Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kajian Kerentanan Petani Garam dalam Perubahan Iklim dan Kebijakan Impor Garam di Desa Pijot Helmi Yunita Helmi; Ika Wijayanti; Solikatun Solikatun
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v4i2.217

Abstract

Masyarakat pesisir memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap alam, namun perubahanperubahan fisik lingkungan alam membuat masyarakat pesisir harus berjuang ekstra untuk menghadapinya. Salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir di Desa Pijot yaitu sebagai petani garam, dimana dalam pengolahan produksi garam masyarakat menghadapi berbagai tantangan, diantaranya perubahan iklim dan kebijakan impor garam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk kerentanan petani garam terhadap perubahan iklim dan kebijakan impor garam, dan strategi petani dalam menghadapi perubahan iklim dan kebijakan impor.Penelitian ini dilakukan di Desa Pijot, Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknis analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengambilan informan dengan metode purposive, dengan informan penelitian yaitu petani garam baik pemilik maupun pekerja. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa bentuk kerentanan petani garam terhadap perubahan iklim yaitu kerentanan ekonomi seperti perubahan pendapatan dan diversifikasi pekerjaan, keretanan lingkungan seperti perubahan cuaca/iklim yang tidak menentu, cuaca yang semakin memanas, perubahan pola pembuatan garam. Selain itu terdapat kerentanan fisik serta sosial yaitu kerentanan fisik para pembuat garam yang semakin melemah dan berubahnya pola interaksi. Sementara bentuk kerentanan petani garam terhadap kebijakan impor garam yaitu lebih kepada kerentanan ekonomi seperti harga penjualan dan pemasaran yang semakin sulit akibat gempuran garam impor. Strategi petani dalam menghadapi perubahan iklim dan kebijakan impor garam yaitu dengan meyediakan atau menyetok bahan bakar, memanfaatkan lahan/tambak selama musim penghujan untuk budidaya ikan, mengendalikan pengeluaran rumah tangga, dan membentuk kelompok petani garam.
Bertahan Dalam Krisis Iklim : Relasi Gender Perempuan Petani Stroberi Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Ika Wijayanti; Isnan  Nursalim
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v5i1.326

Abstract

Perubahan iklim memberikan ragam dampak dalam berbagai aspek, baik fisik manusia, lingkungan, ekonomi dan sosial budaya. Perubahan iklim meningkatkan fenomena ketidakpastian dalam pemenuhan dalam pangan, relasi gender, krisis air bersih hingga masalah klasik manusia, ekonomi. Salah satu daerah paling terdampak perubahan iklim dari 10 daerah di Indonesia adalah Pulau Lombok, yaitu di Sembalun, Lombok Timur. Sembalun sebagai daerah yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata. Pertanian sayuran, buah-buahan, dan pariwisata di Sembalun khususnya Desa Sembalun Bumbung sangat bergantung pada perubahan iklim. Perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi dari tahun ke tahun berdampak pada sektor pertanian terutama stroberi yang tengah menjadi primadona pertanian dan pariwisata. Hal ini mempengaruhi produktivitas dan kerentanan ekonomi rumah tangga yang juga berimbas pada relasi gender yang terjalin antara petani perempuan dan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dampak perubahan iklim pada pertanian stroberi dan tantangan permasalahan relasi gender yang dihadapi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan informan dengan teknik purposive. Analisis data menggunakan teknik analisis gender model Havard untuk melihat dampak perubahan iklim dalam relasi gender yang terbentuk dalam aktivitas publik (pertanian stroberi) dan ranah domestik (rumah tangga). Kata Kunci : Perubahan Iklim, Relasi Gender, Perempuan Petani
Tantangan Pengelolaan Wisata Berkelanjutan di Taman Narmada Kabupaten Lombok Barat Rani Angraeni; Hesti Soptiana; Lila Putri; Raden Jufri Azzuri; Ika Wijayanti
Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manuhara.v2i3.1054

Abstract

Sustainable Tourism management in the Narmada Park faces significant challengers related to adequate human reseourch. This challenge is one of thr most prominent aspect and needs to be overcome with this right strategy. The research method used is qualitative with case study data analisysis tecniques, then conducting interviews and observation as well as sselecting informants using the purposive sampling technique where the informant is taken with the consideratinon that the informant can represent the research’s goal to obtain accurate information. The results of study show that there are several main challenges, such as inadequate infrastructure and facilities, environmental hygiene problems, and lack of awareness and participation of local communitites. Improvements efforts have been made, but a more targeted staregy is still needed to overcome shese challenges.
Strategi Masyarakat Lokal Dalam Mengembangkan Parawisata Di Benang Kelambu Asrul Umami; Arfinta Maharani; Iska Herlina; Kalis Hayu Wigati; Ika Wijayanti
Jurnal Strategi Bisnis Teknologi Vol. 1 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Strategi Bisnis Teknologi (JUSBIT)
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jusbit.v1i3.185

Abstract

This research discusses the development of tourism in Aik Berik Village, which is located in North Batukliang District, Central Lombok Regency, with a focus on Benang Stokel and Benang Kelambu Waterfalls as superior tourist attractions. Tourism in this village has a significant impact on the local community's economy, where this tourism is able to create new jobs for the community. Through community empowerment strategies such as training and digital promotion, local communities play an important role in the management and promotion of tourist destinations. However, the development of this tourism still experiences several challenges in the promotion and accessibility of other destinations. around the Mosquito Net Yarn. In the research carried out, the research used qualitative methods using an approach in the form of case studies, collecting data obtained by interviews, observation and documentation. This research also uses techniques to determine informants using purposive sampling. The main informant is the mosquito net tourism manager, the key informants are tourist motorbike taxi drivers, traders and parking attendants, and the supporting informants are tourists. The data analysis technique used is data reduction. The research results show that active community participation and cooperation between various parties have opened up new economic opportunities and improved community welfare.