Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : IPTEK Journal of Proceedings Series

Kajian Ship-To-Ship Transfer pada LNG Carrier Kriyo Sambodho; Aries Sulisetyono; AA Masroeri; Putri Dyah Setyorini
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2018): The 2nd Conference on Innovation and Industrial Applications (CINIA 2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3361

Abstract

Studi ini membahas tentang kajian ship-to-ship sebagai bagian dari rantai pasok liquified natural gas (LNG) untuk kebutuhan pembangkit listrik yang tersebar di Indonesia Bagian Timur (IBT). Keinginan pemerintah untuk memanfaatkan gas bumi dalam bentuk LNG sebagai bahan bakar alternatif pada pembangkit listrik yang telah ada maupun pembangkit yang telah ada di IBT memerlukan sarana dan prasarana berupa stasiun penerima maupun kapal-kapal LNG skala kecil. Salah satu kendala yang dihadapi untuk mendistribusikan gas dari sumber LNG ke pembangkit-pembangkit adalah LNG yang akan diambil dari kilang hanya dapat dilakukan oleh kapal besar karena fasilitas jetty yang pada awalnya memang didesain hanya dapat menerima kapal berukuran besar. Metode yang diusulkan pada studi ini adalah LNG diambil oleh kapal LNG berukuran besar yang dapat dilayani oleh jetty yang kemudian akan ditransfer ke kapal LNG yang berukuran kecil (small LNG vessel) melalui konsep ship-to-ship (STS) transfer. STS direncanakan dilakukan dimana LNG carrier berukuran besar ditambatkan dengan sistem penambatan tunggal, kemudian small LNG vessel berlabuh di sisi kapal LNG besar dengan bertambat pada 4 tali tambat. Pada dasarnya kajian STS ini terdiri dari dua tahap diantaranya adalah pemilihan lokasi STS dan analisa motion pada saat STS dilakukan. Ada 4 lokasi yang dipertimbangkan sebagai lokasi STS diantaranya adalah Fakfak, Manokwari, Namlea, dan Halmahera. Pada studi ini, kapal LNG ukuran 155.000 m3 dan shuttle LNG vessel ukuran 3000 m3 adalah objek dalam kajian STS pada studi ini. Analisa terhadap gerakan yang mungkin terjadi saat proses STS dilakukan dengan bantuan perangkat lunak MOSES. Teknik prediksi tiga dimensi (three-dimensional prediction technique) digunakan pada studi ini untuk memperkirakan floating body motions dalam short-crested seaway. Berdasarkan data lingkungan mengacu pada metocean data yang terdiri dari data angin, gelombang, dan arus, Fakfak terpilih sebagai lokasi terbaik untuk dilakukannya STS transfer dan hasil simulasi mendapatkan bahwa STS transfer di Fakfak aman untuk dilakukan selama proses STS transfer dilakukan pada tinggi gelombang 2m
Viscous-Resistance Calculation and Verification of Remotely Operated Inspection Submarine Ardi Nugroho Yulianto; I Ketut Suastika; Aries Sulisetyono
IPTEK Journal of Proceedings Series Vol 1, No 1 (2014): International Seminar on Applied Technology, Science, and Arts (APTECS) 2013
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2014i1.337

Abstract

The purpose of the present study is to calculate and verify the viscous resistance of a remotely operated inspection submarine which is used for the purpose of underwater inspections.The focus of the study is to investigate the effect of a vertical fin on the total value of the viscous resistance. In the design of a submarine, determination of the viscous resistance plays an important role. The smaller the viscous resistance,  the smaller is the engine power to be required, which results in a more economic vehicle during the operation. Viscous resistance calculationswere done by computational fluid dynamics (CFD) and verifications by wind tunnel experiments. Three models of submarines were simulated and tested. Results of data analysis show that the effect of an installation of a vertical fin on the total viscous resistance is not detectable in the current experimental setting. Furthermore, comparisons between simulation and experimental results show that the root mean square errors (RMSE) are, respectively, 2.48 x 10-3, 3.18 x 10-3 and 2.88 x 10-3 for model I, II and III.
Studi Sloshing pada Independent Tank Type C secara Memanjang Akibat Gerakan Kapal LNG dengan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Aries Sulisetyono; Mochamad Ridhlo Nurfadhi
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2018): The 2nd Conference on Innovation and Industrial Applications (CINIA 2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.287 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3343

Abstract

Sloshing merupakan fenomena yang terjadi pada tangki muatan cair akibat permukaan bebas yang bergerak. Paper ini membahas tentang pengaruh terjadinya sloshing pada tangki yang memuat LNG (Liquid Natural Gas) akibat gerakan kapal LNG selama beroperasi di laut. Tanki LNG ini berjenis Iso Tank berbentuk bilobe yang merupakan tipe C Independent Self Supporting Tank dengan ukuran yang dirancang untuk kapal pengangkut LNG dari Simenggaris menuju Tanjung Batu di Provinsi Kalimantan Timur. Sloshing disimulasikan secara numerik dalam dua dimensi tangki secara memanjang dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Gerakan tangki mengikuti gerakan kapal yang timbul akibat gaya gelombang selama beroperasi di laut, dan gerakan kapal yang dipertimbangkan dalam simulasi sloshing tangki secara memanjang adalah surge, heave, dan pitch. Dalam simulasi ini, tiga variasi muatan LNG dalam tangki yang meliputi: kondisi muatan kosong yaitu muatan LNG 10% dari ketinggian tangki (h), kondisi muatan setengah penuh, (50%h), dan kondisi muatan penuh, (90%h) yang diujikan selama beberapa kali gerakan berulang (oscillasion) tangki dengan tujuan mendapatkan nilai tekanan maksimum yang terjadi pada dinding dalam tangki LNG. Hasil simulasi menjelaskan bahwa besarnya tekanan maksimum statis pada kondisi muatan penuh adalah paling besar 31235.92 Pa dibandingkan dengan kondisi muatan setengah penuh sebesar 17345.54 Pa dan muatan kosong sebesar 3473.65 Pa. Peningkatan tekanan yang terjadi akibat sloshing adalah sebesar 9.4% pada kondisi muatan penuh, 4.9% pada kondisi muatan setengah penuh, dan 9.1% pada kondisi muatan kosong. Hasil perhitungan probability exceed diperoleh bahwa peluang terjadinya tekanan maksimum pada semua daerah dinding dalam tangki LNG pada semua kondisi pengisian muatan LNG nilainya tidak melebihi 6%.
Development of a ‘Fish Tail’ Rudder to Improve a Ship’s Maneuverability in Seaway Aries Sulisetyono
IPTEK Journal of Proceedings Series Vol 1, No 1 (2014): International Seminar on Applied Technology, Science, and Arts (APTECS) 2013
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2014i1.376

Abstract

The maneuverability of a ship at seaway is strongly influenced by a design of rudder. An innovative design of rudder based on a tail shape of fish was developed with the intent of improving an efficiency of ship maneuverability. Two designs of rudders were proposed i.e. the rudder of forked which is a rudder with an area reduction on the middle part, and the lanceolate shape or a rudder with additional area on the middle part. In evaluation of the rudder designs performance, the numerical approach of Computational Fluid Dynamic (CFD) was applied to determine a side force generated by rudder using the commercial software of FLUENT. Numerical simulations were performed on the rudder designed of rectangular, forked and lanceolate which had similar a surface area with the variations of rudder angle such as 100, 200 and 300 due to the uniform fluid flow at a constant speed. Further simulations was performed on the two forked rudder designed which takes into account the influence of propeller due to fluid flow on the rudder surface. It had shown the velocity of fluid flow behind the shaft of propeller very small in which the middle part of the rudder produced less lift force compare to the other part of rudder. Mathematical and numerical model of ship maneuvering were developed in order to evaluate the performance of a ship maneuvering in seaway based on the IMO standards on turning test. The simulation results had shown the rudder of forked produce the ship maneuvering performance that exceeds the performance of rectangular rudder as well as lanceolate rudder.