Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : WACANA

HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DAN EFIKASI DIRI SOSIAL DENGAN HARGA DIRI PADA TARUNA AKADEMI KEPOLISIAN TINGKAT III/DETASEMEN ANANTA HIRA Pratiwi, Niken; Hardjono, .; Nugroho, Arista Adi
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.906 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.54

Abstract

Taruna Akademi Kepolisian dituntut untuk memiliki kompetensi dan kemampuan tinggi dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya, baik untuk memenuhi standar kompetensi taruna Akdemi Kepolisian maupun sebagai calon perwira Polri. Untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab tersebut dibutuhkan harga diri yang tinggi pada diri taruna Akademi Kepolisian, sehingga ia mampu mengeksplorasi potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya. Harga diri yang tinggi secara empiris diasosiasikan dengan sisi positif diri dan karakter yang bernilai seperti fleksibilitas, keberfungsian diri yang optimal, kreatif, dan kemampuan interpersonal. Harga diri telah dikonsepkan sebagai keluaran dari proses verifikasi diri yang terjadi di dalam kelompok, yang mengelola baik diri individu itu sendiri maupun kelompok. Verifikasi identitas peran menumbuhkan perasaan bernilai dan efikasi diri individu yang didasari oleh harga diri. Perasaan bernilai yang berdasar harga diri meningkat saat individu menerima balikan melalui verifikasi kelompok yang menghasilkan perasaan bahwa seseorang diterima dan bernilai oleh anggota kelompok yang lain. Efikasi diri individu yang berdasar atas harga diri meningkat saat individu mampu melakukan verifikasi kelompok dengan berhasil mengubah atau mengelola arti-arti situasional yang sesuai dengan arti-arti dalam identitas individu. Lebih lanjut kedua proses ini akan menghasilkan harga diri. Berdasarkan kerangka teoritis ini penulis menandai bahwa adanya hubungan antara konformitas dan efikasi diri sosial dengan harga diri pada taruna Akademi Keploisian tingkat III/detasemen Ananta Hira. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 orang taruna. Data penelitian diperoleh menggunakan skala harga diri yang terdiri dari 28 aitem, skala konformitas yang terdiri dari 26 aitem, dan skala efikasi diri sosial yang terdiri dari 31 aitem. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan Analisis Regresi Dua Prediktor yang dianalisis dengan menggunakan SPSS for Windows Release 16.0. Model regresi menginformasikan nilai R = 0,778 serta F regresi = 43,751, dan p < 0,05. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis penelitian bahwa terdapat hubungan positif antara konformitas dan efikasi diri sosial dengan harga diri pada taruna Akademi Kepolisian tingkat III/detasemen Ananata Hira. Berdasarkan hasil analisis diketahui pula koefisien determinasi (R2) = 0,606; yang menunjukkan bahwa sumbangan efektif konformitas dan efikasi diri sosial terhadap harga diri sebesar 60,6%. Kata kunci: konformitas, efikasi diri sosial, harga diri
PENGARUH PELATIHAN BRAIN GYM TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN LITERACY PADA ANAK KELAS SATU SEKOLAH DASAR Nugroho, Ihwan Sidiq; Hardjajani, Tuti; Hardjono, .
Wacana Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.752 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i2.59

Abstract

Abstrak: Kemampuan anak dalam menerima dan mencerna sesuatu yang dipelajari merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil belajar. Keseimbangan antara otak kanan dan kiri menjadi salah satu hal yang menentukan aspek kognitif dan kreativitas anak, sehingga apabila keduanya dapat berkembang, maka kemampuan belajar anak diharapkan juga dapat meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelatihan brain gym terhadap perkembangan literacy pada anak kelas 1 sekolah dasar, selain itu juga untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan skor perkembangan literacy antara siswa laki-laki dan perempuan setelah diberikan pelatihan brain gym. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh siswa-siswi kelas satu sekolah dasar negeri se-Kelurahan Ngringo, Jaten, Karanganyar. Sampel penelitian diambil dengan cara cluster random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pengumpulan data menggunakan tes prestasi kemampuan membaca dan menulis. Metode analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan program SPSS12. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian pelatihan brain gym terhadap perkembangan kemampuan literacy pada anak SD kelas satu dengan Sig. (2-tailed) 0.000 < 0,05 level of significant (α). Perbedaan kemampuan literacy antara siswa laki-laki dengan perempuan menunjukkan hasil Sig.(2-tailed) 0,294 > 0,05 level of significant (α) yang menyatakan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Kata Kunci : brain gym, literacy
TINGKAT STRES DITINJAU DARI KESIAPAN MENIKAH DAN KECERDASAN EMOSI PADA MAHASISWI TINGKAT AKHIR PRODI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Vera Bekti Rahayu; . Hardjono; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.897 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.33

Abstract

Stres dalam kehidupan manusia tidak dapat dihindari, karena stres dapat menimpa siapa saja. Pada mahasiswi tingkat akhir, stres dapat terjadi karena ketertekanan dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan menyelesaikan skripsi. Tingkat stres pada mahasiswi tingkat akhir berbeda-beda sesuai dengan kemampuan individu dalam menghadapinya. kemampuan yang dapat mempengaruhi tingkat stres adalah kesiapan menikah dan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan menikah dan kecerdasan emosi dengan tingkat stres pada mahasiswi tingkat akhir Prodi Psikologi FK UNS Surakarta. Subjek penelitian ini adalah mahasiswi tingkat akhir yang dalam proses mengerjakan skripsi sebanyak 66 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu: skala tingkat stres, skala kesiapan menikah, dan skala kecerdasan emosi. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung = 13, 684, p<0,05, dan nilai R = 0,550. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan menikah dan kecerdasan emosi dengan tingkat stres pada mahasiswi tingkat akhir Prodi Psikologi UNS Surakarta. Secara parsial menunjukkan nilai rx1y = -0,279 dengan p = 0,025 (p<0,05), artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kesiapan menikah dengan tingkat stres. Semakin tinggi kesiapan menikah semakin rendah tingkat stres, sebaliknya semakin rendah kesiapan menikah semakin tinggi tingkat stres. Nilai rx2y = -0,119 dengan p = 0,346 (p>0,05), menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan tingkat stres. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,303 atau 30,3%, terdiri atas sumbangan efektif kesiapan menikah terhadap tingkat stres sebesar 22,01% dan sumbangan efektif kecerdasan emosi terhadap tingkat stres sebesar 8,29%. Ini berarti masih ada 69,7% faktor lain yang mempengaruhi tingkat stres selain kesiapan menikah dan kecerdasan emosi.   Kata kunci: tingkat stres, kesiapan menikah, kecerdasan emosi, dan mahasiswi tingkat akhir.
PENURUNAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN SKRIPSI MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF (STUDI EKSPERIMEN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR PRODI PSIKOLOGI FK UNS) . Hardjono; Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.741 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.35

Abstract

Kecemasan menghadapi ujian akhir seringkali menghambat aktivitas mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Tidak sedikit mahasiswa yang telah selesai menyusun tugas akhir dengan sengaja menunda ujian skripsi karena takut dan cemas menghadapi tahap ujian  tersebut.  Kebiasaan untuk menunda-nunda penyelesaian tugas yang terkait dengan akademik (prokrastinasi akademik) akan memberikan pengaruh besar dalam prestasi studi dan lama studi yang ditempuh. Penelitian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa menurunkan tingkat kecemasan menghadapi ujian skripsi dengan cara meningkatkan ketrampilan berbicara di depan umum (presentasi) melalui pelatihan komunikasi efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan jumlah 20 subyek penelitian mahasiswa tingkat akhir Prodi Psikologi FK UNS yang memiliki tingkat kecemasan menghadapi ujian skripsi diatas rata-rata, yang terdiri dari 10 orang subyek eksperimen dan 10 orang subyek kontrol. Subyek ditentukan berdasarkan teknik purposive nonrandom sampling. Desan penelitian menggunakan Pretest-posttest Control Group Design dan teknik  analisis  data  menggunakan  pendekatan independent samples t-test. Hasil uji independent samples test menunjukkan nilai t sebesar -2,123 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,048 (p < 0,05) sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua mean benar-benar berbeda. Karena sebelum perlakuan kedua kelompok berada pada taraf yang sama, maka perbedaan ini memberikan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh perlakuan “Pelatihan Komunikasi Efektif” terhadap penurunan tingkat kecemasan menghadapi validasi proposal skripsi / sidang skripsi subyek penelitian. Hasil ini dikonfirmasi dengan hasil uji paired samples t-test skor pretest dan skor posttest yang menunjukkan nilai T sebesar 4,339 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,002 (p < 0,05) yang menunjukkan kedua mean benar-benar berbeda, atau dapat diduga bahwa terjadi penurunan skor kecemasan setelah subyek mendapatkan “Pelatihan Komunikasi Efektif”.   Kata Kunci: komunikasi efektif, kecemasan menghadapi ujian skripsi, mahasiswa psikologi
EFEKTIVITAS PELATIHAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN . Hardjono; Aditya Nanda Priyatama; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.223 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.64

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas pelatihan motivasi intrinsik terhadap komitmen organisasi karyawan. Motivasi intrinsik merupakan suatu  bentuk motivasi yang berasal dari dalam diri individu dalam menyikapi suatu tugas dan pekerjaan yang diberikan kepada individu dan membuat tugas dan pekerjaan tersebut  mampu memberikan kepuasan batin bagi diri individu sendiri. Populasi penelitian ini di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampel penelitian sejumlah 36 orang yang tersebar di setiap fakultas. Teknik analisis data yang akan dilakukan menggunakan teknik analisis uji beda t-test. Hasil penelitian menunjukkan mean pretest sebesar 107.0278 dan mean posttest sebesar 110.6389. signifikansi sebesar 0,003 dengan t hitung sebesar 3,146 dan db sebesar 35. t tabel didapatkan sebesar 2,042. artinya Ho ditotal dan Ha diterima. Terdapat  perbedaan yang positif komitmen organisasi antara sebelum dilakukannya pelatihan dan sesudah dilakukannya pelatihan motivasi intrinsik. Kata Kunci: Pelatihan Motivasi Intrinsik, Komitmen Organisasi
PERBEDAAN KETIDAKPUASAN TERHADAP BENTUK TUBUH DITINJAU DARI STRATEGI KOPING PADA REMAJA WANITA DI SMA NEGERI 2 NGAWI Gannis Eka Pramita Sari; . Hardjono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.921 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i2.51

Abstract

Sejalan dengan pertumbuhan fisik, remaja wanita cenderung mengembangkan kepedulian yang berlebihan terhadap bentuk tubuh mereka, bahkan membuat remaja merasa tidak puas dengan bentuk tubuh apabila perubahan bentuk tubuh saat masa perkembangan tersebut tidak sesuai dengan impian. Ketidakpuasan bentuk tubuh merupakan masalah yang rumit bagi perkembangan remaja wanita, menyebabkan remaja memiliki kepercayaan diri dan harga diri yang rendah, menghalangi remaja wanita untuk bergaul dan mengembangkan diri, serta menimbulkan kecemasan, yang menuntut remaja untuk memilih dan menggunakan strategi koping yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakpuasan bentuk tubuh. Semua strategi koping merupakan cara yang efektif untuk meredakan masalah, namun strategi koping tertentu dapat memberikan hasil yang berbeda pada situasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketidakpuasan bentuk tubuh ditinjau dari perbedaan strategi koping yang digunakan oleh remaja wanita. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 2 Ngawi. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala strategi koping dan skala ketidakpuasan bentuk tubuh. Analisis data menggunakan teknik analisis independent sample t test. Hasil analisis data menghasilkan nilai rata-rata kelompok problem focused coping 53,13 dan kelompok emotional focused coping 56,18. Hal ini berarti bahwa remaja wanita yang menggunakan problem focused coping mempunyai ketidakpuasan bentuk tubuh yang lebih rendah daripada kelompok emotional focused coping. Uji independent sample t test menghasilkan t hitung = -2.383 dan t tabel = 1.984, dengan probabilitas p-value > 0,05 (0,019). Hal ini berarti hipotesis diterima, yaitu terdapat perbedaan ketidakpuasan bentuk tubuh ditinjau dari strategi koping pada remaja wanita di SMA Negeri 2 Ngawi. Kata kunci: Ketidakpuasan bentuk tubuh, strategi koping, remaja wanita
PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN ASERTIVITAS TERHADAP KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA PADA SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) BHINNEKA KARYA SURAKARTA Anisa Ismi Nabila; . Hardjono; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.32 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.19

Abstract

Pengaruh teman sebaya memiliki peran yang sangat besar pada seorang anak yang menginjak usia remaja. Banyak sekali tekanan yang dihadapi dari teman sebaya, misalnya rayuan, ajakan, bahkan paksaan untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan atau yang tidak pantas dilakukan. Dalam hal ini banyak remaja yang tidak berani atau ragu-ragu untuk berkata “tidak” karena alasan takut tidak memiliki teman, takut dimusuhi, atau takut dianggap tidak cool. Oleh karena itu, remaja membutuhkan suatu keterampilan sosial yaitu asertivitas untuk menolak pengaruh negatif yang berasal dari lingkungan. Salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk mengajarkan asertivitas yaitu dengan melalui beberapa jam pelatihan. Pemberian pelatihan asertivitas dapat membantu mengurangi kecenderungan kenakalan remaja akibat pengaruh negatif yang berasal dari teman sebaya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian pelatihan asertivitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja pada siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta. Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan rancangan eksperimental nonrandomized pretest-posttest control-group design. Subyek penelitian adalah 20 siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan pelatihan asertivitas, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kecenderungan kenakalan remaja yang dikenakan pada subyek sebelum dan setelah perlakuan. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik uji T-Test. Diperoleh nilai t=3,680 (t<2,101) dan  p= 0,002 (p<0,05). Nilai rata-rata pada kelompok eksperimen adalah 90,6 sedangkan nilai rata-rata pada kelompok kontrol adalah 104,1. Nilai rata-rata ini dapat diinterpretasi bahwa terdapat perbedaan pada kedua kelompok sebesar 13,5. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pelatihan asertivitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja pada siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta.   Kata Kunci : Kecenderungan kenakalan remaja, pelatihan asertivitas