Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Sistem Pelayanan Masyarakat (SemPelMas) dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi di Kelurahan Jagalan Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto ENDIRA ARVIANTY; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Hadirnya e-Government sebagai upaya menciptakan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Seperti yang dilakukan oleh Kelurahan Jagalan dengan meluncurkan sebuah inovasi dalam pelayanan administrasi berbasis android yang dinamakan aplikasi SemPelMas. Diluncurkannya inovasi tersebut merupakan komitmen dan menjawab permasalahan yang masih terjadi di Kelurahan Jagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi Sistem Pelayanan Masyarakat dalam meningkatkan pelayanan administrasi di Kelurahan Jagalan Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus dalam penelitian ini yaitu faktor sukses inovasi e-Government oleh Kalvet (2012) yang terdiri dari enam variabel, meliputi leadership and public sector competencies, adequate funding, legislative and regulatory support, development (strategic) information technology infrastructure, public-private partnership, serta private sector competencies. Teknis pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi aplikasi SemPelMas sukses dilaksanakan di Kelurahan Jagalan yang mana mempermudah masyarakat melakukan pelayanan administrasi dan berdasarkan faktor sukses inovasi e-Government oleh Kalvet, yaitu: 1) Leadership and public sector competencies, Kelurahan Jagalan dalam pembuatan inovasi ini merupakan komitmen dan rasa tanggung jawab pemimpin serta seluruh pegawai berkompeten dalam melaksanakan. 2) Adequate funding, pembuatan inovasi masih menggunakan dana yang berasal dari swadaya pegawai dan kurang memadai apabila untuk mengembangkan inovasi. 3) Legislative and regulatory support, tidak terdapat peraturan dasar khusus dan masih umum namun telah ada SOP walau hanya versi lisan. 4) Development (strategic) information technology infrastructure, dalam aplikasi memakai peragkat keras, perangkat lunak, dan sistem keamanan yang menjamin data masyarakat serta fitur tanda tangan digital semakin mempermudah pelayanan. 5) Public-private partnership, tidak ada kemitraan dalam pelaksanaan hanya koordinasi dengan beberapa pihak. 6) Private sector competencies, anggota karang taruna Kelurahan Jagalan berkompeten dalam membantu pegawai kelurahan mensosialisasikan inovasi aplikasi SemPelMas kepada masyarakat. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah dengan mengusahakan kerjasama lebih serius dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Mojokerto dan media massa lain di Kota Mojokerto serta dengan begitu dapat diadopsi oleh kelurahan lain untuk segera diintegrasikan dengan sistem pusat. Kata Kunci: e-Government, Inovasi Pelayanan, Aplikasi SemPelMas
PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT MELALUI SISTEM LAYANAN SURAT KETERANGAN ELEKTRONIK (E-SUKET) DI KELURAHAN POJOK KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI REGITA ADE IRAWAN; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n3.p%p

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, Walikota Kota Kediri bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri menciptakan dan mengembangkan sebuah inovasi dalam pelayanan publik yaitu Surat Keterangan Elektronik (E-Suket) yang berbasis aplikasi dan website. E-Suket merupakan sistem layanan pembuatan surat keterangan online yang dapat digunakan oleh seluruh warga di Kota Kediri tanpa harus datang dan mengantri di kantor Kelurahan. Tidak hanya digunakan oleh warga, E-Suket juga digunakan oleh petugas kelurahan dalam pembuatan surat keterangan. Salah satu kelurahan di Kota Kediri yang menerapkan E-Suket adalah Kelurahan Pojok. Kelurahan Pojok merupakan kelurahan pertama yang berhasil dalam uji coba penerapan E-Suket di Kota Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan Sistem Layanan Surat Keterangan Elektronik (E-Suket) di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk menganalisis penelitian ini digunakan 3 faktor keberhasilan penerapan electronic government oleh Hafid (2017) yang meliputi Institutional Success Factor, Organizational Success Factor, Technological Success Factor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Suket di Kelurahan Pojok sudah berjalan dengan baik. Hal tersebut didukung berdasarkan faktor-faktor keberhasilan penerapan electronic government menurut Hafid (2017). Pada faktor otoritas pemimpin, seorang pemimpin di Kelurahan Pojok memiliki pengaruh yang begitu besar dalam memberikan pelayanan melalui E-Suket. Selanjutnya pada faktor Standard Operating Procedur (SOP), penerapan E-Suket di Kelurahan Pojok telah dilakukan berdasarkan SOP yang telah ditetapkan. Faktor selanjutnya yaitu keahlian teknologi dan infrastruktur teknologi. Penerapan E-Suket di Kelurahan Pojok telah didukung dengan sumber daya manusia dan peralatan yang memadai. Namun pada fiturnya, tidak semua jenis surat keterangan ada pada aplikasi E-Suket. Pada faktor manajemen proyek dan finansial sudah berjalan dengan baik dan tidak ada masalah terhadap anggaran. Kata Kunci:Pelayanan Publik, Electronic Government, E-Suket.
INOVASI PELAYANAN PECEL ANDOK (PELAYANAN CEPAT KELILING ADMINISTRASI DOKUMEN KEPENDUDUKAN) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA MADIUN PURI KARNIA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n3.p%p

Abstract

Inovasi pelayanan Pecel Andok (Pelayanan Cepat Keliling Administrasi Dokumen Kependudukan) merupakan sebuah inovasi yang diciptakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Madiun dalam memberikan pelayanan pengurusan semua dokumen kependudukan dan akta-akta pencatatan sipil yang dapat langsung diterbitkan ditempat dengan keliling ke setiap kelurahan dan tempat umum menggunakan sarana mobil keliling di Kota Madiun. Pelayanan ini diciptakan untuk mengatasi permasalahan pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil yang dirasa masih kurang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi pelayanan Pecel Andok (Pelayanan Cepat Keliling Administrasi Dokumen Kependudukan) di Dispendukcapil Kota Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komponen kapasitas inovasi menurut Prof. Y. Emery et al., dalam Trends And Challenges Towards Innovative Public Services (2015:4-10) yang memiliki 5 (lima) indikator antara lain, Innovative Culture, Leadership, Expert Knowledge,Stake Holder Engagement, Innovative Work Design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Dinas Kependudukan da Pencatatan Sipil Kota Madiun telah memenuhi lima komponen kapasitas inovasi serta dalam pelaksanannya sudah berjalan dengan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanannya baik dari faktor internal maupun eksternal. Budaya inovatif telah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Kepemimpinan memiliki andil yang besar dengan menempatkan diri sebagai contoh, koordinator dan motivator. Pengetahuan ahli menunjukkan bahwa penanggungjawab serta pelaksananya cukup mumpuni. Keterlibatan pemangku kepentingan semua mendukung tetapi terkadang pihak RT lupa untuk memberitahukan jadwal pelaksanaan dan juga terkadang masih ada trouble jaringan dari pusat. Desain kerja yang inovatif telah diterapkan dengan baik. Kata kunci: Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan, Pecel Andok
IMPLEMENTASI APLIKASI LAYANAN PASPOR ONLINE DI KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS TEMPAT PEMERIKSAAN IMIGRASI (TPI) SURABAYA DALAM UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK FARISA RAMADHANI; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n3.p%p

Abstract

Abstrak Kementrian Hukum dan HAM serta Direktorat Jenderal Imigrasi berupaya dalam meningkatkan pelayanan publik dengan inovasi aplikasi layanan paspor online. Inovasi ini dilatarbelakangi dengan adanya keluhan masyarakat dalam antrian paspor secara manual. Dalam pengimplementasian aplikasi layanan paspor online terdapat masalah karena terbatasnya kuota permohonan paspor yang berdampak aplikasi paspor mengalami eror. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengimplementasian aplikasi layanan paspor online di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya dalam upaya peningkatan pelayanan publik. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penyimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan teori Eman dan Hamdan (2009) bahwa implementasi aplikasi layanan paspor online berjalan baik dengan langkah yang dilakukan yaitu disepakatinya kerangka e-government berupa identifikasi masalah dan rencana e-layanan yang diberikan kepada masyarakat berupa aplikasi paspor online, langkah kedua mengembangkan infrastruktur TIK berupa perangkat dan pendukung fisik, selanjutnya adalah regulasi berupa kebijakan dan peraturan yang telah ditetapkan dengan diterbitkannya SE NO.IMI-UM.01.01-4166 dan SOP NO.IMI-GR.01-01-1383, langkah keempat mengembangkan sumber daya manusia dengan pelatihan pegawai dan langkah terakhir kerangka desain manajemen organisasi berupa struktur organisasi. Kesimpulan dari penelitian masih terdapat kendala dalam pengimplementasi terkait sosialisasi layanan paspor online yang belum merata kepada masyarakat dan aplikasi sering mengalami eror karena terbatasnya kuota antrian. Saran /peneliti adalah aplikasi layanan paspor online ini perlu adanya sosialisasi, memperhatikan perawatan aplikasi dan penambahan kuota antrian sehingga menghindari adanya pungli (calo). Kata Kunci: Pelayanan Publik, E-Government
INOVASI APLIKASI GOBIS DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA MOCHAMAD RENDY RAMADHANA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n3.p%p

Abstract

Abstrak Dinas Perhubungan Kota Surabaya meluncurkan sebuah inovasi dengan memanfaatkan electronic government yaitu aplikasi GOBIS untuk Suroboyo Bus yang berbasis android dan ios. Tujuan dengan diluncurkannya aplikasi GOBIS untuk memepermudah masyarakat dalam menggunakan transportasi umum dan menarik minat masyarakat yang nantinya akan mengurangi jumlah kendaraan bermotor penyebab kemacetan di Kota Surabaya. Penelitian ini memiliki tujuan mendiskripsikan dan menganalisis inovasi aplikasi GOBIS di Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Jenis pnelitian yang digunakan adalah penlitian deskripitf dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori manajemen inovasi menurut Utomo yang terdiri dari eksplorasi ide dan kebutuhan inovasi, inkubasi inovasi, diseminasi atau difusi inovasi, adopsi/replikasi/modifikasi inovasi, dan aktualisasi inovasi. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Bogdan dan Biklen, antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, inovasi pelayanan aplikasi GOBIS yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya sudah berjalan dengan baik meskipun dalam pelaksanannya terdapat kendala, namun sudah dapat terselesaikan. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis 1) Eksplorasi ide dan Kebutuhan Inovasi, Dinas Perhubungan Kota Surabaya dalam menciptakan inovasinya berdasarkan kebutuhan masyarakat terkait pelayanan transportasi milik pemerintah. 2) Inkubasi Inovasi atau persiapan penerapan inovasinya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya dalam penerapan aplikasi GOBIS telah menyiapkan berbagai kebutuhan. . 3) Diseminasi/Difusi inovasi, dalam penyebaran inovasinya Dinas Perhubungan Kota Surabaya menggunakan sistem langsung bertemu dengan masyarakat pada kegiatan rutin Kota Surabaya. 4) Adopsi/Replikasi/Modifikasi inovasi, Dinas Perhubungan Kota Surabaya dalam tahap ini memiliki prosedur yang harus dijalankan oleh instansi lain ketika akan mengadopsi aplikasi GOBIS. 5) Aktualisasi inovasi, Dinas Perhubungan Kota Surabaya dalam penerapan aplikasi GOBIS agar berjalan dengan lancar melakukan kegiatan monitoring dan juga evaluasi yang dilakukan setiap satu bulan sekali. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Manajemen inovasi, Aplikasi GOBIS Abstract Surabaya City Transportation Department launched an innovation by utilizing electronic government, the GOBIS application for Suroboyo Bus based on android and ios. The goal with the launch of the GOBIS application is to facilitate the public in using public transportation and attract public interest which in turn will reduce the number of motor vehicles that cause congestion in the city of Surabaya. This study aims to describe and analyze the innovation of GOBIS applications in the Surabaya City Transportation Department. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of research uses innovation management theory according to Utomo, which consists of the exploration of ideas and innovation needs, innovation incubation, dissemination or diffusion of innovation, adoption / replication / modification of innovations, and actualization of innovation. Data collection techniques are interview, observation, and documentation techniques that are analyzed using data analysis techniques according to Bogdan and Biklen, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of this study indicate that the innovation of GOBIS application services owned by the Surabaya City Transportation Department has been going well even though there are obstacles in the implementation, but it has been resolved. This is evidenced by the results of the analysis using innovation management factors, among others, 1) Exploration of ideas and Innovation Needs, Surabaya City Transportation Agency in creating innovation based on community needs related to government transportation services. 2) Innovation Incubation or preparation for the application of innovation, Surabaya City Transportation Department in implementing the GOBIS application has prepared various needs. . 3) Dissemination / Diffusion of innovations, in spreading its innovations the Surabaya City Transportation Department uses a system of directly meeting with the community in the routine activities of the City of Surabaya. 4) Adoption / Replication / Modification of innovation, Surabaya City Transportation Department in this stage has a procedure that must be carried out by other agencies when adopting the GOBIS application. 5) Actualization of innovation, Surabaya City Transportation Department in implementing the GOBIS application so that it runs smoothly and conducts monitoring and evaluation activities which are conducted once a month Keywords: Public Services, Innovation Management, GOBIS Application
INOVASI PELAYANAN ELEKTRONIK SISTEM KESEHATAN LAMONGAN (E-SIKLA) DALAM MENINGKATKAN LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN Merry Putri Sodani; Eva Hany Fanida
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Permasalahan pada pelayanan publik sendiri telah lama disoroti oleh Ombudsman Republik Indonesia. Setiap daerah berlomba menciptakan inovasi untuk memaksimalkan kualitas pelayanan yang sesuai dengan standar pelayanan. Salah satu konsep yang digunakan untuk menciptakan inovasi tersebut adalah e-government yang mengusung konsep digital seperti E-sikla. Aplikasi e-SIKLA merupakan bentuk pengembangan dan kombinasi dari aplikasi terdahulu, yaitu Simpustronik dan SIKDA generik yang outputnya memfasilitasi pendataan pasien berdasarkan karekteristik yang diharapkan pengguna; bisa menjadi daya dukung bagi petugas dan pengarsipan. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan adalah strategi inovasi digital menurut Nylen dan Holmstrom (2015), meliputi produk, lingkungan, dan organisasi. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi kepada populasi penelitian yaitu pegawai Puskesmas Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Melalui metode analisis kualitatif, diperoleh hasil bahwa inovasi pelayanan kesehatan melalui konsep digital yang diwujudkan pada keberadaan e-SIKLA, berlangsung dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya e-SIKLA ini, pelayanan yang akan diberikan kepada pasien atau masyarakat menjadi lebih cepat, mudah, efektif dan efisien. Aplikasi didukung oleh petugas Puskesmas yang sudah diberi pelatihan dan koordinasi Puskesmas dengan pihak-pihak lain seperti operator jaringan, BPJS, dan kantor pengelola data elektronik. Saranpenelitian adalah kesadaran pegawai terkait penginputan data kesehatan pasien, ketegasan kepala puskesmas terhadap pegawainya agar tepat waktu dalam menginput data kesehatan pasien, dan koordinasi dengan BPJS kesehatan untuk menangani gangguan P-Care, serta menggali ide-ide perkembangan e-SIKLA sebagai bentuk perbaikan untuk ke depannya. Kata kunci: inovasi pelayanan elektronik, pelayanan kesehatan puskesmas Puskesmas is one of the public service facilities in the health sector. Problems with the public service itself have long been highlighted by ORI. Every region competes to create innovation to maximize service quality in accordance with service standards. One of the concepts used to create such innovations is e-government which carries digital concepts such as E-Sikla. The e-SIKLA is a development and combination of previous applications, namely the Simpustronik and SIKDA generic in which the outputs facilitate patient data collection based on the characteristics that the user needs; and can encourage officers’ capacity and archive. This research is a descriptive type, with a qualitative approach. The theory used is a digital innovation strategy according to Nylen and Holmstrom (2015), covering products, environments, and organizations. Data were collected through interviews, observation, and documentation techniques to the Kedungpring Health Center staff, Lamongan district as this research population. Through the qualitative analysis method, the results are obtained that the innovation of health services through digital concepts embodied in the existence of e-SIKLA has been going well. The results show that the application of e-SIKLA makes the services provided is faster, easier, effective, and efficient. The e-SIKLA application is supported by Puskesmas staff who have been trained and coordinated with other parties such as network operators, BPJS, and electronic data management offices. This study suggests the employee's awareness related to inputting patient health data, the assertiveness of puskesmas heads to their employees in order to be timely in inputting patient health data,coordination between Puskesmas, the IT Team and BPJS (if necessary) to deal with disruptions P-Care, and discuss the development of the application of e-SIKLA for improvement in the future. Keywords: electronic service innovation, health center health services
Inovasi Layanan e-SIM (Elektronik Surat Izin Mengemudi) Sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan di Kepolisian Resort Kota Sidoarjo Vivi Fidianingsih; Eva Hany Fanida
Publika Vol 8 No 5 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n5.p%p

Abstract

Polresta Sidoarjo selaku badan keamanan negara yang memiliki wewenang untuk menjaga keamanan negara serta memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Polresta Sidoarjo menciptakan suatu inovasi e-SIM yang berguna untuk memudahkan masyarakat dalam proses pembuatan dan perpanjangan SIM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendiskripsikan dan menjelaskan serta menggambarkan bagaimana inovasi layanan e-SIM di Polresta Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitin ini yaitu deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini fokus penelitian pada teori adopsi inovasi pemerintah oleh Taehyon Choi dan Susan Mayers Chandler yaitu: latar belakang terjadinya inovasi e-government, pendahulu inovasi e-government yang terdiri dari struktur pendahulu dan perilaku pendahulu, serta faktor impelementasi e-government. Latar belakang terjadinya inovasi e-SIM Polresta Sidoarjo yaitu adanya perkembangan teknologi yang pesat serta masalah pelayanan SIM seperti terjadi antri panjang selama pembuatan SIM manual sehingga Polresta Sidoarjo menciptakan inovasi aplikasi e-SIM untuk memudahkan layanan SIM. Struktur pendahulu merupakan hasil inovasi yang diciptakan yaitu berupa aplikasi berbasis android yang dapat digunakan untuk mengajukan permohonan layanan SIM, aplikasi ini yaitu e-SIM yang dapat digunakan setelah para pengguna mengunduh aplikasi tersebut di smartphone. Perilaku terdahulu merupakan upaya tindakan yang dilakukan untuk keberhasilan inovasi dari pihak sumber daya manusia, dalam inovasi e-SIM ini dilakukan pelatihan terlebih dahulu kepada para pegawai dan simulasi untuk meluncurkan aplikasi e-SIM. Faktor implementasi dari aplikasi e-SIM yaitu sering terjadinya antrian panjang serta adanya percaloan dalam pembuatan SIM di Polresta Sidoarjo. Kata Kunci: Inovasi Pelayanan, Pelayanan e-SIM dan Adopsi inovasi. Abstract Polresta Sidoarjo as the state security agency which has the authority to maintain state security and provide services to the community. The Sidoarjo Police Department created an e-SIM innovation that is useful to facilitate the community in the process of making and extending SIM. This study aims to determine, describe and explain and describe how the e-SIM service innovation in the Sidoarjo Police. The method used in this research is descriptive qualitative. In this study, the focus of research on the theory of government innovation adoption by Taehyon Choi and Susan Mayers Chandler is: the background of the occurrence of e-government innovation, the predecessors of e-government innovation which consists of predecessor structures and predecessor behaviors, as well as e-government implementation factors. The background for the innovation of e-SIM at the Sidoarjo Police is the rapid development of technology and SIM service problems such as long queues during manual SIM creation so that the Sidoarjo Police has created an e-SIM application innovation to facilitate SIM services. The predecessor structure is the result of an innovation created in the form of an android-based application that can be used to apply for SIM services, this application is an e-SIM which can be used after users download the application on a smartphone. The previous behavior is an action taken for the success of innovation on the part of human resources, in this e-SIM innovation, prior training is carried out for employees and a simulation to launch the e-SIM application. The implementation factor of the e-SIM application is the frequent occurrence of long queues and brokering in making SIM at the Sidoarjo Police. Keywords: Service Innovation, e-SIM Service and Innovation Adoption.
INOVASI PELAYANAN “JOSS BANGET MAS” (JEMPUT ONLINE SINGLE SUBMISSION BERSAMA INSTANSI TERKAIT DAN MALAM HARI BISA) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BLITAR Ayu Apriliana Puspita Styareni; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p63-76

Abstract

Pelayanan yang efektif dan efisien adalah tuntutan dari masyarakat kepada instansi pemerintah dalam memberikan pelayanannya. DPMPTSP Kabupaten Blitar merupakan salah satu instansi pemerintah yang meluncurkan inovasi pelayanan publik. Inovasi yang diluncurkan oleh DPMPTSP adalah Pelayanan Joss Banget Mas, yaitu Jemput Online Single Submission Bersama Instansi Terkait dan Malam Hari Bisa. Inovasi ini merupakan bukti bahwa DPMPTSP Kabupaten Blitar telah melakukan percepatan pelayanan dan sekaligus menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Jauhnya lokasi kantor yang berada di tengah kota serta persyaratan yang belum diketahui banyak masyarakat menjadi dasar diluncurkannya inovasi Joss Banget Mas. Tujuan dari penelitian ini guna mendeskripsikan terkait pelayanan Joss Banget Mas. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif merupakan jenis penelitian yang dipilih oleh peneliti dengan pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi pelayanan Joss Banget Mas telah beroperasi dengan baik dan sesuai dengan kebijakan PP No. 24 Tahun 2018. Selanjutnya sumber ide-ide inovasi mendapatkan masukan dari pegawai maupun masyarakat. Budaya inovasi pada inovasi Joss Banget Mas adalah penyederhanaan syarat-syarat sehingga memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan perizinan usahanya. Selanjutnya kemampuan dan alat inovasi Joss Banget Mas cukup memadahi tetapi terdapat kekurangan pada bagian alat yang digunakan. Kemudian tujuan, hasil, pendorong dan hambatan adalah untuk mempermudah pelaku usaha dalam memperoleh perizinan berusaha, hambatannya yaitu sering terjadi error dan down pada server OSS. Terakhir, DPMPTSP Kabupaten Blitar mengadakan pelayanan mandiri kepada masyarakat guna mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal. Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan Publik, Pelayanan Joss Banget Mas, Online Single Submission (OSS). Effective and efficient services are demands from the community on government agencies in providing their services. DPMPTSP Blitar regency of the government agencies that has launched public service innovations. The innovation launched by the DPMPTSP Blitar Regency call as Joss Banget Mas Service with Online Single Submission Delivery with Related Agencies and Can Night. This innovation is proof that the DPMPTSP Blitar Regency and at the same time answers the problems faced by the community. The remote location of the launch of the Joss Banget Mas innovation. The purpose of this research is to describe the services related to Joss Banget Mas. Descriptive research with a qualitative approach is the type with the data collection techniques using observation, interviews, documentation and literature study. The results showed that the Joss Banget Mas service innovation had operated well and was in accordance with applicable policies. The second indicator of governance and innovation in its implementation is in accordance with PP. 24 of 2018. Furthermore, sources of innovative ideas get input from employees and the public. The culture of innovation in Joss Banget Mas innovation is the simplification of the requirements so that it makes it easier for the public to register business licenses. Furthermore, the capabilities and innovation tools of Joss Banget Mas were sufficient but there were shortcoming in the parts of the tools used. Then the objectives, results, drivers and obstacles are to make it easier for business actors to obtain business licenses, there are also obstacles, namely frequent errors and downs on the OSS server. Finally, DPMPTSP Blitar Regency provides independent services to the community to collect innovation data for a single innovation. Keywords: Innovation, Public Service, Joss Banget Mas Service, Online Single Submission (OSS)
INOVASI PELAYANAN GO-PLOONG (GO-PELAYANAN LIMBAH CAIR DOMESTIK ONLINE GRESIK) DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KABUPATEN GRESIK Nesia Salsabilla; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p185-198

Abstract

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat, maka pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat terus mengalami pembaharuan. Pelayanan publik berbasis teknologi mulai dikembangkan pemerintah sejak menerapkan electronic government di Indonesia. Salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Gresik khususnya pelayanan limbah cair domestik. Banyaknya rumah tangga di perkotaan yang melakukan berbagai aktivitas rumah tangga menghasilkan limbah cair domestik. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik meluncurkan inovasi dengan memanfaatkan electronic government yakni Go-Ploong (Go-Pelayanan Limbah Cair Domestik Online Gresik) dikelola oleh Unit Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Limbah Cair Domestik. Go-ploong merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Yakni untuk mempercepat penanganan pengendalian pencemaran air dan tanah lalu di olah di IPLT sehingga tercipta sanitasi aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Inovasi Pelayanan Go-Ploong di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara secara daring, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi pelayanan go-ploong di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik dalam pelaksanaanya telah memenuhi kriteria inovasi. Pada kriteria memiliki kebaruan, go-ploong dianggap sebagi pioneer sarana pengangkut limbah cair domestik berbasis daring di Indonesia. Kriteria efektif, go-ploong berupaya untuk menjangkau masyarakat di Kabupaten Gresik. Kriteria bermanfaat, memberikan kemudahan dengan fasilitas online dan data pengguna jasa terfasilitasi. Kriteria dapat ditransfer/direplikasi, penyelenggara publik yang belajar dari pengalaman pelaksanaan MIS go-ploong. Kriteria berkelanjutan, go-ploong layak untuk menjadi inovasi berkelanjutan karena mendapat dukungan program serta anggaran. Kata kunci : Inovasi Pelayanan, Limbah Cair, Go-ploong. Along with the increasing needs of the community, the services provided by the government to the community continue to be renewed. Technology-based public services began to be developed by the government since implementing electronic government in Indonesia. One of them is the Gresik Regency Government, especially domestic liquid waste services. The number of urban households doing various household activities produces domestic liquid waste. Following up on this, the Gresik Government through the Gresik Regency Public Works and Spatial Office launched an innovation by utilizing the electronic government namely Go-Ploong (Go-Gresik Online Domestic Liquid Waste Service) managed by the Technical Implementation Unit of Domestic Liquid Waste Management. Go-ploong is one of the efforts of the Gresik Regency Government to control environmental pollution. Namely to accelerate the handling of water and soil pollution control and then processed in IPLT so that it creates safe sanitation. The purpose of this research is to describe The Innovation of Go-Ploong Services at the Gresik Regency Public Works and Spatial Office. This research uses qualitative descriptive method with data collection techniques, namely through online interviews, literature studies, and documentation. The results of this study show that the innovation of go-ploong services in the Gresik Regency Public Works and Spatial Office in its implementation has met the innovation criteria. In the criteria of novelty, go-ploong is considered as a pioneer of domestic liquid waste transport facilities based online in Indonesia. Effective criteria, go-ploong seeks to reach the community in Gresik Regency. Useful criteria, providing convenience with online facilities and facilitated service user data. Criteria can be transferred / replicated, public organizers who learn from the experience of mis go-ploong implementation. Sustainable criteria, go-ploong deserves to be a sustainable innovation because it gets program support as well as budget. Keywords: Service Innovation, Liquid Waste, Go-ploong.
INOVASI APLIKASI TRANSPORTASIKU DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA Kholilah Danarratoe Kharima; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p199-214

Abstract

Penggunaan teknologi saat ini dibutuhkan dalam bidang pelayanan publik. Seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat maka pemerintah sebagai penyedia layanan publik terus melakukan pembaruan terhadap perubahan pelayanan yang diberikan agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan informasi. Salah satu penerapan e-government oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya adalah inovasi aplikasi TransportasiKu yang bertujuan untuk memberikan layanan informasi terkait lalu lintas dan transportasi umum yang ada di Surabaya secara terkini, praktis, lebih cepat dengan satu aplikasi yang memuat semua informasi melalui genggaman smartphone. Penelitian ini menganalisa menggunakan indikator measuring the quality of e-government from the user prespective (Kozák, 2018) dengan enam indikator yaitu ease of use, content and appearance of the information, reliability, citizen support, trust/security, support in completing forms. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif, teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi dan teknik analisa data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi ini mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat sebagai pengguna karena dapat memberikan layanan informasi yang dibutuhkan namun masih ada juga gangguan dalam penggunaannya. Indikator pertama, kemudahan penggunaan dirasa para pengguna sangat mudah digunakan untuk setiap saat. Indikator kedua, isi dan tampilan informasi yang dihadirkan sederhana dan lengkap. Indikator ketiga keandalan, pada aplikasi ini server yang digunakan masih kurang cukup. Indikator keempat dukungan masyarakat untuk halaman bantuan tidak tersedia hanya ada kolom komentar. Indikator kelima kepercayaan/keamanan, tidak menyertakan informasi pribadi sehingga aman. Indikator keenam dukungan dalam pengisian, formulir aplikasi ini berbasis informasi tanpa perlu pengisian formulir data para penggunanya. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Inovasi, E-Government, TransportasiKu The use of technology is currently needed in the field of public services. Along with the increasing needs of the community, the government as a public service provider continues to make updates to changes in the services provided to make it easier for the public to get information services. One of the applications of e-government by the Surabaya City Department of Transportation is the TransportationKu application innovation which aims to provide information services related to traffic and public transportation in Surabaya in an up-to-date, practical, faster way with one application that contains all information through the grip of a smartphone. This study analyzes using indicators measuring the quality of e-government from the user perspective (Kozák, 2018) with six indicators, namely ease of use, content and appearance of the information, reliability, citizen support, trust/security, support in completing forms. This research uses descriptive research with qualitative methods, interview data collection techniques, observation, documentation and data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion / verification. The results of this study indicate that this application has received a fairly good response from the public as a user because it can provide the information services needed, but there are still disturbances in its use. The first indicator, ease of use, is felt by users to be very easy to use at any time. The second indicator, the content and display of the information presented is simple and complete. The third indicator is reliability, in this application the server used is still insufficient. The fourth indicator of community support for the help page is not available, only a comment column. The fifth indicator is trust / security, does not include personal information so it is safe. The sixth indicator of support in filling in this application form is information-based without the need to fill out user data forms. Keywords: Public Service, Innovation, E-Government, TransportasiKu