Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Redoks

PENGARUH PROSES KOAGULASI DENGAN KOAGULAN PAC DAN SODIUM ALGINATE PADA HASIL FILTRASI AIR SUNGAI MUSI Husnah Husnah
Jurnal Redoks Vol 2, No 1 (2017): Redoks Januari - Juni
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.443 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v2i1.2031

Abstract

ABSTRAKKoagulan yang umumnya diapakai dalam pengolahan air Sungai adalah PAC karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan koagulan lainnya. Dalam penelitian ini koagulan PAC divariasikan dengan Sodium Alginate sebagai treatment awal dalam proses filtrasi air Sungai Musi menggunakan membran kermaik. Proses Pengolahan ini  bertujuan untuk memperbaiki kualitas air Sungai Musi tersebut. Proses filtrasi dilakukan dengan tekanan 36 psi. Waktu pengambilan permeate dilakukan pada 15, 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang diamati pada proses filtrasi ini adalah fluks, pH, kekeruhan dan TDS.Kata kunci : Air Sungai Musi, Koagulan PAC, Sodium Alginate, Filtrasi.
STUDI TEKNOLOGI MEMBRAN MIKRO UNTUK PEMURNIAN AIR UMPAN BOILER DIPUSAT PENGUMPUL PRODUKSI (PPP) PERTAMINA EP ASSET 2 FIELD PRABUMULIH Aan Safentry; Husnah Husnah; Fahron Habib
Jurnal Redoks Vol 4, No 1 (2019): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.386 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i1.3071

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode yang digunakan dalam permurnian air umpan boiler  adalah metode teknologi membran mikro. Membran separasi yaitu suatu teknik pemisahan campuran dua atau lebih komponen dengan bantuan tekanan dan selaput semi-permeabel. Proses pemisahan dengan membran berdasarkan perbedaan sifat fisik dan kimia dari membran serta komponen yang dipisahkan. Komponen-komponen akan terpisah berdasarkan ukuran dan bentuknya. Penelitian ini dilakukan dengan metode perancangan alat membran mikro dan uji laboratorium sampel air umpan boiler sebelum menggunakan membran mikro dan setelah menggunakan membran mikro. Penelitian ini mengacu pada standar baku yang ditetapkan oleh Chemtreat.inc. Dari hasil data uji sampel di laboratorium diperoleh data awal untuk air sungai modong TDS/TS 47,600 Mg/L , Kekeruhan 41,100 NTU , Salinitas 0,050 0/00 , TSS 0,300 Mg/L , Suhu 22,700C , Besi (Fe) 158,321 μg/L , kesadahan total 41,41 Mg/L , pH 6,71.Untuk air WTP TDS/TS 75,1 Mg/L , Kekeruhan 29,100 NTU , Salinitas 0,070 0/00 , TSS 0,200 Mg/L , Suhu 22,800C , Besi (Fe) 61,744 μg/L , kesadahan total 24,000 Mg/L , pH 6,50.3. Sedangkan hasil data uji sampel setelah air umpan boiler menggunakan membran mikro yaitu TDS/TS 75,900 Mg/L , Kekeruhan 1,890 NTU , Salinitas 0,070 0/00 , TSS 0,600 Mg/L , konduktivitas (DHL) 160,200 μS , Besi (Fe) 51,860 μg/L , kesadahan total 48,480 Mg/L , pH 6,73. Kata Kunci:Membran Mikro, Studi Teknologi Membran Mikro. 
APLIKASI MEMBRAN KERAMIK BUATAN DENGAN PRETREATMENT PADA PENJERNIHAN AIR SUNGAI MUSI Husnah Husnah
Jurnal Redoks Vol 3, No 1 (2018): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.22 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i1.2784

Abstract

Membran merupakan salah satu alternatif dalam pengolahan berbagai sumber air terutama untuk air permukaan. Salah satu membran yang umum digunakan adalah membran keramik. Membran keramik dalam penelitian ini merupakan hasil buatan dengan bahan dasar tanah liat. Membran ini digunakan dalam penjernihan air Sungai Musi dengan pretreatment awal menggunakan pasir silika dan karbon aktif. Proses Pengolahan ini  bertujuan untuk memperbaiki kualitas air Sungai Musi tersebut. Proses filtrasi dilakukan dengan tekanan 36 psi. Waktu pengambilan permeate dilakukan pada 15, 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang diamati pada proses filtrasi ini adalah Fluks, pH, kekeruhan, TDS. Kata kunci : Membran Keramik Buatan, Pretreatment,  Pasir Silika, Karbon aktif, Filtrasi..
EVALUASI KINERJA FILTER KERAMIK PADA PENGOLAHAN AIR SUNGAI MUSI BERDASARKAN FLUKS MEMBRAN Husnah Husnah
Jurnal Redoks Vol 1, No 2 (2016): Redoks Juli - Desember
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.615 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v1i2.2028

Abstract

ABSTRAKSalah satu usaha untuk memperbaiki kualitas air Sungai Musi dari pencemaran yang terus meningkat yaitu dengan mentreatmentnya melalui proses filtrasi. Filter yang digunakan pada penelitian kali ini adalah   jenis membran keramik. Proses filtrasi dilakukan dengan beda tekanan 32 psi dan   36 psi. Waktu pengambilan permeate dilakukan pada 15, 30, 45 dan 60 menit. valuasi kinerja membran keramik bisa dilihat dari nilai fluks yang dihitung berdasarkan volume permeate yang didapat per luas penampang membran. Nilai fluks terbaik adalah 2937,28 l/m2.jam. Kata kunci : Air Sungai Musi, Filtrasi, Membran keramik, Fluks membran
PERBANDINGAN KINERJA MEMBRAN KERAMIK BUATAN DENGAN MEMBRAN KERAMIK PABRIKASI PADA PENJERNIHAN AIR SUNGAI MUSI Husnah Husnah
Jurnal Redoks Vol 3, No 2 (2018): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.517 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i2.2384

Abstract

Membran yang umum digunakan dalam pengolahan air permukaan adalah membran keramik. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis membran, yaitu membran buatan dan membran pabrikasi. Membran buatan  merupakan hasil buatan manual dengan bahan dasar tanah liat, sedangkan Membran pabrikasi adalah membran keramik yang diproduksi oleh indutri pengolahan air.  Proses Pengolahan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas air Sungai Musi. Proses filtrasi dilakukan dengan tekanan 32 dan 36 psi. Waktu pengambilan permeate dilakukan pada 15, 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang diamati pada proses filtrasi ini adalah Fluks.Kata kunci : Membran Keramik Buatan, Membran Keramik Pabrikasi, Filtrasi dan Fluks.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP WARNA, AROMA, TEKSTUR, DAYA BUIH, pH PADA PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT Husnah Husnah; Teguh Effendi; Febrina Ompusunggu
Jurnal Redoks Vol 4, No 1 (2019): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.085 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i1.3074

Abstract

ABSTRAKMinyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari dua atau tiga kali penggorengan. Konsumsi minyak jelantah sangat berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dan juga limbah yang dapat mencemari lingkungan, maka dilakukan pemanfaatan minyak jelantah dengan cara mengolahnya kembali untuk pembuatan sabun mandi padat.  Sabun mandi padat merupakan jenis sabun untuk badan yang menghasilkan busa lembut di kulit. Sabun yang berfungsi untuk membersihkan, tidak merusak kulit dan dapat melindungi kulit dari radikal bebas. Senyawa untuk menangkal radikal bebas adalah dengan penambahan ekstrak daun kelor. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui proses pembuatan sabun mandi padat dari minyak jelantah.  Untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor terhadap kualitas sabun yaitu warna, aroma, tekstur, daya buih, pH. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak daun kelor berturut- turut 0 gr 2 gr, 4 gr, 6 gr. Variabel terikat yaitu kualitas sabun meliputi warna, aroma tekstur, daya buih, dan pH. Pengumpulan data dengan observasi oleh 55 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor sangat berpengaruh terhadap warna aroma, daya buih dan pH  tetapi tidak berpengaruh pada tekstur. Kata Kunci : Minyak , Sabun , ekstrak ,daun kelor, padat 
PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN TEKNOLOGI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS KOH Aliyah Shahab; Husnah Husnah
Jurnal Redoks Vol. 7 No. 2 (2022): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i2.9532

Abstract

Minyak nabati merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Biodiesel tersusun dari berbagai macam ester asam lemak yang berasal dari minyak nabati. Lebih dari 30 macam tumbuhan Indonesia potensial menghasilkan minyak nabati. Salah satu sumber penghasil minyak nabati yang sangat potensial yaitu biji karet. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Komposisi yang terkandung dalam biji karet yaitu 40-50% Wt minyak nabati, 24,21 % Wt karbohidrat, 21,17 % Wt protein dan 3,71 % Wt air dalam daging buah biji karet bebas dari cangkangnya. Proses pembuatan biodiesel dari biji karet dilakukan dengan cara preparasi biji karet untuk mengambil minyak biji karet dengan proses hidrolisa, esterifikasi, transesterifikasi, dan pemurnian. Dalam uji peralatan pembuatan biodiesel dari minyak biji karet dengan variable waktu (30 menit, 60 menit dan 90 menit) dan temperatur konstan 60 oC didapatkan hasil biodiesel terbaik pada waktu 90 menit dengan flash point 102 oC, pour point 9 oC, viskositas kinematik 50.49 cSt, conradson carbon residu 0.0380 gr, water content < 0.01 (trace) dan pH 6.  Kata Kunci : Alat Produksi, Minyak Biji karet, Biodiesel.