Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kajian Kerentanan Petani Garam dalam Perubahan Iklim dan Kebijakan Impor Garam di Desa Pijot Helmi Yunita Helmi; Ika Wijayanti; Solikatun Solikatun
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v4i2.217

Abstract

Masyarakat pesisir memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap alam, namun perubahanperubahan fisik lingkungan alam membuat masyarakat pesisir harus berjuang ekstra untuk menghadapinya. Salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir di Desa Pijot yaitu sebagai petani garam, dimana dalam pengolahan produksi garam masyarakat menghadapi berbagai tantangan, diantaranya perubahan iklim dan kebijakan impor garam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk kerentanan petani garam terhadap perubahan iklim dan kebijakan impor garam, dan strategi petani dalam menghadapi perubahan iklim dan kebijakan impor.Penelitian ini dilakukan di Desa Pijot, Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknis analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengambilan informan dengan metode purposive, dengan informan penelitian yaitu petani garam baik pemilik maupun pekerja. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa bentuk kerentanan petani garam terhadap perubahan iklim yaitu kerentanan ekonomi seperti perubahan pendapatan dan diversifikasi pekerjaan, keretanan lingkungan seperti perubahan cuaca/iklim yang tidak menentu, cuaca yang semakin memanas, perubahan pola pembuatan garam. Selain itu terdapat kerentanan fisik serta sosial yaitu kerentanan fisik para pembuat garam yang semakin melemah dan berubahnya pola interaksi. Sementara bentuk kerentanan petani garam terhadap kebijakan impor garam yaitu lebih kepada kerentanan ekonomi seperti harga penjualan dan pemasaran yang semakin sulit akibat gempuran garam impor. Strategi petani dalam menghadapi perubahan iklim dan kebijakan impor garam yaitu dengan meyediakan atau menyetok bahan bakar, memanfaatkan lahan/tambak selama musim penghujan untuk budidaya ikan, mengendalikan pengeluaran rumah tangga, dan membentuk kelompok petani garam.
Bertahan Dalam Krisis Iklim : Relasi Gender Perempuan Petani Stroberi Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Ika Wijayanti; IsnanĀ  Nursalim
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v5i1.326

Abstract

Perubahan iklim memberikan ragam dampak dalam berbagai aspek, baik fisik manusia, lingkungan, ekonomi dan sosial budaya. Perubahan iklim meningkatkan fenomena ketidakpastian dalam pemenuhan dalam pangan, relasi gender, krisis air bersih hingga masalah klasik manusia, ekonomi. Salah satu daerah paling terdampak perubahan iklim dari 10 daerah di Indonesia adalah Pulau Lombok, yaitu di Sembalun, Lombok Timur. Sembalun sebagai daerah yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata. Pertanian sayuran, buah-buahan, dan pariwisata di Sembalun khususnya Desa Sembalun Bumbung sangat bergantung pada perubahan iklim. Perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi dari tahun ke tahun berdampak pada sektor pertanian terutama stroberi yang tengah menjadi primadona pertanian dan pariwisata. Hal ini mempengaruhi produktivitas dan kerentanan ekonomi rumah tangga yang juga berimbas pada relasi gender yang terjalin antara petani perempuan dan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dampak perubahan iklim pada pertanian stroberi dan tantangan permasalahan relasi gender yang dihadapi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan informan dengan teknik purposive. Analisis data menggunakan teknik analisis gender model Havard untuk melihat dampak perubahan iklim dalam relasi gender yang terbentuk dalam aktivitas publik (pertanian stroberi) dan ranah domestik (rumah tangga). Kata Kunci : Perubahan Iklim, Relasi Gender, Perempuan Petani