Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Proline Accumulation and Growth of Bean Leaf (Phaseolus vulgaris L.) With Biochar Application in The Shallow Water Table Environment Meihana, Mei; Lakitan, Benyamin; Harun, M. Umar; Susilawati, Susilawati; Siaga, Erna; Widuri, Laily Ilman; Kartika, Kartika
Journal of Tropical Crop Science Vol. 10 No. 01 (2023): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.10.1.46-56

Abstract

Agronomic constraints for vegetable cultivation in riparian wetlands are low soil quality and shallow water table conditions. This study aims to identify the effect of biochar application and shallow water table on proline accumulation and plant growth of bean leaf (Phaseolus vulgaris L.) at the generative stage. This study was carried out from April to August 2018 in factorial randomized block design. The first factor was doses of biochar (0, 1, and 2 kg.m-2), and the second was shallow water table condition (20 cm and 10 cm below the soil surface) given in the generative stage. The results showed that biochar application and the shallow water table significantly affected leaf parameters; proline accumulation and increases in the sucrose levels occurred on the leaves. Proline content increased started at 3 days after treatment (DAT) and decreased at 6 DAT until recovery day (7 DAT). The biochar application of 2 kg.m-2 provided good aeration in the soil, which enhanced the bean's ability to survive under excess water. Proline accumulation is one of the adaptation mechanisms of beans to abiotic stress in shallow water table conditions.
Studi Potensi Gulma sebagai Biofarmaka pada Agroekosistem Perkebunan Karet Aritonang, Alfredo Grace Anggito; Agustin, Aliya; Pratiwi, Maiyola; Harun, M. Umar
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v8i2.678

Abstract

Gulma diklasifikasikan sebagai tumbuhan liar yang berkembang biak di ladang pertanian, perkebunan, dan lahan budidaya. Kehadiran gulma biasanya tidak diharapkan, karena dapat menimbulkan persaingan dengan tanaman utama dan memiliki kemampuan untuk berkembang biak dengan cepat di berbagai pengaturan lingkungan. Meskipun demikian, gulma memiliki manfaat, salah satunya peran gulma sebagai tanaman obat yang secara historis telah digunakan oleh masyarakat untuk meringankan penyakit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikas gulma yang berpotensi sebagai biofarmaka pada perkebunan karet di PTPN I Regional III Kebun Siluwok, dengan koordinat 6°58’01.91”S 110°00’19.86”T . Penelitin ini dilakukan dari bulan juni sampai juli. Metode penelitian menggunakan observasi langsung lapangan dan studi literatur. Identifkasi menggunakan aplikasi PlantNet dan PictureThis. Hasil penelitian menunjukkan ada 25 spesies gulma, di antaranya 15 spesies memiliki potensi sebagai biofarmaka, yaitu Christella dentata, Asystasia gangetica, Oxalis barrelieri, Ageratum conyzoides, Lantana camara, Clidemia hirta, Chromolaena odorata, Crassocephalum crepidioides, Paederia foetida, Peperomia pellucida, Mimosa pudica, Synedrella nodiflora, Urena lobata, Phyllanthus tenellus, dan Mikania micrantha dengan manfaat beragam mulai dari antibakteri, antiinflamasi, hingga pengobatan tradisional penyakit tertentu. Temuan ini mengindikasikan bahwa gulma tidak hanya berperan sebagai pesaing tanaman karet, tetapi juga sebagai sumber biofarmaka yang bernilai ekonomis bagi kesehatan.
SOSIALISASI BUDIDAYA BAWANG PUTIH (Allium sativum) PADA DATARAN RENDAH DI DESA TANJUNG PERING Susilawati, Susilawati; Harun, M. Umar; Marlina, Marlina; Verawaty, Marieska; Purnama Ria, Rofiqoh; Yakup, Yakup; Gustiar, Fitra; Siaga, Erna; Putri Nur, Tri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1274-1280

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya bawang putih pada dataran rendah. Bawang putih merupakan tanaman satu famili dengan bawang merah yaitu Amaryllidaceae dan genus Allium, namun memiliki syarat tumbuh yang berbeda. Tanaman bawang putih tumbuh optimal di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 700 m dpl. Teknik budidaya yang telah dilakukan tim didapatkan bahwa bawang putih dapat tumbuh dan berproduksi di dataran rendah.  Oleh karena itu, melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan minat petani melakukan budidaya tanaman bawang putih. Sosialisasi ini sejalan dengan Program Unggulan Universitas Sriwijaya yaitu Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendampingan bagi masyarakat di lingkungan sekitar kampus, dan menambah wawasan bagi petani tentang budidaya bawang putih.  Salah desa yang berada disekitar kampus Universitas Sriwijaya Indralaya, dengan jarak ± 3 km adalah Desa Tanjung Pering, dimana sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani sayur seperti cabai, timun, terong, labu, kacang panjang, kangkung, kemangi dan jagung.  Metode pelaksanaannya berupa pendampingan cara teknik budidaya tanaman bawang putih dengan pembuatan demonstrasi plot. Setelah Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pendampingan dan demonstrasi plot dapat menumbuhkan minat petani mencoba melakukan budidaya bawang putih. Hasil dari kegiatan ada peningkatan pemahaman petani mengenai teknik budidaya bawang putih dan kemampuan tumbuh bawang putih di dataran rendah. Simpulan kegiatan, masyarakat tertarik untuk mencoba melakukan budidaya tanaman bawang putih di Desa Tanjung Pering