Articles
Perancangan Sistem Informasi Berbasis Komputer Untuk Monitoring Aktivitas Di Bengkel Produksi Pada Pembangunan Kapal Baru
Pandu Auditya Pratama;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (664.353 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25475
Tujuan utama dari studi ini adalah untuk merancang sistem informasi berbasis komputer untuk monitoring aktivitas di bengkel produksi pada pembangunan kapal baru. Pertama, kebiasaan sistem pemantauan yang ada di bengkel produksi perusahaan pembangunan kapal dilakukan observasi. Kedua, sistem informasi berbasis komputer untuk monitoring aktivitas di bengkel produksi pada pembangunan kapal baru direncanakan dengan menggunakan mock up sebagai alat untuk mendesain. Tahap akhir, sistem informasi yang telah dirancang diuji kepada responden. Sistem informasi ini mempunyai fitur untuk mendaftarkan proyek kapal baru dan data kapal, menu untuk memasukan pengguna baru dan pekerja di bengkel, menunjukkan kemajuan progres pembangunan kapal, dan meninjau hasil kegiatan di bengkel sebagai data historis. Sistem informasi berbasis komputer telah diuji coba kepada responden yang melibatkan beberapa pihak di galangan kapal atau memiliki latar belakang pendidikan di bidang arsitek perkapalan dan pembangunan kapal. Dengan menggunakan kuesioner diperoleh bahwa sistem informasi ini perlu diterapkan untuk mendukung proses pemantauan di bengkel dengan persentase rata-rata nilai 83,34%.
Perancangan Aplikasi Berbasis Android Untuk Manajemen Proyek Pembangunan Kapal Baru
Loudrian Yudharana;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi;
Mohammad Sholikhan Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (636.821 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25940
Tujuan utama dari penelitian studi ini adalah untuk merancang aplikasi komputer berbasis android yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas manajemen proyek di galangan kapal bangunan baru. Pertama, dilakukan observasi terhadap kebiasaan penggunaan manajemen proyek di galangan kapal. Kedua, dilakukan perancangan aplikasi komputer berbasis android untuk manajemen proyek pada galangan kapal dengan menggunakan mock up sebagai alat desain. Terakhir, aplikasi yang telah selesai diujicobakan kepada beberapa responden. Aplikasi ini memiliki dua akun yang dilengkapi dengan fitursepuluh area pengetahuan manajemen proyek. Aplikasi diujicobakan kepada beberapa responden yang terlibat dalam aktivitas pembangunan kapal baru atau memiliki latar pendidikan di bidang perkapalan. Dengan menggunakan metode kuisioner didapatkan hasil sebesar 78 % dari responden setuju bahwa aplikasi tersebut dapat membantu aktivitas manajer proyek.
Analisis Teknis Dan Ekonomis Kombinasi Pengelasan Robotic Welding Dengan Welder Konvensional Pada Sambungan Pipa Struktur Jacket Bangunan Lepas Pantai
Febri Heru Purnomo;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27240
Tujuan dari studi ini adalah melakukan analisis secara teknis dan ekonomis untuk penggunaan robot pada struktur jacket bangunan lepas pantai. Penelitian diawali dengan observasi terhadap proses pengelasan konvensional. Lalu dilakukan analisis secara teknis mengenai penggunaan robot pengelasan dan welder konvensional. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan nilai ekonomis penggunaan robot pengelasan dalam industri bangunan lepas pantai. Dengan hasil sebagai berikut : 1) Pengurangan biaya, 2) Produktivitas tinggi, 3) Kualitas tinggi, 4) Produk yang fleksibel. Secara teknis penggunaan robot pengelasan mampu melakukan pengelasan pada joint brace tipe K, T, Y, dan X pada struktur jacket dengan kecepatan 2 kali lebih cepat daripada pengelasan konvensional. Hasil analisis ekonomis proses pengelasan konvensional digantikan dengan pengelasan menggunakan mesin las robot dalam satu proyek didapatkan total biaya operasional dalam satu proyek selama satu tahun sebesar Rp 1.181.000.000 sedangkan penggunaan pengelasan konvensional mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp Rp 2.114.610.065. sehingga biaya pengelasan dapat dihemat sebesar 44% atau Rp. 933.566.020,- dari biaya operasional pengelasan konvensional. Pendapatan dari penghematan proyek lain yang diestimasi sebesar 50% dari penghematan pengelasan robot yaitu sebesar Rp 466.783.010. Penghematan biaya operasional tersebut digunakan untuk mengembalikan investasi mesin robot las. Total biaya investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pengadaan 3 unit las robot adalah Rp 6.903.596.000,- dengan pay back period tahun ke-7 bulan ke-1.
Analisa Teknis dan Ekonomis Pembangunan Kapal Ikan Ukuran 10GT-20GT Konstruksi Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) Sesuai Standar Biro Klasifikasi Indonesia
Aryo Baskoro;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (651.063 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29739
Kapal ikan ukuran 10GT-20GT konstruksi fibreglass reinforced plastics yang dibangun untuk menunjang sektor perikanan sebagian besar memiliki sifat mekanik yang rendah pada konstruksi lambung sehingga sering mengalami kerusakan sebelum batas umur konstruksi yang direncanakan. Hal ini disebabkan karena kapal-kapal tersebut dibangun tanpa menerapkan standar susunan laminasi dan fraksi campuran resin dengan serat fibreglass yang benar untuk metode hand lay up agar mampu memenuhi sifat mekanik yang disyaratkan oleh klasifikasi (BKI). Belum adanya standar susunan laminasi dan fraksi resin FRP yang benar menyebabkan standar harga produksi untuk kapal ikan FRP juga belum diketahui. Untuk mengetahui standar komposisi campuran FRP yang benar maka dalam penelitian ini dilakukan pengujian spesimen material FRP meliputi pengujian tarik dan pengujian lentur pada beberapa variasi laminasi. Penentuan variasi laminasi ini berdasarkan pada data dokumen teknis dan observasi di kapangan. Hasil dari pengujian beberapa variasi material FRP dianalisa secara teknis untuk memperoleh susunan laminasi dan fraksi resin material FRP yang benar sehingga memenuhi kriteria sifat mekanik yang disyaratkan oleh BKI. Variasi-variasi laminasi ini kemudian digunakan sebagai dasar perhitungan biaya material sehingga diperoleh korelasi sifat mekanik dengan harga pokok produksi kapal ikan konstruksi FRP. Dari pengujian material diketahui bahwa laminasi yang memenuhi sifat mekanik BKI membutuhkan jumlah serat menerus lebih dari sepertiga jumlah total lapisan dengan berat serat menerus 50% dari berat total serat. Pada sampel kapal ikan mini purse seine konstruksi FRP ukuran 10GT, apabila menggunakan variasi yang memenuhi BKI maka biaya produksi kasko adalah sebesar Rp 323.370.000,00. Kapal ikan konstruksi FRP ukuran 20GT jika dibangun dengan standar yang sama maka biaya pekerjaan kasko adalah Rp 472.342.175,00.
Analisa Teknis dan Ekonomis Pengembangan Industri Personal Watercraft
Rizal Mataram Matovani;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (716.311 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29742
Personal Watercraft atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jet Ski telah menjadi suatu wahana olahraga laut yang digemari di Indonesia karena kecepatan dan manuver-abilitynya yang sangat baik. Belum adanya industri personal watercraft di Indonesia menjadi peluang tersendiri untuk dibangun industri sejenis guna memenuhi lonjakan tren permintaan produk personal watercraft sebagai wahana rekreasi maupun kegunaan lainya. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menghitung kebutuhan, analisis teknis dan ekonomis dari industri personal watercraft di Indonesia. Penelitian ini diawali dengan melakukan forecasting terhadap permintaan produk personal watercraft, kemudian prospek penggunaan personal watercraft, serta analisis teknis dan ekonomis personal watercraft. Pemilihan dan perhitungan kontruksi material fiberglass sebagai material utama bagian lambung dan bangunan atas personal watercraft telah melalui perhitungan berdasarkan pada peraturan kelas ABS untuk kapal cepat. Proses laminasi fiberglass yang di gunakan adalah metode vacuum infusion dikarenakan investasi yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan dengan metode compression moulding. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan. Industri ini membutuhkan tanah seluas 1.584 m², dengan luas bangunan tertutup sebesar 844,5 m². Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp. 10,058 milliar payback period terjadi pada tahun ke 9 bulan ke 8 dengan nilai net present value sebesar Rp. 1,136 milliar, dan IRR sebesar 12,02% lebih besar dari suku bunga investasi yakni 11%, sehingga investasi ini dapat dikatakan layak
Analisa Teknis dan Ekonomis Pembangunan Galangan Kapal Pengangkut LNG Ukuran Kecil (Small Scale LNG Carrier) untuk Perairan Indonesia
Rizain Andrian;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (692.726 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29745
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lautan luas dan perairan yang menghubungkan setiap pulaunya. Pada beberapa pulau yang jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi masih kesulitan mendapatkan sarana listrik karena lokasi tersebut tidak terhubung dengan jaringan listrik utama. Pemerintah melalui program 35.000 MW berencana membangun pembangkit listrik di beberapa daerah tersebut dan menggunakan LNG sebagai bahan bakarnya. Small Scale LNG Carrier menjadi solusi yang paling tepat untuk mendistribusikan LNG ke lokasi tujuan baik secara teknis maupun ekonomis. Selain karena faktor ukuran LNG Carrier yang tidak cocok untuk kondisi geografis Indonesia, penggunaan pipa gas tidak feasible untuk dibangun pada lokasi yang dituju. Dengan banyaknya pasar untuk untuk penggunaan LNG sebagai bahan bakar pembangkit listrik, dibutuhkan kapal dengan jumlah yang cukup banyak untuk membantu distribusinya. Saat ini, di Indonesia belum ada galangan kapal yang dapat memproduksi Small Scale LNG Carrier. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa teknis dan ekonomis pembangunan galangan kapal Small Scale LNG Carrier di Indonesia dengan memperhitungkan aspek pasar, standar pembangunan kapal, dan kelayakan investasi untuk proyek tersebut. Hasil dari analisa kelayakan investasi adalah diperlukan biaya sekitar 341 milyar rupiah untuk pembangunan galangan kapal Small Scale LNG Carrier dan perkiraan Payback Period pada tahun ke-9 bulan ke-1,5 dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar 82,3 miliar rupiah, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 13,41% lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan, yaitu 11%. Sehingga investasi untuk pembangunan galangan kapal Small Scale LNG Carrier layak dilakukan.
Perancangan Database Online 3D Grafis untuk Pembuatan Gambar Produksi Kapal
Zul Harris Olivianto;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (793.627 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29756
Tujuan utama studi ini adalah merancang sistem aplikasi komputer database online untuk dapat menunjang engineer dalam pembuatan gambar produksi kapal. Pertama, dilakukan observasi terhadap proses pembuatan gambar produksi kapal yang dilakukan dengan penggunaan aplikasi grafis komputer berbasis 3D. Kedua, dilakukan perancangan sistem database online 3D grafis dengan melakukan pembuatan mockup. Ketiga, dilakukan uji coba sistem database dengan melakukan pembuatan gambar produksi dari sistem database untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari sistem database yang telah dirancang. Penelitian ini memaparkan teknis pembuatan model 3D dan gambar produksi kapal serta melakukan analisis untuk membuat sistem database online 3D grafis. Database online yang dibuat telah dilengkapi data-data grafis 3D berupa contoh part-part konstruksi kapal dan outfitting seperti kontruksi pembujur, konstruksi melintang, pipa, serta plat-plat yang kemudian dapat diunggah dan diupdate oleh engineer untuk dapat menunjang kinerja engineer. Berdasarkan analisis yang dilakukan, pembuatan model 3D kapal dan gambar produksi kapal dengan aplikasi berbasis 3D dapat dilakukan lebih mudah dan cepat dengan dilakukan pembuatan sistem penunjang berupa sistem database/library berbasis internet.
Analisa Pengaruh Karat Sand Blasting Terhadap Laju Korosi Pelat PontoonFloating Dock di Galangan Reparasi Kapal
Taufik Hidayat;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi;
Muhammad Sholikhan Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (950.999 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42304
Reparasi kapal di atas floating dock, dilakukan proses sand blasting untuk membersihkan lambung kapal dari karat. Karat dan pasir sand blasting menumpuk menjadi material deposit di atas permukaan pelat pontoon floating dock. Tumpukan karat dan pasir sand blasting tidak dibersihkan secara menyeluruh sehingga mempengaruhi mekanisme korosi pelat pontoon floating dock yang memicu terjadinya korosi di bawah lapisan karat dan pasir sand blasting atau lebih dikenal sebagai korosi bawah deposit. Untuk mengetahui pengaruh dari karat dan pasir sand blasting terhadap laju korosi pelat pontoon floating dock, dilakukan pengujian laju korosi menggunakan metode elektrokimia dengan teknik polarisasi dimana permukaan spesimen tertutupi oleh material deposit karat sand blasting di dalam larutan NaCl 3,5%. Variasi material deposit dalam pengujian ditentukan berdasarkan data hasil observasi lapangan berupa variasi komposisi pasir sand blasting dan karat yaitu 80% : 20%, 70% : 30%, dan 60% : 40%. Variasi ketebalan material deposit yaitu tebal 2 cm, 4 cm, dan 6 cm. Variasi permukaan pelat yang tertutupi material deposit yaitu 100%, 50%, dan 30% permukaan dan pengujian tanpa material deposit sebagai benchmark. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa spesimen dengan permukaan tertutupi material deposit karat sand blasting mempunyai laju korosi yang lebih cepat dari pada spesimen yang tidak tertutupi material deposit dan semakin tebal material deposit maka laju korosinya semakin cepat. Semakin besar diferensial aerasi antara permukaan yang tertutupi material deposit dan permukaan yang tidak tertutupi material deposit karat sand blasting maka nilai laju korosi semakin besar. Selain itu, semakin banyak kandungan karat didalam material deposit karat sand blasting maka laju korosinya semakin cepat. Korosi yang disebabkan oleh material deposit karat sand blasting mengakibatkan penurunan keuntungan yang diperoleh floating dock dimana keuntungan terendah yaitu sebesar Rp4.285.627.040,00. Sedangkan keuntungan yang diperoleh pada kondisi permukaan pontoon floating dock tidak tertutupi material deposit adalah sebesar Rp13.439.792.320,00.
ANALISIS PENERAPAN UKURAN LANE METER PADA KAPAL RO-RO DI INDONESIA
Eka Wahyu Ardhi;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi;
Riza Alfian Arief Wardana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i2.4840
Kapal Ro-Ro penyeberangan di Indonesia menjadikan ukuran GT sebagai patokan untuk menentukan kapasitas kendaraan yang dapat diangkut oleh kapal. Namun, ukuran GT yang digunakan belum bisa merepresentasikan kapasitas angkut sebuah kapal Ro-Ro penyeberangan, karena nilai jual kapal penyebrangan berupa luasan main deck/car deck dan berat muatan. Ukuran lane meter digunakan untuk menentukan kapasitas kendaraan yang dapat diangkut oleh kapal Ro-Ro penyeberangan. Lane meter merupakan suatu metode untuk mengukur kapasitas ruangan kapal Ro-Ro, di mana setiap unit ruang diwakili oleh panjang dan lebar dek yang secara umum memiliki ukuran 1 x 2 meter. Analisis korelasi antara ukuran utama kapal dilakukan, karena lane meter belum pernah diterapkan di Indonesia. Ukuran lane meter yang digunakan berdasarkan penerapan yang ada di Eropa dan ukuran kendaraan yang diangkut berdasarkan aturan pemerintah Indonesia. Lane meter yang digunakan dalam perbandingan adalah lane meter dengan ukuran lebar 3 meter. Perbandingan antara jumlah kapasitas kendaraan berdasarkan kapasitas lane meter dengan kapasitas saat ini menghasilkan rata-rata selisih sebesar 33, sehingga kapasitas angkut kendaraan setelah diterapkannya lane meter menjadi 67%. Load factor rata-rata seluruh kapal yang beroperasi adalah 41%, yang bernilai lebih rendah dari kapasitas rata-rata lane meter yang diestimasikan, sehingga penerapan ukuran lane meter tidak mempengaruhi tarif yang berlaku.
Study of QR Code Technology Application for Monitoring Activity of Ship Planned Maintenance System
Sufian Imam Wahidi;
Triwilaswandio Wuruk Pribadi;
Hajid Mulya Rahman
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 19, No 2 (2022): June
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/kapal.v19i2.45507
System and outfitting in a ship vary with different brands and treatment methods. These conditionscan be an issue if the operator has undisclosed damages due to a lack of knowledge about the ship'smaintenance records. An electronic planned maintenance system (ePMS) is a system that is currentlyused to collect the ship maintenance recorded data. However, the use of ePMS still has drawbacks. Theappearance is less interactive, available information about the outfitting used in ships is limited, andthe operator needs to search the outfitting manually with scrolling. This research aims to study theapplication of QR code technology for monitoring maintenance activities of ship systems and outfitting.This research was conducted based on field observation of ePMS, designing a QR code module for theePMS application, developing algorithms, and creating programs for website and android basedapplications. In addition, trials of the application and calculation of the costs incurred for implementingthe QR code method are also carried out. The distribution of questionnaires for practitionersaccompanied the trial. Based on that, the implementation of QR code in ePMS can be applied, easy touse and facilitate the supervision of ship system and outfitting activities with a mean score of 4.39 orequivalent to strongly agree. The addition of the QR code module is costed IDR120,426,000.00, wherethe process of recognizing and searching for ship systems and outfitting to view maintenance plansand maintenance history on the ePMS application is enough by scanning a QR code.