Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Pengaruh ENSO dan IOD Terhadap Evaporasi di Selat Makassar Menggunakan Metode Bowen Ratio Riza, Muhammad; Zetsaona Sihotang; Idris Mandang; Mustaid Yusuf
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i2.122

Abstract

Perpindahan panas global sangat penting untuk memahami mekanisme variabilitas iklim dalam skala global. Rasio Bowen dapat digunakan untuk menentukan fluks panas laten pada suatu permukaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi variabilitas evaporasi di Selat Makassar menggunakan metode bowen ratio dan kaitannya terhadap fenomena ENSO dan IOD dan Mengetahui durasi dari fenomena ENSO (El Nino Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) terhadap perubahan evaporasi di Selat Makassar. Rasio Bowen dihitung dengan membagi nilai sensible heat flux dengan latent heat flux. Setelah mendapatkan nilai Rasio Bowen kemudian akan dicari cross-correlation diantara Rasio Bowen dan ONI (Ocean Nino Index) kemudian ditentukan berapa lama jeda waktu yang diperlukan untuk anomali di Samudera Pasifik berpengaruh ke Selat Makassar. Kemudian Cross-correlation dihitung kembali diantara Rasio Bowen dan DMI untuk melihat efek anomali di Samudera Hindia terhadap Selat Makassar. Data sensible heat flux dan latent heat flux didapatkan dari ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dianalisis dari tahun 1990-2022 dan akan dirata-ratakan perbulannya. Didapatkan hasil penurunan Rasion Bowen dari tahun 1990-2022 yang mengindikasikan evaporasi yang semakin rendah. Klimatologi Rasio Bowen menunjukkan evaporasi mengalami 2 kali puncak di bulan April dan November dengan nilai Rasio Bowen berturut-turut 0,133 dan 0,14. Korelasi silang Rasio Bowen dan ONI menunjukkan hubungan yang kuat dimana nilai R sebesar 0.65 dengan lag 2 bulan. Sedangkan korelasi silang Rasio Bowen dan DMI mendapatkan hasil R sebesar 0.13 dengan lag 1 bulan. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa ENSO menjadi faktor yang memiliki efek besar terhadap evaporasi di Selat Makassar.
Analisis Pengaruh ENSO dan IOD Terhadap Evaporasi di Selat Makassar Menggunakan Metode Bowen Ratio Riza, Muhammad; Zetsaona Sihotang; Idris Mandang; Mustaid Yusuf
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i2.122

Abstract

Perpindahan panas global sangat penting untuk memahami mekanisme variabilitas iklim dalam skala global. Rasio Bowen dapat digunakan untuk menentukan fluks panas laten pada suatu permukaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi variabilitas evaporasi di Selat Makassar menggunakan metode bowen ratio dan kaitannya terhadap fenomena ENSO dan IOD dan Mengetahui durasi dari fenomena ENSO (El Nino Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) terhadap perubahan evaporasi di Selat Makassar. Rasio Bowen dihitung dengan membagi nilai sensible heat flux dengan latent heat flux. Setelah mendapatkan nilai Rasio Bowen kemudian akan dicari cross-correlation diantara Rasio Bowen dan ONI (Ocean Nino Index) kemudian ditentukan berapa lama jeda waktu yang diperlukan untuk anomali di Samudera Pasifik berpengaruh ke Selat Makassar. Kemudian Cross-correlation dihitung kembali diantara Rasio Bowen dan DMI untuk melihat efek anomali di Samudera Hindia terhadap Selat Makassar. Data sensible heat flux dan latent heat flux didapatkan dari ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dianalisis dari tahun 1990-2022 dan akan dirata-ratakan perbulannya. Didapatkan hasil penurunan Rasion Bowen dari tahun 1990-2022 yang mengindikasikan evaporasi yang semakin rendah. Klimatologi Rasio Bowen menunjukkan evaporasi mengalami 2 kali puncak di bulan April dan November dengan nilai Rasio Bowen berturut-turut 0,133 dan 0,14. Korelasi silang Rasio Bowen dan ONI menunjukkan hubungan yang kuat dimana nilai R sebesar 0.65 dengan lag 2 bulan. Sedangkan korelasi silang Rasio Bowen dan DMI mendapatkan hasil R sebesar 0.13 dengan lag 1 bulan. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa ENSO menjadi faktor yang memiliki efek besar terhadap evaporasi di Selat Makassar.
Analisis Komparatif Metode FFT Dan Least Squares Dalam Penentuan Komponen Pasang Surut Di Perairan Indonesia Al-Ghifari, Najwan; Budiarsa, Anugrah Aditya; Ritonga, Irwan Ramadhan; Riza, Muhammad; Sihotang, Zetsaona; Mandang, Idris
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v9i1.103907

Abstract

This study evaluates the performance of Fast Fourier Transform (FFT) and Least Squares (LS) methods in tidal analysis across four strategic locations representing Indonesia's diverse tidal regimes: Belitung, Bontang, Melonguane, and Natuna. Eight principal tidal components (O1, K1, M2, S2, N2, K2, P1, Q1) were analyzed. The results demonstrate that the Least Squares method is significantly superior, achieving an RMSE reduction of 79.2% to 94.0% compared to FFT. While tidal classifications based on Formzahl numbers remained consistent across both methods—identifying diurnal types in Belitung and mixed-prevailing semidiurnal types elsewhere—the LS method provided more precise harmonic constants. These findings recommend the LS method for high-accuracy operational tidal modeling and sea-level prediction in Indonesian waters.
Pengaruh Perubahan Suhu Permukaan Laut (SPL) di Selat Makassar terhadap Curah Hujan di Kota Samarinda dan Makassar pada Fase ENSO Asyikin, Nurul; Yusuf, Mustaid; Sihotang, Zetsaona; Wiyani, Riski Indah
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v9i1.103504

Abstract

Sea Surface Temperature (SST) is a key oceanographic parameter that influences atmospheric processes, particularly weather and climate variability, including rainfall, and its variability is closely linked to large-scale climate phenomena such as ENSO. This study examines the relationship between SST variability in the Makassar Strait and rainfall in Samarinda City and Makassar City under three climate conditions representing ENSO phases: El Niño (2015), normal conditions (2017), and La Niña (2022). Daily SST and rainfall data were converted into monthly mean values and analyzed using Pearson correlation to assess the strength and direction of their relationship. The results show that SST–rainfall correlations in Samarinda City were −0.423 during El Niño conditions, −0.219 during normal conditions, and −0.39 during La Niña conditions, indicating a moderate influence during El Niño and weaker relationships in other phases. In Makassar City, correlation values were −0.331 in 2015, −0.10 in 2017, and +0.69 in 2022, suggesting weak relationships during El Niño and normal conditions but a strong positive relationship during La Niña conditions. Overall, these findings demonstrate that the influence of SST variability in the Makassar Strait on rainfall differs by region and ENSO phase, providing useful insight for developing region-specific rainfall prediction models based on oceanic and climatic variability.