Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : PROMOTOR

ANALISIS PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP RUANG TERATAI II DI RSUD LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2019 Padilah, Siti Rahmah Nurul; Chotimah, Indira; Dwimawati, Eny
PROMOTOR Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.524 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i1.5572

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan. Pengembalian berkas rekam medis dari ruang Teratai II mengalami keterlambatan tertinggi tahun 2018 dengan presentase sebanyak 78,36%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengembalian berkas rekam medis di Instalasi Rekam medis RSUD Leuwiliang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu 7 orang informan yaitu Dokter, Perawat, Petugas Rekam Medis, Kepala ruang Teratai II. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian input 3 dari 7 informan pernah mengikuti pelatihan rekam medis, pengetahuan petugas kesehatan sudah cukup baik, formulir berkas rekam medis selalu tersedia, metode tentang SPO sudah tersedia namun pelaksanaannya belum sepenuhnya berjalan dengan baik, sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan rekam medis masih belum mencukupi. Proses pengisian berkas rekam medis masih ada berkas rekam medis yang tidak terisi dengan lengkap oleh perawat dan dokter, pada pengelolaan berkas rekam medis masih ditemukan berkas rekam medis yang tidak terisi dengan lengkap serta pengembaliannya tidak sesuai dengan prosedur yang ada, pengisian berkas rekam medis sekitar 5-30 menit, namun tidak semua dokter dan perawat langsung melakukan pengisian berkas rekam medis, pelaksanaan pengembalian rekam medis di rumah sakit ini belum sesuai prosedur yang telah ditentukan, pada output terjadi keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap di ruang teratai II sebanyak 78,36%. Disarankan kepada manajemen rumah sakit perlu diadakan sosialisasi mengenai SPO pengisian dan pengelolaan berkas rekam medis, memberikan arahan kepada petugas kesehatan akan pentingnya kelengkapan pengisian serta ketepatan pengembalian berkas rekam medis sesuai dengan ketentuan yang ada, ditingkatkan kembali presentase pengembalian berkas rekam medis rawat inap dari ruang perawatan ke instalansi rekam medis, meningkatkan sarana dan prasarana di ruang rekam medis.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENYAKIT HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR UTARA KOTA BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2018 Evrilianisa Utami, Gentari; Dwimawati, Eny; Pujiati, Suci
PROMOTOR Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.317 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5580

Abstract

Data Puskesmas Bogor Utara, disebutkan bahwa angka keberhasilan pengobatan Puskesmas Bogor Utara Kota Bogor yaitu 29,42%. Sedangkan angka standar keberhasilan pengobatan penyakit hipertensi di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 100%. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program penyakit hipertensi di Puskesmas Bogor Utara Kota Bogor. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif desain studi kasus, dengan jumlah sampel 8. Penentuan informan pada penelitian ini dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan ceklist observasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa input, proses dan output pelaksanaan program penyakit hipertensi telah sesuai standar peraturan menteri kesehatan dan buku pedoman penatalaksanaan penyakit hipertensi, namun masih ada kendala yang dialami oleh petugas kesehatan Puskesmas Bogor Utara yaitu mengalami kesulitan untuk menyambungkan antara lintas program dan lintas sektoral. Kesimpulan dari hasil penelitian ini ada beberapa yang sudah memenuhi standar namun masih terdapat kendala yang dihadapi oleh petugas kesehatan, saran dari hasil penelitian ini adalah diharapkan puskesmas dapat memperbaiki pendekatan lintas program dan lintas sektoral.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBUNGBULANG TAHUN 2019-2020 Sa'adah, Silviatu; Khodijah Parinduri, Siti; Dwimawati, Eny
PROMOTOR Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.531 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5582

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM), juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang, mereka memiliki durasi yang panjang dan pada umumnya berkembang secara lambat. Puskesmas Cibungbulang adalah salah satu puskesmas di Kabupaten Bogor yang mengadakan program pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular PTM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program Posbindu PTM di Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor Tahun 2019-2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling. Informan pada penelitian ini adalah kepala puskesmas, pelaksana program, penanggung jawab program, kader posbindu dan peserta posbindu PTM. Instrumen yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber daya manusia sudah mencukupi, pembiayaan dari dana bantuan operassional kesehatan, anggaran pendapatan dan belanja daerah, anggaran dana desa , yayasan baitul mal dan dana sehat dari peserta, puskesmas sudah mempunyai standar operasional prosedur, sarana dan prasarana masih belum bisa mencangkup keseluruhan kegiatan posbindu PTM terutama alat-alat kesehatannya, kader sudah dilatih tetapi hanya perwakilan, alur pelayanan sudah menggunakan sistem 5 meja walaupun ada 2 posbindu yang pertama tahap yang tidak berurutan dan yang kedua terkadang tahap tersebut berjalan dan tidak, proses rujukan hanya di berikan surat rujukan untuk peserta datang ke puskesmas langsung, pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan posbindu PTM berbentuk buku kohort. Bentuk monitoring pihak puskesmas seperti dalam lokakarya mini, lokakarya bulanan, pengawasan Dinas Kesehatan yaitu hanya dengan melihat laporan setiap bulannya. Kesimpulan penelitian ini adalah program posbindu di Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor belum dilaksanakan secara optimal. Perlu memberikan pelatihan, meningkatkan peran serta masyarakat agar cakupannya tercapai dan melengkapi sarana prasarana.
GAMBARAN STRATEGI PUSKESMAS CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR DALAM MENURUNKAN ANGKA STUNTING TAHUN 2019 Wahiyah, Siti; Dwimawati, Eny; Chotimah, Indira
PROMOTOR Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.993 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i3.5596

Abstract

Pada tahun 2017 Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/ South-East Asia Regional (SEAR). Rata – rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Di Jawa Barat pada tahun 2017 prevalensi Stunting menunjukan angka sebesar 29,2%, hal ini menunjukan bahwa belum mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun  2019 yaitu 28%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor dalam menurunkan angka stunting tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam kepada informan dan telaah dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan Puskesmas Cibungbulang. penelitian ini terdiri dari 8 orang informan dengan 1 informan kunci dan 7 informan pendukung. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi yang dilakukan Puskesmas Cibungbulang dalam melakukan pencegahan dan penanganan masalah stunting sudah baik tetapi belum berjalan maksimal karena desa lokasi khusus belum terbebas dari masalah stunting. Puskesmas selalu memaksimalkan penanganan masalah stunting tersebut dengan program-program yang telah di rencanakan.
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MEKAR WANGI KOTA BOGOR TAHUN 2020 Yakin, Ainun; Chotimah, Indira; Dwimawati, Eny
PROMOTOR Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.924 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i4.5597

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan yang terfokus pada penyakit Hipertensi dan DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis rancangan deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang. Hasil penelitian dari komponen input dalam Prolanis di Puskesmas Mekar Wangi menunjukan bahwa ketersediaan SDM sudah cukup, untuk pembiayaan pelaksanaan Prolanis berasal dari BPJS Kesehatan dengan sistem reimburse, serta tersedianya sarana dan prasarana dalam kegiatan Prolanis dan untuk SOP tidak memiliki SOP khusus yang terkait pelaksanaan Prolanis namun terdapat panduan Prolanis dari BPJS Kesehatan untuk pelaksanaan Prolanis di puskemas Mekar Wangi. Hasil penelitian komponen proses dalam pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Mekar Wangi secara umum sudah bagus dan masih berjalan sampai saat ini, hanya saja untuk Reminder SMS Gateaway tidak berjalan namun penggantinya menggunakan kertas sebagai pengingatnya. Dan hasil dari komponen output dalam pelaksanaan Prolanis bahwa klub PPHT Prolanis di Puskesmas Mekar Wangi terkontrol dan berhasil melebihi target indikator 75% peserta memperoleh hasil baik pada hasil pemeriksaan. Peneliti menyarankan agar Puskesmas membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus program Prolanis untuk pelaksanaan program Prolanis agar petugas pelaksana program Prolanis dapat bekerja secara lebih terarah dan rinci sesuai standar yang berlaku dan diharapkan kepada petugas kesehatan setiap kali penderita DM tipe dan hipertensi yang datang ke Puskesmas untuk berobat agar memberikan informasi tentang kegiatan Prolanis dan menganjurkan untuk ikut kegiatan tersebut.
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM TB PARU DI PUSKESMAS GANG KELOR KOTA BOGOR TAHUN 2019-2020 Sany Mufti'ah, Wilda; Syari, Wirda; Dwimawati, Eny
PROMOTOR Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.414 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i4.5606

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan 2030, WHO menargetkan untuk menurunkan kematian akibat Tuberkulosis sebesar 90% dan menurunkan insidens sebesar 80% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2014. Di Puskesmas Gang Kelor pada Tahun 2018 angka keberhasilan pengobatan TB Paru yaitu 32,6% dari target 89% yang telah di tentukan oleh Renstra Dinas Kesehatan Kota Bogor. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan  informasi secara mendalam mengenai input, proses dan output pada program TB Paru di Puskesmas Gang Kelor Kota Bogor tahun 2019-2020. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini terdiri dari petugas Puskesmas, kader dan pasien TB. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian yang didapat dari komponen input dalam program TB Paru belum optimal. Hasil dari komponen proses di Puskesmas Gang Kelor Kota Bogor belum optimal. Penemuan kasus dan diagnosa penderita dilakukan secara aktif dan pasif, akan tetapi pasien ada yang sulit untuk mengeluarkan dahak. Pengobatan penderita TB Paru sudah sesuai dengan pedoman TB Paru. Cross check di Puskesmas Gang Kelor sudah cukup baik karena berkoordinasi dengan LABKESDA Kota Bogor dan output dalam program TB Paru di Puskesmas Gang Kelor Kota Bogor dalam angka penemuan belum mencapai target sedangkan angka konversi dan angka kesembuhan sudah mencapai target yang ditentukan. Erorr Rate di Puskesmas Gang Kelor sudah cukup baik dalam administrasi dan pembacaan hasil pemeriksaan TB paru. Simpulan dari peneliti adalah pelaksanaan program TB Paru di Puskesmas Gang Kelor berjalan cukup baik, namun terdapat beberapa kekurangan yang perlu ditingkatkan baik dalam input, proses, maupun output.
ANALISIS PENYEBAB PENGEMBALIAN BERKAS KLAIM PASIEN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN PADA LAYANAN RAWAT JALAN TINGKAT LANJUT (RJTL) DI RUMAH SAKIT PARU DR. M. GOENAWAN PARTOWIDIGDO TAHUN 2019 Aminah, Siti; Khodijah Parinduri, Siti; Dwimawati, Eny
PROMOTOR Vol 4 No 5 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.125 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i5.5657

Abstract

Pada tahun 2018 dan 2019 terdapat berkas klaim pasien rawat jalan`yang dikembalikan oleh BPJS kesehatan kepada Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo yaitu sebanyak 892 berkas klaim pada tahun 2018 sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 417 berkas klaim pasien yang dikembalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab pengembalian berkas klaim pasien BPJS kesehatan rawat jalan dengan menggunakan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen/data. Populasi penelitian ini adalah 9 orang petugas klaim pasien BPJS kesehatan dipilih secara non probability sampling melalui purposive sampling dengan sampel adalah 5 orang petugas klaim pasien BPJS kesehatan rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan berkas klaim pasien dikembalikan karena salah entri tarif kelas rumah sakit, satu episode dengan rawat inap, diagnosa sekudner tidak dientri, tidak adanya laporan penunjang, kunjungan berulang dan ketidaklengkapan persyaratan administrasi pasien yang disebabkan karena human error petugas, penulisan diagnosa yang tidak terbaca, rumah sakit sebagai unit pelayanan tidak bisa menolak pasien, tidak adanya aplikasi yang berfungsi untuk memisahkan berkas klaim dengan satu episode rawat inap dan adanya perbedaan antara rumah sakit dengan verifikator BPJS kesehatan terkait pengelompokkan tarif kelas rumah sakit. Saran membuat SOP penulisan diagnosa dokter, menyamakan pengelompokkan tarif kelas rumah sakit antara rumah sakit dengan verifikator BPJS.
UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN PENGGUNAAN MASKER KAIN DAN PENERAPAN PHYSICAL DISTANCING Sukmawati, Rita; Dwimawati, Eny
PROMOTOR Vol 4 No 6 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.539 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i6.5994

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus 2(SARS-CoV-2) yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrom (MERS). Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain berupa demam 38ºC, batuk kering, dan sesak napas (Kemenkes RI).
FAKTOR-FAKTOR PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PARUNG SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Mardiana, Nena; Chotimah, Indira; Dwimawati, Eny
PROMOTOR Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.135 KB) | DOI: 10.32832/pro.v5i1.6129

Abstract

Penurunan kunjungan pasien pada Puskesmas Parung pada tahun 2020 disebutkan  sebanyak 70,65% masyarakat yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatatan. kapasitas puskesmas dalam memberikan layanan mengalami penurunan baik pada Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP). Metode yang digunakan merupakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 130 responden menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, data yang telah dikumpulkan selanjutnya diolah dan dianalisis dengan analisis data univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 130 responden diantaranya 27 responden (20,8%) jarang memanfaatkan pelayanan kesehatan dan 103 responden (79,2%) sering memanfaatkan pelayanan kesehatan. Berdasarkan uji bivariat dalam penelitian ini umur (p=0,635), pendidikan (p=0,047), pekerjaan (p=0,454), aksesibilitas (p=0,006) dan pelayanan dokter (p=0,016), Ada hubungan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan uji multivariat pada variabel pendidikan, aksesibilitas dan pelayanan dokter. Berdasarkan uji multivariat variabel aksesibilitas mempunyai nilai Exp (B) sebesar 0,269 dan variabel pelayanan dokter mempunyai nilai Exp (B) 0,282, merupakan model terbaik untuk menentukan determinan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Parung.Peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa tingkat pendidikan,aksesbilitas dan pelayanan dokter memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan yang mana pelayanan dokter memiliki pengaruh yang besar. Saran dari peneliti  kepada  Puskesmas Parung agar terus meningkatkan dan mempertahankan pelayanan kesehatan yang tersedia serta lebih memperhatikan protokol kesehatan
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA ISLAM HASMI BOARDING SCHOOL KABUPATEN BOGOR ., Aisyah; Jayanti, Resty; Dwimawati, Eny
PROMOTOR Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.969 KB) | DOI: 10.32832/pro.v5i2.6147

Abstract

Salah satu upaya pencegahan penularan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah adalah dengan penerapan kebijakan physical atau social distancing yang menimbulkan beberapa dampak. Salah satunya adalah penerapan kegiatan belajar-mengajar dengan sistem dalam jaringan (daring) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara karakteristik (usia menarche, riwayat keluarga, kebiasaan berolahraga) dan tingkat stres dalam pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Islam Hasmi Boarding School Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan populasi berjumlah 62 responden remaja putri. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling, yakni 61 siswi sebagai responden dikarenakan terdapat 1 siswi yang tidak sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang disebar secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia menarche (p-value 1,000 > 0,05), riwayat keluarga (p-value 0,765 > 0,05), kebiasaan berolahraga (p-value 0,000 < 0,05), dan stres dalam pembelajaran jarak jauh (p-value 0,599 > 0,05). Hal ini menujukkan bahwa usia menarche, riwayat keluarga, dan stres dalam pembelajaran jarak jauh tidak memiliki hubungan yang signifikan, sedangkan kebiasaan berolahraga memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Islam Hasmi Boarding School Kabupaten Bogor. Saran bagi remaja putri untuk meningkatkan tindakan preventif guna mencegah risiko terjadinya dismenore dan untuk pihak sekolah agar memberikan penyuluhan mengenai dismenore sebagai upaya mencegah atau mengurangi risiko.