Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pewarna Alami Berbahan Dasar Buah Naga Merah Untuk MPASI Pada Balita Di Wilayah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah Harlyanti Muthma'innah Mashar; Dwirina Hervilia; Juni Ramadhani; Dali Dali; Ismail Ismail; Ahmad Sukrianur; Dwira Rahima
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.217

Abstract

MP-ASI merupakan makanan atau minuman selain ASI yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi selama periode penyapihan yang diberikan bersamaan pemberian ASI. Sebuah rekomendasi menekankan, secara sosial budaya MP-ASI hendaknya dibuat dari bahan pangan lokal yang murah dan mudah diperoleh di daerah setempat. Salah satu buah yang berpotensi digunakan sebagai makanan alami adalah buah naga super red (Hylocereus costaricensis). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai dampak negatif pewarna sintetis pada jajanan komersil serta potensi buah naga merah sebagai pewarna alami dalam pembuatan MPASI sehat. Khalayak sasaran adalah ibu-ibu balita Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Metodenya pelaksanaan penyuluhan interaktif dengan para ibu yang memiliki anak usia balita, diskusi dan tanya jawab, kemudian demonstrasi pembuatan MP-ASI menggunakan bahan pewarna buah naga. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan posttest dan pretest untuk melihat peningkatan pemahaman mereka setelah dilakukan penyuluhan. Nilai yang didapatkan dari hasil posttest dan pretest kemudian dilakukan uji statistik menggunakan uji T berpasangan dan uji Gain. Berdasarkan hasil analisis test yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum penyuluhan dengan sesudah penyuluhan dibuktikan dengan peningkatan nilai posttest. Nilai rata-rata posttest adalah sebesar 16,1 dan nilai rata-rata pretest adalah sebesar 32,8. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, terdapat kategori nilai gain rendah sebanyak 6 orang (28,5%), sedang sebanyak 13 orang (62%) dan tinggi sebanyak 2 orang (9,5%). Dari hasil tersebut terdapat beberapa ibu balita memiliki nilai gain yang baik yaitu sebesar 34,2% memiliki kategori sedang yang berarti ibu-ibu tersebut menunjukkan nilai pemahaman yang meningkat setelah diberikan penyuluhan.
Pemanfaatan Kelakai pada Ibu Hamil dan Ibu Balita Dalam Meningkatkan Kuantitas ASI dan Potensinya Dalam Mencegah Kanker Payudara Harlyanti Muthma'innah Mashar; Sukmawati Ahmad Damiti; Dali Dali; Alfeus Manuntung; Ismail Ismail; Suhaera Suhaera
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.320

Abstract

Stunting masih menjadi masalah nasional karena akan berdampak negatif pada kualitas SDM di masa yang akan datang. Faktor-faktor seperti pola konsumsi anak, paparan infeksi berulang, akses dan ketersediaan bahan makanan serta sanitasi dan Kesehatan lingkungan, termasuk praktik pemberian ASI eksklusif dapat berdampak pada terjadinya stunting. Kelakai sebagai salah satu pangan lokal khas Kalimantan Tengah dipercaya dapat memperbanyak dan memperlancar produksi ASI untuk ibu yang menyusui. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kereng Bangkirai tentang pemanfaatan kelakai dalam meningkatkan kuantitas ASI dan potensinya dalam mencegah kanker payudara. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan memberi edukasi untuk mencapai peningkatan pengetahuan sasaran dengan peserta sebanyak 16 orang. Evaluasi ketercapaian legiatan yaitu dengan mengukur pengetahuan ibu hamil dan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan indikator keberhasilannya yaitu lebih dari 75% peserta penyuluhan dapat memahami materi yang diberikan. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta menjadi sebagian besar kategori baik setelah diberi penyuluhan (81,25%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap pengetahuan dengan nilai p=0.008 (p<0,05).