Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI DESIGN THINKING PADA PENGEMBANGAN PRODUK PAKAIAN SUSTAINABLE FASHION Humaira, Labiqah; Hastuti, Rini Tri; Utama, Louis
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i2.29300

Abstract

The implementation of Design Thinking in Sustainable Fashion product development is key to creating environmentally friendly garments that cater to consumer needs. The primary focus lies in utilizing leftover fabric and adopting zero-waste pattern techniques. Through in-depth interviews with the target market, we identified the demand for clothing that is not only sustainable in terms of materials but also functional across various activities. Design Thinking is employed in product development to ensure each item not only meets sustainability standards but is also relevant and beneficial to consumers. Findings indicate that this approach generates products responsive to market needs, integrating sustainability, design creativity, and consumer requirements. Therefore, the incorporation of Design Thinking concepts in the fashion industry contributes to shifting paradigms towards more sustainable practices oriented around consumer needs   ABSTRAK Penerapan Design Thinking dalam pengembangan produk Sustainable Fashion menjadi kunci dalam menciptakan pakaian yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Fokus utama terletak pada penggunaan kain sisa produksi dan penerapan pola zero waste. Melalui wawancara mendalam dengan target pasar, kami mengidentifikasi kebutuhan akan pakaian yang tidak hanya berkelanjutan dari segi bahan, tetapi juga fungsional dalam berbagai aktivitas. Design Thinking digunakan dalam pengembangan produk untuk memastikan setiap item tidak hanya memenuhi standar keberlanjutan tetapi juga relevan dan bermanfaat bagi konsumen. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini menciptakan produk yang responsif terhadap kebutuhan pasar, menggabungkan keberlanjutan, kreativitas desain, dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, penggunaan konsep Design Thinking dalam industri fashion memberikan kontribusi dalam mengubah paradigma menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan konsumen
LITERASI PAJAK PENGHASILAN PRIBADI BAGI WNI YANG MEMILIKI NOMOR POKOK WAJIB PAJAK Hastuti, Rini Tri; Prajogi, M Bintang; Kho, Christian
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i2.29301

Abstract

The state is intensifying taxes, becoming the main source of income. All taxpayers who have a NPWP are expected to be able to calculate and report their tax bills. Tax collection system: self-assessment system requires taxpayers to report and remit their own taxes. Information regarding tax return article 21 is very useful if given early, starting from the family environment, school environment, to the general public. The Directorate General of Taxes has developed many programs that are used to provide basic information about taxes to the public from elementary schools to universities. At the basic level, namely schools, students can be given information about the important role of taxes in servicing the need for educational facilities such as: school buildings, learning facilities, operational funds for school activities, salaries for teachers and employees, and others, all of these needs will be met by state tax revenue. It is hoped that we will understand the importance of becoming a tax-compliant citizen in the future. The main PKM material that we will prepare to implement is training on the importance of understanding reporting and how to calculate Tax SPT article 21 for Indonesian citizens who have a NPWP for HARJA SMA students. Based on the above, we will provide problem solving by conducting training on how to calculate Article 21 tax returns for individual taxpayers. The implementation methods that will be used in this training include: First, conducting observations and interviews as well as observations regarding the extent to which students gain knowledge about Tax SPT article 21. Second, material regarding Tax SPT article 21 is prepared accompanied by examples of tax case questions. Third, we will explain the Module in a tutorial in two training sessions. Fourth, in the third or final training, we will give a quiz to find out how far the children understand the explanation we have given. In addition, we will also ask students to fill out a questionnaire to assess their satisfaction with the training provided. The outputs of this PKM activity are: Publications at SERINA and Posters at Research Week held by Tarumanagara University as well as HKI as additional outputs.
CARA PELAPORAN LAPORAN ARUS KAS SEDERHANA UNTUK PELAKU USAHA Hastuti, Rini Tri; Triyana; Fernando, Ferry
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31924

Abstract

Based on the results of the preliminary survey, we found that the students majoring in Social Sciences class 12 at SMAN 20 TANGERANG, that they only received basic accounting material for financial reports, limited to profit and loss reports, reports on changes in capital, and balance sheets. Therefore, they need to be equipped with additional knowledge about cash flow reports which are one component of financial reports. Based on the problems above, this PKM provides basic accounting training in reporting cash flow reports. This PKM provides material in the form of PPT to be discussed and presented during the training. Apart from the PPT as a reference material in the form of theory, several examples of cash flow reports and how to prepare them are also attached. PPT material will be distributed to students participating in the training before the training is carried out with the hope that participants will read it first to find out the material that will be discussed in the training. The purpose of preparing a cash flow report is to determine the realization of the company's cash receipts and expenditures so that the potential for cash realization in the future can be known. From this survey, we found training topics that suited partner needs. Next, at the implementation stage, we carry out training by preparing training materials in the form of modules which will be distributed during face-to-face training. The training lasted for one day. Finally, at the review stage, we will give quizzes and distribute questionnaires to students to determine their level of understanding of this topic. The output targets to be achieved for this training activity are: Obligatory output in the form of publication in the Serina journal and additional output in the form of HKI. ABSTRAK Berdasarkan hasil survei pendahuluan, kami menemukan pada siswa-siswi jurusan IPS kelas 12 SMAN 20 TANGERANG, bahwa mereka hanya mendapatkan materi akuntansi dasar untuk laporan keuangan sebatas laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan neraca. Oleh sebab itu, mereka perlu dibekali tambahan pengetahuan tentang laporan arus kas yang merupakan satu kesatuan dari komponen laporan keuangan. Berdasarkan permasalahan di atas, PKM ini memberikan pelatihan akuntansi dasar pelaporan laporan arus kas. PKM ini memberikan materi berupa PPT untuk dibahas, dipresentasikan pada saat pelaksanaan pelatihan. Selain PPT sebagai acuan materi yang berupa teori, di lampirkan juga beberapa contoh laporan arus kas dan cara penyusunannya. Materi PPT akan di bagikan kepada siswa peserta pelatihan sebelum pelaksanaan pelatihan dengan harapan agar peserta membaca terlebih dahulu untuk mengetahui materi yang akan di bahas di pelatihan. Tujuan penyusunan laporan arus kas adalah untuk mengetahui realisasi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan sehingga dapat diketahui potensi realisasi kas di masa yang akan datang. Pada tahap perencanaan, kami datang ke mitra untuk melakukan survei pendahuluan dengan cara wawancara dengan guru-guru dan kepala sekolah. Dari survey ini, kami menemukan topik pelatihan yang cocok dengan kebutuhan mitra. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, kami melakukan pelatihan dengan menyiapkan materi pelatihan dalam bentuk Modul yang akan dibagi pada saat tatap muka pelatihan. Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama saru hari. Terakhir pada tahap review, kami akan memberikan kuis dan membagikan kuesioner kepada siswa-siswi untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka atas topik ini. Target luaran yang akan dicapai atas kegiatan pelatihan ini adalah: Luaran wajib berupa publikasi pada jurnal Serina dan luaran tambahan berupa HKI.
PELATIHAN PENTINGNYA MANAJEMEN PERSEDIAN BARANG DAGANG UNTUK PELAKU USAHA Hastuti, Rini Tri; Noverius, Nelson; Fernando, Ferry
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32046

Abstract

This PKM training activity aims to foster an entrepreneurial spirit at the high school level. In this PKM activity, we will share literacy, especially accounting knowledge related to business management. The PKM topic that we will carry out is merchandise inventory management training. Literacy in managing merchandise provides additional scientific knowledge and knowledge related to its direct application to business. The material for management and inventory management of merchandise is part of a business entity that is important to know when running a business/entrepreneurial activity. Several methods can be used to control merchandise. In this training we use the Average method to calculate the value of goods, control the flow of merchandise transfers and calculate gross profit. The implementation method that we will use in this PKM is the training method. The stages in implementing PKM are: First, conducting a preliminary survey regarding the extent to which the children have received information regarding the management and management of merchandise inventory. Second, we will prepare the topic material along with example questions and exercises which will be given to students in the form of a module. Third, we will explain the Module in a tutorial in two training sessions. Fourth, in the third or final training, we will give a quiz to find out how far the training participants understand the explanation we have given. In addition, we will also ask students to fill out a questionnaire to assess their satisfaction with the training provided. The output of this PKM activity as a mandatory output is articles published in national proceedings and IPR as additional output as well as posters at Research Week held by Tarumanagara University. ABSTRAK Kegiatan pelatihan PKM ini bertujuan dengan pemikiran menumbuhkan jiwa kewirausahaan di tingkat sekolah menengah atas. Dalam kegiatan PKM kali ini, kami akan berbagi literasi khususnya ilmu akuntansi yang berkaitan dengan pengelolaan usaha. Topik PKM yang akan kami laksanakan adalah pelatihan manajemen persediaan barang dagang. Literasi pengelolaan barang dagang menjadi tambahan pengetahuan secara keilmuwan maupun pengetahuan yang berkaitan dengan penerapannya pada bisnis secara langsung. Materi pengelolaan dan manajemen persediaan barang dagang merupakan bagian dari entitas usaha yang penting diketahui dalam menjalankan suatu usaha / kegiatan kewirausahaan. Beberapa metode dalam pengendalian barang dagang yang bias dilakukan, dalam pelatihan ini kami menggunakan metode Average dalam menghitung nilai barang barang, mengontrol arus mutasi barang dagang dan menfhitung perolehan laba kotor. Metode pelaksanaan yang akan kami gunakan dalam PKM ini dengan metode pelatihan. Tahapan dalam pelaksanaan PKM ini adalah: Pertama, melakukan survey pendahuluan tentang sejauh mana anak-anak tersebut telah memperoleh informasi mengenai pengelolaan dan manajemen persediaan barang dagang. Kedua, kami akan mempersiapkan materi topik tersebut beserta contoh soal beserta latihan yang akan diberikan kepada para siswa dalam bentuk Modul. Ketiga, kami akan menjelaskan Modul secara tutorial dalam dua kali pelatihan. Keempat, pada pelatihan ketiga atau terakhir, kami akan memberikan Kuis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta pelatihan atas penjelasan yang telah kami berikan. Di samping itu, kami juga akan meminta para siswa untuk mengisi kuesioner untuk menilai kepuasan mereka atas pelatihan yang diberikan. Luaran dari kegiatan PKM ini sebagai luaran wajib adalah artikel yang dipublikasikan dalam prosiding nasional dan HKI sebagai luaran tambahan serta Poster di Research Week yang diadakan oleh Universitas Tarumanagara.
PEMBEKALAN LITERASI KEUANGAN DENGAN MELAKUKAN ANALISIS FUNDAMENTAL DALAM KEPUTUSAN BERINVESTASI SAHAM Hastuti, Rini Tri; Natasya Jusuf; Billy Christian
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33662

Abstract

Financial literacy education needs to be focused on school age, because the better a child's insight into financial literacy, the risk of experiencing financial problems in the future can be reduced. Another quite concerning condition is that many novice investors do not have adequate knowledge and experience regarding stock investment in the capital market, but have immediately become traders or stock speculators. Financial literacy is the key that must be considered when a person's ability to make good investment decisions is in doubt and financial literacy can provide better financial decisions. With the provision of financial literacy, young investors are expected to be able to identify companies that have healthy and strong financial conditions, by conducting Fundamental Analysis. By using Fundamental Analysis, investors can identify companies that have good financial performance and can determine whether the shares of the company are still at a low price. Investors can reduce investment risks and gain profits from stock investments by using Fundamental Analysis. This literacy is given to young people, especially at school age, and is expected to help provide a basic understanding of investment interests and financial management. This PKM activity collaborates with school partners with the target participants being students. The implementation method that we will use in this PKM is the training/provisioning method. In addition, we will also ask students to fill out a questionnaire to assess their satisfaction with the training provided. The output of this PKM activity as a mandatory output is an article published in national proceedings and HKI as an additional output and a Poster at Research Week held by Tarumanagara University. ABSTRAK Pengenalan literasi keuangan perlu difokuskan sejak usia dini di bangku sekolah. Hal ini berdampak semakin dini wawasan seorang anak tentang literasi keuangan maka mengurangi risiko permasalahan keuangan di masa depan bisa dikurangi. Keadaan lain yang cukup memerlukan perhatian adalah terdapat banyak investor pemula yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai mengenai investasi saham di pasar modal, tetapi sudah langsung menjadi pemain spekulasi saham. Pengetahuan keuangan merupakan syarat yang harus diperhatikan saat kemampuan mengambil keputusan investasi diragukan. Pelatihan literasi mengenai keuangan, investor-investor muda diharapkan dapat mengetahui perusahaan yang mempunyai kondisi keuangan yang sehat dan kuat, dengan melakukan analisis fundamental. Analisis fundamental bermanfaat bagi investor untuk mengetahui perusahaan yang mempunyai kinerja keuangan yang baik dan dapat menentukan apakah saham dari perusahaan tersebut masih berada pada harga yang murah. Investor dapat mengurangi risiko investasi dan memperoleh keuntungan dari investasi saham dengan menggunakan analisis fundamental. Literasi ini diberikan kepada kaum muda khususnya pada usia sekolah, diharapkan bisa membantu memberikan pemahaman yang mendasar terkait dengan minat berinvestasi dan mengelola keuangan. Kegiatan PKM kali ini menggandeng mitra pihak sekolah dengan sasaran peserta siswa yang berada di sekolah tersebut. Metode pelaksanaan yang akan kami gunakan dalam PKM ini dengan metode pelatihan/pembekalan. Di samping itu, kami juga akan meminta para siswa untuk mengisi kuesioner untuk menilai kepuasan mereka atas pelatihan yang diberikan. Luaran dari kegiatan PKM ini sebagai luaran wajib adalah artikel yang dipublikasikan dalam prosiding nasional dan HKI sebagai luaran tambahan serta poster di Research Week yang diadakan oleh Universitas Tarumanagara.
LITERASI PENTINGNYA PEMAHAMAN INVESTASI OBLIGASI UNTUK KEBERLANGSUNGAN USAHA Hastuti, Rini Tri; Triyana; Ferry Fernando
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33806

Abstract

For students in school, the term bonds is more foreign to them than the term stocks, because stocks are mentioned more often. However, in reality, stocks and bonds are important instruments for companies and investors. Often students find it difficult when they start to enter the material on bonds in college. In addition to not being familiar with what bonds are, the calculations are also relatively difficult. The provision of material in this training is expected to provide knowledge that is not obtained in the material taught in class. The PKM topic that we will implement is training on the importance of understanding the form of bond investment to help the sustainability of a business. The topic given in this PKM activity is very important for two reasons: First, the material on investment in the form of bonds is not included in the basic accounting lesson material provided. Second, the majority of students' family backgrounds are entrepreneurs, thus increasing knowledge about the mechanism of investing in the form of bonds. In the business sector, investment in bonds can be one of the options besides investment in the form of fixed assets. For that, we, lecturers from the Faculty of Economics, will provide training which is planned to be divided into three stages, namely: planning stage, implementation stage, and review stage. The target outputs to be achieved from this training activity are: Mandatory outputs in the form of publications in the Serina journal and additional outputs in the form of IPR. ABSTRAK Bagi siswa di bangku sekolah, istilah obligasi mungkin belum dikenal daripada istilah saham, disebabkan saham lebih banyak dikenal. Namun kenyataannya saham dan obligasi adalah bagian aset yang penting bagi perusahaan dan juga investor. Seringkali siswa merasa kesulitan pada saat di bangku kuliah mulai memasuki materi obligasi. Selain mereka belum begitu mengetahui dan memahami apa itu obligasi, pengakuan, pencatatan nilai pun relatif komprehensif. Pemberian materi dalam pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan yang tidak diperoleh dalam materi yang diajarkan di kelas. Topik PKM yang akan kami laksanakan adalah pelatihan mengenai pentingnya pemahaman mengenai bentuk investasi obligasi untuk membantu keberlangsungan sebuah usaha. Topik yang diberikan dalam kegiatan PKM ini sangat penting karena dua alasan: Pertama, materi mengenai investasi dalam bentuk obligasi belum termasuk ke dalam materi pelajaran akuntansi dasar yang diberikan. Kedua, latar belakang keluarga siswa mayoritas berwirausaha, sehingga menambah pengetahuan mengenai mekanisme berinvestasi dalam bentuk obligasi. Dalam bidang usaha, investasi dalam obligasi dapat menjadi salah satu opsi pilihan selain investasi dalam bentuk aset tetap. Untuk itu kami, para dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, akan memberikan pelatihan yang rencananya akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap review. Target luaran yang akan dicapai atas kegiatan pelatihan ini adalah luaran wajib berupa publikasi pada jurnal Serina dan luaran tambahan berupa HKI.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN PENJUALAN KONSINYASI PADA GALLERY SENI SELASAR 10 Hastuti, Rini Tri; Vivian Huang; Daniel Alexander
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33951

Abstract

Consignment sales are the best alternative choice because there are several advantages and have relatively smaller risks. The benefits obtained are not only from the person who entrusts the goods/depositor but also the recipient of the goods/commissioner. Among these benefits are that the company can expand its marketing area, the recipient of the goods does not need a large capital to increase their merchandise and the consignor does not bother to rent a place to sell their merchandise and the consignor does not bother to rent a place to sell their merchandise so that it can save on space costs. The PKM topic that we will implement is training in compiling consignment sales reports at the Selasar 10 Gallery Shop. Mitra's business field is a gallery that sells various handicraft and fashion products from various brands. This gallery functions as a destination channel to accommodate the best products from several craftsmen and is sold with a consignment or consignment system. The problem found during the interview with Mitra was that the consignment sales recording system was still relatively simple and manual. So with this problem, the PKM Team offers a solution to provide knowledge sharing by providing training on how to record consignment sales more systematically and meet the rules of financial reporting in accordance with applicable accounting standards. The target outputs to be achieved from this training activity are: Mandatory outputs in the form of publications in the Serina journal and additional outputs in the form of IPR. ABSTRAK Sistem jual konsinyansi menjadi alternatif pilihan terbaik karena memiliki beberapa keuntungan dan memiliki resiko yang relative lebih rendah. Keuntungan yang didapatkan dari kedua pihak yaitu pihak penitip dan pihak komisioner. Keuntungnan tersebut adalah perusahaan (pihak penitip) dapat memperluas daerah penjualannya, sedangkan pihak penerima barang tidak memerlukan modal yang besar untuk memperbanyak barang dagangannya dan penitip barang tidak menyewa tempat untuk menjual barang dagangannya sehingga dapat menghemat biaya tempat. Topik PKM yang akan kami laksanakan adalah pelatihan penyusunan laporan penjualan konsinyasi pada Gallery Shop Selasar 10. Bidang usaha Mitra adalah sebuah galery yang menjual berbagai produk handycraft dan fashion dari berbagai merk. Gallery ini berfungsi sebagai kanal destinasi untuk menampung produk-produk terbaik dari beberapa pengrajin dan dijual dengan sistem titip jual atau konsinyasi. Permasalahan yang ditemukan pada saat wawancara dengan Mitra adalah sistem pencatatan penjualan konsinyasi tersebut masih relatif sederhana dan manual. Sehingga dengan masalah tersebut pihak Tim PKM menawarkan solusi untuk memberikan sharing ilmu dengan memberikan pelatihan bagaimana mencatat penjualan konsinyasi tersebut lebih sistematis dan memenuhi kaidah aturan pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Target luaran yang akan dicapai atas kegiatan pelatihan ini adalah: Luaran wajib berupa publikasi pada jurnal Serina dan luaran tambahan berupa HKI.
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN LABA RUGI PADA UMKM COOL AID- STASION Hastuti, Rini Tri; Gilbert Wibisono; Angel Virgiani Fransiska
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33973

Abstract

The culinary business is the most widely chosen business considering that the market scale is still very prospective and large. The culinary sector is one of the business lines that will continue to grow in line with the times. Various types of culinary businesses have increased both in terms of quantity and in terms of increasingly diverse modern and creative menus. The menus offered range from authentic Indonesian menus to menus that are adaptations of menus from other countries (international). Of the various culinary menu choices, the menu segment that is an appetizer and dessert menu is actually growing the fastest at this time. Cool Aid-Stasion is one of the culinary businesses that focuses on selling light and fresh food and beverage products. From the results of interviews conducted by the PKM Team, Cool Aid-Stasion has not recorded sales and business results reports systematically and in accordance with financial reporting standards. So in this PKM activity, the PKM Team provides training, assistance and discussions to help Partners Prepare sales reports and business results reports. The output of this PKM activity as a mandatory output is articles published in national proceedings and IPR as additional output as well as posters at Research Week held by Tarumanagara University. ABSTRAK Usaha bidang kulinary merupakan usaha yang paling banyak dipilih mengingat skala pasarnya masih sangat prospektif dan besar. Bidang kuliner salah satu lini bisnis yang akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan jaman. Berbagai jenis usaha kuliner mengalami peningkatan baik dari segi kuantitas maupun dari segi menu-menu modern dan kreatif yang semakin beragam. Menu-menu yang ditawarkan mulai dari menu otentik Indonesia maupun menu-menu yang merupakan adaptasi dari menu negara lain (international). Dari beragam pilihan menu kuliner tersebut, segmen menu yang bersifat menu pembuka (appetizer) dan menu penutup (dessert) justru berkembang paling pesat untuk saat ini. Cool Aid-Stasion merupakan salah satu usaha kulinery yang berfokus pada penjualan produk makanan dan minuman yang sifatnya ringan dan segar. Dari hasil interview yang dilakukan Tim PKM, Cool Aid-Stasion belom melakukan pencatatan penjualan dan laporan hasil usaha secara sistematik dan sesuai dengan standar laporan keuangan. Sehingga dalam kegiatan PKM ini, Tim PKM memberikan pelatihan, pendampingan dan diskusi untuk membantu Mitra Menyusun laporan penjualan dan laporan hasil usahanya. Luaran dari kegiatan PKM ini sebagai luaran wajib adalah artikel yang dipublikasikan dalam prosiding nasional dan HKI sebagai luaran tambahan serta Poster di Research Week yang diadakan oleh Universitas Tarumanagara
STRATEGI PEMASARAN PADA UMKM ATELIER COFFEE AND EATERY MELALUI PENERAPAN DIGITAL MARKETING Hastuti, Rini Tri; Agnes Andrea; Ezra Frederick; Ferick Catello
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34783

Abstract

ABSTRACT Digital marketing is a very relevant solution in dealing with this change in consumer behavior. In the introduction of digital marketing, you can utilize social media platforms such as Instagram, Facebook, Tik-Tok and Twitter to interact with customers, promote products, and build brands. With consistency in content and visual aesthetics, business actors can create a strong business identity and remind customers of their existence. Social media is not only a place to share in interacting or communicating but can also be an effective place to promote or advertise your products or business online and can communicate directly with consumers. The role of social media will certainly also be very helpful in the coffee shop business. Changes in people's lifestyles who like to hang out in coffee shops while chatting accompanied by the delicious taste of coffee have also become a lifestyle for today's society. So that coffee shop business opportunities are increasingly visible. The PKM topic that we will do is assistance in providing literacy in business development strategies using social media. Our partner is a coffee shop business in the West Jakarta area. With this assistance, it is hoped that the Partner's business will continue to grow. The success of a coffee shop business is one of the positive effects of the free use of social media, because with social media they are also free to promote their coffee shop without spending a lot of money. PKM activities are planned to be divided into two stages, namely: planning stage, implementation stage. At the planning stage, we discussed with the Partner regarding the provision and assistance of the use of social media in business development. Furthermore, at the implementation stage, we together with the Partner conducted an evaluation and assisted in designing the use of social media according to current market needs. ABSTRAK Digital marketing merupakan solusi yang sangat relevan dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen ini. Dalam pengenalan digital marketing, dapat memanfaatkan platform medsos seperti Instagram, Facebook, Tik-Tok dan Twitter untuk berinteraksi dengan pelanggan, mempromosikan produk, dan membangun merek. Dengan konsistensi dalam konten dan estetika visual, pelaku usaha dapat menciptakan identitas usaha yang kuat dan mengingatkan pelanggan tentang keberadaan mereka. Social media tidak hanya menjadi wadah berbagi dalam berinteraksi atau berkomunikasi tetapi dapat juga menjadi wadah yang efektif untuk melakukan promosi atau mengiklankan produk atau usaha anda secara online serta dapat berkomunikasi langsung dengan konsumennya. Peranan sosial media juga tentunya akan sangat membantu dalam bisnis coffee shop. Perubahan gaya hidup masyarakat yang suka nongkrong di kedai kopi sambil ngobrol di temani kelezatan cita rasa dari kopi hal itu pun sudah menjadi gaya hidup masyarakat saat ini. Sehingga peluang bisnis coffee shop pun semakin terlihat. Topik PKM yang akan kami lakukan adalah pendampingan dalam memberikan literasi strategi pengembangan bisnis dengan menggunakan medsos. Mitra kami adalah adalah usaha Coffee shop di daerah Jakarta Barat. Dengan pendampingan ini diharapkan usaha Mitra akan semakin berkembang . Kesuksesan bisnis kedai kopi atau coffee shop adalah salah satu hasil efek positif dari bebas nya penggunaan sosial media, karena dengan adanya sosial media mereka bebas pula untuk mempromosikan coffee shop-nya tanpa mengeluarkan biaya besar. Kegiatan PKM direncanakan rencananya akan dibagi dalam dua tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan. Pada tahap perencanaan, kami berdiskusi dengan pihak Mitra berkaitan dengan pembekalan dan pendampingan penggunaan medsos dalam pengembangan usaha. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, kami bersama pihak Mitra melakukan evaluasi dan membantu dalam merancang penggunaan medsos sesuai kebutuhan pasar saat ini.
LITERASI PEMAHAMAN SEKURITAS PASAR MODAL UNTUK PEMULA PADA TINGKAT SMA Hastuti, Rini Tri; Natasya Jusuf; Billy Christian
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35257

Abstract

For students in school, the term bonds is more foreign to them than the term stocks, because stocks are mentioned more often. However, in reality, stocks and bonds are important instruments for companies and investors. The PKM topic that we will implement is training on the importance of knowledge and understanding of Bond Securities Investment for Beginners. The topic given in this PKM activity is very important for two reasons: First, the material on investment in the form of bonds is not included in the basic accounting lesson material provided. Second, for students who have graduated and immediately entered the world of work, this investment material provision can be useful and support student literacy if they work in financial institutions. For that, we, the lecturers from the Faculty of Economics, will provide training which is planned to be divided into three stages, namely: the planning stage, the implementation stage, and the review stage. In the planning stage, we came to the partner to conduct a preliminary survey by interviewing teachers and principals. From this survey, we found a training topic that matched the partner's needs and we also prepared a proposal to LPPM. Furthermore, in the implementation stage, we conducted training by preparing training materials in the form of Modules that would be distributed during face-to-face training. The training lasted for one day. Finally, in the review stage, we will give quizzes and distribute questionnaires to students to determine their level of understanding of this topic. The output targets to be achieved from this training activity are: Outputs in the form of publications in Serina journals, HKI and Modules ABSTRAK Bagi murid-murid di bangku sekolah, istilah sekuritas obligasi lebih asing bagi mereka daripada istilah saham, dikarenakan saham lebih banyak disebut-sebut. Namun kenyataannya saham dan sekuritas obligasi merupakan instrumen penting bagi perusahaan dan juga investor. Topik PKM yang akan kami laksanakan adalah pelatihan mengenai pentingnya pengetahuan dan pemahaman investasi surat berharga sekuritas obligasi bagi pemula. Topik yang diberikan dalam kegiatan PKM ini sangat penting karena dua alasan: Pertama, materi mengenai investasi dalam bentuk sekuritas obligasi belum termasuk ke dalam materi pelajaran akuntansi dasar yang diberikan. Kedua, siswa yang telah lulus dan langsung terjun ke dunia kerja, pembekalan materi investasi ini dapat bermanfaat dan mendukung literasi siswa apabila bekerja di lembaga keuangan. Untuk itu kami, para dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, akan memberikan pelatihan yang rencananya akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap review. Pada tahap perencanaan, kami datang ke pihak mitra untuk melakukan survei pendahuluan dengan cara wawancara dengan guru-guru dan kepala sekolah. Dari survei ini, kami menemukan topik pelatihan yang cocok dengan kebutuhan mitra dan kami pun menyusun proposal ke LPPM. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, kami melakukan pelatihan dengan menyiapkan materi pelatihan dalam bentuk modul yang akan dibagi pada saat tatap muka pelatihan. Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama satu hari. Terakhir pada tahap review, kami akan memberikan kuis dan membagikan kuesioner kepada siswa-siswi untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka atas topik ini. Luaran kegitan PKM ini berupa publikasi artikel pada jurnal Serina Abdimas, HKI dan modul.