Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Sosialisasi dan Pembagian Masker pada Masyarakat Nelayan Pesisir untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Sufian Imam Wahidi; Triwilaswandio Wuruk Pribadi; Heri Supomo; Sri Rejeki Wahyu Pribadi; Mohammad Sholikhan Arif; Danu Utama
Sewagati Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.1 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v5i3.30

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. COVID19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk atau mengeluarkan napas, percikan-percikan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaanpermukaan di sekitar. Bagi orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat terjangkit COVID-19. Oleh karena itu dilakukanlah sosialisasi dan penyuluhan masyarakat nelayan pesisir dalam menghadapi dan mencegah penyebaran COVID-19 di daerah pesisir nelayan serta pembagian masker kepada masyarakat nelayan pesisir. Sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya penyakit yang disebakan oleh COVID 19, kondisi penyebaran COVID-19 di Indonesia, serta prosedur dan protokol kesehatan dalam rangka menerapkan social distancing. Kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kel. Mangunharjo Kec. Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Karena Pelabuhan ini dikelilingi oleh banyak pasar dan pelabuhan ini juga berisikan galangan–galangan kapal serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Kegiatan berjalan dengan lancar diimbangi dengan tingkat antusias masyarakat yang tinggi. Tingkat keberhasilan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat dari meningkatnya kepedulian masyarakat nelayan pesisir akan pentingnya protokol kesehatan. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya jumlah masyarakat nelayan yang menggunakan masker saat melakukan aktifitas.
Advanced Outfitting Techniques for Shipyard Development: A 2000 GT Shipbuilding Case Study Pribadi, Triwilaswandio Wuruk; Wahidi, Sufian Imam; Aziz, Muhammad Naufal
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 20, No 3 (2023): October
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kapal.v20i3.53743

Abstract

The shipbuilding sector is currently facing issues due to long manufacturing schedules and delays in ship construction completion. These challenges come from national shipyards' conventional onboard outfitting process for equipment installation, which takes a lengthy time to complete. To address this issue, this study proposes implementing the advanced outfitting system (AOS) approach, which combines the zone outfitting system with the hull block construction method, in building a 2000 GT ship at PT. X in Surabaya, Indonesia. Technical analysis is performed to plan the shipbuilding process using the hull block construction method, and the efficiency of man-hours is calculated by implementing the AOS approach. The study also conducts an analysis of shipbuilding costs and the required shipyard development investment. The technical analysis shows that the AOS approach improves efficiency factors by enhancing material handling and testing activities. The AOS method has an efficiency factor of 50% for on-unit outfitting and 62% for on-block outfitting, compared to on-board outfitting. The construction of a 2000 GT ship employing the AOS approach represents a reduction of approximately 9.6% in working days and a cost-saving of approximately 4.3% when compared to the onboard outfitting method, resulting in savings of IDR 1,933,277,000 or about USD 124,175. To implement the AOS approach, an investment of IDR 3,040,776,000 or about USD 195,310 is required for construction facilities and human resources development. The return on investment is obtained after two 2000 GT ships are completed. As a result, the AOS approach can improve shipbuilding productivity by reducing construction time and costs. This study provides insights into the benefits of implementing modern shipbuilding techniques in the industry.
Pelatihan Assessment dan Maintenance Floating Dock Berbasis Keandalan Baihaqi, Imam; Pribadi, Triwilaswandio Wuruk; Supomo, Heri; Pribadi, Sri Rejeki Wahyu
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2443

Abstract

Floating dock merupakan salah satu fasilitas utama galangan, berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan kapal, khususnya pada proses reparasi. Sarana ini memiliki beberapa bagian utama seperti pontoon, wing-wall, pompa-pompa utama, dan sistem perpipaan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan proses dan hasil pelatihan assessment dan memelihara floating dock dengan pendekatan keandala, yang ditujukan kepada staf dan manajer galangan kapal di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS). Kegiatan awal yang dilakukan adalah melakukan assessment kondisi floating dock dan mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan yang terjadi. Hasil assessment tersebut kemudian dijadikan case study dalam menerapkan strategi pemeliharaan dengan pendekatan keandalan untuk dibuat materi pelatihan dipadukan dengan teori keandalan. Setelah materi dipresentasikan oleh tim ITS kepada peserta dilanjutkan diskusi dan tanya jawab, didapatkan bahwa konsep keandalan pada bidang maritim dapat diterapkan pada sarana floating dock, namun, metode ini akan lebih sesuai diterapkan pada floating dock yang baru. Proses tukar pikiran antara pemateri dan peserta juga memberikan tambahan pengayaan dari pemateri, khususnya kondisi floating dock dalam kondisi kerusakan berat.
ANALYSIS OF THE FACTORS AFFECTING THE COST OF SHIP REPAIRS IN THE ISLAND OF JAVA AND KALIMANTAN Arif, Mohammad Sholikhan; Hutabarat , Darryl Oliver Benedict; Pribadi, Triwilaswandio Wuruk; Wahidi, Sufian Imam; Supomo, Heri; Pribadi, Sri Rejeki Wahyu
Journal of Marine-Earth Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Marine & Earth Science and Technology Research Center, DRPM, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j27745449.v3i1.449

Abstract

The national shipbuilding industry is primarily responsible for maintaining and repairing ships at ship repair facilities to ensure their seaworthiness. Each shipyard offers variable pricing for ship repair, mainly if the work is performed on different islands, in Java and outside of Java. By understanding the differences in ship repair costs between shipyards in Java and those outside of Java and the factors that influence these discrepancies, a ship owner can choose a repair shipyard for docking his vessel. Ship repair data were collected from shipyards in Java and Kalimantan, with data collection and direct surveys conducted at three Industries which are located in the island of Java, and three industries in Kalimantan Island, it is processed to determine the difference between the average cost of ship repairs at shipyards in Java Island and Kalimantan Island, revealing that the cost of repairing ships at shipyards in Java Island is higher than the cost of repairs at shipyards on Kalimantan Island. However, there are also increased costs associated with ship maintenance activities in shipyards in the island of Kalimantan. After processing the difference data, the identification of the factors that cause the difference in repair costs forms, and the identification results indicate that the difference in ship repair costs at the shipyards in Java and Kalimantan is influenced by differences in service costs, productivity figures, geographical location of the shipyards, supply chains. materials, as well as the completeness, quality, and capacity of repair support facilities at the shipyards.
ANALISIS PENERAPAN UKURAN LANE METER PADA KAPAL RO-RO DI INDONESIA Eka Wahyu Ardhi; Triwilaswandio Wuruk Pribadi; Riza Alfian Arief Wardana
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Ro-Ro penyeberangan di Indonesia menjadikan ukuran GT sebagai patokan untuk menentukan kapasitas kendaraan yang dapat diangkut oleh kapal. Namun, ukuran GT yang digunakan belum bisa merepresentasikan kapasitas angkut sebuah kapal Ro-Ro penyeberangan, karena nilai jual kapal penyebrangan berupa luasan main deck/car deck dan berat muatan. Ukuran lane meter digunakan untuk menentukan kapasitas kendaraan yang dapat diangkut oleh kapal Ro-Ro penyeberangan. Lane meter merupakan suatu metode untuk mengukur kapasitas ruangan kapal Ro-Ro, di mana setiap unit ruang diwakili oleh panjang dan lebar dek yang secara umum memiliki ukuran 1 x 2 meter. Analisis korelasi antara ukuran utama kapal dilakukan, karena lane meter belum pernah diterapkan di Indonesia. Ukuran lane meter yang digunakan berdasarkan penerapan yang ada di Eropa dan ukuran kendaraan yang diangkut berdasarkan aturan pemerintah Indonesia. Lane meter yang digunakan dalam perbandingan adalah lane meter dengan ukuran lebar 3 meter. Perbandingan antara jumlah kapasitas kendaraan berdasarkan kapasitas lane meter dengan kapasitas saat ini menghasilkan rata-rata selisih sebesar 33, sehingga kapasitas angkut kendaraan setelah diterapkannya lane meter menjadi 67%. Load factor rata-rata seluruh kapal yang beroperasi adalah 41%, yang bernilai lebih rendah dari kapasitas rata-rata lane meter yang diestimasikan, sehingga penerapan ukuran lane meter tidak mempengaruhi tarif yang berlaku.