Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMPOS AMPAS TEH DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCHOY (BRASSICA CHINENSIS L.) DENGAN SISTEM PERTANIAN VERTIKULTUR Rayhan Zahra Fatin; Eny Fuskhah; Rosyida Rosyida
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7904

Abstract

Pakchoy (Brassica chinensis L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura jenis sayuran yang banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Tingginya permintaan pasar tidak sebanding dengan tingkat produksi pakcoy yang tergolong relatif rendah. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa faktor penghambat, salah satunya konversi lahan pertanian dalam skala besar yang berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses budidaya tanaman dapat menyebabkan kualitas tanah dan hasil produksi cenderung tidak baik. Solusi untuk permasalahan tersebut adalah penggunaan komposisi media tanam organik yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dengan menggunakan sistem pertanian vertikultur. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian kompos ampas teh dan biochar sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi pakchoy. Penelitian dilakukan di greenhouse dan Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro pada Februari – Mei 2022. Rancangan percobaan menggunakan faktorial 4 x 4 dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 kelompok. Faktor pertama yaitu dosis kompos ampas teh (0 g, 150 g, 300 g, 450 g). Faktor kedua yaitu dosis biochar sekam padi (0 g, 40 g, 80 g, 120 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis kompos ampas teh berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dan dosis biochar sekam padi berpengaruh nyata pada luas daun dan panjang akar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa campuran media tanam kompos ampas teh dengan dosis 150 g dan tanpa biochar sekam padi sudah mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman pakchoy pada sistem vertikultur.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS (L.) MOENCH) TERHADAP APLIKASI BERBAGAI JENIS PUPUK BOKASHI KOTORAN HEWAN DAN DOSIS HORMON GIBERELIN Nurhuda Ramadhan; Endang Dwi Purbayanti; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7902

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi antara berbagai jenis pupuk bokashi kotoran hewan dan dosis hormon giberelin terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman okra. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 14 April – 22 November 2021 di Greenhouse Blok D, dan analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 4 x 3 dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL) sebanyak 3 kali ulangan, sehingga terdapat 36 satuan unit percobaan. Faktor pertama pada penelitian ini adalah berbagai jenis pupuk bokashi kotoran hewan dengan 4 taraf perlakuan serta dosis rekomendasi yang sama 15 ton/ha, yaitu bokashi kotoran Ayam (P1), bokashi kotoran sapi (P2), bokashi kotoran kambing (P3), dan bokashi kotoran kelinci (P4). Faktor kedua adalah perlakuan dosis hormon giberelin dengan 3 taraf yaitu dosis 125 ppm (G1), 200 ppm (G2), dan 275 ppm (G3). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kadar klorofil, jumlah buah per tanaman, diameter buah, panjang buah, berat buah per tanaman berat segar brangkasan tanaman, dan indeks panen. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk bokashi kotoran ayam merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan diameter batang, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Sedangkan perlakuan dosis hormon giberelin 275 ppm merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan tinggi tanaman.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) AKIBAT PEMBERIAN NAUNGAN DAN ZAT PENGATUR TUMBUH Dewi Silvia Putri; Eny Fuskhah; Sutarno Sutarno
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7268

Abstract

Kebutuhan bayam merah mengalami fluktuasi dan produksinya perlu ditingkatkan untuk mencapai kebutuhan. Penggunaan naungan dan pemberian zat pengatur tumbuh giberelin harapannya bisa menjadi salah satu usaha guna meningkatkan pertumbuhan serta produktivitas bayam merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi bayam merah dengan perbedaan intensitas dan dosis zat pengatur tumbuh giberelin. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) pada RAK, dengan perlakuan intensitas naungan (0, 50, 60, dan 70%) sebagai petak utama, dan perlakuan dosis zpt giberelin (0, 100, 200, dan 300 ppm) sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan naungan tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang, panjang akar, dan volume akar, tetapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar tanaman. Pemberian giberelin tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, panjang akar, dan volume akar tanaman, serta terdapat interaksi antara penggunaan naungan dengan pemberian giberelin pada tanaman. daerah daun. Penggunaan naungan 50% memberikan hasil terbaik dalam hal tinggi tanaman, luas daun, dan berat segar tanaman. Penggunaan naungan 50% dan pemberian giberelin 100 ppm memberikan hasil yang optimal terhadap luas daun tanaman. Disimpulkan bahwa penggunaan intensitas naungan lebih dari 60% pada budidaya bayam merah sangat tidak dianjurkan.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merr) VARIETAS EDAMAME AKIBAT PEMBERIAN AGENSIA HAYATI Trichoderma sp. DAN KOMPOS GEDEBOG-AZOLLA Silviana Nurul Maziyah; Susilo Budiyanto; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.7977

Abstract

Kedelai edamame merupakan tanaman yang memiliki prospek tinggi di Indonesia. Produktivitas kedelai edamame dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk organik kompos dan agensia hayati Trichoderma sp. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian agensia hayati Trichoderma sp. dan dosis kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman edamame. Penelitian dilakukan pada bulan September - Januari 2022 di Jepara dan di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan menggunakan rancangan faktorial acak lengkap 4x5 dengan 3 kali ulangan. Faktor Pertama adalah perlakuan dosis agensia hayati Trichoderma sp. yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (A0), agensi hayati 3,5 ton/ha (A1), agensia hayati 7 ton/ha (A2) dan agensia hayati 10,5 ton/ha (A3). Faktor kedua adalah dosis kompos yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol (B0), kompos 5 ton/ha (B1), kompos 10 ton/ha (B2), kompos 15 ton/ha (B3), dan kompos 20 ton/ha (B4). Data yang diperoleh dianalisis ragam kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis agensia hayati trichoderma sp. 3,5 ton/ha mampu meningkatkan berat biji kedelai edamame. Perlakuan kompos gedebog-azolla dosis 15 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap berat basah tajuk, jumlah polong, dan berat polong kedelai edamame. Interaksi perlakuan tanpa agensia hayati trichoderma sp. dengan dosis kompos 5 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah biji kedelai edamame
Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Berbagai Media Tanam Imelda Amri; Eny Fuskhah; Sutarno Sutarno
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i1.4011

Abstract

The reasearch aimed to examine the effect of water hyacinth compost fertilizer dosage on the growth and yield of pakcoy (Brassica rapa L.) on various planting media. The research was conducted from February 2022 to April 2022 at the Green House of the Food Plant Protection and Horticulture Agency of Central Java Province and the Laboratory of Plant Ecology and Production, Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The research design used was a 4 x 3 factorial completely randomized design (CRD) with 3 replications. The first factor (P) consisted of 4 levels of water hyacinth compost dosage, namely P0 = control, P1 = 25 tons/ha, P2 = 30 tons/ha and P3 = 35 tons/ha. The second factor (K) consists of several types of planting media, namely K0 = soil, K1 = soil + husk charcoal (3:1) and K2 = soil + cocopeat (3:1). Parameters observed were plant height, number of leaves, fresh weight and dry weight of plants, root length, root weight, total chlorophyll and harvest index. The data obtained were tested using the Analysis of Variance (ANOVA) and the results that significantly affected the observed parameters were then further tested using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the level 5%.The results showed that the dose of 25 tons of water hyacinth compost fertilizer with soil planting media can increase the growth and yield of pakcoy (Brassica rapa L.) the highest and most efficiently. Keywords: dose, compost fertilizer, pakcoy
Peningkatan Pendapatan dan Pemberdayaan Wanita Peternak dalam Pengelolaan Limbah dan Hasil Ternak Itik di Kota Tegal Sri Sumarsih; Eny Fuskhah
Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dan Dakwah Islamiyah Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/prosidinguniks.v0i0.2724

Abstract

Peningkatan pendapatan peternak itik di KTT Berkah Abadi dan KTT Purwadiwangsa Kota Tegal dihadapkan pada beberapa masalah antara lain: keterbatasan tingkat pengetahuan dan ketrampilan tentang manajemen pengelolaan limbah dan kurangnya pembinaan kelompok wanita peternak dari aspek pengelolaan limbah. Oleh karena itu perbaikan manajemen pengelolaan limbah dan hasil ternak melalui pemberdayaan wanita peternak dalam pengelolaan limbah dan hasil ternak merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi KTT Berkah Abadi dan KTT Purwadiwangsa agar dapat meningkatkan pendapatannya.Berdasarkan permasalahan yang ada, maka pendekatan yang akan diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui : Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang manajemen pengolahan limbah kotoran dan hasil ternak itik. Kesimpulan Kegiatan PKUM yang dilaksanakan di KTT berkah Abadi dan Gapoktan Purwadiwangsa Kota Tegal mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan wanita peternak dalam mengolah kotoran itik menjadi Kompos.
Pengaruh Dosis Fosfat Berbasis Jenis Pupuk Organik dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max L.) Usmayamin, Kharisma Ela; Widjajanto, D W; Fuskhah, Eny
AGRICOLA Vol 14 No 1 (2024): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v14i1.5610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis fosfat yang terkandung dalam pupuk organik (OF) kelinci, ayam, sapi dan dosis fosfat yang terkandung dalam pupuk kimia sintetik terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022 – Maret 2023 di kebun Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah dan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tumbuhan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Percobaan petak terpisah dalam rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan digunakan sepanjang percobaan. Petak utama adalah dosis jenis P2O5 - PO yaitu D1: 16,72 kg P2O5/ha-PO kelinci, D2: 49,9 kg P2O5/ha-PO ayam dan D3: 140 kg P2O5/ha-PO sapi. Anak petak terdiri dari pupuk anorganik, P1: 0 kg P2O5/ha, P2: 23 kg P2O5/ha, P3: 46 kg P2O5/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis fosfat berdasarkan PO ayam D2: 49,9 kg P2O5/ha dan PO sapi D3: 140 kg P2O5/ha memberikan hasil yang lebih baik pada jumlah polong per tanaman, jumlah polong per petak, dan bobot polong per petak dibandingkan PO kelinci D1: 16,72 kg P2O5/ha.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill) AKIBAT INOKULASI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR (CMA) DAN PEMUPUKAN FOSFAT ALAM Nuraini, Lifta -; Lukiwati, Dwi Retno; Fuskhah, Eny
JURNAL AGROPLASMA Vol 9, No 2 (2022): AGROPLASMA VOL 9 NO 2
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v9i2.2874

Abstract

Increased productivity of soybean (Glycine max L. Merrill) can be done through balanced and integrated fertilization. Rock phosphate and guano are natural sources of phosphor as an alternative to TSP fertilizer which has the advantage of not having a residual effect. The solubility of phosphor in natural phosphate is slow to be available. CMA inoculation can be done as an effort to increase the solubility of phosphor nutrients in natural phosphate. The aim of this study was to examine the response of soybean growth and yield due to CMA inoculation and natural phosphate fertilization, namely rock phosphate and guano. The research was conducted in January 2022 – April 2022 at the Greenhouse of the Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The study design used a monofactor completely randomized design (CRD) with the treatments being natural phosphate fertilization and CMA inoculation with 6 treatment levels (T1:TSP; T2:BP; T3:Guano; T4:TSP+CMA; T5:BP+CMA; T6:Guano+CMA). The treatment was repeated 8 times, so that 48 experimental units were obtained. The treatment was repeated 8 times, so that 48 experimental units were obtained. The research variables included plant height, number of trifoliate leaves, flowering age, dry weight of straw, number of filled pods, and dry weight of seeds. The data were analyzed by analysis of variance, then if it had a significant effect, it was continued with Duncan's multiple distance test (DMRT) at 5% level. The results showed that CMA inoculation treatment and natural phosphate fertilization could increase plant height, number of leaves, number of filled pods, and dry weight of seeds.Keyword: guano, mycorrhizal,  phosphate, soybean
Effect of Different Doses and Sources of Potassium Fertilizer on Growth Rate and Time of Bulb Formation of Garlic (Allium sativum L.) Octaviany, Devy; Karno; Fuskhah, Eny
Jurnal Online Pertanian Tropik Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.787 KB) | DOI: 10.32734/jopt.v7i1.3679

Abstract

The purpose of this research was to assess the effect of different potassium doses and fertilizer sources on growth rate and time of bulb formation of garlic (Allium sativum L.). The research was conducted in April to Agustus 2019 in Sidomukti Village, Bandungan District, Semarang Regency and at Ecology and Crop Production Laboratory, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semarang. The research used a factorial randomized block design with three groups. The first factor was the dose of potassium fertilizer which consisted of a dose of  60 kg K2O/ha, 120 kg K2O/ha, 180 kg K2O/ha, and 240 kg K2O/ha. The second factor was the source of potassium fertilizer which consisted of KCl, ZK, and KNO3. Parameters that collect were time of bulb formation, growth rate, relative growth rate, and potassium absorption of bulb. The data obtained were analyzed by analysis of variance and obtained further by the Duncan test (Duncan's Multiple Range Test) at a significance level of 5%. The results showed that the application of ZK and KNO3 fertilizers at 240 kg K2O/ha had been able to increase the growth rate and the relative growth rate. The higher dose of fertilizer was increasing of potassium absorption of the bulb and made time of bulb formation getting slower.   References Ahmed, M. E., El-Kader, N. I. A. & Derbala, A.A.E.  (2009). Effect of Irrigation Frequency and Potassium Source on the Productivity, Quality, and Storability of Garlic. Australian Journal Of Basic and Applied Sciences, 3(4), 4490–4497. Alfian, D. F., Nelvia & Yetti, H.  (2015). The Effect of Potassium Fertilizer and Compost Mixture of Oil Palm Empty Bunches with Boiler Ash on Growth and Yield of Onion (Allium ascalonicum L.). Jurnal Agroekoteknologi, 5(2), 1-6. Amiroh, A. (2017). Pengaplikasian dosis pupuk bokashi dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumis melo L.). Jurnal Saintis, 9(1), 25 - 36. Arisha, H. M. E.,. Ibraheim, S. K. A & El-Sarkassy, N. M. (2017). Response of garlic (Allium sativum L.) yield, volatile oil, and nitrate content to foliar and soil application of potassium fertilizer under sandy soil conditions. Middle East Journal of Applied Sciences, 7(1), 44-56. Aslamiah, I. D., dan Sularno. (2017). Response of growth and production of peanut plants of the addition of organic fertilizer concentration and reduction of an organic fertilizer dosage. Prodising Seminas Nasional Fakultas Pertanian UMJ. BPS. (2018). Statistik Indonesia. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Jakarta. Gunadi, N. (2009). Kalium sulfat dan kalium klorida sebagai sumber pupuk kalium pada tanaman bawang merah. Jurnal Hortikultura, 19(2),174-185. Hickey, M. (2012). Growing Garlic in NSW Second Edition. Primefact 259. Department of Primary Industries. NSW Government. Australia. Hilal, M.H., Selim, A.M. & El-Neklawy, A.S.  (1992). Enhancing and retarding effect of combined sulfur and fertilizer applications on crop production in different soils. In Proceedings Middle East Sulphur Symposium 12-16 February, Cairo, Egypt. Marschner, P.( 2012). Mineral Nutrition of Higher Plants Third Edition. Elsevier Ltd. Oxford. Nainwal, R. C., Sigh, D., Katiyar, R. S., Sharma, I & Tewari, S. K. (2015). The response of garlic to integrated nutrient management practices in a sodic soil of Uttar Pradesh, India. Journal of Spices and Aromatic Crops, 24(1), 33-36. Putra, A. A. G. (2013). Kajian aplikasi dosis pupuk ZA dan kalium  pada tanaman bawang putih (Allium sativum  L.). Jurnal Ganec Swara, 7(2), 10–18. Setiawati, W., Murtiningsih, R., Sopha, G. A & Handayani, T. (2007). Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Sayuran. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Shafeek, M. R., Nagwa, M. H., Singer, S. M., & El-Greadly, N. H. (2013). Effect of potassium fertilizer and foliar spraying with Ethereal on plant development, yield, and bulb quality of onion plants (Allium cepa L). Journal of Applied Sciences Research, 9(2), 1140-1146. Sholihin, Y., Suminar, E., Rizky, W.H. & Pitaloka, G.G. (2016). Meristem explants growth of garlic (Allium sativum L.) Cv. tawangmangu on various compositions of kinetin and ga3 in vitro. Jurnal Kultivasi, 15(3), 172–179. Sulichantini, E. D. (2016). Effect of plant growth regulator Concentration Against Regeneration Garlic (Allium sativum L) In the Tissue Culture. Jurnal Agrifor, 15(1), 29–38. Suminarti, N.E. (2010). The Effects of N and K Fertilization on the Growth and Yield of Taro on Dry Land. Akta Agrosia, 13(1), 1–7. Uke, K. H. Y., Barus, H & Madauna, I. W.  (2015). Effect of Tuber Sizes and Potassium Dosages on Growth and Production of Shallots var. Lembah Palu. Jurnal Agrotekbis, 3(6), 655 - 661. Utomo, P.S & Suprianto, A. (2019). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas thailand terhadap perlakuan dosis pupuk kusuma bioplus dan KNO3 putih. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 4(1), 28–34. Wu, C., Wang, M., Cheng, Z & Meng, H. (2016). The response of garlic (Allium sativum L.) bolting and bulbing to temperature and photoperiod treatments. Biol Open,  5(4), 507-518.
Pengaruh Substitusi Pupuk Organik Cair dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kangkung (Ipomoea aquatica) dengan Sistem Hidroponik Putri, Rona Herlina Rahma; Purbajanti, Endang Dwi; Fuskhah, Eny
JURNAL AGROTROPIKA Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.8090

Abstract

The growth and production of hydroponic water spinach using liquid organic fertilizer and appropriate planting media determines the success of the plant. The aim of this research is to determine the effect of liquid organic fertilizer (LOF) substitution types and planting media on the growth of water spinach (Ipomoea reptans) production. Data collection was carried out in the month 23 Februaty – 30 March 2023 in Pudakpayung village, Banyumanik District, Semarang City. Treatments were arranged using a completely randomized design with 2 factors. Factor 1 is the planting medium in 2 level, M1 = Rockwool dan M2 = Cocopeat, and factor 2 is the substitution of liquid organic fertilizer in 4 levels, N1 = 4 ml/l AB mix, N2 = 3 ml/l AB mix + 2 ml/l POC, N3 = 2 ml/l AB mix + 3 ml/l POC, dan N4 = 4 ml/l POC. Each treatment was carried out in 3 repetitions so that there were 24 experimental units. The parameters observed were plant height, number of leaves, root length, shoot fresh weight, root weight, biomass weight, and leaf color. The data was analyzed for variance and further tested using the honest real difference (BNJ) at the 5% level. The research results showed that the use of LOF of rice waste and papaya fruit could substitute AB mix at a concertation of 2 ml/l AB mix + 3 ml/l LOF or 50%. However, the use of 100% POC cannot replace AB mix in growth and production of water spinach. Keywords : AB mix, cocopeat, liquid fertilizer, rockwool, rice, papaya fruit, waste