Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Arahan Peningkatan Daya Tarik Pariwisata di Kawasan Pecinan Kota Lama Kembang Jepun Surabaya Muhammad Luthfi Amrullah; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51198

Abstract

Bagian Kota Surabaya ini masih dipertahankan dari sisi bangunan yang harus dilestarikan telah disusun peraturannya yaitu Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 5 Tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan dan atau Lingkungan Cagar Budaya. Menurut Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) UP Tanjung Perak Surabaya 2011-2031, kawasan Kembang Jepun diarahkan sebagai wilayah perencanaan bangunan cagar budaya Pecinan golongan C, dilaksanakan sesuai ketentuan Perda No. 5 tahun 2005 Bab IV Pasal 16 melalui Revitalisasi atau Adaptasi, dengan pengembangan zona wisata kuliner dan wisata sejarah, budaya, dan arsitektural. Berdasarkan peraturan yang sudah berlaku dan ditetapkan masih belum terlaksana sepenuhnya. Fungsi kawasan cagar budaya yang ditetapkan dikawasan pecinan Kota Surabaya masih butuh penambahan atau revitalisasi dari segi infarstruktur maupun bangunan tua yang merupakan aset Kota Surabaya. Perlu arahan untuk meningkatkan nilai kawasan tersebut karena adanya potensi pariwisata yang masih belum dimanfaatkan sepenuhnya.dari kondisi diatas diperlukan arahan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata kawasan tersebut. Untuk mendapatkan arahan tersebut diperlukan tahapan sebagai berikut (1) Mengidentifikasi karakteristik Kawasan Pecinan berdasarkan potensi kawasan tersebut menggunakan analisis deskriptif. (2) Menentukan Faktor peningkat daya tarik pariwisata ke Kawasan Pecinan menggunakan metode analisis delphi. (3)merumuskan Arahan peningkatan daya tarik pariwisata kawasan pecinan kembang jepun Kota Surabaya menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan dari penelitian ini adalah arahan pada setiap faktornya, seperti revitalisasi bangunan heritage, pelestarian budaya khas kawasan pecinan yang bisa dilaksanakan melalui acara tahunan, dan kebetuhan akan kelembagaan yang mengelola kawasan pecinan secara terpadu.
Penentuan Jalur Evakuasi Potensi Jebolnya Tanggul Waduk Gondang di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan Lalu Ilham Wirawan; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60434

Abstract

Bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Salah satu bencana yang dapat terjadi adalah bencana banjir akibat jebolnya tanggul waduk, seperti peristiwa yang terjadi di Situ Gintung pada tahun 2009. Waduk Gondang sebagai salah satu waduk besar di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan mempunyai potensi bencana yang sama. Usia waduk yang cukup tua membuat tanggul waduk menjadi rentan. Desa Gondanglor dengan berbagai potensi ekonomi, pertanian dan pariwisata akan berhadapan dengan potensi bencana yang ada. Sehingga masyarakat setempat perlu meningkatkan kapasitas mereka dalam upaya pengurangan risiko bencana. Salah satunya dengan menyusun jalur evakuasi bencana. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini disusun untuk menentukan jalur evakuasi sebagai bentuk pengurangan risiko bencana potensi jebolnya tanggul Waduk Gondang berdasarkan kriteria dan kondisi faktual. Demi mencapai tujuan tersebut, peneliti menentukan titik kumpul dengan teknik analisa buffer, centroid dan triangulasi; menentukan lokasi evakuasi dengan content analysis dan Analitycal Hierarchy Process (AHP); serta menentukan jalur evakuasi dengan network analysis yang divisualisasikan dalam bentuk peta dengan bantuan perangkat lunak ArcGIS. Data-data dari penelitian ini didapatkan melalui studi literatur, observasi langsung ke wilayah studi serta wawancara dengan para stakeholder terkait. Adapun hasil yang didapat adalah wilayah Desa Gondanglor dibagi ke dalam 7 unit yang lebih kecil yang mana masing-masing unit tersebut memiliki satu titik kumpul. Titik lokasi berdasarkan hasil identifikasi dan analisa ditentukan menjadi 7 lokasi evakuasi, serta satu jalur evakuasi di masing-masing unit.
Prioritas Variabel Pengembangan Industri Pengolahan Perikanan Tangkap Skala Rumah Tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah Andreas Wiratmo Situmeang; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52556

Abstract

Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu kabupaten dengan produksi ikan tangkap terbesar di Sumatera Utara dengan jumlah 38.348 ton tahun 2018 yang berpotensi diolah dalam industri pengolahan ikan. Industri pengolahan ikan dominan merupakan pengeringan ikan dan pengasinan ikan di Desa Hajoran, Hajoran Indah, dan Muara Nibung yang termasuk dalam skala usaha industri rumah tangga. Ketiga desa mempunyai potensi berupa keuntungan mendapatkan bahan baku, keuntungan aglomerasi dan permintaan pasar tinggi namun terdapat masalah yaitu aktivitas kapal pukat trawl, sulitnya permodalan, kurangnya diversifikasi produk, alat pengolahan tradisional dan masalah sarana prasarana industri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas variabel yang berpengaruh dalam industri pengolahan perikanan tangkap skala rumah tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah. Dalam mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa tahapan analisis yaitu identifikasi variabel yang berpengaruh, dilanjutkan penentuan variabel prioritas. Penentuan variabel berpengaruh dilakukan dengan metode analisa delphi dilanjutkan dengan penentuan priortias variabel dengan menggunakan metode analisa AHP. Responden dalam analisa AHP yaitu Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah,Dinas Kelautan dan Perikanan Tapanuli Tengah, Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tapanuli Tengah, Kantor Kecamatan Pandan, Pengolah Ikan, Kelompok Pengolah Ikan. Berdasarkan analisa AHP, urutan prioritas variabel yang berpengaruh dalam pengembangan industri pengolahan ikan skala rumah tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah adalah modal, kualitas tenaga kerja, kontinuitas bahan baku, permintaan pasar, strategi pemasaran, kuantitas bahan baku, wilayah pemasaran, teknologi industri, kelembagaan masyarakat, sarana produksi, cold storage, listrik, air bersih, dan jalan.
Penentuan Faktor Pengembangan Ekonomi Lokal Industri Mebel di Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan Gaya Narulita; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53902

Abstract

Salah satu industri pengolahan yang paling dikenal di Kota Pasuruan adalah industri mebel yang berpusat di Kecamatan Gadingrejo. Namun, perkembangan industri tersebut masih mengalami karena laju pertumbuhan industri yang semakin menurun tiap tahunnya sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menentukan variabel penting yang berpengaruh pada pengembangan industri mebel dengan konsep Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri mebel di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan dengan menggunakan analisis Delphi. Hasil dari penelitian ini didapatkan 13 faktor penting yang mempengaruhi pengembangan industri mebel di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan yaitu kualitas tenaga kerja, pemberdayaan tenaga kerja, perolehan bahan baku, ketersediaan bahan baku, kerjasama antar stakeholder, peran pemerintah, peran masyarakat, peran swasta, pemanfaatan teknologi, prosedur pengolahan, strategi pemasaran, permintaan pasar, dan sumber modal.
Penentuan Prioritas Pengembangan Infrastruktur Wilayah Pesisir Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur Fahmy Abdillah Syaiful; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55916

Abstract

Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan merupakan kecamatan pesisir Kabupaten Kutai Timur yang memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan. Karena berada pada wilayah pesisir, potensi yang dapat dikembangkan yaitu seperti subsektor perikanan dan sub sektor wisata bahari. Namun dalam kondisi dilapangan, infrastruktur yang mendukung pengembangan kedua subsektor tersebut masih dinilai dan dirasa kurang. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pengembangan infrastruktur pesisir di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan. Metode penelitian yag digunakan adalah rasionalistik dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Dalam penentuan prioritas pengambangan infrastruktur wilayah pesisir di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan digunakan teknik importance-performance analysis dengan melibatkan stakeholder terpilih. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui prioritas kelompok infrastruktur yaitu: prioritas 1 (cold storage, TPI, dan drainase), prioritas 2 (jalan, air bersih, fasilitas pendukung transportasi, persampahan, dan jaringan telekomunikasi), dan prioritas 3 (SPBU, sentra pengolahan ikan, KUD, rumah makan, taman bermain, dan hotel atau homestay).
Arahan Pengembangan Wisata Budaya Situs Candi Tawangalun di Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Eko Risdiyanto; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan pengembangan wisata budaya situs Candi Tawangalun di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Dalam mencapai tujuan tersebut dilakukan melalui 3 sasaran. Pertama, Menentukan faktor - faktor yang berpengaruh dalam pengembangan wisata budaya situs Candi Tawangalun di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo menggunakan Analisis Delphi. Kedua, Mengidentifikasi karakteristik kondisi eksisting berdasarkan faktor yang berpengaruh pada wisata budaya situs Candi Tawangalun menggunakan Analisis Deskriptif, Ketiga, Menyusun arahan pengembangan wisata budaya situs Candi Tawangalun di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo menggunakan Analisis Triangulasi. Hasil dari penelitian ini, pada sasaran 1 didapatkan 17 Faktor yang berpengaruh dalam pengembangan wisata budaya situs Candi Tawangalun diantaranya adalah Keunikan yang dimiliki, karya seni patung, education tourism, nilai sejarah bangunan, produk budaya yang berwujud, produk budaya yang tidak berwujud, gapura, akomodasi, tempat makan, tempat parkir, jaringan air, jaringan listrik, jaringan jalan, moda transportasi umum, peran pemerintah, organisasi pengelola, promosi. Kemudian pada sasaran ke 2 didapatkan hasil berupa potensi dan masalah karakteristik faktor yang memiliki pengaruh terhadap pengembangan situs Candi Tawangalun. Sedangakan pada sasaran 3 didapatkan 23 Arahan pengembangan kemudian digolongkan kembali menjadi 10 arahan yang potensial untuk dikembangkan pada pengembangan situs Candi Tawangalun diantaranya adalah Arahan dari keunikan yang dimilki, Arahan dari Karya Seni Patung, Arahan dari Education Tourism, Arahan dari Nilai sejarah bangunan, Arahan dari produk budaya yang berwujud, arahan dari produk budaya yang tidak berwujud dan arahan dari gapura.
Araahan Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya Dionysius Herman Kristianto; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67017

Abstract

Ekowisata Mangrove Gunung Anyar merupakan salah satu Ekowisata yang terdapat di Kota Surabaya yang memiliki luas kawasan wisata seluas kurang lebih 10 Ha dan terletak di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya. Pada Kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar ini memilik beberapa daya tarik wisata antara lain, terdapat jogging track sepanjang 80m, Spot selfie, Gazebo, Wisata Perahu. Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya, dengan 3 (tiga) sasaran yaitu, (1) Menentukan Faktor Pengembangan Kawasan Ekwosata Mangrove Gunung Anyar Surabaya dengan menggunakan metode analisis Delphi dan memiliki 5 responden kunci, (2) Mengidentifikasi Karakteristik Tiap Faktor Pengembangan Pariwisata Berdasarkan Potensi Masalah di Kawasan Ekowisata Mangrove Gununug Anyar Surabaya dengan menggunakan metode analisis deskriptif yang menghasilkan deskripsi potensi dan masalah pada tiap faktor pengembangannya, dan (3) Merumuskan Arahan Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya dengan menggunakan metode analisis Triangulasi dari hasil analisis sasaran 1 (satu) dan sasaran 2 (dua) serta studi literature maupun kebijakan yang relevan dengan penelitian ini. Dalam tahap analisis pertama dengan menggunakan metode analisis Delphi. Dimana pada tahap analisis ini menggunakan 18 variabel yang telah dirumuskan oleh peneliti dan menghasilkan 17 variabel yang kosensus. kemudian dilanjutkan pada tahap analisis kedua yaitu Mengidentifikasi Karakteristik Faktor Pengembangan Berdasarkan Potensi dan Masalah di Kawasan Ekowisata Mangeove Gunung Anyar Surabaya. Pada analisis tahap 2 (dua) ini menghasilkan narasi potensi dan masalah pada tiap faktornya berdasarkan hasil observasi lapangan dari peneliti. Kemudian dari hasil analisis sasaran pertama dan kedua, dilanjutkan dengan analisis triangulasi. Pada analisis triangulasi ini menggunakan data dari hasil dari analysis sasaran pertama dan sasaran kedua serta best practice dan kebijakan yang relevan dengan penelitian. Sehingga diperoleh 20 arahan Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya. Arahan tersebut seperti, memperluas pembenihan mangrove, dan penyediaan infrastruktur Smart Green House untuk keperluan edukasi bagi wisatawan.
Arahan Pengembangan Infrastruktur Berdasarkan Protokol CHSE pada Daya Tarik Wisata Pantai Pasir Putih Malikan, Desa Lojejer, Kabupaten Jember Selama Pandemi COVID-19 Inas Shafira Lailani; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.73666

Abstract

Pantai Pasir Putih Malikan atau yang lebih dikenal dengan Pantai Papuma merupakan pantai yang berada di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Meski letaknya berada 40 km dari pusat kota, kunjungan ke pantai ini masih cukup ramai dikarenakan keindahan dan keeksotisannya. Namun sejak adanya pandemi COVID-19, Pantai Papuma mengalami penurunan pengunjung yang sangat signifikan. Salah satu strategi untuk mengembalikan keadaan adalah dengan penerapan protokol CHSE pada lokasi wisata. Namun, dalam kondisi di lapangan, infrastruktur yang berdasarkan protokol CHSE tersebut masih dinilai dan dirasa kurang. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan arahan pengembangan infrastruktur berdasarkan protokol CHSE pada Daya Tarik Wisata Pantai Pasir Putih Malikan, Desa Lojejer, Kabupaten Jember selama pandemi COVID-19. Sasaran pertama adalah mengidentfikasi kondisi eksisting infrastruktur pariwisata berdasarkan protokol CHSE di kawasan daya tarik wisata Pantai Pasir Putih Malikan. Kedua, menganalisis tingkat kepentingan dan tingkat kinerja infrastruktur pariwisata berdasarkan protokol CHSE pada daya tarik wisata Pantai Pasir Putih Malikan Jember. Ketiga, memberikan arahan infrastruktur pariwisata berdasarkan protokol CHSE pada daya tarik wisata Pantai Pasir Putih Malikan Jember berdasarkan analisis tingkat kepentingan. Menggunakaan analisis IPA diketahui bahwa arahan pengembangan infrastruktur terbagi dalam tiga kategori prioritas. Infrastruktur yang masuk dalam kategori prioritas pertama yaitu Ruang Isolasi, Wastafel, Fasilitas pembelian tiket/pintu masuk, Penyediaan jaringan jalan, Moda Transportasi Umum, dan jaringan persampahan. Selanjutnya pada kuadran ke-II terdapat pos kesehatan, penandaan, jaringan air bersih, jaringan telekomunikasi, penyediaan lahan parkir terpusat, penyediaan pos keamanan, dan penyediaan toilet.
Arahan Pengembangan Infrastruktur di Negeri Atas Angin Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro Naufal Pesdo Azkadinitra; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47666

Abstract

Desa Deling Kecamatan Sekar memiliki lokasi yang masih alami serta memiliki objek wisata yang menarik yaitu Negeri Atas Angin. Wisata Negeri atas Angin merupakan salah satu wisata alam yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Daya tarik dari wisata ini adalah objek wisata bukit cinta yang menawarkan keindahan alam pedesaan yang indah layaknya seperti diatas awan. Keindahan alam pedesaan yang indah memang merupakan hal yang jarang terjadi diberbagai tempat. Selain itu, Kecamatan Sekar juga mempunya makanan yang cukup terkenal yaitu Kripik singkong. Wisata Negeri Atas Angin juga memiliki objek wisata berupa goa yang dipenuhi batuan yang indah. Goa ini dulunya sering di buat bertapa oleh salah satu pendiri dari nama Kabupaten Bojonegoro. Kondisi Wisata Negeri Atas Angin masih belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari ketersediaan fasilitas fasilitas Infrastruktur yang ada masih belum lengkap. Karena fasilitas infrastruktur yang belum menunjang wisatawan, dampaknya kondisi lingkungannya semakin buruk. Jumlah wisatawan yang datang juga tidak menentu. Dalam Penelitian ini menggunakan tiga analisis yaitu, analisis deskriptif identifikasi karakteristik kawasan wisata Negeri Atas Angin untuk mendapatkan kondisi eksisting infrastruktur dan karakteristik infrastruktur wisata yang ada, lalu analisis tingkat kepentingan infrastruktur pariwisata di daerah Negeri Atas Angin menggunakan analisis IPA(Importance-performance analysis), dan yang terakhir analsis deskriptif untuk arahanpengembangannya. Hasil dari analisis deskriptif karakteristik dan tingkat kepenntingan infrastruktur dibuat untuk arahan pengembangannya. Hasil penelitian yang pertama didapatkan infrastruktur eksisting pariwisata. Kemudian, berdasarkan hasil IPA, ditemukan prioritas infrastruktur yang dibutuhkan pengunjung, dan yang terakhir dekskriptiv pengembangan infrastruktur berdasarkan hasil analisis pertama dan kedua
Analisis Kebutuhan Pembangunan Tempat Pemakaman Umum di Perkotaan Tuban Arwi Yudhi Koswara; Eko Budi Santoso; Abdul Afif; Teti Hariyati; Sutikno Sutikno; Ema Umilia; Prianti Prianti; Rahel Putri Pamungkas; Chichik Ilmi Annisa
TATALOKA Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.23.3.430-437

Abstract

The land availability in public cemeteries in Tuban currently under pressure towards the land capacity which is getting limited due to the population growth and inadequate facilities. This study, using the calculation to get the estimated area and the land capacity of the public cemetery in Tuban. The data compilation steps consists of primary survey and secondary survey. The primary survey activities carried out included field surveys and community aspirations which were carried out through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGD). Meanwhile, the secondary survey was conducted to find data, namely basic data on laws and policies, and data on social demographic conditions. The analytical method used is the analysis of grave needs by analyzing the projection of the mortality rate, calculating the need for cemetery land area per year, calculating the remaining land area for the cemetery, calculating the remaining land capacity of the cemetery, and calculating the remaining capacity of the cemetery with a one-time overlapping system. From the results of the analysis, it is obtained that the remaining capacity of the burial ground in Tuban District will be filled in 2021 and will require an additional land area of 617,945 m2 (61 Ha) in 2030. Semanding and Merakurak Districts are projected to be full in 2025 with a land area requirement of 81,589 m2 (8.1 Ha) and 113,875 m2 (11 Ha) in 2030 Palang District will be full in 2026 and Jenu District will be full in 2028.