Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : PROMOTOR

HUBUNGAN PENGGUNAAN PIRANTI DENGAR DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF PENURUNAN FUNGSI PENDENGARAN PADA SISWA SMK KESEHATAN TRIPLE "J” KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019 Hartono, Tommy Ari; Asnifatima, Andi; Listyandini, Rahma
PROMOTOR Vol 2 No 6 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.231 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i6.3142

Abstract

Latar Belakang: Sebuah penelitian dari American Speech and Hearing Association menyatakan bahwa siswa sekolah menengah atas menggunakan perangkat audio mereka dalam periode yang lebih lama dengan volume yang lebih tinggi, dilaporkan memiliki gejala gangguan pendengaran yang lebih banyak dibandingkan dewasa. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan piranti dengar dengan keluhan subyektif penurunan fungsi pendengaran pada siswa SMK Kesehatan Triple J Kecamatan Citereup Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi yang diambil semua siswa SMK Kesehatan Triple "J”. Jumlah sampel adalah 129 orang, penentuan sampel dengan teknik purposive sampling berdasarkan kebutuhan peneliti. Hasil: Ditemukan bahwa faktor yang berhubungan dengan keluhan subyektif penurunan fungsi pendengaran durasi penggunaan (p= 0,000), frekuensi penggunaan (p= 0,000), tingkat volume (p= 0,300), pengetahuan (p= 0,259), sikap (p= 0,000). Kesimpulan: dari hasil penelitian ini terdapat hubungan penggunaan piranti dengar dengan keluhan subyektif penurunan fungsi pendengaran pada siswa smk kesehatan triple "j” kecamatan citeureup kabupaten bogor. Saran: menggurangi durasi penggunaan piranti dengar tidak lebih dari 1 jam, menghindari pola kebiasaan penggunaan piranti dengar setiap hari.
ACCIDENT INVESTIGATION NEEDLE STICK INJURY PADA PETUGAS MEDIS DAN NON-MEDIS DI BMC MAYA PADA HOSPITAL TAHUN 2019 Sungkawa, Dadan; Ginanjar, Rubi; Asnifatima, Andi
PROMOTOR Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.499 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i3.4171

Abstract

Needle stick injury (NSI) merupakan suatu robekan di kulit akibat suatu jarum atau benda tajam lainnya seperti pisau bedah, pecahan ampul dan peralatan medis tajam lainnya. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui penyebab dari terjadinya kejadian kecelakaan tertusuk jarum dan benda tajam (needle stick injury) di BMC Mayapada Hospital. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan semi-kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan pekerjaan yang berhubungan dengan NSI, melalui perhitungan rumus slovin didapati sampel sebanyak 100 orang dari jumlah populasi 115 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Metode analisis dengan distribusi frekuensi dan investigasi menggunakan teori loss causation model. Hasil penelitian diketahui 19 kasus, 11 terkena pecahan ampul dan 8 tertusuk jarum. Penyebab lansung yaitu tidak memperhatikan tanda ampul, mematahkan ampul dengan bantalan kertas, mematahkan ampul dengan berdiri, mematahkan ampul dengan menekan pada meja, melakukan recapping dengan 2 tangan, membuka spuit dengan tergesa gesa, kondisi ruangan terbatas dan kondisi pencahayaan yang kurang baik. Sedangkan untuk penyebab dasar yaitu ketidakmampuan sampel dalam mengahadapi kasus emergency, tidak memperhatikan label pada ampul, tubuh pada posisi yang tidak benar, kelelahan saat berkerja, pasien yang kurang koperatif, tidak tersedianya gergaji ampul dan tidak adanya fasilitas ruang pengoplosan obat. Untuk lack of control yaitu kurangnya pelatihan klinis dan universal precaution serta lemahnya pengawasan terhadap para staff yang ada dalam pengimplementasian SOP. Kesimpulannya NSI terbanyak diakibakan oleh unsafe act dan faktor personal yaitu 15 kasus (85%). Saran kepada perusahaan melakukan pengawasan dengan optimal dan melaksanakan pelatihan berkala.
HUBUNGAN PAJANAN KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN NON - AUDITORY PADA PEKERJA DI PT X BEKASI TAHUN 2019 Meilinda Sumadika, Dena; Asnifatima, Andi; Fathimah, Anissatul
PROMOTOR Vol 3 No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.732 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i4.4189

Abstract

Kebisingan di tempat kerja seringkali menjadi masalah bagi tenaga kerja. Kebisingan merupakan potensi bahaya (hazard) fisik yang umumnya di jumpai di hampir seluruh kegiatan industrialisasi. Efek kebisingan dengan intensitas tinggi dan bahkan melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang diterima oleh tenaga kerja dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, diantaranya gangguan auditory dan gangguan non auditory di PT X Bekasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebisingan serta karakteristik individu (umur, masa kerja, lama pajanan dan alat pelindung telinga) dengan gangguan non auditory effect pada pekerja PT.X Bekasi. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah sampel penelitian sebesar 45 responden. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara kebisingan dengan keluhan non auditory (p-value=0.759), umur (p-value=0.384), masa kerja (p-value=0.178),lama pajanan (p-value=1.000), terhadap gangguan non-auditory dimana α < 0,05. Area kerja yang memiliki kebisingan yang tinggi dan tidak memakai alat pelindung telinga saat di area bising dapat menimbulkan peluang gejala gangguan non-audiotory pada pekerja diharapkan perusahaan semakin mengutamakan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dengan lebih meningkatkan upaya pengendalian kebisingan yang sudah dilakukan dan menambah upaya lainnya yang dapat diterapkan di area kerja bising.
HUBUNGAN ADIKSI SMARTPHONE TERHADAP PERSEPSI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT CITRA ABADI SEJATI TAHUN 2019 ., Herdiana; Asnifatima, Andi; Listyandini, Rahma
PROMOTOR Vol 3 No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.967 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i4.4191

Abstract

Adiksi smartphone adalah perilaku keterikatan atau kecanduan terhadap smartphone yang memungkinkan menjadi masalah sosial, seperti menarik diri dan kesulitan dalam performa aktivitas sehari-hari, tes menunjukkan bahwa konsentrasi terendah terjadi pada saat smartphone berada di atas meja, namun dengan bertambahnya jarak antara partisipan dengan smartphone, kinerja mereka meningkat. Secara keseluruhan, hasil tes 26% lebih tinggi ketika ponsel mereka dipindahkan dari ruangan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Adiksi Smartphone Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT Citra Abadi Sejati. Sampel penelitian ini sebanyak 50 pekerja. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampel, dengan pengukuran menggunakan kuesioner SAS (Smartphone Addiction Scale) untuk mengukur adiksi smartphone dan kuesioner Produktivitas Kerja. Hasil penelitian menunjukan, produktivitas kerja tinggi sebanyak 29 responden (16,0%), adiksi smartphone sebanyak 20 responden (40,0%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 14 orang (28,0%) jenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang (72,0%), umur ≤ 40 tahun sebanyak 34 orang (68,0%),masa kerja baru sebanyak 31 orang (62,0%), durasi penggunaan smartphone kurang dari ≤60 menit sebanyak 16 orang (32,0%), frekuensi penggunaan smartphone lebih dari >10 kali/hari sebanyak 34 orang (68,0%). Produktivitas kerja karyawan rata rata baik dengan tingkat produktivitas kerja sedang.
ANALISIS PERILAKU AMAN BEKERJA PADA PERAWAT RUANG RAWAT INAP GARUDA BAWAH DI RUMAH SAKIT TINGKAT IV SALAK BOGOR PADA BULAN DESEMBER 2019 - JANUARI 2020 Rizkita, Aulia; Fathimah, Anissatul; Asnifatima, Andi
PROMOTOR Vol 3 No 5 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.352 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i5.4201

Abstract

Perawat merupakan petugas kesehatan dengan presentasi terbesar dan memegang peranan penting dalam pemberian pelayanan kesehatan. WHO (2018) mencatat, dari 57,0 juta orang petugas kesehatan di seluruh dunia, 28,5 juta orang adalah perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui analisis perilaku aman bekerja dan faktor penyebab perilaku yang berbeda pada perawat, untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Rumah Sakit Tingkat IV Salak Bogor. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi kualitatif. Pengambilan dan penggalian informasi diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Pemilihan informan dilakukan secara langsung melalui pertimbangan yang ditentukan peneliti sesuai dengan tujuan dan masalah penelitian. Informan dalam penelitian ini yaitu informan utama, informan kunci dan informan pendukung. Berdasarkan hasil Penelitian, diperoleh bahwa perilaku aman perawat yaitu menggunakan APD, mematuhi SOP, dan mengambil posisi kerja yang aman. Hal ini disebabkan karena pengetahuan yang dimiliki perawat cukup baik, sikap perawat sudah positif, motivasi perawat sudah tinggi untuk menghindari kecelakaan kerja, masa kerja perawat sebagian lama dan sebagian baru, adanya ketersediaan APD yang mencukupi yaitu sarung tangan dan masker. Adanya program K3RS tentang keperawatan yang sudah baik berjalan, seperti demo mencuci tangan dan sosialisasi penggunaan spill kit tumpahan bahan B3, namun masih perlu ditambahkan beberapa program K3RS terntang keperawatan. Serta adanya SOP dan pengawasan yang cukup baik sehingga perawat berperilaku aman. Sedangkan perilaku tidak aman pada perawat yaitu lupa menggunakan APD, lupa mencuci tangan. Hal ini disebabkan karena perawat kurang displin mematuhi SOP yang berlaku di rumah sakit. Rumah Sakit Tingkat IV salak diharapkan dapat meningktkan kinerja perawat dengan melakukan pelatihan khusus untuk semua perawat agar dapat menerapkan K3RS dan mengurangi angka kecelakaan kerja di rumah sakit serta memperbaiki SOP yang ada dirumah sakit agar lebih terinci lagi sesuai Permenkes RI No.27 tahun 2017.
ANALISIS RISISKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI AREA UTILITY PT KALBE MILKO INDONESIA KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018 Melinda, Dea; Fathimah, Anissatul; Asnifatima, Andi
PROMOTOR Vol 3 No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.219 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i6.5562

Abstract

Setiap tempat kerja selalu mempunyai risiko terjadinya kecelakaan sehingga diperlukan suatu upaya pencegahan dan pengendalian agar tidak terjadi kecelakaan kerja, pengidentifikasian bahaya dan risiko merupakan tahap awal yang harus dilakukan oleh perusahaan. Penelitian  ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus (Case Study) yang bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis risiko. Sedangkan untuk melengkapi analisis data diambil 9 orang sample yaitu 1 informan kunci dan 8 informan utama untuk menunjang penelitian. Dengan menggunakan analisis standar AS/NZS 4360 dan metode Hazzard Identification, Risk Assesment And Risk Control (HIRARC) yang dipergunakan untuk identifikasi bahaya alat di utility, intrumen penelitian ini menggunakan observasi,  wawancara, alat perekam dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan 4 sumber bahaya yakni bahaya mekanis (panas mesin dan putaran pompa) yang memiliki risiko luka memar terdapat di semua ruangan utility kecuali WWTP, bahaya kimia (percikan bahan kimia) yang memiliki risiko iritasi kulit dan mata terdapat diruangan WTP, boiler dan chiller, bahaya listrik (tersengat aliran listrik) yang memiliki risiko shock sedangkan untuk yang memiliki risiko tinggi dengan kisaran nilai 10-15 adalah bahaya fisik (kebisingan) yang menyebabkan gangguan pendengaran terdapat di ruangan chiller, compressor, boiler dan genset. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap ruangan yang ada di utility berisiko untuk mengalami bahaya kecelakaan, disarankan agar perusahaan segera menerapkan regulasi K3 untuk meminimalisir potensi bahaya.
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM TANGGAP DARUTAT DI SEKOLAH AT TAUFIQ KOTA BOGOR TAHUN 2019 ., Suminta; Ginanjar, Rubi; Asnifatima, Andi
PROMOTOR Vol 3 No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.5 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i6.5568

Abstract

Disadari sistem tanggap darurat di sekolah merupakan sesuatu yang penting sebagai upaya mengurangi risiko bencana. Penelitian dengan judul "Analisis Kebutuhan Sistem Tanggap Darurat di Sekolah At Taufiq Kota Bogor Tahun 2019” bertujuan untuk menganalisis kebutuhan organisasi, prosedur, dan alat atau sarana dan prasarana sistem tanggap darurat di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan membandingkan data yang ada di lapangan dengan peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 48 Pasal 14 Tahun 2016, Emergency Action Plan/ Rencana Tindakan Darurat (CDC 2001), dan Emergency Response Plan/ Rencana Tanggap Darurat (OSHA 2004). Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan inti dan informan kunci, dilengkapi dengan pengisian kuesioner sebagai penunjang data wawancara yang bersifat kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah belum terbentuknya struktur organisasi dan program kerja tanggap darurat, namun memiliki SDM untuk mengelola organisasi tersebut. Adanya beberapa prosedur yang telah dilaksanakan meskipun belum sesuai dengan peraturan. Adanya beberapa alat atau sarana dan prasarana, namun perlu peningkatan dalam upaya perawatan. Kesimpulan dan saran yaitu sekolah At Taufiq membutuhkan pembentukan struktur organisasi dan program kerja sistem tanggap darurat, dibutuhkan adanya perapihan administrasi prosedur yang sudah berjalan, serta perlunya meningkatkan pemeliharaan dan menyediakan alat atau sarana dan prasarana lain yang dibutuhkan dalam sistem tanggap darurat.
HUBUNGAN ANTARA PAJANAN KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN NON- AUDIOTORY PADA PETUGAS KEAMANAN DALAM (PKD) PT KERETA API INDONESIA (KAI) DI STASIUN BOGOR TAHUN 2020 Wahyuni Ardianty, Firdha; Fathimah, Anissatul; Asnifatima, Andi
PROMOTOR Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.307 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5578

Abstract

Amerika Serikat, berdasarkan National Institute for Deafness and Communication Disorders (NICDC) dan National Occupational Safety and Health Administration (OSHA) pada  tahun 2008 mengatakan bahwa lebih dari 30-40 juta masyarakat Amerika Serikat terpajam bunyi bising yang menyebabkan gangguan non audiotory. Selain itu menurut National Institute For Occupational Safety And Health (NIOSH) diketahui bahwa 22 juta pekerja memiliki potensi mengalami gangguan non audiotory setiap tahunnya. Di berbagai industri di Indonesia, angka kebisingan ini berkisar antara 30-50%. Sehingga gangguan non audiotory menjadi permasalahan yang patut diperhatikan bagi perindustrian di Indonesia. Pada tahun 2007, sekitar 23.000 orang kasus dilaporkan sebagai gangguan non audiotory akibat mesin-mesin yang menghasilkan intensitas kebisingan di ats NAB (Muslim, 2015). Kebisingan di tempat kerja dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan yaitu  gangguan audiotory dan gangguan non audiotory. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pajanan kebisingan dengan gangguan non audiotory pada petugas keamanan dalam (PKD) pada PT Kereta Api Indonesia (KAI) di stasiun bogor. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel independen meliputi pajanan kebisingan, umur pekerja, masa kerja, pendidikan, lama pajanan/jam kerja dan alat pelindung telinga sedangkan variabel dependennya yaitu gangguan non audiotory. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non-probability Sampling dengan jumlah sampel penelitian sebesar 75 responden. Pengambilan data kebisingan dengan menggunakan alat sound level meter, menyebarkan kuesioner serta wawancara mendalam mengenai alat pelindung telinga. Analisis data penelitian menggunakan aplikasi statistic dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian ini, kebisingan pada petugas keamanan dalam stasiun bogor di empat titik pengukuran nilai minimum sebesar 84,5 dBA dan nilai maksimum sebesar 92,5 dBA dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 50 pekerja (66,7%) tidak mengalami gangguan non audiotory dan 25 pekerja (33,3%) mengalami gangguan non audiotory. Hasil uji statistic Chi-Square Test diperoleh dari enam variabel yang diteliti diketahui bahwa semua variabel tidak bermakna dengan nilai  pajanan  kebisingan (p-value=0,111), umur (p-value=0,683), masa kerja (p-value=0,173) yang memiliki nilai (p-value>0,05) artinya dari variabel tersebut tidak ada hubungan yang bermakna dengan gangguan non audiotory pada petugas keamanan dalam pada PT Kereta Api Indonesia di stasiun bogor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara pajanan kebisingan, umur dan masa kerja dengan gangguan non audiotory pada petugas keamanan dalam pada PT Kereta Api Indonesia di stasiun bogor. Saran bagi PT KAI yaitu melakukan pergantian petugas setiap 4 jam sekali dari tempat kerja yang bising ke tempat yang tidak terpapar bising sedangkan saran bagi  pekerja memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mencari tempat yang tidak bising pada saat istirahat, agar tubuh menjadi lebih rileks sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan non audiotory.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF DERMATITIS KONTAK PADA PEKERJA PABRIK TAHU DI KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2020 Eka Yuliana, Nina; Asnifatima, Andi; Fathimah, Annisatul
PROMOTOR Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.836 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i3.5593

Abstract

Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah kondisi kelainan kulit akibat terpapar oleh bahan yang digunakan pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif dermatitis kontak pada pekerja pabrik tahu di kecamatan Citeureup kabupaten Bogor tahun 2020.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Sampel penelitian ini berjumlah 68 dari total populasi.Sasaran penelitian ini adalah pekerja pembuat tahu yang berada di kecamatan Citeureup. Alat yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan thermohigrometer dan lembar kuesioner yang dibagikan kepada para pekerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara lama kontak (p-value = 0,000), suhu (p-value = 0,007), kelembapan (p-value = 0,072), usia (p-value = 0,038), riwayat penyakit dermatitis (p- value = 0,003), masa kerja (p-value = 0,041), APD (p-value = 0,000), personal hygiene (p- value = 0,000) dengan keluhan subjektif dermatitis kontak pada pekerja pabrik tahu di kecamatan Citeureup kabupaten Bogor.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah keluhan subjektif dermatitis kontak dipengaruhi oleh lama kontak, suhu, kelembaban, usia, riwayat penyakit kulit, masa kerja, APD dan juga personal hygiene. Saran untuk pekerja lebih meningkatkan kesadaran terhadap penyakit kulit yang diderita dan juga untuk lebih memperhatikan kenyamanan dan keselamatan tempat kerjanya.
HUBUNGAN ANTARA KEBISINGAN TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA DI BAGIAN MIXING PT. ELANGPERDANA TYRE INDUSTRY TAHUN 2020 Fitriyani Ainiyyah, Nanda; Fathimah, Anissatul; Asnifatima, Andi
PROMOTOR Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.918 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i4.5601

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering di jumpai di lingkungan kerja, dimana kebisingan tersebut dapat menyebabkan gangguan psikologis serta stress kerja. Menurut NIOSH (2010), penyakit akibat kebisingan kerja ditemukan pada 17.00 kasus dari 59.100 kasus, yaitu sejumlah 1 dari 9 penyakit akibat kerja yang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebisingan terhadap stress kerja pada pekerja di bagian mixing PT. ElangPerdana  tyre industry. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 68 responden. Pengambilan data kebisingan dengan menggunakan alat sound level meter wawancara mendalam mengenai alat pelindung telinga serta penyebaran kuesioner. Analasis data penelitian menggunakan aplikasi statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Diketahui nilai p-value Beban kerja mental (p-value=0,022) artinya p- value<0,05 menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja mental terhadap stress kerja pada pekerja di bagian mixing. Hasil uji statistik Chi-Square Test diperoleh nilai kebisingan (p-value=0,575), usia (p-value=1,000), tingkat pendidikan (p-value=1,000), masa kerja (p-value=0,680) dari ketiga variable tersebut tidak ada hubungan yang signifikan terhadap stress kerja pada pekerja di bagian mixing PT. Elangperdana Trye Industry, dan hasil penelitian ini menunjukan  51 pekerja (75,0%) tidak mengalami stress kerja dan 17 pekerja (25,0%) mengalami stress kerja. Pengukuran kebisingan pada pekerja di bagian mixing PT. Elangperdana Tyre Industry terdapat 3 titik yang memiliki nilai ambang batas >85 dBA yaitu Feeding CV MIX 2 (93,7 dBA), Mill 2 MIX 2 (89,1 dBA), Cement House (88,1 dBA). Kesimpulan dari penelitian yang memiliki hubungan antara kebisingan terhadap stress kerja yaitu beban kerja mental dan yang tidak memiliki hubungan yaitu, kebisingan, usia, tingkat Pendidikan, dan masa kerja. Saran Melakukan safety talk kepada pekerja sebagai bentuk sosialisasi tentang bahaya kebisingan di tempat kerja kepada pekerja, Tenaga kerja yang bekerja di area bising dapat saling mengawasi, mengingatkan dan menegaskan rekan kerja sehingga dapat membangun kedisiplinan dan konsisten dalam penggunaan Alat Pelindung Telinga.
Co-Authors ., Herdiana ., Renita ., Suminta Afriza, Faiz Rizki Aligori, Ahsin Amalia, Rizqi Amelia Septiyanti, Rizkia Andreandra Nasution Anggia Rifaatul Mahmudah Anggita Putri Anissatul Fatimah Annisatul Fathimah Asri Masitha Arsyati Aulia Rizkita Aulia, Silva Aura Azhar Ulfa, Vidya Bayu sugiri Dadan Sungkawa Dani Ferdian Dea Melinda Dea Melinda Dena Meilinda Sumadika Desma Firdayanti, Fradika Dwi Fatmayanti Eka Yuliana, Nina Ersa Buyung Miranda Faiz Rizki Afriza Fathimah, Anissatul Fathimah, Annisatul Fatimah, Anissatul Fatimah, Ratih Fatmayanti, Dwi Fenny Raharyanti Fila Meilani Firdha Wahyuni Ardianty Fitriani Fitriani Fitriani Fitriyani Ainiyyah, Nanda Fradika Desma Firdayanti Ginanjar, Rubi Hanum Fitria Hartanti Hartanti, Hanum Fitria Hartono, Tommy Ari Herdiana . Hikmatullah Respati Humaira Anggie Nauli Indri Putri Pratiwi Irfan, Aldino M. Jasmin, Rizaldy Jihan Novianti Djunaedi Kalbu, Satvica Krishna Noor Oktalaksana Laila Nurul Asya M Rafli Raya Martin, Andres Derryl Meilani, Fila Meilinda Sumadika, Dena Melinda, Dea Meriyadi, Novas Muhammad Amin Arigo Saci Nanda Fitriyani Ainiyyah Nasution, Andreanda Nata Reformasi Rizqi Nina Eka Yuliana Noor Oktalaksana, Krishna Novas Meriyadi Novianti Djunaedi, Jihan Permana, Risma Auliya Pertiwi, Fenti Dewi Prakoso, Imam Pratama, Septyan Pratiwi, Indri Putri Putri, Anggita Putri, Kishi Afifa R Novita Amalia Rahma Listyandini Raya, M Rafli Reformasi Rizqi, Nata Renita . Respati, Hikmatullah Resty Jayanti Risma Auliya Permana Rizaldy Jasmin Rizkia Amelia Septiyanti Rizkita, Aulia Rizqi Amalia Salsabilah, Nur Serliyanti, Sindi Shafira Yuandita Sindi Serliyanti Siti Khodijah Parinduri Siti Nur Salbiah Sugiri, Bayu Suminta . Sungkawa, Dadan Tika Noor Prastia Tommy Ari Hartono Vidya Azhar Ulfa Wahyuni Ardianty, Firdha Wirda Syari