Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Pelayanan Surabaya Bus Oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya HELMI HIKMAH BACHRIA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

ABSTRAK KUALITAS PELAYANAN SURABAYA BUS OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA Sebagai wujud untuk memperbaiki angkutan umum yang ada di Kota Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya sebagai pihak yang berwenang dalam pembinaan teknis operasional di bidang lalu lintas dan angkutan mengeluarkan produk pelayanan berupa Surabaya Bus. Adanya Surabaya Bus ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas layanan pada angkutan umum yang ada, serta dapat mengubah mode masyarakat dari menggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum. Perpindahan mode dari kendaraan pribadi ke angkutan umum bertujuan agar dapat mengurangi kemacetan yang ditimbulkan dari adanya volume kendaraan pada ruas jalan yang semakin hari semakin bertambah padat.Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan Surabaya Bus yang diberikan oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori kualitas pelayanan menurut Brown yang terdiri dari reability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dinas perhubungan Kota Surabaya sebagai pihak yang mengelola langsung Surabaya Bus telah memberikan layanan yang terbaik untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas. Akan tetapi dalam pelaksanaannya masih memiliki kekurangan dalam pelayanan Surabaya Bus, yaitu yang pertama pada dimensi assurance terkait waktu tunggu yang lama, serta yang kedua pada dimensi tangible terkait sarana prasarana seperti halnya masih kurangnya bank sampah serta tempat duduk yang disediakan pada tiap titik kumpul Surabaya Bus. Dengan adanya kekurangan tersebut, peneliti memberi saran untuk pelayanan Surabaya Bus yang lebih baik lagi. Saran tersebut antara lain, menambah jumlah armada Surabaya Bus agar dapat memperbaiki waktu tunggu yang dijanjikan, serta menambah jumlah bank sampah dan tempat duduk yang disediakan pada tiap titik kumpul Surabaya Bus guna memberikan kenyamanan bagi calon penumpang Surabaya Bus. Kata Kunci: Kualitas, Pelayanan Publik, Surabaya Bus. ABSTRACT SURABAYA BUS SERVICE QUALITY BY THE SURABAYA CITY TRANSPORTATION AGENCY As a manifestation of improving public transportation in the city of Surabaya, Surabaya City Transportation Office as the authority in the operational technical guidance in the field of traffic and transportation issued a service product in the form of Surabaya Bus. The existence of Surabaya Bus is expected to be able to improve the quality of services on existing public transport, and can change the community mode from using private vehicles to public transportation. The transfer of modes from private vehicles to public transport aims to reduce congestion arising from the volume of vehicles on the road which is increasingly becoming more crowded. The purpose of this study is to describe the quality of Surabaya Bus services provided by the Surabaya City Transportation Agency. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of research used the theory of service quality according to Brown which consists of reability, responsiveness, assurance, empathy and tangible. Data collection techniques used were interview techniques, observation, and documentation which were analyzed using data analysis techniques according to Miles and Huberman, including data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicated that the Surabaya City Transportation Office as the party that manages the Surabaya Bus directly has provided the best service to obtain quality services. However, the implementation still has shortcomings in the Surabaya Bus service, namely the first on the assurance dimension related to long waiting times, and the second on the tangible dimension related to infrastructure as well as the lack of garbage banks and seats provided at each Surabaya Bus gathering point. With these shortcomings, the researchers gave suggestions for better Surabaya Bus services. These suggestions include increasing the number of Surabaya Bus fleets in order to improve the promised waiting time, and increasing the number of garbage banks and seats provided at each Surabaya Bus gathering point to provide convenience for prospective Surabaya Bus passengers. Key words: Quality, Public Service, Surabaya Bus.
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM LES UJIAN PRAKTEK SIM (LUPS) DALAM PENGURUSAN SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) DI SATUAN LALU LINTAS POLRES NGANJUK VITA ZUHROHTUL MASUDAH; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 5 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n5.p%p

Abstract

Pada tanggal 24 Februari 2018 lalu, Satuan Lalu Lintas Polres Nganjuk menciptakan program terbaru yaitu Les Ujian Praktek SIM (LUPS). Yang melatar belakangi program ini dibuat adalah karena banyaknya keluhan dari masyarakat terkait sulitnya lulus ujian praktek. Dimana ujian praktek tersebut merupakan salah satu syarat dalam mendapatkan Surat Izin Mengemudi. Sehingga program ini diciptakan untuk membantu masyarakat agar dapat lebih mudah dalam mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Tujuan dari peneliti yakni ingin mengetahui seberapa besar Kualitas Pelayanan Program Les Ujian Praktek SIM (LUPS) dalam Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas Polres Nganjuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini terdiri dari empat indikator diantaranya adalah ekonomis (economy), efisiensi (eficiency), efektivitas (efectiveness), dan keadilan (equity). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Yang dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2015) yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di lapangan, secara keseluruhan Kualitas Pelayanan Program Les Ujian Praktek SIM (LUPS) dalam Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas Polres Nganjuk menunjukkan sudah cukup baik, namun masih perlu adanya perbaikan dalam beberapa aspek salah satunya adalah adalnya penambahan materi untuk peserta LUPS, perlu adanya pendataan peserta LUPS sebagai pedoman seberapa besar tujuan program yang sudah dicapai, serta perlu dibuatnya Standard Operating Procedures (SOP) agar proses pelayanan dapat berjalan lebih baik lagi. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, LUPS, SIMOn February 24, 2018, the Nganjuk Police Traffic Unit created the newest program, namely the SIM Practice Exam (LUPS). The background of this program was made because of the many complaints from the community regarding the difficulty of passing the practice exam. Where the practice exam is one of the requirements in obtaining a drivers license. So that this program was created to help people to get easier in getting a drivers license (SIM).. The aim of the researcher is to find out how much the Service Quality of the SIM Practice Exam (LUPS) Program is in the Management of Driving License (SIM) in the Nganjuk Police Traffic Unit. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The focus of this study consisted of four indicators including economic (economy), efficiency (effectiveness), effectiveness (equity) and equity (equity). The technique of collecting data is done through interviews, observation, literature studies and documentation. Those analyzed using data analysis techniques according to Miles and Huberman (in Sugiyono, 2015), namely data collection, data reduction, data presentation, and decision making. Based on research conducted by researchers in the field, overall the Service Quality of the SIM Practice Examination Program (LUPS) in the Management of Driving License (SIM) in the Nganjuk Police Traffic Unit shows that the quality of services provided is quite good, but still needs improvement in some aspects of which are the addition of material for LUPS participants, there is a need for data collection of LUPS participants as guidelines for how much program objectives have been achieved, and the need for Standard Operating Procedures (SOP) so that the service process can be better. Keywords: Service Quality, LUPS, Driver’s License
INOVASI PROGRAM APLIKASI GO-PARKIR OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA (STUDI DI PARK AND RIDE MAYJEN SUNGKONO SURABAYA) HIMAWAN TRI HANDOKO; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 5 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n5.p%p

Abstract

Penggunaan teknologi pada saat ini dibutuhkan di bidang pelayanan publik. Teknologi dapat membantu mempermudah pemerintah dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakatnya. Kota Surabaya memiliki jumlah kendaraan bermotor tinggi yang menimbulkan masalah di urusan parkir. Sistem parkir di Kota Surabaya saat ini, dalam hal ini Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya meluncurkan program aplikasi Go-Parkir. Aplikasi ini bertujuan untuk membantu efisiensi masyarakat dalam mencari tempat parkir untuk kendaraan mereka. Dengan adanya aplikasi ini masyarakat dapat melihat kondisi lokasi parkir dan dapat juga memesan slot untuk kendaraan mereka. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana inovasi program aplikasi Go-Parkir saat ini dan menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat ditingkatkan kualitasnya.The use of technology is currently needed in the field of public services. Technology can help facilitate the government in carrying out services to its people. The city of Surabaya has a high number of motorized vehicles which cause problems in parking matters. The parking system in the city of Surabaya at this time, in this case the Surabaya City Government through the Surabaya City Transportation Agency launched the Go-Parking application program. This application aims to help the efficiency of the community in finding parking spaces for their vehicles. With this application the public can see the condition of the parking location and can also order a slot for their vehicle. The purpose of this study is to find out how to innovate the current Go-Parking application program and assess whether the current procedures can still be improved in quality.
STRATEGI PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDesa) JAYA TIRTA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA GEDONGARUM KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO PUPUT TRISNA ASIH; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

Abstrak Desa dalam rangka mengurangi ketergantungannya terhadap bantuan pemerintah, dituntut untuk mampu mengelola potensi desa. Potensi desa yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan perekonomian desa maupun kesejahteraan masyarakat. Potensi desa dapat dikelola melalui sebuah lembaga yang disebut BUMDesa. Salah satunya adalah BUMDesa Jaya Tirta di Desa Gedongarum. BUMDesa Jaya Tirta menjalankan usaha pompanisasi / irigasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya air Sungai Bengawan Solo yang mengalir disepanjang Desa Gedongarum. Hadirnya BUMDesa Jaya Tirta bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian Desa Gedongarum sekaligus menambah Pendapatan Asli Desa Gedongarum. Adapun kendala yang dihadapi BUMDesa Jaya Tirta dalam menjalankan usaha nya terkait kurangnya modal untuk memulai musim tanam. Jenis penelitian ini adalah adalah deskriptif menggunakan pendekatan kualitatatif. Fokus penelitian yaitu sosialisasi dan pembelajaran tentang BUMDesa, pelaksanaan musyawarah desa dengan pokok bahasan BUMDesa, pendirian BUMDesa yang menjalankan bisnis sosial (sosial business) dan bisnis penyewaan (renting), analisis kelayakan usaha BUMDesa, pengembangan kerjasama kemitraan strategis, diversifikasi usaha dalam bentuk BUMDesa. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan BUMDesa Jaya Tirta sudah berjalan dengan baik sesuai dengan tahapan strategi pengelolaan BUMDesa yang telah dianjurkan oleh pemerintah dan menunjukkan adanya BUMDesa dapat menambah pendapatan asli desa. Adapun salah satu saran peneliti bagi pengurus BUMDesa Jaya Tirta yaitu agar perlunya membuka unit usaha baru pada bisnis keuangan seperti usaha simpan pinjam atau koperasi sesuai dengan tahapan akhir dalam strategi pengelolaan BUMDesa. Kata Kunci: Strategi Pengelolan, BUMDesa, PADesa. Abstract Villages in order to reduce their dependence on government assistance are required to be able to manage village potential. The potential of a well-managed village will provide great benefits for improving the village economy and the welfare of the community. Village potential can be managed through an institution called BUMDesa. One of them is BUMDesa Jaya Tirta in Gedongarum Village. BUMDesa Jaya Tirta runs a pumping / irrigation business by utilizing the water resources potential of the Bengawan Solo River which flows along the Gedongarum Village. The presence of BUMDesa Jaya Tirta aims to increase the agricultural output of Gedongarum Village while increasing the Original Income of Gedongarum Village. The constraints faced by BUMDesa Jaya Tirta in carrying out its business are related to the lack of capital to start the planting season. This type of research is descriptive using a qualitative approach. The focus of the research is the socialization and learning of BUMDesa, the implementation of village meetings with the BUMDesa subject matter, the establishment of BUMDesa which runs social businesses (leasing business) and leasing business, analysis of BUMDesa business feasibility, development of strategic partnership cooperation, business diversification in the form of BUMDesa. Research subjects were determined by purposive sampling technique. The technique of collecting data is by interview, observation and documentation. Analysis of data by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results showed that the BUMDesa Jaya Tirta management strategy had gone well in accordance with the management stages of BUMDesa management that had been recommended by the government and showed that BUMDesa could increase the villages original income. One of the researchers suggestions for the BUMDesa Jaya Tirta management is that the need to open a new business unit in the financial business such as a savings and loan business or cooperative is in line with the final stages in the BUMDesa management strategy. Keyword: Management Strategy, BUMDesa, PADesa
PENERAPAN SISTEM PERIZINAN ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN SIDOARJO/ GHINA RIDHO MUAFA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

AbstrakDinas Pennaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggunakan sebuah sistemperizinan baru dengan memanfaatkan e-government yaitu Sistem Perizinan Online Single Submission(OSS) yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam perizinan surat terkait investasi daerah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan sistem perizinan Online SingleSubmission (OSS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif. fokus penelitian menggunakan teori indikator dalam mewujudkan penerapan ElectronicGovernment menurut Rianto dkk yang terdiri dari ketersediaan data dan informasi pada pusat data, ketersediaan data dan informasi bagi kebutuhan promosi daerah, ketersediaan aplikasi E-Governmentpendukung pekerjaan kantor dan pelayanan publik dan ketersediaan aplikasi dialog publik dalam rangkameningkatkan komunikasi antar pemerintah, antara pemerintah dengan sektor swasta dan masyarakatmelalui aplikasi e-mail, SMS ataupun teleconference. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwapenerapan sistem perizinan Online Single Submission (OSS) di Dinas Penanaman Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo sudah berjalan dengan baik meskipun dalampelaksanaannya terdapat kendala-kendala, namun sudah dapat terselesaikan. Hal tersebut dapatdibuktikan dengan hasil analisis yang menggunakan indikator dalam mewujudkan penerapan ElectronicGovernment antara lain, indikator ketersediaan data dan informasi pada pusat data yaitu data daninformasi di pusat data telah tersimpan dengan baik melalui server dinas yang telah disediakan. Indikatorketersediaan data dan informasi bagi kebutuhan promosi daerah dimana Dinas DPMPTSP KabupatenSidoarjo telah melakukan berbagai cara untuk mempromosikan Sistem Perizinan OSS di berbagaiwilayah dan informasi yang diberikan telah terbilang lengkap dan akurat. Indikator ketersediaan aplikasiE-Government pendukung pekerjaan kantor dan pelayanan publik dimana inftatruktur dan teknologi yangdigunakan dalam penggunaan Sistem OSS di dinas DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo sudah memadai danmendukung penerapan sistem perizinan OSS itu sendiri. Kata Kunci: Penerapan Sistem, Perizinan, OSS, E-Goverment. AbstractThe One-Stop Integrated Investment and Service Office, uses a new licensing system known as TheOnline Single Submission (OSS) system. This system, aims to facilitate licensing related to regionalinvestments. This system thoroughly describes the application of The Online Single Submission (OSS)system at The One-Stop Integrated Investment and Service Office of Sidoarjo Regency. Type of researchmethod used is descriptive-qualitative, with focus on several Theory of Indicators to applying ElectronicGovernment. According to Rianto Et al, theory of indicators consists the availability of data andinformation on data centers, availability of data and information for regional promotion needs, availabilityof E-Government applications supporting office work and public services and the availability of publicdialogue applications in order to improve communication between governments, between the governmentand the private sector and the public through e-mail, SMS or teleconference applications. Data collectionmethods in a needs analysis includes: interview, observation, documentation and data reduction analyzed. The results of this research indicate that the implementation of the Online Single Submission (OSS)system in The One-Stop Integrated Investment and Service Office of Sidoarjo Regency has gone well andthe obstacles faced in its implementation have been resolved.This can be proven by the results of analysisusing indicators in implementing Electronic Government along with indicators of the availability of dataand information at the data center, which means data and information in the data center have been storedproperly through the service server that has been provided. Keywords: System Implementation, Licensing, OSS, E-Goverment.
Implementasi Layanan Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) Di Dinas Pendidikan Kota Surabaya YUDHISTIRO REKSO YUDHO; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Dinas Pendidikan Kota Surabaya menciptakan inovasi guna mendukung kinerja para pendidik. Inovasi yang adalah Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) yang bertujuan memudahkan para pendidik dalam pengurusan kenaikan pangkat dengan sistem online. Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) secara resmi diluncurkan pada tanggal 17 Mei 2017, merupakan inovasi pelayanan kenaikan pangkat pertama yang difokuskan pada tenaga pendidik atau guru dan satu-satunya di Kota Surabaya bahkan merupakan penggagas inovasi pertama layanan kenaikan pangkat di sektor Pendidikan di Indonesia. Implementor dalam layanan Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) adalah Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Sistem Kenaikan Pangkat Online melalui Aplikasi SIAGUS Di Dinas pendidikan Kota Surabaya. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori Implementasi untuk Electronic Government menurut Shams Rahman, Nahid Rashid, Aswini Yadlapalli, dan Li Yiqun (2014), yang meliputi Faktor Institusional, Faktor Terkait Sumber Daya, Faktor Terkait Akses, Faktor Hukum/Peraturan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan Implementasi Sistem Kenaikan pangkat Online melalui aplikasi SIAGUS di Dinas Pendidikan Kota Surabaya sudah cukup baik yang dipengaruhi oleh Komitmen dan Tingkat Stabilitas dari Politik tertinggi dalam meningkatkan pelayanan publik, dukungan penuh dari pemimpin instansi. Terkait Sumber Daya, operator dipilih dari internal Dinas Pendidikan Kota dan tidak menjalin kerjasama dengan pihak eksternal, tetapi perlu dibentuk PIC atau Penanggung Jawab ditiap sekolah. Dinas Pendidikan Kota Surabaya memberikan pelayanan selama 24 jam terhadap guru dan tenaga kependidikan yang dilakukan didunia maya. Akan tetapi masih banyak Guru yang belum maksimal memanfaatkan aplikasi SIAGUS. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan seperti masih terdapat tenaga pendidik yang belum maksimal menggunakan aplikasi SIAGUS. Serta mencantumkan cara penggunaan setiap fitur di dalam aplikasi dan mengembangkan sekaligus memperketat sistem keamanan aplikasi. Kata Kunci: Implementasi, Layanan, SIAGUSAbstractSurabaya City Education Agency creates innovations to support the performance of educators. Innovation which is the Surabaya Teacher Application System (SIAGUS) which aims to facilitate educators in the promotion of promotion with an online system. The Surabaya Teacher Application System (SIAGUS) was officially launched on May 17, 2017, is the first promotion service innovation that is focused on educators or teachers and the only one in the city of Surabaya is even the initiator of the first innovation of promotion services in the Education sector in Indonesia. The implementer of the Surabaya Teacher Application System (SIAGUS) service is the Surabaya City Education Agency. This study aims to describe and analyze the Implementation of the Online Promotion System through the SIAGUS Application at the Surabaya City Education Office. This type of research used in this research is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of his research uses Implementation theory for Electonic Government according to Shams Rahman, Nahid Rashid, Aswini Yadlapalli, and Li Yiqun (2014), which includes Institutional Factors, Resource Related Factors, Access Related Factors, Legal / Regulatory Factors with Purposive Techniques. Sampling. Data analysis techniques in this study used data analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions through interviews and documentation studies. The results of the study showed that the implementation of the Online Promotion System through the SIAGUS application in the Surabaya City Education Office was quite good which was influenced by the Commitment and Stability Level of the Highest Politics in improving public services, full support from the agency leaders. Regarding Resources, operators are selected from the internal City Education Office and do not collaborate with external parties, but a PIC or Person in Charge needs to be formed in each school. Surabaya City Education Agency provides 24-hour services for teachers and education staff conducted in cyberspace. However, there are still many teachers who have not utilized the SIAGUS application optimally. However, in its implementation there are still some shortcomings such as there are still educators who have not used the SIAGUS application optimally. As well as stating how to use each feature in the application and develop while tightening the application security system. Keywords: Implementation, Service, SIAGUS
INOVASI APLIKASI REKONSILIASI DATA KEPEGAWAIAN (AREK) DI BIDANG PENSIUN KANTOR REGIONAL II BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KOTA SURABAYA ADITYA GALUH PERSADA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Aplikasi Arek merupakan salah satu bentuk proses tranformasi menuju e-government yang dilaksanakan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya. Aplikasi Arek berfungsi untuk me-rekonsiliasi data calon pensiun PNS, dari yang sebelumnya data di kumpulkan dan di kolektif secara manual, beralih ke era digital yang menggunakan konsep paperless dimana data yang berasal dari pengurus langsung masuk ke aplikasi dan di verifikasi secara otomatis oleh aplikasi tersebut sehingga data yang diterima lengkap dan terintegrasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Inovasi Aplikasi Arek di Kantor Regional II BKN Kota Surabaya dan untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat dengan adanya inovasi tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah Teori Karakteristik Inovasi yang dikemukakan oleh Rokhman Ali (2011) yang terdiri dari 5 (lima) indikator, yaitu relative advantage (keuntungan relatif), image (gambaran), compability (tingkat kompabilitas), ease of use (kemudahan penggunaan), dan use intensions (intensitas penggunaan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Wawancara dilakukan dengan pihak BKN sebagai pemberi layanan dan pihak penghubung PNS sebagai penerima layanan, yaitu penghubung dari BKD Provinsi Jawa Timur dan BKD Kota Surabaya. Hasil penelitian membuktikan bahwa Kantor Regional II BKN Kota Surabaya telah berusaha untuk mempermudah pegawai di bidang pensiun dan mempermudah masyarakat (penghubung PNS) dibuktikan dengan diluncurkannya inovasi aplikasi Arek, Dengan Teori Karakteristik Inovasi dapat dianalis bahwa aplikasi Arek sudah berjalan dengan baik, karena dapat memangkas proses birokrasi dan mempermudah pekerjaan pegawai karena data pensiun telah tersistemasi dan terintegrasi. Dalam segi interaksi dan proses pelayanan menjadi lebih efektif dan fleksibel karena pihak penghubung PNS tidak memerlukan bertatap muka secara langsung dengan pegawai BKN, kecuali jika terdapat data yang bermasalah. Aplikasi Arek cukup user-friendly untuk dioperasikan oleh pemberi layanan maupun penerima layanan, meskipun pada awalnya dibutukan adaptasi teknologi karena faktor usia. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat saran terkait pelaksanaan inovasi Aplikasi Arek yaitu perlu adanya sosialisasi yang lebih untuk masyarakat (penghubung PNS) yang ada di Jawa Timur supaya aplikasi Arek menjadi lebih dikenal, serta perlu adanya perbaikan kualitas jaringan internet yang selama ini menjadi kendala aplikasi Arek. Kata Kunci: Inovasi, E-government, Aplikasi Kepegawaian. Abstract The Arek application is a form of the transformation process towards e-government implemented by the Regional Office II of BKN Surabaya. The Arek application functions to reconcile the data of prospective civil servant pensions, from which previously data was collected and collectively manually, shifting to the digital era using the paperless concept where data from administrators directly enters the application and is verified automatically by the application so that the data received is complete and integrated. The purpose of this study is to describe the Arek Application Innovation at the Regional Office II of BKN of Surabaya City and to find out how the publics response to the innovation. The type of research is descriptive using a qualitative approach. The theory used to analyze this research is the Innovation Characteristics Theory by Rokhman Ali (2011) which consists of 5 (five) indicators of relative advantage, image, compability, ease of use, and use intensions. The techniques of collecting data through interviews, documentation, and observation. Interviews were conducted with the BKN as the service provider and the government employees’ communicator as the service recipient, that is communicator from BKD of East Java Province and BKD of Surabaya City. The results of the research prove that the Regional Office II of BKN Surabaya City has tried to facilitate employees in the field of retirement and facilitate public (government employees’ communicator) as evidenced by the launch of the Arek application innovation. The Innovation Characteristics Theory can be analyzed that the Arek application has run well, because it can cut the process bureaucracy and simplify employee work because retirement data has been systemized and integrated. In terms of interactions and service processes, it becomes more effective and flexible because the government employees’ communicator does not require face-to-face meetings with BKN employees, unless there is problematic data. The Arek application is quite user-friendly to be operated by service providers and service recipients, although initially technology adaptation is needed because of age. Based on the results of the research, there are suggestions related to the implementation of Arek Application innovation such as, more socialization for the government employees’ communicator in East Java so that the Arek application becomes better known, as well as the need for improvement in the quality of the internet network which has been an obstacle for the Arek application. Keywords: Innovation, E-government, Employees Application.
INOVASI PROGRAM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DALAM LAYANAN IZIN USAHA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SIDOARJO RAMADHANI KARINA SURYADEVI; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

AbstrakDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah instansi pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dalam bidang perizinan usaha, Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo menggagas suatu inovasi yaitu, program Online Single Submission (OSS). Inovasi program Online Single Submission (OSS) merupakan inovasi terbaru dari pemerintah dalam bidang pelayanan perizinan berusaha, yang terintegrasi secara elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi program Online Single Submission (OSS). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori proses pembentukan inovasi yang dikemukakan oleh Arundel, Bloch dan Ferguson (2019) yang memiliki 6 (enam) indikator antara lain, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, dan Collecting Innovation Data for Single Innovations. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi program Online Single Submission (OSS) sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tata Kelola dan Inovasi pelaksanaan program sesudah sesuai dengan PP No. 24 Tahun 2018. Sumber Ide-ide Inovasi terdapat saran dan kritik dari pegawai maupun masyarakat untuk keberlangsungan program. Budaya inovasi pada program Online Single Submission (OSS) merupakan layanan yang terintegrasi secara elektronik, sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam memberikan perizinan usaha. Kemampuan dan Alat program Online Single Submission (OSS) cukup memumpuni tetapi, terdapat kekurangan pegawai. Sedangkan Tujuan, Hasil, Pendorong, dan Hambatan, tujuan dari dibentuknya program Online Single Submission (OSS) adalah untuk memudahkan pelaku usaha dalam mendapatkan perizinan usaha, terdapat juga hambatan seperti server yang sering down dan error. Dalam mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal, pihak dinas memberikan layanan OSS Mandiri dan OSS Lounge untuk keberlangsungan program Online Single Submission (OSS).Kata kunci: Inovasi, Perizinan Usaha, Online Single Submission (OSS)AbstractThe Department of Investment and Integrated Services One Stop Sidoarjo District is a local government agency Sidoarjo. In order to improve public services in the field of business permits, the Department of Investment and the One Stop service Sidoarjo district initiated an innovation, namely, Single Submission Online program (OSS). Innovation Online Single Submission (OSS) program is the latest innovation of the government in attempting integrated licensing services electronically. The purpose of this study was to describe innovation Single Submission Online (OSS) program. This type of research is descriptive qualitative approach. The theory used in this study there is the theory of the formation process of innovation proposed by Arundel, Bloch and Ferguson (2019), which has six (6) indicators, among others, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, and Collecting Data Innovation for Single Innovations. Data was collected through interviews, observation and documentation. The data analysis is carried out by data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that innovation Single Submission Online (OSS) program has been running well and in accordance with the applicable procedures. Governance and Innovation program in accordance with the PP Number 24 Year 2018 Source of Innovation contained ideas and suggestions from employees and the community for program sustainability. A culture of innovation in the Single Submission Online (OSS) program is an integrated serviceselectronically, so as to facilitate the community in providing business licensing. Abilities and Tools Single Submission Online (OSS) program qualified enough, however, there is a shortage of staff. While Objectives, Results, Drivers and Barriers, the purpose of the establishment of the Single Submission Online program (OSS) is to facilitate entrepreneurs in getting business permits, there are also obstacles such as a server that is frequently down and error. Innovation in collecting data for a single innovation, the office of service Independent OSS and OSS Lounge for Single Submission Online sustainability (OSS) program.Keyword: Innovation, Business Licensing, Online Single Submission (OSS)
INOVASI PROGRAM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DALAM LAYANAN IZIN USAHA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SIDOARJO RAMADHANI KARINA SURYADEVI; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

AbstrakDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah instansi pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dalam bidang perizinan usaha, Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo menggagas suatu inovasi yaitu, program Online Single Submission (OSS). Inovasi program Online Single Submission (OSS) merupakan inovasi terbaru dari pemerintah dalam bidang pelayanan perizinan berusaha, yang terintegrasi secara elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi program Online Single Submission (OSS). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori proses pembentukan inovasi yang dikemukakan oleh Arundel, Bloch dan Ferguson (2019) yang memiliki 6 (enam) indikator antara lain, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, dan Collecting Innovation Data for Single Innovations. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi program Online Single Submission (OSS) sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tata Kelola dan Inovasi pelaksanaan program sesudah sesuai dengan PP No. 24 Tahun 2018. Sumber Ide-ide Inovasi terdapat saran dan kritik dari pegawai maupun masyarakat untuk keberlangsungan program. Budaya inovasi pada program Online Single Submission (OSS) merupakan layanan yang terintegrasi secara elektronik, sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam memberikan perizinan usaha. Kemampuan dan Alat program Online Single Submission (OSS) cukup memumpuni tetapi, terdapat kekurangan pegawai. Sedangkan Tujuan, Hasil, Pendorong, dan Hambatan, tujuan dari dibentuknya program Online Single Submission (OSS) adalah untuk memudahkan pelaku usaha dalam mendapatkan perizinan usaha, terdapat juga hambatan seperti server yang sering down dan error. Dalam mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal, pihak dinas memberikan layanan OSS Mandiri dan OSS Lounge untuk keberlangsungan program Online Single Submission (OSS).Kata kunci: Inovasi, Perizinan Usaha, Online Single Submission (OSS)AbstractThe Department of Investment and Integrated Services One Stop Sidoarjo District is a local government agency Sidoarjo. In order to improve public services in the field of business permits, the Department of Investment and the One Stop service Sidoarjo district initiated an innovation, namely, Single Submission Online program (OSS). Innovation Online Single Submission (OSS) program is the latest innovation of the government in attempting integrated licensing services electronically. The purpose of this study was to describe innovation Single Submission Online (OSS) program. This type of research is descriptive qualitative approach. The theory used in this study there is the theory of the formation process of innovation proposed by Arundel, Bloch and Ferguson (2019), which has six (6) indicators, among others, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, and Collecting Data Innovation for Single Innovations. Data was collected through interviews, observation and documentation. The data analysis is carried out by data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that innovation Single Submission Online (OSS) program has been running well and in accordance with the applicable procedures. Governance and Innovation program in accordance with the PP Number 24 Year 2018 Source of Innovation contained ideas and suggestions from employees and the community for program sustainability. A culture of innovation in the Single Submission Online (OSS) program is an integrated serviceselectronically, so as to facilitate the community in providing business licensing. Abilities and Tools Single Submission Online (OSS) program qualified enough, however, there is a shortage of staff. While Objectives, Results, Drivers and Barriers, the purpose of the establishment of the Single Submission Online program (OSS) is to facilitate entrepreneurs in getting business permits, there are also obstacles such as a server that is frequently down and error. Innovation in collecting data for a single innovation, the office of service Independent OSS and OSS Lounge for Single Submission Online sustainability (OSS) program.Keyword: Innovation, Business Licensing, Online Single Submission (OSS)
EFEKTIVITAS PELAYANAN GERAKAN TENGOK BAWAH MASALAH KEMISKINAN (GERTAK) DI KABUPATEN TRENGGALEK RIZKI ROUDLOTUL JANNAH; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan yang memuaskan menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat, termasuk pelayanan di bidang kesejahteraan sosial. Gerakan Tengok Kebawah Masalah Kemiskinan menjadi salah satu program pelayanan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, pelayanan ini bertujuan untuk melayani dan mengakomodasi keluhan masyararakat miskin dan rentan miskin Kabupaten Trenggalek sehingga akan memudahkan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas dari pelayanan GERTAK di Kabupaten Trenggalek. Kelompok sasaran dari penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Trenggalek yang pernah atau sedang menjalani pelayanan di GERTAK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari peneltian ini adalah masyarakat Kabupaten Trenggalek yang pernah dan sedang menjalani pelayanan di GERTAK yang berjumlah 1.849 orang dan sampel yang menjadi target penelitian sejumlah 82 orang dengan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner (angket), observasi dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa efektivitas pelayanan GERTAK di Kabupaten Trenggalek berjalan efektif dengan persentase 80,7%. Indikator efektivitas tertinggi terdapat pada sarana dan prasarana dengan persentase 84,4% dan apabila di klasifikasi menurut kelas interval efektivitas masuk pada nilai 81,00%-100% atau sangat efektif. Sedangkan indikator terendah adalah pengelolaan pengaduan pelayanan yang mendapat persentase 72,1% atau efektif. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah selain mempertahankan performa yang baik, tetapi juga lebih menggiatkan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat Kabupaten Trenggalek, dibuatkannya skema pelayanan yang ditaruh di titik-titik tertentu di seluruh wilayah kabupaten serta menambah beberapa fasilitas seperti parkir mobil dan AC. Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan Publik, GERTAK Abstract Satisfactory services are one indicator of the success of the government in accommodating the needs of the community, including services in the field of social welfare. Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (GERTAK) is one of the service programs of the Trenggalek Regency Government to improve the welfare of its people, this service aims to serve and accommodate complaints from the poor and vulnerable poor people of Trenggalek Regency so that it will facilitate the government to alleviate poverty in the region. The purpose of this research is to find out and describe the effectiveness of GERTAK services in Trenggalek Regency. The target group of this research is the people of Trenggalek Regency who have or are currently serving in GERTAK. This research is a descriptive study with a quantitative approach. The population of this research is the people of Trenggalek Regency who have and are currently undergoing services at GERTAK, amounting to 1,849 people and the sample of the research target is 82 people with accidental sampling technique. Data collection techniques used were through questionnaires, observation and interviews. The results of the study stated that the effectiveness of GERTAK services in Trenggalek was effective with a percentage of 80.7%. The highest indicator of effectiveness is found in facilities and infrastructure with a percentage of 84.4% and when classified according to class the effectiveness interval is entered at a value of 81,00% -100% or very effective. While the lowest indicator is the management of service complaints that gets a percentage of 72.1% or effective. The advice given by the researchers is not only to maintain good performance, but also to intensify overall socialization to the people of Trenggalek Regency, to create a service scheme that is placed at certain points throughout the district and to add some facilities such as car parking and air conditioning. Keywords: Effectiveness, Public Services, GERTAK