengganggu pergerakan. Terdapat 33 orang lansia yang tinggal di wilayah kerja Posbindu Widuri RW 08, Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Lansia-lansia ini memerlukan sebuah upaya kesehatan yang memfasilitasi mereka untuk mengetahui status kesehatan kadar asam urat dalam darah. Kegiatan pemeriksaan asam urat pada lansia berlangsung selama tiga jam di Posbindu Widuri. Lansia bergantian diperiksa tanda vital, cek asam urat dan diberikan pendidikan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukan persentase lansia diwilayah kerja Posbindu Widuri dengan kadar asam urat tinggi sebesar 39,4%. Edukasi personal untuk memperbaiki pola hidup agar kadar asam urat dalam darah kembali pada kadar normal diberikan kepada lansia dengan kadar asam urat darahnya tinggi. Edukasi promotif dan preventif untuk tetap memelihara keadaan kesehatan yang bebas dari asam urat juga diberikan kepada lansia lain yang hasil pemeriksaan asam uratnya normal.
EDUKASI GIZI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA RAWAPANJANG KECAMATAN BOJONGGEDE KABUPATEN BOGOR Nina Herlina; Erik Ekowati; Sri Nawangsari; Rini Damayanti; Sri Hayuningsih; Tania Anggadita; Qonita Salima
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2024): Desember: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v3i3.1781

Abstract

Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang pada bayi yang ditandai dengan bayi menjadi lebih pendek dari usianya karena kekurangan gizi kronis dan dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak serta meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif di usia dewasa. Kondisi ini lebih berisiko jika masalah gizi sudah mulai terjadi sejak di dalam kandungan dan tidak diimbangi dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu diperlukan pencegahan stunting sejak dini. Tujuan pengabdian masyarakat adalah menambah dan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting, pola asuh dan MPASI. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan edukasi mengenai kasus stunting. Pelaksanaan di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Bogor pada tanggal 28 Oktober 2024. Sasaran adalah ibu dari balita yang megalamai stunting terdapat 34 balita. Teknik pelaksanaan kegiatan yaitu survey permasalahan mitra, penyiapan bahan, proses pengerjaan dan hasil pelaksanaan kegiatan. Media penyuluhan menggunakan media Power Point (PPT), pemberian brosur dan booklet serta pemberian makanan tambahan. Sosialisasi pemberian intervensi yang dilakukan adalah penyuluhan mengenai pencegahan stunting, perbaikan pola asuh serta pengetahuan mengenai MPASI dengan memperkenalkan macam-macam MPASI sesuai jenis usia anak. Hasil dari kegiatan intervensi ini dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan orang tua tentang stunting dan pemberian MPASI yang benar melalui Pre test dan Post test. Pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan leaflet dan booklet dapat membantu bidan dan kader sebagai bahan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.
Determinan Kehamilan Remaja: Analisis Pengetahuan, Peran Orang Tua, dan Pengaruh Teman Sebaya di Puskesmas Ciseeng Rochmawati Rochmawati; Winnie Tunggal Mutika; Sri Hayuningsih; Ina Sugiharti
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebida
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i4.1917

Abstract

Indonesia's adolescent pregnancy prevalence necessitates comprehensive determinant identification for evidence-based preventive strategy formulation. This research analyzes correlations between reproductive health knowledge, parental role functioning, and peer influence on teenage pregnancy among female adolescents in Ciseeng Health Center, Bogor Regency, West Java Province. Cross-sectional design employed among 65 adolescents aged 15-19 years during October 2024-January 2025 using stratified random sampling. Data collection utilized validated questionnaires based on WHO Adolescent Sexual and Reproductive Health Indicators, Parental Monitoring and Support Scale, and Peer Pressure Inventory with Cronbach Alpha (α=0.84; 0.81; 0.79). Demographic characteristics showed 60% aged 17-19 years, 40% aged 15-16 years, with 55.4% experienced pregnancy validated through medical records. Univariate analysis identified knowledge deficiency (64.6%), parental dysfunction (63.1%), and high peer influence (66.2%). Chi-Square analysis confirmed associations of low knowledge (p=0.001; OR=3.5; 95% CI=1.8-6.7), inadequate parental roles (p=0.002; OR=3.2; 95% CI=1.6-6.1), and dominant peer influence (p=0.001; OR=3.8; 95% CI=1.9-7.2) with adolescent pregnancy. Multivariate logistic regression identified peer influence as strongest predictor (AOR=3.80; 95% CI=1.67-8.65).
Peningkatan Pengetahuan dan Kesiapan Kader Melalui Sosialisasi Digitalisasi Bank Sampah di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor Lestari Octavia; Sri Hayuningsih; Sri Hermawati; Erma Triawati Christina; Dody Pernadi; Hernama; Arimbi Kurniasari; Tissa Maharani; Fitrianingsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/abdimasug.2026.v6i1.295

Abstract

Pengelolaan bank sampah di tingkat desa masih menghadapi kendala berupa pencatatan manual, keterbatasan literasi digital, serta rendahnya efisiensi dalam pelaporan kegiatan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada unit-unit bank sampah di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang telah menjalankan kegiatan pemilahan dan penimbangan sampah secara rutin tetapi belum didukung sistem administrasi digital yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada sosialisasi digitalisasi bank sampah sebagai tahap awal penguatan kapasitas mitra sebelum implementasi teknologi dilakukan secara penuh. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan kader mengenai pemilahan sampah, dampak pengelolaan sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta memperkenalkan rancangan aplikasi bank sampah digital sebagai solusi atas permasalahan pencatatan dan pelaporan. Metode kegiatan dilakukan melalui survei awal, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta. Sosialisasi dilaksanakan pada 4 Juli 2025 di Balai Desa Rawapanjang dan diikuti oleh 32 kader dari setiap unit bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi peserta yang tinggi, peningkatan pengetahuan kader berdasarkan hasil tes setelah pemaparan materi, serta munculnya antusiasme kader terhadap penggunaan aplikasi untuk mendukung pengelolaan bank sampah yang lebih tertib dan transparan. Kegiatan ini menegaskan bahwa sosialisasi digitalisasi bank sampah memiliki peran penting dalam membangun kesiapan sosial, teknis, dan kelembagaan masyarakat menuju pengelolaan sampah berbasis teknologi di tingkat desa.   Waste Bank, Digitalization, Cadres, Environmental Literacy, Socialization.  Waste bank management at the community level still faces obstacles such as manual recording, limited digital literacy, and low efficiency reporting. This condition is also found in waste bank units in Desa Rawapanjang, Bojonggede District, Bogor Regency, which routinely carry out waste sorting and weighing activities but lack an adequate digital administration system. This community service activity focuses on the socialization of waste bank digitalization as an initial stage of strengthening partner capacity before full technology implementation. The objective of the activity is to increase cadres' knowledge about waste sorting, the impact of waste management on health and the environment, and introduce a digital waste bank application design as a solution to recording and reporting problems. The activity method is carried out through an initial survey, development of educational materials, implementation of socialization, interactive discussions, and evaluation of participant understanding. The socialization was held on July 4, 2025, at the Rawapanjang Village Hall and was attended by 32 cadres from each waste bank unit. The activity results showed high participant participation, increased cadre knowledge as evidenced by post-presentation test results, and cadres' enthusiasm for using the application to support more orderly and transparent waste bank management. This activity confirms that the socialization of waste bank digitalization has a crucial role in building the social, technical, and institutional readiness of the community towards technology-based waste management at the community level.