Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kandungan Makronutrien Makanan Tradisional Dangke Salma Umarella; Aryanti R Bamahry; Nurul Fadilah Ali Polanunu; Irna Diyana Kartika K; Asrini Safitri; Sigit Dwi Pramono
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.336

Abstract

Dangke adalah produk olahan susu dan makanan khas dari daerah Enrekang, Sulawesi Selatan. Susu kerbau ditandai dengan kandungan padatan yang lebih tinggi, dan mengandung lebih banyak lipid, protein, laktosa, maupun mineral. Mengonsumsi produk susu dapat melindungi diri dari penyakit dan komplikasi yang terkait dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan makronutrien pada makanan tradisional dangke. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pemeriksaan kadar sampel dangke berupa karbohidrat, lemak, protein, serat kasar, dan air di laboratorium. Analisis kadar karbohidrat dilakukan dengan metode luff schoorl, lemak dengan metode ekstraksi, protein dengan metode kjehdal, serat kasar dengan metode gravimetrik, dan air dengan metode gravimetrik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kandungan makronutrien dangke yaitu pada karbohidrat 4,70 %, Lemak 13,32%, Protein 14,02 %, Serat Kasar 9,72 %, Air 47,94 %. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu bahwa kadar makronutrien dangke didapatkan nilai tertinggi berturut-turut yaitu kadar air 47,94 %, kadar protein 14,02 %, kadar lemak 13,32 %, kadar serat kasar 9,72 % , dan kadar karbohidrat 4,70 %.
The Effect of Murottal Al-Quran on the Level of Anxiety in Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy at Ibnu Sina Hospital Makassar Arliana Arlin; Faisal Sommeng; Sigit Dwi Pramono; Purnamasari, Reeny; Irsandy Syahrudin, Febie
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i10.6148

Abstract

Introduction: Anxiety is a serious problem in cancer patient’s sufferers, especially breast cancer undergoing chemotherapy. It has an impact on reducing the quality of life and the success of treatment. A breast cancer sufferer start to experience psychological disorders from the diagnosis is established, undergoing treatment, during and after treatment, both surgery and chemotherapy. Anxiety is generally develop base on fearness about bad future, such as losing family support or even death. Listening to murrotal chanting will stimulate the brain to release Gamma Amino Butyric Acid (GABA), encephalin, or beta endorphin which lead to eliminate anxiety, depression and stress neurotransmitters, resulting in calmness feeling. Method: This research is a case control study with quasi-experimental design. Total of 30 respondents who were breast cancer chemotherapy patients at Ibnu Sina Hospital of Makassar, divided into two groups. The first group received voice recording of the Murrotal Al-Quran for 30 minutes with the same Qori and surah (Al-Ikhlas, Al-Falaq and An-nas) while the other group were treated with 0,5 mg alprazolam tablets. Interviews and measurements of anxiety level were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale carried out before and 60 minutes after treatment in both groups. Purposive sampling technique were used to collect data and analysed with Wilcoxon test. Result: Significant anxiety levels improvements take place in both treatment groups (p<0.05), without any significant differences (p=0,13). Murrotal listening has the same effect as anti-anxiety drugs. The advantage of murrotal listening compared with medication are: easy administration method, no side effects and does not require a doctor's prescription, and get a spiritual reward. Conclusion: Murrotal listening has a good inpact in improving anxiety level of breast cancer patients undergoing chemotherapy.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 0-2 Tahun Puskesmas Tabaringan 2024 Muhammad Rifky; Arni Isnaini Arfah; Andi Husni Esa Darussalam; Sidrah Darma; Sigit Dwi Pramono
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i3.565

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik pada anak di bawah lima tahun yang ditandai dengan tinggi badan di bawah rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan faktor risiko terhadap kejadian stunting pada anak usia 0–2 tahun di Puskesmas Tabaringan tahun 2024. Metode penelitian menggunakan data rekam medis 24 pasien stunting yang dianalisis dengan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 pasien, 4 anak tergolong stunting sangat pendek dan 20 anak stunting pendek. Sebanyak 9 pasien memiliki berat badan normal, 14 berat badan kurang, dan 1 sangat kurang. Dari segi status gizi, 2 pasien mengalami gizi kurang, sedangkan 22 lainnya gizi cukup/normal. Seluruh orang tua pasien memiliki pekerjaan, meskipun jenis pekerjaan tidak tercatat dalam rekam medis. Selain itu, 9 pasien tinggal di lingkungan dengan sanitasi tidak memadai. Seluruh pasien memiliki riwayat pengobatan di puskesmas. Analisis statistik menunjukkan bahwa status gizi dan faktor risiko (pekerjaan orang tua serta riwayat pengobatan) tidak memiliki korelasi signifikan (p-value konstan), sedangkan fasilitas sanitasi yang tidak memadai berkorelasi signifikan dengan kejadian stunting. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, khususnya sanitasi, berperan penting dalam kejadian stunting di Puskesmas Tabaringan
The Effectiveness of Red Ginger (Zingiber officinale var. rubrum) Extract Administration on Weight Reduction in Obese Mice (Mus musculus) Muhammad Erlangga Dewantara djoharam; Andi Alamanda Irwan; Asrini Safitri; Sigit Dwi Pramono; Irna Diyana Kartika Kamaluddin
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/d4pdxz92

Abstract

Background: Obesity is a complex condition influenced by various factors, including an imbalance between caloric intake and energy expenditure. Red ginger contains bioactive compounds such as gingerol, flavonoids, and essential oils that have the potential to reduce body weight through mechanisms related to fat metabolism regulation and anti-inflammatory activity. However, studies on the effectiveness of red ginger in reducing body weight in obese mice (Mus musculus) are still limited, thus further research is needed to confirm its benefits. Objective: To evaluate the effectiveness of red ginger extract in reducing body weight in obese mice (Mus musculus). Methods: This study employed a true experimental research design with full control over research variables, allowing direct observation of cause-and-effect relationships. The treatment was administered to obese mice to determine the impact of red ginger extract on body weight reduction. Results: The results showed that red ginger extract was effective in reducing the body weight of obese mice. The bioactive compounds in red ginger act through anti-obesity mechanisms, particularly by regulating fat metabolism, indicating its potential use as a phytotherapeutic agent in managing obesity. Conclusion: Administration of red ginger extract (Zingiber officinale var. rubrum) proved effective in reducing the body weight of obese mice, evidenced by a significant difference between body weight before and after treatment, with greater weight reduction observed in the treatment groups compared to the control group.