Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Evaluating the Effectiveness of Community Participation in Stunting Reduction in Surabaya Sani, Yunni Maulidya; Hariyoko, Yusuf; Roisul Basyar, Muhammad
Jurnal Mengkaji Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): December
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jmi.v3i2.794

Abstract

Abstract: Stunting is a growth and developmental disorder in children caused by several factors, including poor nutrition, recurrent infections, and inadequate psychosocial stimulation. Children are considered stunted if their height-for-age is more than two standard deviations below the median of the Child Growth Standards. Despite efforts, stunting among children under five years old persists in Surabaya. Therefore, the Surabaya City Government, in collaboration with medical professionals, is actively working to treat and prevent stunting to achieve the goal of Zero Stunting in Surabaya. The role of the community is crucial in eradicating stunting among young children to foster a stunting-free golden generation in Surabaya. Purpose: The objective of this study is to describe the forms of community participation under Mayor Regulation No. 79 of 2022 concerning the Acceleration of Stunting Reduction in Surabaya. Design/Methodology/Approach: The research method employs a survey methodology to collect data. This study gathers information from primary sources, obtained directly from the surveyed subjects, and secondary sources, which include existing data and literature relevant to the research topic. Findings: The research findings indicate that community participation in Surabaya is present and commendable, although it is not yet fully optimal. While several participation indicators show positive results, such as participation in labor, material contributions, social involvement, and skills, there is still a need for improvement in the participation of ideas, particularly in providing input or suggestions related to stunting reduction programs. Therefore, increased community engagement is necessary to achieve the goal of Surabaya Zero Stunting. Originality/value: This study has several distinctions in terms of focus, theme, and research location. It will examine community participation within the context of Surabaya Mayor Regulation No. 79 of 2022 concerning the Acceleration of Stunting Reduction in Surabaya.
MANAJEMEN STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN SIDOARJO Putri, Nanda Helmalia; Hariyoko, Yusuf; Murti, Indah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i4.8837

Abstract

Bencana menjadi peristiwa yang memberikan ancaman dan gangguan pada penghidupan dan kehidupan bermasyarakat yang dapat mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan, adanya dampak psikologis, korban jiwa, dan kerugian harta benda. Oleh sebab itu, diperlukannya sebuah manajemen strategi dalam penanganan bencana. Dalam hal ini BPBD Kabupaten Sidoarjo sebagai pelaksana dari pemerintahan pusat (BNPB) dapat menjadikan manajemen strategi sebagai tolak ukur dalam pengembangan kebijakan yang terstruktur tentunya dalam penanganan banjir di Kabupaten Sidoarjo. Tujuan dari penenilitian ini adalah untuk mengetahui manajemen strategi bencana banjir berbasis mitigasi dan mengetahui faktor penyebab keberhasilan manajemen strategi bencana banjir yang telah diterapkan oleh BPBD Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teori manajemen strategi menurut Wheelen & Hungler (2008). Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode penelitian deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu melihat dari Faktor Keberhasilan manajemen strategi oleh BPBD dalam Mitigasi bencana banjir di Kabupaten Sidoarjo dilihat dari Analisis SWOT yang telah dibuat yaitu adanya dukungan dari masyarakat, adanya kerjasama atau koordinasi dengan pihak terkait dan terdapat regulasi atau peraturan daerah yang mengatur terkait penanggulangan bencana banjir mulai dari tahap pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Faktor Penyebab Ketidakberhasilan manajemen strategi oleh BPBD dalam Mitigasi bencana banjir di Kabupaten Sidoarjo diantaranya yaitu Kurangnya Anggaran dan Keterbataan Sumber Daya Manusia.
Implementasi Kebijakan Peningkatan Partisipasi Pemilih Pemula melalui Program “Goes To School di Kota Surabaya Haniardi, Deva Putri; Hariyoko, Yusuf; Basyar, M Roisul
Transparansi : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Vol. 7 No. 1: Juni 2024
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/transparansi.v7i1.3759

Abstract

This research aimed to describe the implementation of policies to increase the participation of first-time voters through the KPU’s “Goes To School program in Surabaya. This study uses a qualitative approach with a research method based on Smith (1973) implementation theory, which consist of four stages of implementation as indicators: idealized policy, target groups, implementing organization, and environmental factor. The data collection techniques used are interviews, observations, and documents. The number of informants is six participants, including KPU Staff, BAWASLU Staff, LSM Staff, Media, Khadijah High School Students, and first-time voter participant. The result show that each indicator used in the implementation of the election participation policy through the “Goes To School program in Surabaya has shown improvement and has been quite succesful as an effort to reduce the number of non-voters. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan peningkatan partisipasi pemilih pemula melalui program "Goes To School" KPU Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian berdasarkan teori implementasi Smith (1973), yang terdiri dari empat tahap implementasi sebagai indikator: kebijakan yang diidealkan, kelompok sasaran, organisasi pelaksana, dan faktor lingkungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumen. Jumlah informan sebanyak enam orang, yaitu Staf KPU, Staf BAWASLU, Staf LSM, Media, Siswa SMA Khadijah, dan peserta pemilih pemula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap indikator yang digunakan dalam implementasi kebijakan partisipasi pemilu melalui program "Goes To School" di Kota Surabaya telah menunjukkan peningkatan dan cukup berhasil sebagai upaya untuk mengurangi angka golput.
EVALUASI PROGRAM SEKOLAH ORANG TUA HEBAT DI KELURAHAN SIDOTOPO KECAMATAN SEMMAPIR KOTA SURABAYA JAWA TIMUR Tri Wahyuni, Aprilia; Hariyoko, Yusuf; Murti, Indah
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 04 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i04.2283

Abstract

Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) merupakan salah satu upaya strategis Pemerintah Kota Surabaya dalam menanggulangi permasalahan stunting yang masih menjadi isu kesehatan masyarakat prioritas. Program ini dirancang sebagai bentuk intervensi edukatif berbasis keluarga dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas orang tua, khususnya ibu, dalam hal pengasuhan anak balita secara holistik dan berbasis pada prinsip-prinsip tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program SOTH di Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya, dengan menggunakan pendekatan evaluasi kebijakan publik berdasarkan enam indikator dari William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap sejumlah informan dari berbagai elemen pelaksana dan peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas merupakan indikator yang paling dominan, tercermin dari peningkatan pengetahuan orang tua mengenai gizi anak, pola asuh yang sehat, pentingnya stimulasi dini, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Meskipun demikian, beberapa tantangan masih ditemukan dalam pelaksanaan program, di antaranya keterbatasan jumlah fasilitator, kurang meratanya penyebaran informasi, serta ketidaktepatan sasaran peserta. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan strategi komunikasi publik, penyempurnaan kurikulum pelatihan, serta pengembangan sistem monitoring dan evaluasi partisipatif. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dan pelaksana program dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program SOTH di masa depan.
ANALISIS STANDAR PELAYANAN PENGADUAN PELANGGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA Ramadhani, Diva Zahira; Hariyoko, Yusuf; Murti, Indah
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 04 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i04.2290

Abstract

Pelayanan publik merupakan aspek penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, aparatur pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat. Layanan air minum merupakan salah satu bagian penting dari infrastruktur pelayanan publik yang wajib disediakan oleh pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat. PDAM Surya Sembada Surabaya yang juga sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan distribusi air yang merata dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Standar Pelayanan Pengaduan Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDAM Surya Sembada Kota Surabaya telah menyusun dan menerapkan standar pelayanan pengaduan pelanggan dengan cukup baik, mencakup aspek ketepatan waktu, kemudahan akses, perbaikan, permintaan maaf, kredibilitas, dan perhatian. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal keterlambatan penanganan dan perlunya pendekatan yang lebih inklusif terhadap kebutuhan pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kualitas pelayanan pengaduan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya serta informasi mengenai standar pelayanan yang diterapkan, dan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan kepada pelanggan.
PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA BERBASIS MASYARAKAT DI KAMPUNG PECINAN KAPASAN DALAM KOTA SURABAYA Roshinta, Lila Setia; Hariyoko, Yusuf; Wahyudi, Eddy
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 8 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui surat keputusan Walikota Surabaya nomor 188.45/46/436.1.2/2020 Tentang Penetapan Destinasi Wisata Kota Surabaya, Kampung Pecinan ditetapkan sebagai kampung wisata. Salah satu pilihan menarik untuk mengeksplorasi keindahan Surabaya adalah Wisata Kampung Pecinan (WKP) Kapasan Dalam. Lokasinya terletak di Jalan Kapasan Dalam I Kapasan Lor No.3, Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Jawa Timur.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengembangan wisata budaya berbasis masyarakat di kampung pecinan kapasan dalam kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POKDARWIS WKP Kapasan Dalam telah berupaya melibatkan warga dalam tahap pengembangan di wisata kampung pecinan kapasan dalam kota Surabaya. Partisipasi dalam bentuk pikiran yakni berupa inovasi paket wisata yang sempat dijalankan pada perayaan berdirinya satu tahun wisata kampung pecinan kapasan dalam pada tahun 2021, namun untuk sementara ini tidak ada paket wisata yang dijalankan. Saat ini ide yang sedang berjalan ialah penambahan ornamen naga guna mempercantik area wisata, serta masih mencari gambar mural untuk direvitalisasikan. Selanjutnya, adanya partisipasi dalam membuat strategi promosi wisata kampung pecinan kapasan dalam melalui Instagram. Selanjutnya, partisipasi dalam bentuk uang ditunjukkan dengan adanya iuran untuk perayaan tradisi sedekah bumi yang rutin tiap tahun diselenggarakan. Bentuk partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga dapat dilhat dari adanya warga kapasan dalam yang langsung ikut serta menjadi dalang, pemain barongsai untuk memeriahkan tradisi tahunan rutin yakni sedekah bumi, lalu menjadi pemandu wisata. Selain itu, partisipasi dalam bentuk keterampilan yakni di wisata kampung pecinan kapasan dalam juga terdapat latihan kungfu yang diadakan di kelentheng boen bio dan latihan barongsai yang juga diadakan di kelentheng boen bio sebagai penunjang daya tarik wisata. Lanjut, umkm berdagang di stand yang disediakan ketika hari minggu atau saat wisata kampung pecinan menyelenggaarakan event. Indikator terakhir adalah sudah ada pemberian pelatihan yang diberikan oleh dinas pariwisata kota Surabaya seperti pelatihan branding, public speaking, pelatihan guiding.
IMPLEMENTASI PERDA NOMOR 1 TAHUN 2024 TENTANG PAJAK DAN RETRIBUSI PADA PAD KABUPATEN SIDOARJO URUSAN PBG Putra, Muhamad Bimantoko Mahendra; Hariyoko, Yusuf; Murti, Indah
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 05 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i05.2467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, khususnya pada urusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dalam kaitannya dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sidoarjo. Perubahan regulasi dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi PBG membawa implikasi baru terhadap mekanisme pelayanan publik, potensi penerimaan retribusi, serta kontribusinya terhadap PAD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perumahan, permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perda Nomor 1 Tahun 2024 masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sosialisasi kepada masyarakat, kesiapan sistem administrasi, dan koordinasi antar-perangkat daerah. Meskipun demikian, kebijakan ini berpotensi meningkatkan kontribusi PAD apabila didukung dengan optimalisasi pelayanan digital, peningkatan transparansi, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pajak dan retribusi.
Penguatan Digitalisasi Layanan Dokumen Kependudukan Melalui PLAVON Kabupaten Sidoarjo Hariyoko, Yusuf
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v26i2.819

Abstract

Technological advances force every government to digitize its activities, especially in the aspect of public services. Public service is a matter that describes the government of a region. Population documents that must be owned by every community need to be properly provided by the local government. The Sidoarjo Regency Government strengthens population service by using a digital portal named Plavon. The Department of Population and Civil Registration of Sidoarjo Regency continues to innovate and develop the portal properly and is able to provide services. However, the adaptation process sometimes does not work properly due to a lack of understanding and outreach to the community about new service models. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques carried out by observation, interviews, and documentation. Facilities and infrastructure can be used properly in providing services through the Plavon portal. Service timeliness can also work well. Ease of access runs satisfactorily and is easily understood by users.
Evaluasi Perwali Surabaya No.81 Tahun 2021 Tentang Bidang Angkutan (Suroboyo Bus) dalam Mengurangi Kemacetan di Kota Surabaya Ian Daksana, Kumara Adyatma; Murti, Indah; Hariyoko, Yusuf
Harmonization : Jurnal Ilmu Sosial, Ilmu Hukum, dan Ilmu Ekonomi Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/harmonization.v2i4.796

Abstract

Congestion is a phenomenon where traffic is blocked due to a dense volume of vehicles. This means that congestion is an inadequate condition of a road section compared to the volume of existing vehicles. This is what is driving the Surabaya City Government to prepare public transportation services that operate as public transportation with integrated routes in a number of areas of the City of Surabaya. However, the research results show that the Suroboyo Bus is still not optimal in meeting people's daily mobility needs. And there are also several problems that need to be fixed, especially regarding bus waiting times. This study concludes that the development and improvement of Suroboyo Bus services needs to continue to be carried out to achieve the goal of reducing congestion and improving the quality of public transportation in Surabaya.
Implementasi Kurikulum Merdeka Di Smp Negeri 11 Surabaya Komaria, Nurul; Hariyoko, Yusuf
Policy and Maritime Review VOLUME 2 NO 2
Publisher : Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/pmr.v2i2.52

Abstract

Education in Indonesia has experienced several curriculum changes. The curriculum is used as a tool to achieve educational goals. The curriculum plays an important role in education by preparing learning plans which include subjects, teaching methods, and teaching materials prepared for students' learning process in acquiring knowledge. Basically, the Independent Curriculum requires educational units in schools to provide full support to students, not only in learning methods but also by providing adequate resources. This research aims to determine the implementation of the Independent Curriculum. The research method used is descriptive qualitative. The data used in this research is primary data obtained from direct observation in the field, while secondary data was collected from reference source for journal articles. The research results show that the Independent Curriculum policy has been determined clearly and in detail by policy makers. However, in its implementation, there are resource challenges in implementing the Independent Curriculum policy at SMP Negeri 11 Surabaya. Policy implementers have the responsibility to provide the necessary resources to ensure the smooth implementation of established policies. In this way, policy implementation can be carried out well.