Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KEMAMPUAN OOSIT IKAN LELE (Clarias grapienus) DALAM MENOLERANSI KLORIN SEBAGAI BAHAN OKSIDATIF STRES Hadid Armansyah; Yulianus Linggi; Marsoedi M
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.908 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1256

Abstract

Penelitian ini menggunakan klorin dalam bentuk natrium hipoklorit yang dipaparkan secara in vitro untuk menguji kemampuan oosit ikan lele dalam menoleransi kehadiran klorin sebagai bahan oksidatif stres dalam medium kultur. Konsentrasi klorin yang digunakan adalah 0, 10, 20, 40, 80, 160, dan 320 μM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi paparan semakin rendah jumlah oosit yang mampu bertahan hidup hingga 4 jam pengamatan. Konsentrasi klorin 320 μM menghasilkan jumlah oosit yang mampu bertahan hidup paling optimum. Disimpulkan bahwa oosit ikan lele mampu menoleransi kehadiran bahan oksidatif stres dalam medium kultur dengan konsentrasi paparan klorin sebanyak 320 μM.
Maturation of Nile-Tilapia (Oreochromis niloticus) Oocytes With Exposed by Goat Inhibin Isolated from Granulose Cells Yulianus Linggi; Aulanni’am A; Yenni Risjani; Tongku N. Siregar
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 1, No 1 (2007): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2955.202 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v1i1.3118

Abstract

The present study aimed to investigate the role of inhibin in the regulation of oocytesmaturation. Inhibin was isolated from goat granulose cells and injected by intraperitoneal in to femaleNile-Tilapia. Three days later its gonad was taken by decapitation and the change of oocyte was evaluatedunder microscope. Results showed that average of percentages of oocytes that undergo maturated after exposed with inhibin of 0, 20, 40, and 60µg/individual 50.05, 29.44, 21.46, and 30.83%, respectively.The exposure of doses of goat inhibin in Nile-Tilapia showed significantly different (P0.01) to percentages of mature oocytes. It was conluded that exposition of goat inhibin from granulose cells caninducing the maturation of Nile-Tilapia oocytes.Keywords: inhibin, maturation, oocytes
Kinerja Pertumbuhan Oreochromis niloticus yang diberi Pakan Komersial dengan Substitusi Tepung Ulva lactuca Gadis Glorya Valentina Olang; Ridwan Tobuku; Yulianus Linggi
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan subtitusi tepung Ulva lactuca dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dan menentukan dosis optimal yang mempengaruhi pertumbuhan. Masalah penelitian mencakup efektivitas tepung Ulva lactuca sebagai bahan pakan ikan dan dampaknya terhadap kelangsungan hidup serta pertumbuhan ikan. Penelitian dilakukan di BBIS Noekele, Kabupaten Kupang, pada Agustus-September 2025, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa substitusi tepung Ulva lactuca dalam pakan komersial dengan dosis 15%, 30%, 45%, dan 60%. Ikan uji yang digunakan adalah 240 ekor (tiap ulangan ada 20 ekor) Alat yang digunakan termasuk kolam, hapa, timbangan, Thermometer, pH meter, sementara parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, pertumbuhan spesifik,efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan. Analisis data dilakukan dengan ANOVA pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak, pertumbuhan spesifik, dan efisiensi pakan tertinggi terjadi pada perlakuan P1. Selain itu, kelangsungan hidup ikan nila juga paling tinggi pada perlakuan P1, namun perbedaan perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kelulusan hidup (P>0,05), menunjukkan bahwa semua perlakuan masih mendukung kelangsungan hidup ikan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung Ulva lactuca dalam pakan komersial memberikan hasil optimal pada dosis rendah hingga sedang, khususnya 15%. Sebaliknya, peningkatan dosis yang terlalu tinggi cenderung menurunkan performa pertumbuhan ikan nila. Dengan demikian, pemanfaatan Ulva lactuca sebagai bahan substitusi pakan perlu memperhatikan batas optimal agar tidak memberikan efek negatif terhadap pertumbuhan ikan.Kata kunci : Tepung Ulva lactuca, Subtitusi pakan, pertumbuhan, ikan nila, kelangsungan hidup,efisiensi pakan.
Efektivitas Maskulinisasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) melalui Metode Perendaman Larutan Madu Kefa dengan Dosis Berbeda Regina Firsani Missa; Yulianus Linggi; Yuliana Salosso
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman larva ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam larutan madu Kefa dengan dosis yang berbeda terhadap persentase kelamin jantan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup. Larva berumur 7 hari direndam selama 20 jam dalam empat perlakuan dosis madu: 0 ml/L (kontrol), 5 ml/L, 10 ml/L, dan 15 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D (15 ml/L) menghasilkan persentase jantan tertinggi sebesar 73,81%, yang berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan lainnya. Pertumbuhan mutlak tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada kontrol (93,33%), sedangkan perlakuan D menunjukkan kelangsungan hidup terendah (70%) akibat stres osmotik. Disimpulkan bahwa madu efektif sebagai agen maskulinisasi alami dengan dosis optimal 15 ml/L, meskipun berdampak pada penurunan kelangsungan hidup.Kata kunci : Ikan nila; maskulinisasi; madu kefa; kelangsungan hidup; pertumbuhan