Halimuddin, Halimuddin
BAGIAN KEILMUAN KEPERAWATAN GADAR FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

TEKANAN DARAH KLINIS PASIEN STROKE AKUT SAAT MASUK DI RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH ABDUL JABBAR; HALIMUDDIN HALIMUDDIN
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan kondisi  akibat dari gangguan pembuluh darah di otak yang disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area otak. World Health Association tahun 2010 menyatakan terdapat 15 juta orang setiap tahun menderita stoke. Riset Kesehatan Dasar menunjukkan adanya peningkatan angka kejadian stroke di Indonesia dari tahun 2007-2013 yaitu 4,1%. Tekanan darah yang tinggi akan memperburuk kondisi pasien stroke akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis tekanan darah pada pasien stroke akut yang dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin. Jenis peneiltian Deskriptif Study melalui pendekatan Retrospektif Study. Populasi pada penelitian ini seluruh data pasien dari rekam medik Januari-Maret 2016 sampel 63 pasien. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pengumpulan data menggunakan lembar isi yang dilakukan pada tanggal 13-31 Mei 2016. Hasil analisa univariat menunjukkan nilai rata-rata tekanan darah pada pasien stroke iskemik akut saat masuk rumah sakit dengan sistolik 152,06 mmhg ±28,16 mmhg, diastolik 79,81 mmhg ±14,84 mmhg dan MAP 103,89 mmhg ±16,71 mmhg. Sedangkan nilai rata-rata tekanan darah pada pasien stroke hemoragik akut saat masuk rumah sakit dengan sistolik 167,16 mmhg ±27,47 mmhg, diastolik 88,45 mmhg ±14,74 mmhg dan MAP 114,68 mmhg ±17,03 mmhg. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan tekanan darah yang tinggi pada pasien stroke akut saat masuk rumah sakit.
PASIEN FRAKTUR DAN HARIRAWATAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS BANDA ACEH putri walidatul sahridani; Halimuddin halimuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur  adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya, penyebab  terbanyaknya adalah insiden kecelakaan. Di Indonesia kecenderungan prevelensifraktur  menunjukkan kenaikan  yang pada tahun 2007 sebanyak 4,5% menjadi 5,8 % pada tahun 2013.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui distribusi jenis fraktur, letak fraktur, dan hari rawatan pasien fraktur kasus kecelakaan lalu lintas di Banda Aceh yang dilakukan pada tanggal 25 Juli sampai 05 Agustus 2016 di RSUDMeuraxa dan RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain retrospective study, teknik pengambilan sampel simple random sampling, sebanyak 174 pasien. Sumber data berupa data dokumentasi  status pasien. Hasil penelitian didapatkan  jenis fraktur terbanyak adalah fraktur tertutup (51,7%), letak fraktur terbanyak adalah fraktur ekstermitas bawah (52,3%) dan rata rata hari rawatan pasien fraktur adalah 7,02 hari dengan standar deviasi 2,435 hari. Petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat melalui promosi kesehatan tentang gambaran pasien fraktur pada kasus kecelakaan lalu lintas.
LENGTH OF STAY PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT Nelza Delinda; Halimuddin Halimuddin; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Length Of Stay yang memanjang menimbulkan berbagai permasalahan yang komplek di IGD, salah satunya  dapat menyebabkan overcrowded. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran Length Of Stay pasien di IGD, dengan melihat variabel waktu kedatangan, jalur administrasi, tingkat kegawatdaruratan, respon time, kualitas pelayanan, dan fasilitas rumah sakit. Jenis penelitian yaitu kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien didampingi keluarga yang berkunjung di IGD berjumlah 61 pasien dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling dari tanggal 08-24 Juli 2021 di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Instrument dalam penelitian berupa kuesioner dan observasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa waktu kedatangan pasien terbanyak pada siang hari, jalur administrasi terbanyak menggunakan BPJS, tingkat kegawatdaruratan kondisi pasien triase kuning (urgent), respon time cepat sesuai standar ≤ 5 menit, kualitas tenaga kesehatan baik, tersedianya fasilitas rumah sakit, dengan perolehan Length Of Stay di ruang IGD baik sesuai standar yaitu 6 jam, dinilai dari pasien datang sampai dengan pasien dipindahkan ke unit lain. Disimpulkan bahwa Length Of Stay di IGD RSUD Meuraxa Banda Aceh berada pada kategori sesuai standar. Direkomendasikan data yang dibuat peneliti sebagai informasi dalam menentukan kebijakan rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT hayaturrahmi hayaturrahmi; halimuddin halimuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan sering menimbulkan kecemasan pada pasien dan keluarga. Keluarga pasien yang berada di InstalasiGawatDarurat mengalami kondisi cemas, sehingga keluarga membutuhkan informasi, dukungan dan kenyamanan. Fenomena yang terjadi di InstalasiGawatDarurat keluarga sering terabaikan karena perawat memiliki waktu yang terbatas untuk anggota keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan keluarga pasien di InstalasiGawatDarurat RumahSakit dr.Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini merupakan korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dari penelitian ini adalah keluarga pasien yang berada di InstalasiGawatDarurat, dengan teknik pengambilan sampel Non probability Sampling yaitu accidental sampling, dan didapatkan sampel sebanyak 140 responden. Alat pengumpulan data beruba kuesioner state anxiety, dengan menggunakan skala likert, kemudian data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara jenis kelamin, dan kondisi medis dengan  tingkat kecemasan keluarga (p-value 0,05), namun pada variabel usia, tingkat pendidikan, pengalaman, dan akses informasi tidak terdapat hubungan  dengan p-value0.05. Implikasi dari penelitian ini diharapakan perawat dapat membantu keluarga dalam mengatasi kecemasan dengan terapi seperti teknik napas dalam dan berzikir. 
KEBUTUHAN KELUARGA PASIEN DI UNIT PERAWATAN INTENSIF atika atika; halimuddin halimuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang perawatan intensif merupakan ruangan yang penuh stres bagi pasien yang dirawat dan bagi keluarga. Keluarga mengalami berbagai stres, gejolak emosi, masalah keuangan, perubahan peran, gangguan rutinitas, ketergantungan pada orang lain, dan merasa asing dengan lingkungan rumah sakit. Tujuan penelitian mengetahui gambaran kebutuhan keluarga pasien di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh meliputi kebutuhan informasi, dukungan mental, rasa nyaman, kedekatan dengan pasien dan jaminan pelayanan. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan deskriptif eksploratif dan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan tanggal 21 Mei–5 Juni 2018. Populasi pada penelitian adalah keluarga pasien di unit perawatan intensif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convinience sebanyak 104 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Critical Care Family Need Inventory (CCFNI). Hasil analisa data menunjukkan kebutuhan keluarga terhadap jaminan pelayanan merupakan kebutuhan yang paling penting untuk dipenuhi (3.72±0.07) sedangkan kebutuhan dukungan mental merupakan kebutuhan yang kurang penting bagi keluarga (2.78±0.30). Disarankan bagi penyedia layanan kesehatan di unit perawatan intensif khususnya perawat harus menyadari tentang prioritas kebutuhan keluarga agar dapat memenuhi kebutuhan mereka dan untuk meningkatkan pelaksanaan pendekatan perawatan yang tidak hanya berpusat pada pasien tetapi juga pada keluarga pasien.
PEMBERIAN INFORMASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA KELUARGA PASIEN YANG DIRAWAT DI INTENSIVE CARE Rossa Hasbella; Halimuddin Halimuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi di unit rawat intensif seperti kondisi pasien, tindakan perawatan dan komplikasi harus disampaikan secara jelas dan akurat untuk mengurangi tingkat kecemasan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian informasi dengan tingkat kecemasan pada keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlative dengan desain penelitian cross sectional study. Responden sebanyak 96 keluarga di ruang intensif dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner pemberian informasi yang dikembangkan oleh peneliti dan kuesioner baku kecemasan State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Hasil penelitian menunjukkan pemberian informasi berada pada kategori paham dengan jumlah responden 63 orang (65,6) dan tingkat kecemasan keluarga pasien berada pada kategori sedang dengan jumlah responden 74 orang (77,1). Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai p-value=0,02 yang berarti terdapat hubungan pemberian informasi dengan tingkat kecemasan keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diharapkan pemberi informasi dapat memberikan secara spesifik informasi kondisi pasien dan memastikan keluarga memahami yang disampaikan. Keluarga diharapkan dapat bertanya dan mendukung dalam proses tindakan yang diberikan guna kesembuhan pasien.
KEJADIAN HENTI JANTUNG, HENTI NAFAS, DAN PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL PADA PASIEN STROKE AKUT Widy Novita Sari; Halimuddin Halimuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan tekanan intrakranial merupakan masalah yang harus segera diatasi karenadapat menimbulkan kompresi pada otak yang mengendalikan pernafasan sehingga memicu terjadinya henti nafas.Kerusakan pada sistem saraf pusat mengakibatkan terjadinya kelainan pada listrik jantung yang memicu timbulnya disritmia dan henti jantung.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian henti jantung, henti nafas, dan peningkatan tekanan intrakranial pada pasien stroke akut selama 48 jam pertama di RSUDZA Banda Aceh.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain retrospective study data sekunder (rekam medis). Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling sebanyak 36 pasien stroke akut yang dirawat periode Juli – Desember 2018 dengan kriteria pasien stroke akut selama 48 jam pertama dan tanpa komplikasi penyakit lainnya. Hasil Penelitian sebanyak 23 (63.9%) pasien stroke akut mengalami henti jantung, 24 (66.7%) pasien stroke akut mengalami henti nafas dan 14 (38.9%) pasien stroke akut yang mengalami peningkatan tekanan intrakranial. Direkomendasikan kepada perawat untuk mewaspadai dan mengidentifikasi tanda-tanda henti jantung, henti nafas pada pasien stroke akut 48 jam pertama.
PENGETAHUAN IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK ANAK TODDLER Amelia Putri; Halimuddin Halimuddin; Anda Kamal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian tersedak memerlukan perhatian khusus karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen bahkan kematian jika tidak cepat ditangani. Tersedak kebanyakan terjadi pada usia tiga tahun ke bawah karena sifatnya yang mengeksplorasi benda dengan menggunakan mulut. Saat anak tersedak diperlukan penanganan yang cepat dan tepat dari orang terdekat khusunya ibu yang lebih sering bersama dengan anaknya. Tujuan penelitian: mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pertolongan pertama tersedak pada anak toddler. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian 93 ibu yang memiliki anak toddler di Kecamatan Kuta Alam. Teknik pengumpulan sampel adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan angket. Hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu tentang pertolongan pertama tersedak anak toddler (47,3%) berada pada tingkat pengetahuan sedang, (29,0%) tingkat pengetahuan tinggi serta (23,7%) rendah. Rekomendasi: pemberian intervensi, peyuluhan atau pelatihan mengenai pertolongan pertama tersedak kepada ibu di Kecamatan Kuta Alam untuk meningkatkan pengetahuan dari yang sedang serta rendah menjadi tinggi.