Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perancangan Kondominium dan Toserba (Department Store) di Kota Banda Aceh Muslim, Muhammad Syukur; Nursaniah, Cut; Safwan, Safwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 3 (2023): Volume 7, No.3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i3.24875

Abstract

Kota Banda Aceh yang merupakan kota yang berfungsi sebagai kota yang menjadi pusat dari segala kegiatan pemerintahan, politik, sosial, ekonomi, dan pendidikan di Provinsi Aceh menyebabkan pertumbuhan penduduk yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menyebabkan permintaan akan hunian di kota Banda Aceh pun semakin meningkat yang kemudian menyebabkan penurunan fungsi lahan untuk permukiman semakin sedikit. Oleh karena itu, perancangan Kondominium dan Toserba menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan akan permintaan akan hunian di kota Banda Aceh. Perancangan Kondominium dan Toserba ini nantinya diharapkan dapat menjadi hunian yang dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya.Pendekatan tema yang digunakan pada perancangan Kondominium dan Toserba ini yaitu Arsitektur Kontemporer yang mengambil konsep perancangan dari gaya arsitektur yang sedang tren pada saat ini. Konsep ini juga mengacu kepada konsep keberlanjutan, modern dan desain yang dinamis. Konsep ini diharapkan dapat membuat objek rancangan menjadi penanda zaman dan inspirasi desain bangunan modern di kota Banda Aceh.
Penerapan Tema Healing Environment pada Perancangan Rumah Sakit Pulmonologi Aceh Jannah, Wardatun; Safwan, Safwan; Nursaniah, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 3 (2023): Volume 7, No.3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i3.26451

Abstract

Rumah Sakit Pulmonologi adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan medis dengan kekhususan penyakit paru dan rongga pernapasan. Lingkungan Rumah Sakit harus dapat mendukung proses penyembuhan pasien, tidak hanya dari segi pelayanan medis, tetapi juga dukungan kesembuhan pasien dari segi emosional dan psikologis melalui rancangan bangunan dan lingkungan yang sesuai. Oleh karena itu penulis menerapkan tema Healing Environment pada Rancangan Rumah Sakit Pulmonologi Aceh. Penerapan tema Healing Environment dilakukan melalui beberapa pendekatan yaitu : (1) Memasukan elemen alam pada ruangan, dengan memasukan tanaman indoor serta menggunakan material alam, (2) memberikan koneksi dengan alam, yaitu dengan memberikan view langsung dari ruangan ke area taman, (3) bentuk layout bangunan yang efektif dan mempertimbangkan efisiensi proses pengobatan pasien, serta pola kegiatan dan kerentanan pasien, (4) pemilihan warna yang menenangkan, (5) sirkulasi dan aksesibilitas yang mempertimbangkan kegiatan dan kebutuhan pengguna (6) menghadirkan taman-taman yang bersifat restorative dan healing untuk mendukung proses penyembuhan pasien secara fisik maupun psikologi, yang dilakukan dengan pemilihan tanaman yang bersifat kuratif dan healing secara psikologis. Tulisan ini didasarkan pada studi preseden, dan studi literatur. Hasil akhir dari artikel ini adalah kriteria desain dari impelentasi tema Healing Environment dan alternatif desain sebagai penerapan dari kriteria tersebut, pada bangunan Rumah Sakit.
Analysis of Visitors’ Perceptions on Circulation Comfort and Accessibility at Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Putra, Safriza; Safwan, Safwan; Nursaniah, Cut
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.28118

Abstract

Abstract: Studies on spatial comfort and circulation effectiveness in mosque complexes, particularly those integrating universal design principles and national accessibility standards, remain limited in Indonesia. This study aims to assess visitors’ perceptions of spatial comfort and circulation effectiveness in the Baiturrahman Grand Mosque, Banda Aceh, in relation to Permen PUPR No.14/Prt/M/2017. A qualitative descriptive approach was applied, combining field observations, semi-structured interviews with 40 visitors, and spatial layout analysis. Findings reveal that 74% of visitors considered the overall circulation effective, while 26% perceived it as less comfortable or uncomfortable. Key shortcomings include narrow ramps in less strategic locations, escalators that are frequently non-operational, long walking distances to the women’s ablution area, the absence of guiding blocks for visually impaired users, and slippery marble floors during rain. Practical recommendations include widening and relocating ramps, ensuring escalator functionality, installing guiding blocks, applying anti-slip coatings, reducing travel distances for vulnerable groups, and improving signage with larger fonts, higher contrast, and the addition of the Acehnese language. These findings offer empirically grounded recommendations to enhance inclusivity and accessibility in large-scale religious complexes, serving as a reference for architects, facility managers, and policymakers. Abstrak: Kajian mengenai kenyamanan spasial dan efektivitas sirkulasi pada kompleks masjid, khususnya yang mengintegrasikan prinsip desain universal dan standar aksesibilitas nasional, masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai persepsi pengunjung terhadap kenyamanan spasial dan efektivitas sirkulasi di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dalam kaitannya dengan Permen PUPR No.14/Prt/M/2017. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan mengombinasikan observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur terhadap 40 pengunjung, dan analisis tata ruang masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% pengunjung menganggap sirkulasi secara keseluruhan efektif, sementara 26% menilai kurang nyaman atau tidak nyaman. Kekurangan utama meliputi ramp yang sempit dan berada di lokasi kurang strategis, eskalator yang sering tidak berfungsi, jarak berjalan yang jauh menuju area wudu perempuan, tidak tersedianya guiding block bagi pengguna tunanetra, serta lantai marmer yang licin saat hujan. Rekomendasi praktis mencakup pelebaran dan relokasi ramp, memastikan eskalator berfungsi, pemasangan guiding block, penerapan lapisan anti-selip, pengurangan jarak tempuh bagi kelompok rentan, serta peningkatan kualitas papan petunjuk dengan huruf lebih besar, kontras lebih tinggi, dan penambahan bahasa Aceh. Hasil penelitian ini menyajikan rekomendasi yang dirumuskan berdasarkan bukti empiris untuk meningkatkan inklusivitas dan aksesibilitas kompleks ibadah berskala besar, serta dapat menjadi acuan bagi arsitek, pengelola fasilitas, dan pembuat kebijakan.
Community-Based Tourism For Coastal Slum Redevelopment : A Case Study of Gampong Keude Meukek, Aceh, Indonesia Oktora, Handayani; Idawati, Dyah Erti; Safwan, Safwan
Elkawnie Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v12i1.31409

Abstract

Abstract: Slum settlements remain a major challenge in rural development across Indonesia. In Gampong Keude Meukek, South Aceh, poor waste management and inadequate drainage systems have contributed to environmental degradation and deteriorating living standards. This study examines how integrating community-based tourism can serve as a sustainable strategy for transforming slum areas. Using a mixed-method approach combining quantitative scoring and SWOT analysis, the research assesses the characteristics of slums and the potential of the village’s coastal and culinary assets. The findings highlight those localized interventions, such as integrated waste facilities, eco-enzyme application, and community engagement can support the revitalization of slum areas through marine and culinary tourism. The study proposes a design-based framework to transform the settlement into a more organized, productive, and environmentally sustainable space, while fostering inclusive local economic development. Abstrak: Permukiman kumuh masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan pedesaan di seluruh Indonesia. Di Gampong Keude Meukek, Aceh Selatan, pengelolaan sampah yang buruk dan sistem drainase yang tidak memadai telah menyebabkan degradasi lingkungan dan penurunan taraf hidup. Studi ini mengeksplorasi bagaimana integrasi pariwisata berbasis masyarakat dapat berfungsi sebagai strategi berkelanjutan untuk mengubah daerah kumuh. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan penilaian kuantitatif dan analisis SWOT, penelitian ini menilai karakteristik permukiman kumuh dan potensi aset pesisir dan kuliner desa. Temuan tersebut menyoroti bahwa intervensi lokal, seperti fasilitas sampah terpadu, aplikasi eko-enzim, dan keterlibatan masyarakat dapat mendukung revitalisasi daerah kumuh melalui wisata bahari dan kuliner. Studi ini mengusulkan kerangka kerja berbasis desain untuk mengubah permukiman menjadi ruang yang lebih terorganisasi, produktif, dan berkelanjutan secara lingkungan, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif.