Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Majalah Ilmiah MOMENTUM

PENGARUH UKURAN BUTIRAN ADSORBEN KHITOSAN TERHADAP DERAJAD ADSORPSI/PENJERAPAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu2+) . Hargono; C. S. Budiyati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.632

Abstract

Kandungan logam berat tembaga, Cu di dalam limbah cair kerajinan elektroplating sangat tinggi, melebihi ambang batas yang ditentukan pemerintah. Di salah satu kerajinan elektroplating di sekitar Lingkungan Industri Kecil (LIK) di Semarang kandungan ion tembaga, Cu2+mencapai 0,77 mg/L padahal standar baku mutu air limbah untuk kadar ion Cu adalah 0.19mg/L. Alternatif pengelolaan limbah ini bisa dilakukan dengan operasi adsorpsi menggunakan adsorben Khitosan. Elektron nitrogen pada gugus amino yang dimiliki Khitosan dapat mengikat ion-ion logam membentuk senyawa kompleks koordinasi yang stabil. Kemampuan Khitosan untuk menjerap ion Cu tergantung pada derajat deasetilasinya. Proses adsorbsi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ukuran partikel adsorben, jumlah adsorbent, pH, waktu, kecepatan pengadukan dan suhu. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh ukuran partikel Khitosan terhadap aktivasinya dalam menjerap ion logam berat Cu2+ Percobaan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan Khitosan dari cangkang/ kulit udang, dengan konsentrasi NaOH dari 20 hingga 60% (%berat). Khitosan yang dihasilkan dari proses ini dianalisis derajat deasetilasinya dengan FTIR. Tahap kedua adalah mencari pengaruh ukuran partikel Khitosan dalam mengadsorbsi ion Tembaga dengan menggunakan Khitosan dengan derajat deasetilasi yang paling besar. Variabel berubah adalah diameter rata-rata Khitosan 0,711 mm (-20+28 mesh), 0,503 mm (-28+35 mesh) dan 0,193 mm (-65+80 mesh). Analisis ion Cu2+dilakukan dengan AAS. Hasil penelitian menunjukaan proses adsorpsi ion Cu2+ paling baik dicapai pada diameter rata-rata butiran Khitosan 0,193 mm, derajat deasetilasi pada konsentrasi NaOH 50%, waktu penjerapan efektif 60 menit dengan derajad penjerapan tembaga mencapai 80,52 % Kata kunci : Khitosan, ukuran partikel, proses penjerapan,ion Cu
KAJIAN AWAL PEMBUATAN SURFAKTAN DARI TEMPURUNG KELAPA Aprilina Purbasari; . Hargono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i1.119

Abstract

Tempurung kelapa merupakan limbah dari buah kelapa yang berpotensi untukdijadikan surfaktan karena kandungan lignin sekitar31,9%.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan perebus dan perbandingan reaktan untuk memperoleh hasil surfaktan yang maksimal. Lignin yaitu suatu phenolic polimer yang menyebabkan kekuatan dan rigidity pada dinding sel tanaman berkayu. Surfaktan adalah zat seperti deterjen yang ditambahkan pada cairan untuk meningkatkan sifat penyebaran atau pembasahan dengan menurunkan tegangan muka. Tempurung kelapa kering dihaluskan dan dikumpulkan serbuknya sebagai bahan baku. Serbuk tempurung kelapa direaksikan dengan larutan natrium bisulfit dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%, dan variasi perbandingan tempurung kelapa dan natrium bisulfit sebesar 1:5, 2:5 dan 3:5 di dalam suatu reaktor menggunakan labu leher tiga dengan operasi suhu 115 0 C, waktu reaksi 20 menit, pH 4 serta kecepatan pengadukan 80 rpm. Hasilnya disaring sehingga dihasilkan residu dan filtrat. Filtrat yang mengandung surfaktan dianalisis dengan metode spektrofotometri UV- Visible. Berdasarkan penelitian didapatkan surfaktan maksimal pada penggunaan natrium bisulfit dengan konsentrasi 30% dan perbandingan reaktan 3:5. Kata Kunci: surfaktan, tempurung kelapa
PEMISAHAN GINGEROL DARI RIMPANG JAHE SEGAR MELALUI PROSES EKSTRAKSI SECARA BATCH Hargono Hargono; Fitra Pradhita; Margaretha Praba Aulia
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i2.920

Abstract

Jahe  mengandung  gingerol  yang  sangat  bermanfaat  dalam industri farmasi dan makanan. Gingerol dapat di gunakan dalam crosslinking pati untuk mengikat-silangkan rantai karbon pada pati sehingga memiliki sifat mendekati gandum. Gingerol di pasaran jarang tersedia, mahal harganya dan berkualitas rendah, sehingga perlu dipelajari metode ekstraksi gingerol untuk menghasilkan gingerol berkualitas tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mencari variabel paling berpengaruh dalam ekstraksi gingerol dari rimpang jahe segar dengan menggunakan variabel suhu ekstraksi, berat jahe, dan ukuran partikel jahe, selanjutnya dilakukan optimasi ekstraksi gingerol dari variabel yang paling berpengaruh. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut n-hexane dan dilakukan secara batch. Variabel terikat adalah volume n-hexane 300 ml, kecepatan pengadukan 450 rpm, dan waktu ekstraksi 1jam dengan pengambilan sampel setiap 10 menit.Sedangkan variabel berubahnya adalah suhu ekstraksi 50 dan 60 oC. Berat jahe masing-masing 50 dan 75 g; ukuran partikel jahe 10 x 10 x 1 mm; dan 5 x 5 x 1 mm. Prosedur penelitian ini yaitu persiapan awal bahan dengan mencuci dan memperkecil ukuran jahe segar sesuai dengan variabel. Pembuatan kurva standar dimaksudkan untuk analisis gingerol. Analisis gingerol hasil percobaan dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer. Dari hasil penelitian didapat bahwa berat jahe adalah variabel paling berpengaruh dalam ekstraksi gingerol. Kondisi optimum yang di dapat adalah saat berat jahe 75 g, di ekstraksi menggunakan pelarut 300 ml n-hexane menghasilkan gingerol dengan konsentrasi 498 ppm.Kata Kunci: gingerol, crosslinking, rimpang jahe, n-hexane, oleoresin
PROSES PENGOLAHAN ILES-ILES (Amorphophallus sp.) MENJADI GLUKOMANNAN SEBAGAI GELLING AGENT PENGGANTI BORAKS K. Haryani; . Hargono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengolah iles-iles (Amorphophallus sp.) menjadi tepung glukomannan. dengan cara mengekstraksi glukomannan dari iles-iles menggunakan air sebagai solven dan etanol sebagai pengendap. Dalam penelitian ini digunakan variable tetap yaitu massa tepung iles-iles sebanyak 35gr, sedangkan variabel berubah adalah volume solven sebanyak 300,600ml, suhu 40,80 0 C, waktu 30,12 )menit. Sebagai alat utamapenelitian ini digunakan ektraksi sederhana dan filter vakum. Percobaan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan percobaan awal untuk mencari variable yang paling berpengaruh sedangkan tahap kedua adalah proses optimasi. Dari tahap pertama diperoleh variabel yang paling berpengaruh adalah volume solven. Dan setelah dilakukan optimasi pada volume solven 600ml diperoleh glukomannan dengan massa paling banyak. Kata kunci : iles-iles, glukomannan, ekstraksi