Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penguatan Promosi Desa Wisata dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung Ni Luh Putu Indiani; I Made Yogiarta; I Made Pulawan; I Made Setena
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.3.2.2021.50-56

Abstract

Desa Wisata Pangsan memiliki potensi wisata yang luar biasa, namun diperlukan sejumlah upaya untuk memanfaatkan potensi ini sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Terdapat permasalahan terkait promosi desa wisata yang dihadapi Desa Pangsan yaitu kurangnya informasi yang akurat tentang tempat-tempat wisata yang ada di Desa Pangsan kepada para calon wisatawan. Di samping permasalahan promosi, ekonomi kreatif juga menjadi agenda penting untuk dikembangkan di Desa Pangsan. UMKM Mekar Ayu di Desa Pangsan menawarkan jajanan khas bali dengan rasa yang enak dan bersih, untuk memaksimalkan potensi tersebut terutama di era digital saat ini, pengelola UMKM perlu memahami teknik pemasaran digital. Dengan permasalahan yang dihadapi tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah pembuatan peta digital dan video promosi Desa Wisata Pangsan. Kegiatan input peta digital dilakukan dengan metode observasi dan praktik, kegiatan pembuatan video promosi diawali dengan observasi, pematangan konsep, pengambilan gambar, editing, dan publikasi video. Sementara itu, untuk meningkatkan kinerja pemasaran digital UMKM, solusi yang diberikan adalah sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pemasaran digital di era saat ini. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktik langsung. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: ketercapaian tujuan pelatihan, ketercapaian target yang telah direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai rata-rata di atas 75 persen sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Program-program dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu dijaga keberlanjutannya dengan pembaharuan data pada aplikasi peta digital secara reguler, meningkatkan peran serta masyarakat dalam memperluas publikasi video promosi Desa Wisata Pangsan, dan dalam mendukung kegiatan pemasaran digital UMKM Mekar Ayu pada akun media sosial.
PKM Peningkatan Manajemen Usaha Kacang Kapri Artha Dewi pada Industri Rumah Tangga di Desa Batubulan Sukawati, Gianyar Ni Nyoman Suriani; A. A. Media Martadiani; I Made Yogiarta
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.5.1.2022.20-25

Abstract

Sektor UMKM diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan baru perekonomian nasional dalam menghadapi krisis.Untuk bisa menjadi kekuatan baru di bidang ekonomi, pemerintah hendaknya memperhatikan SDM dan Manajemennya. Inovasi dari rata-rata UMKM selama ini dirasa masih minim sehingga bisnis UMKM kerap jalan ditempat. Belum lagi persoalan financial atau modal usaha yang kerap menghambat pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivtasnya. Persoalan terakhir yang harus diperhatikan adalah keterbatasan akses pemasaran dan juga penyediaan bahan baku. Salah satu desa yang menjadi sasaran kegiatan PKM adalah UKM kacang kapri dibanjar Kenanga Desa Batubulan Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar yang berjarak ± 10 km. Menurut ibu Gek Ayuni bahan baku kacang tanah yang sesuai standar kebutuhan kadang tidak mudah didapat. Kalaupun ada, harus menunggu beberapa hari. Dampak yang dirasakan mitra di masa Pandemi seperti saat ini adalah kendala dalam pemasaran karena mengalami penurunan penjualan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah sulit mengembangkan usaha. Karena terbatasnya sumber modal, kurangnya promosi, belum melakukan pencatatan pembukuan terkait dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dan dalam menjalankan usahanya mitra menjalankan usahanya secara kekeluargaan.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi bagaimana meningkatkan penjualan di masa pandemi oleh karena itu tim pengabdian memberi solusi berupa pemberian pendampingan manajemen keuangan, dan manajemen pemasaran.dan tata kelola kewirausahaan.
Legitimacy of Entrepreneurs in the Iron Triangle Concept. Which is Prioritized? Price, Quality or Service? Gde Deny LARASDIPUTRA; Putu Gede Wisnu Permana KAWISANA; I Made YOGIARTA
International Journal of Environmental, Sustainability and Social Science Vol. 7 No. 5 (2026): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (Sep
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v5i5.1219

Abstract

This study aims to understand how entrepreneurs, especially members of the Indonesian Young Entrepreneurs Association (HIPMI) Denpasar branch, prioritize and balance price, quality, and service factors in running their businesses. Using an interpretive approach and in-depth interview method, this study explores entrepreneurs' experiences and strategies in applying the Iron Triangle Concept to face market competition. The research findings show that the priority of one factor is influenced by market conditions, consumer needs, and the business's position in the growth cycle. Entrepreneurs who prioritize price tend to use competitive strategies to attract consumers, while those who prioritize quality focus on improving the reputation of products or services. On the other hand, superior service is an important factor in building long-term customer loyalty.This study confirms that business success lies in the ability to balance these three factors adaptively according to market dynamics. In addition, these findings provide practical insights for novice entrepreneurs in understanding how to manage the basic elements that are important for building business sustainability and legitimacy. This study contributes to the entrepreneurship literature by offering strategic guidance based on real experiences for entrepreneurs in managing the complexity of competitive markets.
The Influence of Financial Compensation, Work Motivation and Job Stress on Employee Performance at the Prama Sanur Beach Hotel I Made Agus Hoki Teges SAKA; Ni Nyoman SURIANI; I Made YOGIARTA
Loka: Journal Of Environmental Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): Loka: Journal Of Environmental Sciencesy (January – March)-In Press
Publisher : PT. Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ljes.v1i1.156

Abstract

Purpose:This research aims to test and analyze the influence of financial compensation, work motivation and work stress on employee performance.Methodology:This research was conducted at the Prama Sanur Hotel with a sample of 57 respondents using a saturated sampling technique. All data obtained from the questionnaire distribution is suitable for use, then analyzed using multiple linear regression and hypothesis testing (t-test and f-test).Findings:The research results show that (1) Financial compensation, work motivation and work stress have a positive and significant effect on employee performance at Hotel Prama Sanur, and (2) Financial compensation has a positive and significant effect on employee performance at Hotel Prama Sanur. This means that the greater the financial compensation, the greater the employee performance at the Prama Sanur Hotel. (3) Work motivation positively and significantly affects employee performance at the Prama Sanur Hotel. This means that the more work motivation increases, the more employee performance at the Prama Sanur Hotel will increase. (4) Work stress negatively affects employee performance at the Prama Sanur Hotel.Implication:This means the more work stress increases, the more employee performance at the Prama Sanur Hotel decreases.