Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur Dan Usia Menarche Dengan Kejadian Dismenorea Primer Pada Siswi Sma Negeri 8 Palembang Abror, Rahmel Linda; Wathan, Fika Minata; Dhamayanti, Reffi; Arif, Ahmad
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2002

Abstract

Dismenorea primer merupakan nyeri haid tanpa disertai kelainan pada organ genital yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Menarche dini, aktivitas fisik rendah dan kualitas tidur yang buruk dapat menjadi faktor kejadian dismenorea primer.Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur dan usia menarche dengan kejadian dismenorea primer. Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 68 orang. Variabel pada penelitian ini adalah dismenorea primer, aktivitas fisik, kualitas tidur dan usia menarche. Pengumpulan data menggunakan Numeric Pain Rating Scale, Phsical Activity Rasio, Pitssburgh Sleep Quality Indeks.Responden dengan dismenorea primer sebesar 66,2%. Responden dengan tingkat aktivitas fisik sedang sebanyak 61,8%. Responden dengan kualitas tidur buruk sebanyak 45,6%. Responden dengan usia menarche dini sebanyak 30,9%. Hasil statistik antara dismenorea primer dengan aktivitas fisik (p=0,007), kualitas tidur (p=0,001), dan usia menarche (p=0,023).Terdapat hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur dan usia menarche dengan kejadian dismenorea primer pada Siswi SMA Negeri 8 Palembang.
FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PERSALINAN SECTIO CAESARIA DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG Fadilah Ermizah; Siti Aisyah; Reffi Dhamayanti; Fika Minata Wathan
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.560

Abstract

Latar belakang: Persalinan Sectio Caesaria (SC) adalah proses persalinan dengan jalan pembedahan dinding perut dan dinding rahim untuk mengeluarkan janin dan plasentanya. Persalinan dengan Sectio Caesaria ini dilakukan atas indikasi medis baik dari ibu dan janin, seperti ­Placenta prevea presentasi atau letak abnormal pada janin, serta indikasi lainnya yang dapat membahayakan nyawa ibu maupun janin. Tujuan: hubungan kelainan letak Janin, preeklamsia dan ketuban pecah dini dengan Persalinan Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Pusri Palembang Tahun 2023. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan populasi sebanyak 1056 orang, sampel sebanyak 91 dengan menggunakan metode random sampling. Hasil: analisis menunjukkan bahwa nilai kelainan letak janin p.value = 0,039, nilai yang mengalami preeklampsia p.value = 0,035, sedangkan nilai yang mengalami ketuban pecah dini p.value = 0,012 yang berarti terdapat hubungan kelainan letak janin, preeklampsia dan ketuban pecah dini dengan persalinan section caesaria di Rumah Sakit PUSRI Palembang Tahun 2023. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ibu hamil guna menjaga kesehatannya selama kehamilan dan mengontrol kondisi janin melalui USG agar mengetahui letak janin bagus tidaknya. Sehingga dapat mencegah kelahiran dengan Sectio Caesaria.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI PMB CHOIRUL MALA 22 ILIR KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 Rumi; Siti Aisyah; Reffi Dhamayanti; Fika Minata Wathan
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.561

Abstract

Latar belakang: Word Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) didunia pada tahun 2022 sebanyak 450 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab paling utama kematian ibu pada wanita umur produktif di negara berkembang disebabkan komplikasi selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan masa nifas pada ibu nifas di PMB Choirul Mala 22 Ilir Kota Palembang tahun 2024. Metode: penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 51 orang sampel sebanyak 51 dengan menggunakan metode total sampling. Hasil: analisis menunjukkan bahwa nilai pengetahuan p.value = 0,008, nilai jarak ke fasilitas kesehatan p.value = 0,000, sedangkan nilai dukungan suami p.value = 0,016 yang berarti terdapat hubungan pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan masa nifas di PMB Choirul Mala 22 Ilir Kota Palembang Tahun 2024. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ibu agar teratur melakukan kunjungan masa nifas setelah melahirkan guna mengetahui kesehatannya setelah melahirkan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE K4 PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SUNGAI KELI KECAMATAN PEMULUTAN SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2024 Yulita; Siti Aisyah; Reffi Dhamayanti; Fika Minata Wathan
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.562

Abstract

Latar belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga sebelum mulainya proses persalinan yang diberikan kepada seluruh ibu hamil bertujuan untuk mendeteksi secara dini terjadinya resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan suami dan pendidikan dengan Kunjungan Antenatal Care K4 pada Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Keli Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan llir Tahun 2024. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 45 orang sampel sebanyak 45 dengan menggunakan metode total sampling. Hasil: analisis menunjukkan bahwa nilai pengetahuan p.value = 0,002, nilai dukungan suami p.value = 0,019, sedangkan nilai pendidikan p.value = 0,002 yang berarti terdapat hubungan pengetahuan, dukungan suami dan Pendidikan dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Sungai Keli Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ibu hamil agar teratur melakukan kunjungan antenatal care guna mengetahui keluhan dan juga perkembangan bayi selama masa kehamilannya.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI KELAS IX DI SMP NEGERI 2 GELUMBANG Dhamayanti, Reffi; Afrika, Eka
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.438

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a major public health concern, particularly during school age, as it may impair cognitive performance, academic achievement, and reproductive health in later life. Adolescent girls are more vulnerable to anemia due to increased iron requirements, unbalanced dietary intake, inadequate nutritional status, limited knowledge, and blood loss during menstruation. This study aimed to examine the factors associated with the occurrence of anemia among ninth-grade female students at SMP Negeri 2 Gelumbang in 2025, with independent variables including dietary patterns, nutritional status based on body mass index (BMI), and knowledge. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study population consisted of all ninth-grade female students, and samples were selected using a total sampling technique. Data were collected through structured questionnaires, BMI measurements, and hemoglobin (Hb) level assessments. Bivariate analysis was performed using the Chi-Square test. The findings revealed that unbalanced dietary patterns, abnormal nutritional status, and low levels of knowledge were significantly associated with the occurrence of anemia among the students. These results emphasize the importance of implementing nutritional interventions and health education at the school level as effective strategies for preventing anemia among adolescent girls. Keywords: anemia, adolescent girls, dietary pattern, nutritional status, knowledge
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Pola Asuh Pemberian Makanan dengan Kejadian Balita Bawah Garis Merah di Pustu Galih Sari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025 Ni Ketut Ayu Kurniasih; Intan Sari; Reffi Dhamayanti; Ratna Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4015

Abstract

Permasalahan gizi pada balita hingga kini masih menjadi tantangan besar di tingkat Global. UNICEF melaporkan bahwa kekurangan gizi pada anak berkontribusi terhadap lebih dari separuh kematian balita di dunia. Di Indonesia, masalah gizi balita juga masih cukup memprihatinkan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia pada tahun 2022 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting pada balita sebesar 21,6% dan wasting sebesar 7,7%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan pola asuh pemberian makanan dengan kejadian balita Bawah Garis Merah Hubungan Pengetahuan Sikap dan Pola Asuh Pemberian Makan di Pustu Galih Sari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025. Penelitian ini merupakan suatu penelitian analitik dengan metode kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. populasi adalah 126 balita dengan sampel 56 Balita. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan bermakna pengetahuan ibu (p-value 0,020, OR 4,629), sikap ibu (p-value = 0.009, OR = 5,6), pola asuh pemberian makan (p-value = 0.031, OR = 4,012), Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan penyuluhan dan sosialisasi mengenai dampak terjadinya balita Bawah Garis Merah dan memberikan penatalaksanaan yang tepat dan cepat bagi tenaga kesehatan terkhususnya di Pustu Galih Sari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2025.