Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Agripet

Performan dan Produksi Karkas Itik Lokal dengan Pemberian Ransum yang Mengandung Limbah Ikan Leubiem (Canthidermis maculata) Muhammad Daud; Zahrul Fuadi; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Agripet Vol 20, No 1 (2020): Volume 20, No. 1, April 2020
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v20i1.15149

Abstract

ABSTRAK. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi performan dan produksi karkas itik lokal yang diberi ransum mengandung limbah ikan leubim (Canthidermis maculata). Materi penelitian yang digunakan adalah 100 ekor itik lokal jantan umur 1 hari yang dipelihara hingga umur 16 minggu. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 5 perlakuan ransum dan 4 ulangan. Perlakuan ransum yang digunakan adalah : R0 (ransum kontrol /tanpa limbah ikan leubim), R1 (ransum mengandung 10% tepung kulit ikan leubim), R2 (ransum mengandung 10% tepung kepala ikan leubim), R3 (ransum mengandung 10% tepung tulang ikan leubim), dan R4 (ransum mengandung 10% kombinasi limbah ikan leubim/tepung kulit, kepala dan tulang). Variabel yang diamati yaitu: konsumsi ransum, bobot badan akhir, konversi ransum, mortalitas, bobot karkas dan persentase karkas. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum yang mengandung tepung limbah ikan leubim sebanyak 10% dalam formulasi ransum memberi pengaruh yang signifikan (p0,05) terhadap konsumsi ransum, bobot badan akhir, nilai konversi ransum, bobot karkas dan persentase karkas itik lokal jantan umur 16 minggu, namun tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan kombinasi limbah ikan leubim (tepung kulit, kepala dan tulang) sebanyak 10% dalam formulasi ransum dapat meningkatkan bobot badan akhir, bobot karkas dan persentase karkas, serta dapat menurunkan konversi ransum itik lokal jantan umur 16 minggu.(Performance and carcass production of local ducks by ration containing of leubiem fish waste (Canthidermis maculata))ABSTRACT. The purpose of this study was to determine the effect of the use of leubim fish (Canthidermis maculata) waste in ration formulations on the performance and carcass production of local ducks. The research material used was 100 male local ducks 1-16 weeks old. The research method was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications. The treatment ration used was as follows: R0 (control ration/without leubim fish waste), R1 (ration containing 10% leubim fish skin), R2 (ration containing 10% leubim fish head), R3 (ration containing 10% leubim fish bone), and R4 (ration contains 10% combination of leubim fish waste/skin, head, and bones). The observed variables were: feed consumption, final body weight, feed conversion, mortality, carcass weight, and carcass percentage. Data were analyzed with Analysis of Variance (ANOVA). The results showed that the use of leubim fish waste in ration 10% had a significant effect (p0.05) on ration consumption, final body weight, conversion ratio, carcass weight, and carcass percentage of male local ducks, but did not significantly affect mortality. The study concluded that the use of 10% leubim fish waste combination in ration formulation could increase the final body weight, carcass weight, carcass percentage and decrease feed conversion of the male local ducks age 16 weeks.
Performan dan Persentase Karkas Ayam Ras Petelur Jantan pada Kepadatan Kandang yang Berbeda Muhammad Daud; Zahrul Fuadi; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Agripet Vol 17, No 1 (2017): Volume 17, No. 1, April 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v17i1.7557

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepadatan kandang yang berbeda terhadap performan dan persentase karkas. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam ras petelur jantan strain Isa Brown dari PT Charoen Pokphand Jaya Farm, Medan, sebanyak 208 ekor berumur 1 hari (DOC). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan tingkat kepadatan kandang dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuannya antara lain adalah K1: 10 ekor/m2, K2: 12 ekor/m2, K3: 14 ekor/m2, K4: 16 ekor/m2. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance dan jika memberikan hasil yang nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Variabel yang diamati meliputi: konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, konversi ransum, mortalitas, bobot karkas dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kandang yang berbeda 10, 12 14, dan 16 ekor/m2 tidak memberi pengaruh yang nyata terhadap konsumsi ransum ayam ras petelur jantan umur 6 minggu. Demikian juga halnya terhadap pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, konversi ransum, bobot karkas. Pemeliharaan ayam ras petelur jantan pada kepadatan kandang yang berbeda tidak mengalami mortalitas (0%) selama 6 minggu penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepadatan kandang yang berbeda 10, 12, 14 dan 16 ekor/m2 tidak mempengaruhi performan, dan persentase karkas ayam ras petelur jantan umur 6 minggu. Pemeliharaan ayam ras petelur jantan masih dapat dilakukan pada kepadatan kandang 16 ekor/m2 tanpa mempengaruhi performan dan persentase karkas.(Performance and carcass percentage of male chicken layers with different density)ABSTRACT. The purpose of this study was to evaluate the performance and carcass percentage of male layer chickens in different density of cage. U 208 male layer DOC, strain Isa Brown produced by PT. Charoen Pokphand Jaya Farm, Medan. The study was designed into Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications; K1: 10 birds/m2, K2: 12 birds/m2, K3: 14 birds/m2 and K4: 16 birds/m2.Data was analyzed by Analysis of Variance (ANOVA), a significant difference, would be analyzed with the Duncan Multiple Range Test. Measured variables were, body weight, feed consumption, feed conversion, mortality, and carcass percentage. The results indicated that different density of cage has no significant effect on final body weight, body weight gain, feed intake, feed conversion and carcass percentage of male layer chickens. Density of cage did not influence to mortality rate of male . In conclusion, density of cage of 10, 12, 14, and 16 birds/m2 did not affect performance and carcass percentage of male chicken layers.
Persentase Karkas Itik Peking yang Diberi Pakan dalam Bentuk Wafer Ransum Komplit Mengandung Limbah Kopi Muhammad Daud; Mulyadi Mulyadi; Zahrul Fuadi
Jurnal Agripet Vol 16, No 1 (2016): Volume 16, N0. 1, April 2016
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v16i1.3837

Abstract

ABSTRAK. Penggunaan wafer ransum komplit mengandung limbah kopi pada itik peking dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui berat akhir dan persentase karkas. Materi penelitian yang digunakan adalah itik peking umur 1 hari (DOD) sebanyak 96 ekor dibagi dalam 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ransum yang digunakan satu bulan pertama adalah ransum komersil, dan satu bulan terakhir wafer ransum komplit mengandung limbah kopi. Ransum perlakuan yang diberikan adalah: P0 = Wafer ransum komplit 0% limbah kopi (kontrol), P1 = Wafer ransum komplit 2,5% limbah kopi, P2 = Wafer ransum komplit 5% limbah kopi, dan P3 = Wafer ransum komplit 7,5% limbah kopi. Parameter yang diamati: bobot hidup, bobot karkas, bobot potongan karkas, persentase karkas, dan persentase potongan karkas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis dengan analysis of variance dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan limbah kulit kopi sebagai bahan penyusun ransum itik peking dalam bentuk wafer ransum komplit berpengaruh nyata terhadap bobot akhir. Penggunaan limbah kulit kopi 2,5% dalam ransum secara signifikan (P0.05) meningkatkan bobot karkas dan potongan karkas. Dapat disimpulkan penggunaan limbah kulit kopi sebanyak 2,5% sebagai bahan penyusun wafer ransum komplit tidak memberi pengaruh negatif terhadap bobot badan akhir, persentase karkas dan potongan karkas itik peking.(Carcass percentage of peking duck feed wafer complete ration containing of coffee waste)ABSTRACT. This research was conducted to study the effectiveness of wafer complete ration containing coffee waste on the final body weight and carcass percentage. The study used 96 DOD Peking duck. Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications. Rations used during the first month was a commercial ration, and then subsequently wafer complete ration of coffee waste given as treatments; P0 = wafer complete ration contained 0% of coffee waste (control), P1 = wafer complete ration 2,5% of coffee waste, P2 = wafer complete ration 5% of coffee waste, and P3 = Wafer complete ration 7,5% of coffee waste. The observed variables were: final body weight, carcass weight, carcass percentage, carcass component weight, and carcass component percentage. Collected data was analyzed by ANOVA and followed by Duncan Multiple Range Test if there was a significant different between treatments. The results showed wafer complete ration containing coffee waste was significantly (P 0.05) effect on final body weight. Feed containing 2,5 % of coffee waste significantly (P0.05) effect on carcass weight and carcass percentage. It is concluded that no negatif effect of wafer complete ration containing 2,5 % coffee waste on final body weight and carcass percentage of peking duck.