Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perencanaan Stabilitas Lereng Timbunan untuk Perbaikan Saluran Irigasi Sugih, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kab. Bogor Nurul Chayati; Feril Hariati; Alimuddin Alimuddin; Fadhila Muhammad Libasut Taqwa; Muhammad Ilham
Rona Teknik Pertanian Vol 15, No 1 (2022): Volume No. 15, No. 1, April 2022
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v15i1.18959

Abstract

Abstrak. Saluran irigasi Sugih yang terletak di Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor sudah tidak dapat berfungsi pasca terjadinya longsoran di kawasan tersebut pada akhir tahun 2020. Longsoran tersebut sampai saat ini belum dilakukan perbaikan. Ratusan hektar sawah di Kp. Turki Rt 01 Rw 03 Desa Cibedug dipastikan gagal panen pada musim ini. Saluran irigasi Sugih yang diandalkan oleh warga untuk mengairi sawahnya terputus akibat bencana longsor. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis sifat fisis dan mekanis tanah di saluran irigasi Sugih Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor serta melakukan analisis stabilitas lereng dengan Metode Bishop Disederhanakan (Simplified Bishop Method) dan menggunakan aplikasi Autocad 2018 untuk mendapatkan perencanaan stabilitas lereng dan timbunan tanah yang diperlukan. Hasil analisis sifat fisis, mekanis didapatkan nilai parameter tanah. Berat isi tanah kering (gdry) 13,60 kN/m3, berat isi (g) rata rata sebesar 2,18 gr/cm3, nilai sudut nilai geser tanah (f) sebesar 26,19˚ dan nilai lekatan antara partikel tanah kohesi (c) sebesar 0,09 kN/m2,pada software Autocad 2018 didapatkan dimensi lereng 1 : 1, volume galian sebesar 1.594 m3,timbunan sebesar 1.830,26 m3 dan luasan longsoran sebesar 1.000,30 m2. Berdasarkan perhitungan menggunakan Metode Bishop Disederhanakan didapatkan nilai faktor keamanan (safety factor) 1,83 sehingga lereng yang direncanakan tersebut stabil.Embankment Slope Stability Planning for Sugih Irrigation Channel Improvement, Cibedug Village, Ciawi District, Bogor RegencyAbstract. The Sugih irrigation channel which is located in Cibedug Village, Ciawi District, Bogor Regency is no longer functioning after the landslide occurred in the area at the end of 2020. Until now, the landslide has not been repaired. Hundreds of hectares of rice fields in Kp. Turki Rt 01 Rw 03, Cibedug Village is confirmed to have failed crops this season. The Sugih irrigation channel that residents rely on to irrigate their fields was cut off due to landslides. The purpose of the study was to analyze the physical and mechanical properties of the soil in the Sugih irrigation channel of Cibedug Village, Ciawi District, Bogor Regency and to analyze the slope stability using the simplified Bishop method and use the Autocad 2018 application to obtain the required slope stability and soil fill plan. The results of the analysis of physical and mechanical properties obtained soil parameter values. Dry soil fill weight (gdry) 13.60 kN/m3, bulk density (g) average of 2.18 g/cm3, angular value of soil shear value (f) of 26.19˚ and the value of coherence between cohesion soil particles (c) 0.09 kN/m2, in the Autocad 2018 software a 1: 1 slope dimension is obtained the excavation volume of 1,594 m3, an embankment of 1,830.26 m3 and landslide area of 1,000.30 m2. Based on calculations using the simplified Bishop Method, it is obtained the value of the safety factor (safety factor) 1.83 so that the planned slope is stable.
Kajian Dampak Lingkungan Terhadap Kegiatan Rekonstruksi Sarana dan Prasarana Pasar Tugu Kota Depok Alimuddin Alimuddin; Nurul Chayati; Rulhendri Rulhendri; Ria Fitri
Rona Teknik Pertanian Vol 13, No 1 (2020): Volume 13, No. 1, April 2020
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v13i1.16867

Abstract

Abstrak. Dinas Perumahan dan Permukiman, Kota Depok berencana melakukan rekonstruksi bangunan Pasar Tugu untuk meningkatkan sarana dan prasarana dibidang perekonomian. Kegiatan tersebut akan memiliki dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat sehingga diperlukan kajian dampak lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan rona awal di lokasi penelitian dan untuk mendapatkan hasil analisis kajian dampak lingkungan dan cara penanggulangan dalam meminimalisasi dampak yang terjadi pada saat tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, dan tahap operasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil dari penelitian ini adalah kondisi rona awal lingkungan pada lokasi penelitian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan di lokasi penelitian dalam kategori baik, baik dari segi komponen kualitas udara ambien dan kebisingan maupun komponen kualitas air tanah dan pada setiap kegiatan mulai dari tahap pra konstruksi, konstruksi, hingga tahap operasi, masing-masing tahap memiliki dampak positif dan dampak negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif yang terjadi dapat diminimalkan dengan melakukan pengelolaan lingkungan yang baik pada setiap tahapan kegiatan dimulai dari tahap pra konstruksi hingga tahap operasi agar terciptanya suatu konstruksi yang ramah lingkungan.Environmental Impact Assessment on the Reconstruction of Facilities and Infrastructure for Pasar Tugu, Depok CityAbstract. Department of Housing and Settlements, Depok City plans to reconstruct the Pasar Tugu building, Depok City to improve facilities and infrastructure in the economic sector. These activities will have environmental and social impacts on the community so an environmental impact study is needed. The purpose of this study is to know the environmental baseline conditions at the research location and to obtain the results of environmental impact analysis and countermeasures in minimizing the impacts that occur during the pre-construction, construction, and operation stages. The method used in this research is a survey method. The results of this study are the environmental baseline conditions at the research location indicate that the environmental quality at the research location is in a good category in terms of the ambient air quality and noise components and groundwater quality components and in every activity starting from the pre-construction stage, construction, to the operation stage, each stage has a positive impact and a negative impact on the environment. The negative impacts that occur can reduce good environmental management at every stage of the activity starting from the construction stage to the operation stage in order to make an environmentally friendly construction. 
PERENCANAAN DIMENSI KANTONG LUMPUR PADA INTAKE DAERAH IRIGASI CIHAREWOS Insan Fadil Insan Fadil; Feril Hariati; Alimuddin Alimuddin
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v18i2.4652

Abstract

The Ciharewos River was affected by the Cidurian flood, resulting in a pile of sediment along the river channel, precisely behind the Ciharewos Dam building which resulted in the water quality of the Ciharewos Irrigation Area declining. The purpose of this study was to obtain the rate of floating sediment transport that would enter the intake using the Meyer Petter and Muller method. Next, plan the dimensions of the mud bag from the results of the sediment rate that has been obtained. The research phase begins by testing the suspended load and the base sediment sample, the flow velocity, and the required dimensions of the mud bag. The results of the analysis using the Meyer Petter and Muller method obtained a sediment rate discharge value of 3.04 m3/day. With a rinse time of fourteen (14) days, the volume of the mud bag required is 42.68 m3. The planning for the dimensions of the mud bag is carried out three (3) times with a minimum design water velocity limit (vn) of 0.30 m/s to 1.470 m/s, and a design channel width (bn) of 1.00 to 2.00 meters, so that the most economical ratio of mud bag dimensions is obtained. The most economical mud bag dimensions are obtained from Simulation III with design speed (vn) 0.30 m/s, design channel width (bn) 2.00 meters, height (hn) 0.76 meters, and length (L) 25, 47 meters.
Kajian Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh (Studi Kasus: RW 06 Kelurahan Jatipulo, Jakarta Barat) Alimuddin, Alimuddin; Rulhendri, Rulhendri; Lutfi, Muhamad; Chayati, Nurul; Bintang, Ilham
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5, No 4 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v5i4.21565

Abstract

Peningkatan mutu dan fungsi perumahan dan permukiman perlu dilakukan dengan tujuan untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan perumahan kumuh dan permukiman kumuh sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Menyikapi hal ini, Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Administrasi Jakarta Barat berencana mengubah suatu kawasan di RW 06 Kelurahan Jatipulo, Jakarta Barat menjadikan layak huni. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kondisi eksisting lingkungan, potensi lingkungan, permasalahan lingkungan dan penataan lingkungan untuk menanggulangi dan mengurangi tingkat kekumuhan serta mewujudkan suatu kawasan yang tertata sesuai dengan peruntukan lahan di lingkungan perumahan dan permukiman dilihat dari aspek fisik lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survei dan wawancara melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan mengumpulkan data berupa data primer dan data sekunder. Dari penelitian ini diketahui bahwa kondisi eksisiting ditemukan pencemaran lingkungan, jaringan jalan lingkungan yang rusak, drainase yang kurang memadai, tidak ada proteksi kebakaran, pengolaan sampah yang kurang memadai, serta tidak ada penerangan jalan umum (PJU) dan ruang terbuka hijau/RTH. Perlunya penataan infrastruktur jalan, drainase, persampahan, rambu jalan dan penghijauan.