Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The quality of Anadara granosa based on Cadmium metal test in the coastal area of Langsa in Aceh Mawardi Mawardi; Tri Mustika Sarjani
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 9, No 1 (2017): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.864 KB)

Abstract

Langsa is a coastal area with vast expanse area inhabited 0f mangrove. There are lives some animal species (shells, oyster, snails and various of fish).  The objectives of present study was to evaluated accumulation of Cadmium metal on Anadara granosa in the coastal area of Langsa. A total of two sampling locations were determined using the purposive of random sampling. A total individual of Anadara granosa at every sampling location were colletcted, the organs were processed for Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The result test showed that only at Alur Dua that accumulated Cadmium metal in Anadara granosa whereas at Kuala Langsa is not detected. Anova test showed that the sampling location significantly influenceon the Cadmium accumulation in Anadara granosa (P0,05). Kuala Langsa is not contaminated with Cadmium and the Anadara granosa should be consumed. The higher of Cadmium contaminated was recorded in Alur Dua and the Anadara granosa should not be consumed.
THE HABITAT CHARACTERISTICS OF Anadara granosa IN THE MANGROVE ECOSYSTEM IN LANGSA CITY, ACEH Mawardi Mawardi; Tri Mustika Sarjani
Biotik Vol 9, No 1 (2021): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v9i1.8928

Abstract

Wilayah pesisir Kota Langsa dihuni oleh tumbuhan mangrove yang merupakan karakteristik wilayah pesisir. Ekosistm mangrove Kota Langsa memiliki kekayaan flora dan fauna yang beranekaragam. Ekosistem mangrove ini terdapat berbagai potensi sumberdaya alam, di antaranya kerang, kepah, dan berbagai macam biota perairan. Penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik habitat Anadara granosa  yang sesuai di ekosistem mangrove Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode  survey. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kuala langsa memiliki karakteristik habitat yang bagus bagi kelangsungan hidup kerang darah (Anadara granosa) dibandingkan dengan lokasi alur dua. Hasil uji Anova Menunjukkan bahwa lokasi penelitian berpengaruh nyata terhadap Jumlah spesies dan salinitas air, namun tidak berbeda nyata terhadap pH Air. Jika dilihat dari kandungan HCL dan Amonium pada kedua lokasi pengambilan sampel dapat kita lihat bahwa kedua lokasi tidak memiliki perbedaan yang signifikan, namun terdapat perbedaan yang signifikan terhadap jumlah spesies kerang darah. Rendahnya jumlah spesies kerang darah yang terdapat dilokasi alur dua dikarnakan habitatnya sudah tercemar oleh kegiatan pembangunan jalan dan bangunan lainnya.
Analisis Kandungan Glukosa dan Fruktosa pada Nipah (Nypa fruticans) dan Aren (Arenga pinnata) Tri Mustika Sarjani; Hasby Hasby; Abdul L Mawardi
BIOMA Vol 6, No 1 (2021): BIOMA:JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v6i1.4818

Abstract

Nypa fructicans dan Arenga pinnata tergolong dalam suku palmae. Tumbuhan ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat aceh sebagai sumber air nira. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan glukosa dan fruktosa yang terkandung pada air nira (Nypa fruticans) dan air nira (Arenga pinnata). Penelitian ini menggunakan metode anthrone. Metode kolorimetri yang digunakan untuk menentukan konsentrasi gula dalam sampel berupa metode Anthrone. Sampel air nira dianalisis menggunakan spektrofotometer. Penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan pada glukosa yang paling tinggi ada pada air Arenga pinnata sebesar 7,61%, sedangkan yang paling rendah pada air Nypa fruticans sebesar 4,66%. Demikian juga dengan kandungan fruktosa, dimana air Arenga pinnata sebesar 4,17% memiliki kandungan fruktosa yang paling tinggi sedangkan air Nypa fruticans  mengandung fruktosa paling rendah yaitu 1,90%.
PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TAHU SEBAGAI PRODUK PANGAN LAYAK KONSUMSI DI DESA MEURANDEH DAYAH Mawardi Mawardi; Tri Mustika Sarjani; Fadilah Fadilah
Global Science Society Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu merupakan sumber protein nabati yang sangat besar perannya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Selain memiliki nilai gizi yang tinggi tahu juga dapat dijangkau oleh masyarakat dengan perekonomian menengah kebawah karena harganya yang relatif murah. Limbah dari produksi tahu berupa ampas padat dan ampas cair masih jarang dimanfaatkan oleh para produksi tahu dan masyarakat, sehingga terbuang sia-sia. Padahal ampas tahu dari tempat produksi tahu masih mengandung banyak unsur gizi seperti protein nabati dan karbohidrat, namun sayang limbah tersebut masih sangat jarang dimanfaaatkan oleh para produksi tahu dan masyarakat. Masyarakat desa Meurandeh Dayah yang mayoritas propfesinya sebagai petani dan buruh bangunan serta sebagian besar istrinya sebagai ibu rumah tangga, perlu dilakukan pembinaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan adanya pelatihan-pelatihan terhadap ibu-ibu di desa Meurandeh Daya sehingga akan terbentuk masyarakat yang kreatif dan inovatif, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarkat khususnya masyarakat. Hasil produksi ampas tahu dapat dimanfaatkan untuk dijadikan makan bernilai gizi tinggi dan bercita rasa lezat. Hasil produksi tempe dari limbah tahu dapat dipasarkan dengan harapan dapat menambah pendapatan mitra 1 dan mitra 2, dimana mitra dua selaku distributor dari hasil produksi mitra 1 yaitu ibu-ibu rumah tangga yang berada di desa Meurandeh Dayah.
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN DARI FERMENTASI BUNGKIL BIJI KEDELAI (Glycine max .Merri) di DESA TANJUNG SEUMANTOH KABUPATEN ACEH TAMIANG Tri Mustika Sarjani; Abdul L Mawardi; Fadilah Fadilah
Global Science Society Vol 2 No 2 (2020): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyaraka
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjung Seumantoh villagers are generally farmers, fishermen and entrepreneurs. House yards are used as land to increase family income for entrepreneurship. One of the businesses favored by the community through the home industry is making tempe from soybeans and making palm sugar from palm sugar. Waste from making tempeh and tofu in the form of cake is not used by the community, so it is wasted. The nutritional content of the soybean meal is still potential enough to be used by the community to be used as fish food, so that it can increase the economic income of the community. Based on the above problems, the community service team is interested in utilizing tempe and tofu waste from soybeans to increase community creativity, so increase the economy of citizens. The hope of the dedication team with the training in making fish feed from soybean meal can reduce the problems of partners in fish feed, because the village is also a producer of soybean meal which is organic waste from making tempe and tofu which is the home industry of the community.
PELATIHAN PEMBUATAN OBAT TRADISIONAL BERBAHAN DASAR BUBUK BAWANG HITAM (Black Garlic ) DI DESA TANJUNG SEUMANTOH KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN ACEH TAMIANG Ekariana S. Pandia; Abdul L Mawardi; Tri Mustika Sarjani
Global Science Society Vol 2 No 2 (2020): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyaraka
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of herbal plants for alternative medicine is very much studied now. One of the uses of kitchen ingredients that are often found is garlic. Utilization of garlic as an alternative treatment is often done and the last is the use of garlic into garlic onion. Black garlic is fermented garlic with a temperature of 700 – 800 C. Which is left for more than 12 days. The discovery began in China and Korea, which has benefit beyond the original garlic. Black garlic have stronger antioxidants than garlic. Sulfur amino acid compounds which are anti-cancer and neutropic antioxidants. This service aima to provide training for housewives in Tanjung Seumantoh karang Baru Village, Aceh Tamiang to utilize the spices which are often used as food additives in order to make traditional medicines that provide economic value, so they can help the community’s economy itself. By making black garlic powder, the selling price is better and more durable than direct consumption black garlic. The activity lasted for 6 months from April to October 2019 . with this community service program, it became a solution to the problems faced by housewives as a source of supplementary household economics and to find alternative
Pelatihan Budidaya Tenebrio molitor Sebagai Pakan Burung Puyuh Untuk Masyarakat di Desa Batee Puteh Kecamatan Langsa Lama Tri mustika Sarjani; Abdul L Mawardi; irma dewi isda
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 2 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v10i2.5241

Abstract

Budidaya burung puyuh merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Desa Batee Puteh, Langsa Lama, Aceh. Pakan yang digunakan merupakan pakan komersial yang biasa digunakan untuk sebagian besar peternak pada umumnya. Namun pada terkendala dalam hasil pada produksi telur yang dihasilkan. Penambahan pakan alternatif sangat dibutuhkan menunjung produktivitas burung puyuh. Ulat hongkong (Tenebrio molitor L) adalah jenis serangga yang memiliki protein tinggi baik untuk unggas menjadi sumber protein bagi hewan ternak. Kandungan protein dari ulat hongkong mencapai 45,87%,  lemak kasar 15.04%, serat kasar 8.24%, kadar abu 5.52% dan bahan kering 90.64% sangat baik digunakan untuk pakan burung puyuh. Budidaya dari ulat hongkong juga sederhana dapat diaplikasikan oleh masyarakat. Adapun tahapan yang dilakukan yaitu; (1) proses pembuatan kandang ulat hongkong, (2) pelaksanaan budidaya ulat hongkong untuk pakan burung puyuh, (3) evaluasi. Hasil dari budidaya ulat hongkong akan diolah menjadi tepung ulat hongkong yang akan di jadikan pakan alteratif pendamping untuk burung puyuh. Dari hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini penggunaan ulat hongkong untuk pakan burung dapat meningkatkan produksi telur burung puyuh bila dikembangkan dapat menambah nilai ekonomi.Kata kunci : Ulat hongkong, burung puyuh, pakan, produktivitas, telur 
Penerapan Lesson Study Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di MGMP Biologi Langsa Tri Mustika Sarjani; Nursamsu ,
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.2808

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar Peningkatan Kompetensi Guru MGMP Biologi Langsa Dalam Menerapkan Tahapan Lesson Study. Metode penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru biologi 30 yang bergabung dengan MGMP Biologi Kota Langsa. Teknik pengunpulan data dalam penelitian berupa yaitu observasi dan berupa soal tes  mengenai kemampuan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Sedangkan teknik analisa data adalah teknik Normalized Gain. Hasil dalam penelitian ini adalah  Penerapan pembelajaran lesson study tahap perencanaan (plan) dengan nilai 0,32% dapat dinyatakan baik, sedangkan pelaksanaan (do) nilai yang diperoleh 0,35% dinyatakan sedang dan refleksi (see) nilai yang diperoleh 0,42%, maka hasil yang diperoleh dari ke tiga pembelajaran lesson study dinyatakan baik untuk diterapkan sebagai proses pembelajaran. Penilaian dari hasil kegiatan ini di ukur peningkatan kompetensi guru yang terdiri dari kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial, maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan dari siklus I dan siklus II
Kadar Simpanan Amilum Dalam Daun Suruhan (Peperomia pellucida), Daun Kelor (Moringa oleifera) Dan Daun Kitolod (Hippobroma longiflora) Tri Mustika Sarjani; Aulia Muriza; Devi Damayanti; Fitria Ulfa Hasibuan; Lailan Nuzhula; Nur Balqis; Nurliyanti Nurliyanti; Nur Ramadani; Yurida Yurida
BIOMA Vol 7, No 2 (2022): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v7i2.8411

Abstract

Penelitian ini mengukur kandungan amilum daun suruhan (Peperomia pellucida), daun kelor (Moringa oleifera) dan daun kitolod (Hippobroma longifera). Metode penelitian deskriptif adalah apa yang digunakan dalam penelitian ini. Studi deskriptif menentukan nilai variabel terhubung untuk menjelaskan kejadian sosial (Sugiyono, 2018). Penelitian menggunakan metode uji kadar pati menggunakan kertas timah dengan bantuan betadin untuk mengukur ada tidaknya kadar pati pada daun. Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan, daun suruhan memiliki simpanan pati (Peperomia pellucida), daun kelor (Moringa oleifera), dan daun kitolod (Hippobroma longiflora) yang cukup signifikan menunjukkan bahwa ketiga daun yang dilapisi aluminium foil tidak mengandung pati sedangkan daun ditutup dengan aluminium foil. yang tidak dilapisi aluminium foil terdapat pati yang artinya ketiga daun tersebut mengandung pati yang berfungsi sebagai cadangan makanan pada tumbuhan.
Pemanfaatan Limbah Sawit sebagai Pakan Produksi Ruminansia Tri Mustika Sarjani; Siska Rita Mahyuny; Ruhama Desy M; Andi Nova
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.6070

Abstract

Desa Sukaramai Dua, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang mempunyai potensi sumber daya alam berupa perkebunan kelapa sawit yang luas dan ternak ruminansia milik kelompok Tani warga. Potensi ini dapat dimanfaatkan dengan mengolah hasil limbah kelapa sawit pelepah segar menjadi potensi sumber pakan organik yang dapat diolah menjadi pakan ternak ruminansia. Terbatasnya ketersediaan pakan utama ternak berupa semua jenis rumput pada musim kemarau dan penghujan membuat peternak ruminansia kesulitan menyediakan pakan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memanfaatkan limbah kelapa sawit berupa pelepah segar yang tidak dipakai dan dibuang oleh petani menjadi alternatif pakan ruminansia pada musim kemarau dan penghujan sebagai cadangan stok pakan. Pelatihan diberikan kepada Kelompok usaha ternak Replita Tani yang terdiri dari masyarakat Desa Sukaramai Dua. Kegiatan dilaksanakan mulai dari tanggal 3 Juni sampai 25 juni 2022, Metode pelaksanaan kegiatan melalui dua tahap yaitu  tahap pertama survey lapangan, sosialisasi dan pelatihan pengelolaan bahan campuran serta pengemasan, tahap kedua pendampingan fermentasi hasil bahan olahan selama 21 hari sebelum pakan diberikan kepada sapi. Hasil produk berupa olahan pakan ternak yang dapat meningkatkan kuantitas serta kualitas daging  dari komposisi campuran pada pembuatan dengan berbagai bahan tambahan dapat meningkatkan kualitas daging sapi. Pelatihan yang di berikan kepada Kelompok Replita Tani Desa Sukaramai  Dua sangat bermanfaat dengan mengembangkan potensi desa yang mempunya lahan perkebunan kelapa sawit kemudian diolah menjadi pakan ternak ruminansia. Dengan adanya pelatihan ini masyarakat dapat mandiri menyediakan stok pakan ruminansia dengan daya simpan lebih lama sehingga tidak kesulitan pada saat musim penghujan dan musim kemarau. Sukaramai Dua Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency, has potential natural resources in the form of extensive oil palm plantations and ruminant livestock belonging to the resident farmer group. This potential can be utilized by processing palm oil waste from fresh midrib into a potential source of organic feed that can be processed into ruminant animal feed. The limited availability of main feed for livestock in the form of all types of grass in the dry and rainy seasons makes it difficult for ruminant farmers to provide feed. The purpose of this service activity is to utilize palm oil waste in the form of fresh midribs that are not used and disposed of by farmers as an alternative to ruminant feed in the dry and rainy seasons as a reserve for feedstock. The training was given to the Replita Tani livestock business group consisting of the people of Sukaramai Dua Village. The activity was carried out starting from June 3 to June 25, 2022; the method of carrying out the activities was through two stages, namely the first stage of field surveys, socialization and training in the management of mixed materials and packaging, and the second stage of mentoring the fermentation of processed materials for 21 days before the feed was given to cows. The product results in processed animal feed, which can increase the quantity and quality of meat from the composition of the mixture in the manufacture with various additional ingredients that can improve the quality of beef. The training provided to the Replita Tani Group in Sukaramai Dua Village is very useful for developing the potential of villages with oil palm plantations which are then processed into ruminant animal feed. With this training, the community can independently provide a stock of ruminant feed with a longer shelf life so that it is not difficult during the rainy and dry seasons.