Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

OPTIMALISASI PENCEGAHAN COVID-19 DI PERUMAHAN VISAR INDAH PRATAMA 2 CIBINONG KECAMATAN CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2020. Hana Maulina; Fenny Raharyanti
PKM-P Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : LPPM UIKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pkm-p.v4i2.749

Abstract

Covid-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan, provinsi Hubei, China pada 8 Desember 2019. Sampai saat ini virus corona menjadi masalah serius yang tengah dihadapi oleh berbagai negara di belahan dunia karena jumlah kasus setiap harinya yang terus meningkat. Tujuan dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Gagasan Tertulis Mandiri (KKN-GTM) ini adalah untuk mengoptimalisasi pencegahan Covid-19 di RT 04 RW 13 Perumahan Visar Indah Pratama 2 Cibinong Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Metode dalam pengumpulan data berdasarkan hasil kuesioner berupa pretest dan post-test. Populasinya adalah warga di RT 04 RW 13 Perumahan Visar Indah Pratama 2 Cibinong, dengan sampel sebanyak 20 responden. Berdasarkan hasil pretest dan post test dapat diambil kesimpulan bahwa nilai rata-rata dari hasil pretest pengetahuan covid-19 sebesar 95,30% sedangkan dari hasil post testnya sebesar 99,70%. Nilai rata-rata dari hasil pretest perilaku pencegahan covid-19 sebesar 87,5% sedangkan dari hasil post test sebesar 94,5%. Hal ini menunjukkan tingkat pengetahuan dan perilaku warga terhadap pencegahan covid-19 cukup meningkat, tetapi masih ada beberapa warga yang belum memahami pengetahuan tersebut dan menerapkan perilaku untuk mencegah penularannya.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENEMUAN DAN TATALAKSANA PNEUMONIA PADA PROGRAM INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI PUSKESMAS CIAMPEA TAHUN 2020 Siti Khodijah; Wirda Syari; Fenny Raharyanti
PROMOTOR Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i1.6130

Abstract

Pada tahun 2017 pneumonia menjadi penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia dan pada tahun 2018 sebanyak 16% kematian anak disebabkan karena pneumonia. Penemuan pneumonia secara dini menjadi salah satu cara untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat pneumonia. Diketahui Kabupaten Bogor pada tingkat provinsi Jawa Barat menempati posisi ke empat cakupan penemuan pneumonia terendah sebanyak 27,14% dan pada tahun 2020 diketahui cakupan penemuan pneumonia di Puskesmas Ciampea belum mencapai target. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis implementasi penemuan dan tatalaksana pneumonia pada program pengendalian ISPA di Puskesmas Ciampea. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Rapid Assessment Procedure dan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari informan kunci, informan inti dan informan pendukung serta menggunakan instrumen penelitian yaitu wawancara mendalam terstruktur, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan bahwa sumber daya manusia yang menangani pneumonia belum mendapatkan pelatihan tatalaksana pneumonia. Proses implementasi kegiatan penemuan kasus pneumonia sudah dilakukan dengan baik dan untuk proses tatalaksana pneumonia tahapan yang sudah dilakukan dengan baik yaitu menilai anak batuk atau kesukaran bernapas, mengklasifikasi pneumonia dan tindakan, menentukan  pengobatan dan rujukan, memberi tindak lajut, pencatatan dan pelaporan, serta pemantauan. Sedangkan tahapan yang belum dijalankan dengan baik yaitu memberi konseling kepada ibu dan evaluasi yang belum dijalankan. Capaian cakupan penemuan pneumonia di Puskesmas Ciampea masih belum memenuhi target cakupan yaitu 34,05% dari target 90%. Disarankan untuk pihak Puskesmas menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama bukan hanya dengan kader semata serta mengoptimalkan kerja sama dengan jejaring di wilayah kerjanya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN LANSIA TERHADAP PEMANFAATAN PELAYANAN POSBINDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMPLAK KOTA BOGOR TAHUN 2020 Yuniar Restu Widianti; Siti Khodijah Parinduri; Fenny Raharyanti
PROMOTOR Vol 3, No 5 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v3i5.4210

Abstract

Posbindu lansia merupakan tempat pelayanan kesehatan untuk masyarakat lanjut usia (lansia). Namun pemanfaatan posbindu lansia masih sangat jauh dari target. Pemanfaatan posbindu lansia di wilayah kerja Puskesmas Semplak Kelurahan Curug sangat rendah yaitu 34,5%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan terhadap lansia tentang pemanfaatan pelayanan di posbindu lansia pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Semplak tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah responden 80 orang dari total populasi lansia sebanyak 230 orang dan menggunakan metode desktiptif studi cross sectional, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah lansia berusia 45-59 tahun (pralansia), 60-69 tahun (lansia), dan >70 tahun (lansia berisiko tinggi) dalam penelitian ini alat ukur yang digunakan oleh peneliti adalah dengan menggunakan kuisioner yang diambil dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Amelia Rahmiwati yang berjudul faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan posbindu lansia di wilayah kerja Puskesmas Karadenan Bogor tahun 2018 data diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan posbindu lansia di wilayah kerja Puskesmas Semplak Kelurahan Curug sebesar 34,5% dengan variabel yang berhubungan adalah dukungan kader (P.Value = 0,003), sedangkan yang tidak berhubungan adalah umur (P.Value = 0,613), jenis kelamin (P.Value = 0,214), pengetahuan (P.Value = 0,366), sikap (P.Value = 0.083), dan dukungan keluarga (P.Value = 0,52). Untuk meningkatkan pemanfaatan posbindu lansia maka perlu dilakukan pengelolaan manajemen program lansia dengan lebih terencana, sosialisasi kepada masyarakat tentang fungsi, tujuan dan manfaat program posbindu lansia, pengadaan sarana penunjang, pelatihan kader dan kerja sama lintas sektor.
ANALISIS FAKTOR SOSIAL EKONOMI PADA PENGELOLAAN BANK SAMPAH DI LINGKUNGAN PERUMAHAN BOGOR RAYA PERMAI Fenny Raharyanti
PROMOTOR Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v4i1.5513

Abstract

Ditinjau dari sudut pandang kesehatan masyarakat, permasalahan sampah bukan hanya terkait pada bidang kesehatan lingkungan sehingga menimbulkan berbagai jenis penyakit dan pencemaran, tapi juga perubahan perilaku dan ekonomi. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui analisis faktor sosial ekonomi pada pengelolaan bank sampah pada salah satu lingkungan yang telah menerapkan bank sampah. Survei ini dilakukan pada bulan November 2020 dengan non probability sampling. Penyebaran angket dilakukan secara daring yang disebarkan melalui grup whattsaps terbatas. Warga yang bersedia mengisi pendataan ini terdapat sebanyak 37 orang. Hasil pendataan ini menginformasikan bahwa responden terbanyak berpendidikan S1 (64,9%) dengan status ibu rumah tangga (40,5%). Jumlah sampah per hari yang dihasilkan terbanyak adalah 1-3 kg (64,9%). Pembelanjaan terbesar responden diperuntukkan bagi makanan (56,8%). Jenis sampah organik terbanyak dihasilkan (75,7%). Lebih dari separuh responden belum menjadi nasabah bank sampah, dengan alasan dominan tidak sempat memilah. Disimpulkan bahwa tingkat edukasi yang cukup baik, status ibu rumah tangga, modus jumlah sampah yang terkendali dan jenis pembelajaan yang benar-benar dibutuhkan akan tergambarkan jenis sampah yang dihasilkan. Selanjutnya, keberadaan bank sampah dapat lebih disosialisasikan dan edukasi berkeanjutan sehingga terbentuk pola kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
ANALISIS MANAJEMEN LOGISTIK ALAT PELINDUNG DIRI (APD) COVID-19 DI PUSKESMAS TEGAL GUNDIL TAHUN 2020 Ida Farida; Indira Chotimah; Fenny Raharyanti
PROMOTOR Vol 5, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i5.8486

Abstract

Alat Pelindung Diri adalah  suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi  seseorang  yang fungsinya  mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari bahaya di tempat kerja. Sehubungan dengan pandemi Covid-19 kebutuhan APD yang bermutu dan berkualitas akan terus meningkat di masa pandemi seperti ini, proses pemenuhan ketersediaan APD juga didapatkan dari beberapa sumber yang masih kurangnya APD yang belum tersedia seperti nurse cup, masker N95. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen logistik alat pelindung diri covid-19 di puskesmas tegal gundil tahun 2020. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ini bersifat deskriptif melalui pendekatan kualitatif yang didapatkan dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Instrumen dalam penelitian ini adalah kepala puskesmas, kasubag tu, rumah tangga/pengelola logistik APD dan staff nakes. Instrumen yang digunakan adalah alat perekam dan daftar pertanyaan sebagai pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber daya manusia yang berada di instalasi farmasi belum mencukupi, gudang tempat penyimpanan obat-obatan dan alat kesehatan yang belum memadai dan kurang besar dan kontinuitas atau keberlangsungan pemenuhan ketersediaan APD di puskesmas yang secara keseluruhan ada beberapa jenis APD yang tidak tersedia sehingga adanya pembeliaan sendiri dengan menggunakan anggaran khusus yang disediakan oleh puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan bagian instalasi farmasi segera mengupayakan adanya penambahan sumber daya manusia dan mengupayakan melakukan pelatihan terhadap petugas farmasi serta menyediakan alat pelindung diri yang mencukupi.
Gambaran Implementasi Kebijakan Protokol Kesehatan pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Kaumpandak Karadenan RW 03 Kabupaten Bogor Tahun 2021 Firda Tri Aulia; Fenny Raharyanti; Indira Chotimah
PROMOTOR Vol 5, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i4.6974

Abstract

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Virus ini menyebar dan dapat menularkan pada orang lain. Masih adanya warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan maka perlu di analisis hubungan antara penerapan protokol kesehatan dengan kejadian covid-19 pada masa pandemi. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan analisis studi deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional . Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 73 dan dibulatkan menjadi 81 karena menghindari adanya drop out sebesar 10%. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Penelitian ini memperoleh gambaran hasil variabel independen yang diteliti dengan variabel dependen implementasi kebijakan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker = 80% warga yang menerapkan, social distancing = 72% warga yang menerapkan dan CTPS = 74% warga yang menerapkan.
Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Mahasiswa di Asrama Mahasiswa Papua Bogor di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2022 Natalia Tebai; Wirda Syari; Fenny Raharyanti
PROMOTOR Vol. 6 No. 3 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i3.253

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang dilakukan berdasarkan atas kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan pribadi dan keluarga. Jenis penelitian adalah metode deskriptif. Populasi dan kriteria sampel adalah semua mahasiswa asal Papua di asrama mahasiswa Papua di Dramaga, Bogor. Metode yang digunakan adalah nonprobability sampling dan cara pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Hasil penelitian mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebagian besar baik, menggunakan air bersih sebagian besar baik, rutin berolahraga sebagian besar baik, konsumsi makanan sehat dan bergizi sebagian besar baik, hindari kebiasaan rokok semua baik, membasmi saran nyamuk sebagian besar baik, memakai masker saat keluar rumah sebagian besar baik, menjaga jarak fisik dengan orang lain sebagian besar kurang baik, memelihara kesehatan mulut dan gigi sebagian besar baik. Menindaklanjuti hasil dari penelitian ini guna keperluan internal pengurus dan penghuni asrama mahasiswa Papua dalam menyikapi pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Menjadi acuan bagi kita semua untuk dapat mengetahui berbagai macam dampak kesehatan yang bisa ditangani oleh prilaku hidup bersih dan sehat dalam masyarakat luas.
Evaluasi Penerapan Aplikasi PWS-KIA untuk Pelaporan Bidan Desa di Puskesmas Gunungsindur Wilayah Desa Pabuaran Kabupaten Bogor Tahun 2022 Ainal Ikhrami; Fenny Raharyanti; Wirda Syari
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.259

Abstract

Kemajuan teknologi digital saat ini diharapkan dapat mendukung program pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satunya dalam sistem pencatatan dan pelaporan PWS-KIA yang sudah menerapkan sistem digitalisasi berupa aplikasi PWS-KIA untuk mendukung pelaporan PWS-KIA. Dalam penerapannya masih banyak yang harus di evaluasi karena masih belum tercapainya sasaran dalam pemahaman dan penggunaan sistem digitalisasi di Puskesmas Gunungsindur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan input (Sumber Tenaga), proses (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian), output (kebutuhan) pada penerapan aplikasi PWS-KIa di Puskesmas Gunungsindur wilayah Desa Pabuaran. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian RAP (Rapid Assessment Procedure). Informan dalam penelitian ini adalah 9 orang yang terdiri dari 1 orang bidan desa yang memakai aplikasi PWS-KIA, 6 orang yang memakai aplikasi E-Kohort, dan 2 orang pembuat aplikasi PWS- KIA. Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil penerapan aplikasi PWS-KIA, bidan desa tidak keberatan dalam penggunaan aplikasi PWS-KIA dan pada aplikasi E-Kohort masih banyak yang perlu di evaluasi dan di perbaiki. Dalam penerapan aplikasi digital health, bidan lebih menginginkan satu aplikasi yang sudah mencakup semua pelaporan dan pencatatan bidan.
Gambaran Berkas Klaim BPJS Rawat Inap yang Tertunda di RSUD Kota Depok Tahun 2022 Arifah Nurzakiyah; Indira Chotimah; Fenny Raharyanti
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.262

Abstract

Rumah sakit merupakan sarana pelayanan Kesehatan yang dibutuhkan oleh lapisan masyarakat untuk mendapatkan sarana jaminan sosial dan memenuhi kebutuhkan dasar hidup yang layak. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan Kesehatan. Di tahun 2022 jumlah berkas klaim JKN yang diajukan sebanyak 2.117 berkas dan yang tertunda sebanyak 183 berkas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis klaim tertunda di BPJS rawat inap di RSUD Kota Depok tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah petugas administrasi UGD, petugas pendaftaran rawat inap, petugas verifikator rawat inap, petugas pemberian kode diagnosis, petugas pengkodean dan entri data INA-CBGs. Instrumen yang digunakan adalah wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan pada variabel input yaitu sumber daya manusia, teknologi, dan kebijakan sudah sesuai tetapi untuk kebijakan belum mencukupi. Pada variabel proses yaitu pengajuan berkas klaim, bahwa pengajuan berkas klaim di RSUD Kota Depok diawali dari pendaftaran setelah itu adanya proses pemberian kode diagnosis sesuai dengan diagnosis pasien, kemudian diakhiri dengan proses pengajuan klaim. Pada variabel output, terdapat 183 berkas yang tidak memenuhi syarat untuk diajukan berkas klaim yang dinaikkan ke BPJS. Kesimpulan penelitian ini adalah klaim tertunda karena adanya berkas yang kurang lengkap saat pengajuan klaim JKN.
Analisis Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada UMKM (Studi Kasus Produksi Tahu Bapak Eman di Cibereum Kota Bogor) Tahun 2022 Laila Nurul Asya; Fenny Raharyanti; Andi Asnifatima
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.269

Abstract

Dalam menerapkan aspek keamanan pangan, setiap industri pangan perlu memberlakukan keamanan pangan atau Cara Pengolahan Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB). Pangan yang baik dan bermutu dilihat dari bagaimana cara penanganannya memperhatikan hygiene dan sanitasi yang tidak membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu bagaimana menganalisis penerapan Good Manufacturing Practices pada produksi tahu Bapak Eman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pemilik produksi tahu, pengelola, dan karyawan. Instrumen yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi kesenjangan pada tiap aspek parameter Good Manufacturing Practices (GMP). Hasil penelitian dapat diketahui bahwa rata-rata keseluruhan penyimpangan pada GMP di tempat produksi tahu sebesar 55%, yang artiya penerapan pada GMP belum dan bahkan masih jauh dari persyaratan GMP. Kemudian, adapun rekomendasi tindak lanjut yang dirumuskan berdasarkan hasil penelitian sebanyak 12 aspek pada penerapan GMP. Rekomendasi ini meliputi aspek, lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, mesin dan peralatan, bahan, karyawan, pengawasan proses, penyimpanan, pengemas, pemeliharan sanitasi, pelatihan, dan dokumentasi/ pencatatan.