Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatakan Kemampuan Berpikir Kompatasional dan Analisis Data Guru MTs Negeri 1 Luwu Melalui Lokakarya Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta, Koding, dan AI Nisraeni Nisraeni; Abdul Zahir; Fitriani A
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.862

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan teknikal guru dalam mengintegrasikan kemampuan berpikir komputasional dan analisis data, yang merupakan elemen penting mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA diformulasikan sebagai mata pelajaran pilihan yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain, bersinergi dengan Kurikulum Berbasis Cinta pada madrasah. Pengabdian ini dilaksanakan melalui metode lokakarya pada 13–14 Juni 2026 di Gedung PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Luwu, dengan sasaran 60 orang ustaz/ustazah dari MTs Negeri 1 Luwu dan madrasah Gugus 1. Berdasarkan evaluasi, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan; rata-rata nilai post-test peserta pada aspek desain integrasi KKA mencapai 82,58, meningkat tajam dibandingkan pre-test (45,00). Selain itu, survei respons emosional menunjukkan 95% peserta merasa termotivasi dan tingkat kecemasan terhadap materi koding menurun drastis. Hasil kegiatan membuktikan bahwa kegiatan ini sukses mereduksi persepsi sulit pada materi KKA dan memampukan guru menyisipkan logika algoritma secara humanis.
Pelatihan Pembuatan Aksesori Resin UV bagi Siswa Kelas XII pada UPT SMAN 2 Luwu, UPT SMAN 8 Luwu Utara, dan UPT SMAN 1 Luwu Timur Irwan Ramli; Yulvinamaesari Yulvinamaesari; Fitri Jusmi; Rahma Hi Manrulu; Hilda Rahmawati; Aryadi Nurfalaq; Hijra Hijra; Ranir Atfar; Fitriani Fitriani; Risma Risma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.864

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan siswa melalui pelatihan pembuatan aksesori berbahan resin UV serta memperkenalkan penerapan konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan pada 2, 4, dan 6 Februari 2026 di UPT SMAN 8 Luwu Utara, UPT SMAN 2 Luwu, dan UPT SMAN 1 Luwu Timur dengan melibatkan 107 siswa kelas XII. Metode yang digunakan adalah learning by doing melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi post-test. Hasil kegiatan menunjukkan siswa mampu memahami prinsip dasar resin UV dan terlibat aktif dalam pembuatan aksesori sesuai kreativitas masing-masing. Evaluasi menunjukkan peningkatan minat siswa terhadap ilmu Fisika sebesar 25% setelah kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan resin UV dapat menjadi media pembelajaran yang mengintegrasikan konsep fisika, keterampilan praktis, kreativitas, dan pengenalan peluang kewirausahaan.
Deep Learning dalam Pembelajaran Matematika Patmaniar Patmaniar; Muhammad Ilyas; Ma’rufi Ma’rufi; Syamsu Alam; Taufiq Taufiq; Nisraeni Nisraeni; Fitriani A.
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i1.405

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkenalkan konsep, aplikasi, dan potensi deep learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan sekolah menengah pertama. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan dengan tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ini pada tanggal 17 Mei 2025 yang diikuti oleh guru MGMP matematika SMP Kabupaten Luwu Utara. Melalui paparan materi, diskusi, dan praktik langsung, peserta diajak memahami bagaimana deep learning dapat membantu visualisasi konsep abstrak, serta memberikan umpan balik yang personal dan real-time. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi deep learning tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa, tetapi juga mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam transformasi pedagogis yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pendidik dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang inovatif dan inklusif
Pembelajaran Matematika melalui Model Kooperatif Tipe Make a Match dan Tipe Scramble Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Palopo Muhammad Ilyas; Fitriani A
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 (Maret 2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran. Model ini memiliki beberapa tipe dengan keuntungan masing-masing. Penelitian ini membandingkan keefektifan dua tipe dari model pembelajaran kooperatif yakni tipe Make a Match dan tipe Scramble. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yang bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble, (2) mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble, (3) mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa sesudah pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble, dan (4) mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Make a Match dan yang diajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Scramble. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012 di Kelas VIISMP Negeri 4 Palopo dengan memilih secara acak dua kelas dari sembilan kelas. Kelas pertama diberikan pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan kelas kedua diberikan pembelajaran kooperatif tipe Scramble. Selanjutnya, keefektifan pembelajaran yang terdiri atas tiga aspek, yakni aktivitas siswa, respons siswa, dan hasil belajar siswa. Pada penelitian ini dilakukan analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensial. Berdasarkan analisis statistika deskriptif diperoleh kesimpulan bahwa (1) aktivitas siswa selama pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble berada pada kriteria batasan efektif (2) respons siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble berada pada kategori baik (3) hasil belajar siswa sesudah diajar dengan model kooperatif tipe Make a Match mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil belajar setelah diajar mencapai nilai rata-rata 72,39 sedangkan hasil belajar sebelum diajar mencapai nilai rata-rata 19,00 dan hasil belajar siswa sesudah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Scramble juga mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil belajar setelah diajar mencapai nilai rata-rata 75,79 sedangkan hasil belajar sebelum diajar mencapai nilai rata-rata 22,00. Berdasarkan analisis statistika inferensial diperoleh kesimpulan bahwa (4) pembelajaran model kooperatif tipe Make a Match dengan pembelajaran model kooperatif tipe Scramble untuk materi segiempat dapat dikatakan sama (tidak ada perbedaan).