Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PERMUKIMAN TERHADAP BANJIR DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARMOYO KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG NAZMELIA, AUDHIYAH; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanjir adalah salah satu permasalahan umum yang sering terjadi di Kabupaten Jombang. Kabupaten jombang mempunyai kapasitas aliran sungai yang kurang memadai sehingga kondisi topografi juga menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya genangan banjir setiap tahun pada musim penghujan. Topografi wilayah Kabupaten Jombang relatif landai dengan kemiringan 0-2% dengan tingkat elevasi 44 mdpl yang mana relatif lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya. Kawasan Marmoyo memiliki ketinggian lebih rendah dari ketinggian Sungai Brantas, dengan tingkat elevasi 0 sampai 50 m. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya banjir dan tingkat kerentanan permukiman terhadap banjir di Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 39 orang. Subjek penelitian yang dijadikan sumber data adalah masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir di Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo yang dipilih secara Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, kuesioner, dan wawancara.Hasil penelitian ini adalah dari perhitungan skor parameter tingkat bahaya banjir di Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo menunjukkan bahwa untuk kategori lama genangan >48 jam. Pada kategori tinggi genangan dan frekuensi genangan banjir menunjukkan bahwa tinggi genangan >50 cm dan frekuensi genangan 2-5 kali kejadian dalam satu tahun. Perhitungan tingkat kerentanan permukiman terhadap banjir dengan menjumlahkan skor indikator variabel kondisi rumah, intensitas genangan, dan persepsi kenyamanan tempat tinggal masyarakat dengan jumlah 39 sampel penelitian yaitu ada 10 sampel penelitian yang menunjukkan tingkat kerentanan rendah, sisanya 18 sampel penelitian menunjukkan tingkat kerentanan tinggi di seluruh kawasan Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang.Kata kunci : Bahaya Banjir, Kerentanan Permukiman, Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS) DI KABUPATEN BANGKALAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ISTIQOMAH, NUR; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia mempunyai harapan yang sangat besar dalam pengembangan pertanian lahan kering di masa mendatang mengingat potensi dan luas lahannya yang jauh lebih besar daripada lahan sawah atau lahan gambut. Pulau Madura merupakan salah satu pulau yang terletak di wilayah Jawa Timur yang memiliki areal untuk tanaman untuk jagung kurang lebih 360.000 Ha (30% areal jagung di Jawa Timur). Bangkalan adalah kabupaten penghasil jagung terbesar kedua di Madura dengan produksi sebanyak 144.771 ton pada tahun 2016, namun informasi mengenai kelas kesesuaian lahan untuk tanaman jagung di Kabupaten Bangkalan masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lahan, kelas kesesuaian lahan, produksi dan produktivitas tanaman jagung serta keselarasan antara kondisi lahan dan potensi pertanian tanaman jagung di daerah penelitian sehingga lahan yang ada dapat dimanfaatkan dengan maksimal.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis spasial dengan teknik matching yaitu mencocokkan antara karakteristik penggunaan lahan di daerah penelitian dengan syarat tumbuh optimal tanaman jagung di Kabupaten Bangkalan, sehingga diperoleh kelas-kelas kesesuaian lahan S1 yang berarti sangat sesuai, S2 cukup sesuai, S3 sesuai marginal dan N tidak sesuai. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah jumlah curah hujan tahunan (mm/th), temperatur (°C), tekstur tanah, kemiringan lereng, pH tanah dan C-organik.Hasil dari penelitian ini Kabupaten Bangkalan memiliki 3 kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman jagung yaitu S2, S3, dan N. Lahan seluas 16301 Ha (29,31%) dengan kelas kesesuaian S2, 25610 Ha (46%) lahan dengan kelas kesesuaian S3 dan 13706 Ha (24.64%) lahan dengan kelas kesesuaian N. Berdasarkan identifikasi keselarasan antara kesesuaian lahan dengan produktivitas tanaman jagung di daerah penelitian, diperoleh lahan dengan kategori "S2-Rendah" dengan luasan 31370 Ha (11,2%) yang pengusahaan pertanian tanaman jagungnya belum dilakukan secara optimal. Kategori "S3-Rendah? dan "N-Rendah" seluas 123903 Ha (44%) yang menunjukkan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki daya dukung yang relatif buruk kaitannya dengan usaha tanaman jagung.Kata kunci : kesesuaian lahan, keselarasan, produktivitas pertanian
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN WADUK DAYAKAN SEBAGAI OBJEK WISATA KEPURBAKALAAN DI DESA WOTANGGARE KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO AINUR ROKHIM, MOCHAMMAD; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPariwisata merupakan komoditas yang dibutuhkan setiap individu salah satunya untuk mengetahui peninggalan sejarah dan budaya suatu etnik tertentu. Kabupaten Bojonegoro ditetapkan sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) oleh pemerintah Jawa Timur dan termasuk pada kawasan C dalam kebijakan pengembangan yang tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) Jawa Timur yang berfokus pada pengembangan wisata pantai dan laut,budaya dan alam. Salah satu wisata yang sedang berkembang di Kabupaten Bojonegoro adalah Waduk Dayakan. Waduk Dayakan merupakan bekas sungai purba yang menyimpan data penemuan fosil terbanyak di Bojonegoro seperti fosil gajah, kerbau, kijang dan benda arkeolog. Waduk Dayakan termasuk ke dalam wisata budaya atau bisa disebut sebagai pariwisata kepurbakalaan. Tujuan penelitian untuk melihat potensi sekitar penemuan fosil dan persepsi masyarakat sekitar mengenai pengembangan pariwisata kepurbakalaan.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel menggunakan accidental random sampling. Populasi 3275 orang yang tinggal disekitar Waduk Dayakan dengan sampel 97 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi secara terstruktur. Teknik analisis data menggunakan skala likert dan penghitungan statistik sederhana.Hasil penelitian ini berdasarkan perhitungan Skala Likert dan statistik sederhana menunjukan bahwa sebanyak 72 responden memiliki tingkat cukup terhadap potensi sekitar penemuan fosil dan cukup berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan daya tarik berbagai penemuan fosil. Sebanyak 68 responden memiliki tingkat persepsi tinggi terhadap pengembangan pariwisata yang berarti masyarakat memiliki persepsi yang baik dan mendukung serta berpartisipasi terhadap pengembangan pariwisata kepurbakalaan Waduk Dayakan di Kabupaten Bojonegoro.Kata kunci: persepsi masyarakat, pengembangan, pariwisata, kepurbakalaan
PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERUMAHAN BARU DI DAERAH SAMBIKEREP KOTA SURABAYA BUDIMAN, WAHYU; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan lahan permukiman skala besar ditunjang dengan integrasi dan fasilitas yang baik dilengkapi juga dengan fasilitas perniagaan dan pusat-pusat lainnya menjadi titik awal semakin berkembang pesatnya perumahan real estate baru sampai saat ini di Surabaya Barat. Salah satu dampaknya adalah memberikan perubahan nilai, persepsi publik serta permintaan lahan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial masyarakat, presepsi masyarakat Kelurahan Sambikerep terhadap kehadiran perumahan baru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di sekitar daerah perumahan dengan sampel 97 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik skoring menggunakan skala likert. Hasil analisis data menunjukkan bahwa karakteristik sosial masyarakat di daerah sekitar perumahan baru berpendidikan tertinggi pada tingkat SMA/Sederajat sebesar 43,29%, persentase jenis pekerjaan tertinggi sebesar 39,17% sebagai pedagang, berhubungan sosial sedang, berlembaga sosial yang tinggi, memiliki struktur sosial yang baik dan mengalami perubahan sosial sedang. Masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sambikerep Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya memiliki karakteristik sosial yang seperti di atas menimbulkan berbagai macam persepsi atas perumahan baru yakni rendah apabila masyarakat menolak perumahan baru, sedang apabila masyarakat tidak terpengaruh, dan tinggi apabila masyarakat terpengaruh adanya perumahan baru. Kata Kunci : Transformasi Wilayah, Karakteristik Masyarakat, Presepsi Masyarakat
KETAHANAN PANGAN KELUARGA PRA SEJAHTERA DI DESA TEMUIRENG KECAMATAN DAWARBLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO Madika Yonatha, Vandhu; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetahanan pangan merupakan cerminan ketersediaan pangan yang cukup, bergizi, dan merata yang mampudiakses setiap individu sehingga penyerapannya dapat dilakukan secara maksimal demi pencapaian hidup yang sehatdan produktif. Desa Temuireng memiliki produksi padi tertinggi di Kecamatan Dawarblandong yaitu 15.006 kwintal,namun rasio keluarga pra sejahteranya paling tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan pangankeluarga pra sejahtera Desa Temuireng.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitianini adalah kepala keluarga Desa Temuireng dengan sampel 82 responden. Teknik pengumpulan data menggunakankuesioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik skoring menggunakan skalalikert dan untuk indeks ketahanan pangan menggunakan matriks ketahanan pangan dari LIPI.Hasil penelitian menunjukkan, kondisi sosial keluarga pra sejahtera Desa Temuireng dalam kategori sedangdengan frekuensi 47 atau 57,32%. Ketahanan pangan keluarga pra sejahtera Desa Temuireng dalam kategori sedangdengan frekuensi 77 atau 93,90%. Indeks ketahanan pangan keluarga dilihat dari tiga indikator yaitu sumber proteinnabati (tahan pangan), protein hewani (tidak tahan pangan) dan kontinyuitas ketersediaan pangan keluarga (tahanpangan) di Desa Temuireng jika dimasukkan ke dalam matriks ketahanan pangan menurut LIPI termasuk kategorikeluarga kurang tahan pangan.Kata Kunci : Kondisi Sosial, Indeks Ketahanan Pangan, Keluarga Pra Sejahtera
STRATEGI PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE LIVELIHOOD) MASYARAKAT DI KAWASAN LAHAN KERING DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO AULIA ROHMAH, BINTA; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Karangpatihan Kecamatan Balong merupakan salah satu desa di Kabupaten Ponorogo. Sebagian besar lahan di Desa Karangpatihaan ini merupakan lahan yang diperparah oleh musim. Hal tersebut berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kehidupan masyarakat serta mengetahui strategi penghidupan berkelanjutan masyarakat berbasis asset untuk meningkatkan penghidupan dan menjaga keberlanjutan lingkungan di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo.Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survey. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Karangpatihan sebanyak 526 Kepala Keluarga (KK) responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakteristik kehidupan pada kategori usia responden 30-49 memiliki prosentase sebesar 28,57% dan kelompok 50-69 memiliki prosentase sebesar 71,43%. Kategori tingkat pendidikan responden di empat dusun tergolong rendah karena sebanyak 46,43% responden hanya lulusan SD, serta kategori tanggungan keluarga rata-rata responden memiliki 4 tanggungan keluarga dengan prosentase 36,91%. 2) Modal kehidupan menunjukkan bahwa aset tertinggi dimiliki oleh Dusun Tanggungrejo dan aset terendah dimiliki oleh Dusun Krajan yang dapat dilihat dari nilai masing-masing modal di 4 dusun tidak lebih dari 33,33% yang merupakan batas rendah.Kata kunci : Strategi Penghidupan, Aset Penghidupan
LAJU EROSI DESA BANARAN KECAMATAN PULUNG KABUPATEN PONOROGO LUWIH, AMBAR; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakErosi adalah proses perpindahan atau pengangkutan tanah dari suatu tempat ke tempat lain yangdapat menimbulkan kerugian bagi manusia dan kerusakan pada lingkungan. Salah satu penyebabnyaadalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai dampak yang dapat ditimbulkan akibat erosi ini,selain itu penggunaan lahan yang diolah tanpa memperhatikan kaidah-kaidah konservasi juga menjadipenyebab yang tak kalah penting. Prediksi laju erosi pada wilayah ini diharapkan dapat menjadi sumberinformasi bagi pemerintah pada umumnya dan memberikan informasi tentang besarnya indeks bahayaerosi pada beberapa penggunaan lahan, sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan. Tujuan penelitianini yaitu mengetahui besarnya laju erosi di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di DesaBanaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dan analisis tanah dilaksanakan di LaboratoriumUniversitas Trunojoyo Madura. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, pengolahan SIG dansurvei langsung dilapangan. Data yang digunakan yaitu erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dankemiringan lereng serta pengolahan tanaman dan tindakan konservasi. Kemudian hasil analisis tersebutdiolah dengan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE).Hasil penelitian menunjukan prediksi erosi yang terjadi di Desa Banaran berada pada skala ringansampai sangat berat. Erosi ringan terjadi pada lahan dengan penggunaan lahan sawah, semak belukar dantegalan atau ladang, dimana erosi yang terjadi nilainya 15-60 ton/ha/tahun. Erosi sangat berat terjadi padapenggunaan lahan pemukiman dengan nilai lebih besar yaitu 480 ton/ha/tahun, ini terjadi karena tidakadanya pengolahan tanaman dan tindakan konservasi. Perlunya pengetahuan mengenai besarnya laju erosidi daerah ini yaitu untuk mengurangi dampak buruk erosi yang dapat terjadi dikemudian hari denganmulai melakukan pencegahan-pencegahan sejak dini.Kata Kunci : Laju Erosi. Desa Banaran, USLE
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR KALI LAMONG DI KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR MUHAMMAD ALMUTHORI, FACHRI; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanjir merupakan limpasan air yang melebihi tinggi muka air normal sehingga melimpas dari palung sungai yang menyebabkan genangan pada lahan rendah di sisi sungai.Permasalahan banjir akibat meluapnya Kali Lamong sudah menjadi bencana rutin yang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Gresik. Kecamatan Benjeng merupakan wilayah kecamatan yang memiliki jumlah desa terdampak paling banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi, strategiadaptasi masyarakat dalam menghadapi banjir Kali Lamong di Kecamatan Benjeng.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel proporsi dengan jumlah 100 responden dari tujuh desa. Variabel yang digunakan adalah tingkat kerawanan banjir, persepsi, dan strategi adaptasi masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil presentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki persepsi dalam kategori baik dengan 73,4% masyarakat memahami banjir yang terjadi akibat luapan KaliLamong. Sebanyak 46% dari responden tidak setuju dengan meninggikan jalan lingkungan, dikarenakan biaya yang dikeluarkan mahal, dan akan memindah air ke dalam rumah. Strategi adaptasi dengan cara meninggikan rumah atau membuat tanggul di depan teras rumah sebesar 43%. Strategi adaptasi melaluipenggunaan pompa air untuk membuang air yang masuk ke dalam rumah sebesar 64%.Kata Kunci: Banjir Kali Lamong, Persepsi, Strategi Adaptasi
ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI SWP V KABUPATEN LAMONGAN IRWANSAH, ADE; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenetapan Sentra Kawasan Agropolitan di Kabupaten Lamongan. Peraturan Daerah Kabupaten LamonganNomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tataruang Wilayah Kabupaten Lamongan Tahun 2011-2031 dalampengembangan kawasan Agropolitan berada di wilayah selatan. Kawasan pengembangan agropolitan terletak diKecamatan Ngimbang, Kecamatan Sambeng, Kecamatan Sukorame, Kecamatan Bluluk, Kecamatan Modo, danKecamatan Mantup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dan ketersediaan lahan dan menentukanarahan pengembangan komoditas unggulan dalam konsep pengembangan kawasan agropolitan.Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskripktif kuantitatif. Teknik pengumpulan data padapenelitian ini meliputi observasi, dan study literatur. Data yang terhimpun dianalisis dengan metode matching: (1)antara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman komoditas unggulan; (2) analisis komoditas unggulan disetiap kecamatan menggunakan metode LQ ; (3) hierarki wilayah dengan metode skalogram.Hasil penelitian menunjukan bahwa Kecamatan Ngimbang menjadi pusat agropolitan di Satuan WilayahPembangunan (SWP) V Kabupaten Lamongan karena memiliki jumlah infrastruktur yang paling tinggi. Evaluasikesesuaian lahan dan ketersediaan lahan menghasilkan arahan pengembangan wilayah 1) Kecamatan Mantup terdapatkomoditas unggulan tanaman kedelai seluas 5864.11 ha, 2) Kecamatan Modo terdapat komoditas unggulan tanamanpadi seluas 5755.5 ha, 3) Kecamatan Ngimbang terdapat komoditas jagung seluas 4888.14 ha, 4) Kecamatan Sambengkeempat terdapat komoditas unggulan jagung seluas 4888.14 ha dan 4730.17 ha, 5) Kecamatan Bluluk terdapatkomoditas unggulan tembakau seluas 3097.01 ha dan 6) Kecamatan Sukorame terdapat komoditas unggulan jagungseluas 1716.69 ha.Kata Kunci : Kesesuaian lahan, Kesesuaian wilayah, Agropolitan, Komoditas unggulan
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR KALI LAMONG DI DESA IKER – IKER GEGER DAN DESA MOROWUDI KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIK ALISYA, VENA; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanjir di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik terjadi akibat luapan Kali Lamong merupakan banjir yang terjaditahunan. Dampak banjir yang terjadi tidak hanya merendam persawahan dan tambak tetapi juga pemukiman dan aksesjalan Gresik-Mojokerto. Bencana banjir ini tentu membawa kerugian bagi warga yang terdampak berupa kerugian sosialekonomi. Penelitian dilakukan di Desa Iker-Iker Geger dan Desa Morowudi dengan tujuan untuk mengetahui 1). Tingkatbahaya bencana banjir Kali Lamong dan 2). Tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir Kali Lamong diDesa Iker ? Iker Geger dan Desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pengumpulan data secaralangsung berupa wawancara dan pengukuran dilakukan untuk mengetahui tingkat bahaya banjir berdasarkan grid di 125titik dan angket untuk kesiapsiagaan dilakukan kepada 93 responden menggunakan teknik Random Sampling. Analisisdata yang digunakan berdasarkan hasil skoring dengan Skala Likert dan Skala Gutmman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tingkatan bahaya banjir di Desa Iker-Iker Geger dan DesaMorowudi yaitu tingkat bahaya tinggi sebesar 30% atau seluas 137 ha, tingkat sedang sebesar 24% atau 110 ha, dansisanya pada tingkat rendah sebesar 46% atau 214 ha. Kategori nilai indeks berdasarkan LIPI_UNESCO/ISDR,kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir Kali Lamong dalam tahap hampir siap dengan indekskesiapsiagaan 59% dengan perincian pengetahuan dan sikap sebesar 71,9%, perencanaan kedaruratan 57,5%, sistemperingatan dini 56,5%, dan mobilitas sumberdaya sebesar 50,2%.Kata kunci : Bencana banjir, Tingkat bahaya, Indeks Kesiapsiagaan