Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Community-Based Approach in A Small Scale Irrigation Project in Indonesia: Ways and Advantages Bambang Istijono; Taufika Ophiyandri
Civil Engineering Dimension Vol. 17 No. 2 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.895 KB) | DOI: 10.9744/ced.17.2.95-100

Abstract

The implementation of community-based approach, where community can control a government owned infrastructure project, is rarely found. However, Sumatra River Basin Organization (BWSS) V successfully implemented a small scale irrigation project using this method in West Sumatra Province, Indonesia. This paper aims to describe how this policy was implemented, highlight its milestones, and discuss the advantages of its application. A detailed literature review and semi structured interviews were conducted to achieve the objectives. It was found that the implementation of community-based approach can bring about a sense of belonging, sustainability, and a source of income for the community. Hence, the project was finished on time within budget with high quality materials. In some cases the quantity of the project was more than it was targeted. The key policy that contributed to the success was trusting community to control the project and making sure that the proposed project came from the community.
Manajemen risiko proyek pembangunan rumah khusus suku anak dalam (SAD) Provinsi Jambi Novi Hazriyanti; Benny Hidayat; Taufika Ophiyandri
Rang Teknik Journal Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.748 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v3i2.1839

Abstract

Proyek pembangunan rumah khusus suku anak dalam (SAD) adalah salah satu proyek yang unik dimana penerima bantuan masyarakat dengan latar belakang yang sangat memegang erat sosial/budayanya, sehingga dalam pembangunan konstruksi terdapat kendala terkait karakteristik sosial/budaya yang dikaitkan dengan tanah leluhur, lokasi pembangunan didalam hutan dekat dengan komunitas asli mereka tinggal ditambah lagi status lahan yang belum clear and clear, dan koordinasi dan komunikasi yang terkendala pada saat pelaksanaan. Tujun penelitian Adalah untuk mengidentifikasi risiko-risiko apa saja yang termasuk kedalam tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap pasca konstruksi, risiko-risiko dominan apa saja yang berpengaruh terhadap pembangunan rumah khusus suku anak dalam (SAD) di Provinsi Jambi, dan memberikan aksi mitigasi risiko.
PENENTUAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN STUDI KASUS KOTA PAYAKUMBUH PROVINSI SUMATERA BARAT Ilham Hidayat; Benny Hidayat; Taufika Ophiyandri
Rang Teknik Journal Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.298 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v3i2.1776

Abstract

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas. Rencana pemeliharaan jalan yang baik merupakan unsur penting dalam pengelolaan jalan.Salah satu aspek terpenting dalam menjaga kondisi jalan adalah rencana prioritas pemeliharaan jalan. Penentuan prioritas pemeliharaan jalan sering tidak mempunyai standar yang dapat dipertanggung jawabkan dan masih didominasi oleh kebijakan pengambil keputusan serta mengesampingkan kriteria teknis, manfaat dan biaya. Berdasarkan opini-opini dan permasalahan mengenai ketidakjelasan dasar prioritas pemeliharaan jalan dan penanganan pemeliharaan jalan yang efektif, maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian terhadap cara penentuan prioritas pemeliharaan jalan. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan judul “Penentuan Prioritas Pemeliharaan Jalan - Studi Kasus Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat”. Penelitian ini dicapai dengan melakukan survey kuisioner kepada 15 responden yang terdiri dari pengelola kegiatan pemeliharaan jalan dan konsultan perencana bidang jalan. Hasil yang diperoleh diolah menggunakan metoda Analitycal Hierarchy Process (AHP) untuk menilai perbandingan kriteria & Analisa Statistika Deskriptif untuk penilaian terhadap sub-kriteria. Dari hasil analisis jawaban responden menunjukkan bahwa urutan penentuan prioritas pemeliharaan jalan didasarkan kepada 1.Kriteria Kondisi Jalan ; 2.Kriteria Volume Lalu Lintas ; 3.Kriteria Ekonomi ; 4.Kriteria Kebijakan ; 5.Kriteria Aksesibilitas, sedangkan jenis pemeliharaan berdasarkan Buku pedoman No. 018/T/BNKT/1990 Dirjen Pembinaan Jalan Kota Kementerian PUPR “Tata Cara Penyusunan Pemeliharaan Jalan Kota” meliputi penilaian dalam angka terhadap LHR, Kondisi Jalan dengan jenis penanganan : Peningkatan Jalan ; Pemeliharaan Berkala : Pemeliharaan Rutin
Studi Perilaku Rantai Pasok Konstruksi Pada Proyek Pembangunan Gedung Refdizalis Refdizalis; Taufika Ophiyandri; Yervi Hesna
Jurnal Talenta Sipil Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.911 KB) | DOI: 10.33087/talentasipil.v3i2.30

Abstract

Rantai Pasok Konstruksi adalah sebuah sistem pemasok, produsen, layanan transportasi, distributor dan penjual yang diciptakan untuk mengubah bahan dasar menjadi suatu produk konstruksi sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengguna sesuai nilai yang dimintanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa pola rantai pasok material konstruksi serta menganalisa perilaku para pihak dalam rantai pasok konstruksi bangunan gedung. Penelitian ini dilakukan pada proyek bangunan gedung di Kabupaten Tanah Datar, dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif yakni teknik analisis yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan kumpulan data wawancara dan hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat pola umum rantai pasok konstruksi yang digunakan yakni pola pekerjaan yang dikerjakan sepenuhnya oleh kontraktor utama, pola pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub kontraktor termasuk penyediaan material, tenaga kerja dan peralatan, pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub kontraktor spesialis dengan peralatan, material dan tenaga kerja disediakan oleh sub kontraktor spesialis, serta pola pekerjaan yang dilaksanakan oleh tenaga kerja dengan keahlian khusus, namun peralatan utama dan material masih diadakan langsung oleh kontraktor utama. Perilaku rantai pasok konstruksi dilakukan dengan mengkaji hubungan interaksi pelaku rantai pasok konstruksi meliputi analisa tentang sistem pengadaan yang digunakan, bentuk perjanjian, sistem pembayaran dan pengelolaan jaringan rantai pasok oleh kontraktor utama terhadap pelaku rantai pasok dibawahnya.
Studi Persepsi Risiko pada Proyek Konstruksi Bidang Pengairan Di Sumatera Barat Dwi Putri Nengsi; Taufika Ophiyandri
Jurnal Talenta Sipil Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.273 KB) | DOI: 10.33087/talentasipil.v3i2.34

Abstract

Industri konstruksi memiliki lebih banyak risiko dibanding industri yang lain. Risiko merupakan peristiwa yang tidak diharapkan karena mengandung ketidakpastian. Contoh risiko yang tidak diketahui kapan terjadinya adalah banjir. Menurut data BNPB dalam lima tahun terakhir, tren bencana banjir di Sumatera Barat cenderung meningkat. Kejadian banjir memiliki risiko yang besar dalam pelaksanaan proyek khususnya bidang pengairan. Untuk itu sangat penting mengidentifikasi dan mengetahui persepsi pengguna jasa maupun penyedia jasa dalam memandang risiko. Sehingga dapat menentukan dengan benar pihak yang paling bertanggung jawab dalam memitigasi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi risiko dari pengguna jasa dan penyedia jasa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar kepada pengguna jasa dan penyedia jasa yang terlibat dalam proyek pengairan di Sumatera Barat. Faktor-faktor risiko diperoleh dari studi literatur dan penelitian terdahulu. Pengolahan data dengan cara analisis data parametrik dan nonparametrik menggunakan program statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadaan cuaca hujan lebat merupakan risiko paling sering terjadi. Sedangkan risiko yang sangat berdampak terhadap waktu pelaksanaan konstruksi adalah rumitnya masalah perijinan atau pembebasan lahan, Responden konsisten dalam menentukan risiko yang harus dibagi atau ditanggung oleh pengguna atau penyedia jasa. Namun, ditemukan bahwa banyak risiko diputuskan secara ragu-ragu dan responden memiliki persepsi yang berbeda mengenai risiko.  
PENILAIAN INDEKS KERENTANAN INFRASTRUKTUR AIR MINUM KOTA PADANG TERHADAP POTENSI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI (Studi Kasus : Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi Utama SPAM Gunung Pangilun Perumda Air Minum Kota Padang) Andrean Syailendra; Denny Helard; Taufika Ophiyandri
CIVED Vol 9, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v9i2.117807

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan angka indeks dan tingkat kerentanan fisik sekaligus rekomendasi terhadap infrastruktur SPAM Gunung Pangilun Perumda Air Minum Kota Padang (khususnya pipa transmisi dan distribusi utama) akibat potensi bencana gempa bumi dan tsunami. Jaringan pipa ini melayani area dataran rendah dekat pesisir pantai sekaligus lokasi institusi dan perkantoran penting tingkat provinsi Sumatera Barat dan kota Padang. Penilaian indeks kerentanan dilakukan dengan cara melakukan pembobotan dan skoring dari faktor-faktor kerentanan yang telah ditentukan terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami. Tingkat kerentanan jaringan pipa tersebut diklasifikasikan menjadi rendah, menengah dan tinggi. Hasil dari indeks kerentanan yang telah didapatkan disajikan ke dalam peta tingkat kerentanan setelah sebelumnya dilakukan perhitungan total nilai vulnerability index (VI) dari masing-masing parameter kerentanan. Dari hasil penilaian didapatkan tingkat kerentanan jaringan pipa transmisi terhadap gempa bumi dan tsunami “rendah” dan “rendah”serta jaringan pipa distribusi utama untuk gempa bumi 68,82% nya “menengah” dan tsunami 83,24% nya “tinggi”. Rekomendasi yang diberikan yaitu teknis dan non teknis, secara teknis adalah dengan mengaplikasikan teknik rekayasa pada infrastruktur jaringan pipa yang tahan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, serta secara non teknis/administratif seperti memberikan pelatihan pada pihak terkait dan membentuk sebuah divisi yang khusus menangani perawatan infrastruktur jaringan pipa.
Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial terhadap Kinerja UKM Kota Padangsidimpuan Replita Replita; Ali Hardana; Nursyirwan Effendi; Taufika Ophiyandri; Alfan Miko
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i2.6093

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) makanan dan minuman kota Padangsidimpuan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan aset bagi perusahaan dalam bentuk modal insani dan modal sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara deskriptif, menganalisis pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM makanan dan minuman Kota Padangsidimpuan, serta memformulasikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja UKM. Metode penelitian yang digunakan antara lain analisis deskriptif, Importance Performance Analysis (IPA), fishbone diagram, dan Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil analisis SEM menyatakan bahwa pengetahuan lain dan dimensi struktural berpengaruh terhadap modal insani dan modal sosial, di mana modal insani dan modal sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Oleh karena itu, peningkatan kinerja pada UKM direkomendasikan melalui beberapa kegiatan penunjang antara lain:membentuk sistem pengendalian mutu dan penyusunan standar pelaksanaan produksi, memperbaiki sarana prasarana yang dimiliki oleh UKM, serta ikut serta dalam pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pekerja UKM.
Analysis of Irrigation Network Operation and Maintenance Performance Improvement in Solok Regency Heaby Virginaldo Vielki Pratama; Benny Hidayat; Taufika Ophiyandri
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.9.1.1-15

Abstract

Agricultural development is one of the main priorities in supporting sustainable food security, which requires integrated resource management and adequate infrastructure support. Solok Regency is one of the regions that plays a strategic role in supporting national food security; therefore, the performance of irrigation network operation and maintenance is a crucial factor in ensuring the sustainability of agricultural production. However, the implementation of irrigation network operation and maintenance in this region still faces various challenges that potentially reduce the reliability of irrigation services. This study aims to identify problems related to irrigation network operation and maintenance, evaluate their performance, and formulate strategies to improve irrigation network performance in Solok Regency. The urgency of this study is based on the importance of improving irrigation performance as a key support for agricultural productivity and regional food security. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through field observations, interviews, and document analysis in several irrigation areas. Irrigation system performance was evaluated using the ePAKSI application to obtain the Irrigation System Performance Index (IKSI), while strategy formulation was conducted using SWOT analysis supported by IFAS and EFAS analyses. The results indicate that the operation and maintenance performance of irrigation networks in Solok Regency remains in the poor category, influenced by limited budgets, physical deterioration of irrigation infrastructure, insufficient human resources, suboptimal routine maintenance, and low participation of Water User Associations (P3A). The recommended strategy for performance improvement is the Weaknesses–Opportunities (W–O) strategy, which emphasizes leveraging external opportunities to address internal weaknesses in order to achieve sustainable improvements in irrigation performance.
A LEAN PERSPECTIVE ON POST-DISASTER HOUSING RECONSTRUCTION IMPLEMENTATION IN CIANJUR Dyla Midya Octavia; Taufika Ophiyandri; Akhmad Suraji; Benny Hidayat
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 4 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post-disaster housing reconstruction is a critical recovery process that requires not only physical rebuilding but also effective coordination, administrative readiness, technical assistance, and community participation. However, reconstruction programmes often face delays, rework, quality problems, and low beneficiary satisfaction. This study aims to analyse the implementation of post-disaster housing reconstruction after the 2022 Cianjur earthquake from a Lean Construction perspective. A qualitative case study was conducted using institutional document analysis, semi-structured interviews, and field observations. The study involved 24 informants: 10 key informants from the central government, local government, technical actors, and local community leaders, and 14 beneficiary community members. The data were analysed through document review, thematic analysis, process analysis, and interpretation based on Lean Construction principles, including value, waste minimisation, flow, stakeholder coordination, and continuous improvement. The findings show that the reconstruction process in Cianjur was implemented through reimbursement, independent community-based reconstruction, and third-party implementation schemes. Four main implementation problems were identified: beneficiary data inconsistency, administrative complexity, limited technical knowledge and resources, and weak control of third-party implementation. From a lean perspective, these problems represent defects in information flow, overprocessing, resource bottlenecks, value leakage, and process interruptions that reduce value for beneficiaries. The study suggests that future post-disaster housing reconstruction should strengthen beneficiary data management, simplify administrative procedures, balance facilitator workloads, provide early technical education, and improve third-party monitoring to support more efficient, beneficiary-oriented reconstruction.
Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial terhadap Kinerja UKM Kota Padangsidimpuan Replita Replita; Ali Hardana; Nursyirwan Effendi; Taufika Ophiyandri; Alfan Miko
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i2.6093

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) makanan dan minuman kota Padangsidimpuan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan aset bagi perusahaan dalam bentuk modal insani dan modal sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara deskriptif, menganalisis pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM makanan dan minuman Kota Padangsidimpuan, serta memformulasikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja UKM. Metode penelitian yang digunakan antara lain analisis deskriptif, Importance Performance Analysis (IPA), fishbone diagram, dan Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil analisis SEM menyatakan bahwa pengetahuan lain dan dimensi struktural berpengaruh terhadap modal insani dan modal sosial, di mana modal insani dan modal sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Oleh karena itu, peningkatan kinerja pada UKM direkomendasikan melalui beberapa kegiatan penunjang antara lain:membentuk sistem pengendalian mutu dan penyusunan standar pelaksanaan produksi, memperbaiki sarana prasarana yang dimiliki oleh UKM, serta ikut serta dalam pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pekerja UKM.