Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SIGMA

PROFIL BERPIKIR KREATIF SISWA BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM MEMECAHKAN MASALAH OPEN ENDED Chairul Fajar Tafrilyanto; Rahmaniyah Rahmaniyah
SIGMA Vol 3, No 1 (2017): SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.304 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v3i1.335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan berpikir kreatif siswa berkemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah terbuka (open ended). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Az-Zubair Tlanakan Pamekasan yang berkemampuan matematika tinggi. Peneliti melakukan tes daan wawancara untuk memperoleh data tentang berpikir kreatif siswa berkemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah terbuka (open ended). Untuk memperoleh data yang valid peneliti melakukan triangulasi. Dari data yang valid menghasilkan deskripsi bahwa subjek memahami masalah dengan cara membaca masalah terbuka (Open Ended)  untuk mengidentifikasi dan mengenal apa yang diketahui pada permasalahan. Kemudian subjek juga mengenal apa yang ditanya pada soal dengan menggunakan bahasanya sendiri. Dalam rencana pemecahan masalah setelah subjek mendapatkan informasi, Subjek belum mempunyai arah tertentu untuk menyelesaikan masalah akan tetapi alam pikiran mengeksplorasi berbagai alternatif, kemudian Subjek menggunakan cara lain untuk menyelesaikan permasalahan karena masalah yang diberikan ada masalah terbuka (Open Ended). Selain itu subjek menjelaskan bahwa strategi yang digunakan bisa memecahkan permasalahan dengan tepat. Dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek melaksanakan rencana pemecahan masalah sesuai dengan rencana pemecahan masalah. Dalam memeriksa kembali, subjek memeriksa kembali langkah-langkah pemecahan masalah dengan membaca kembali jawaban yang sudah diperoleh, kemudian subjek mengoreksi kembali operasi matematikanya. Subjek menyatakan bahwa hasil yang diperoleh sudah tepat.
PROFIL BERPIKIR RELASIONAL SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT Chairul Fajar Tafrilyanto
SIGMA Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1903.112 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v2i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses berpikir  relasional siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif  field  dependent. Langkah pemecahan masalah menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah Polya, yaitu  mulai dari memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali hasil pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian tes GEFT, tes kemampuan matematika, tugas pemecahan masalah dan wawancara. Dalam penelitian ini digunakan satu siswa kelas X-MIPA2 SMA Negeri  3 Pamekasan sebagai subjek penelitian yang memiliki gaya kognitif  field  dependent. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah, yaitu reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk mendapatkan data penelitian yang valid, dalam penelitian ini digunakan triangulasi waktu.Dalam memahami masalah  SFD  menghubungkan informasi yang didapatkan dengan variabel untuk mendapatkan persamaan dan menyebutkan apa yang ditanyakan. Walaupun awalnya SFD kesulitan dalam memahami maksud soal. SFD menghubungkan informasi yang di dapat dengan persamaan linier dua variabel, tiga variabel dan operasi aljabar serta langsung membuat persamaan yang marupakan langkah awal untuk menjawab pertanyaan. Dalam merencanakan penyelesaian, SFD menghubungkan informasi dengan eliminasi dan substitusi untuk menyelesaikan masalah, dia menggunakan dua kali eliminasi dan dua kali substitusi untuk menjawab pertanyaan dalam soal. Dalam melaksanakan penyelesaian SFD melaksanakan apa yang sudah direncanakan dengan baik  dan sesuai dengan rencana yang telah dibuatnya. Dalam memeriksa kembali hasil penyelesaian, subjek membaca, menghitung dan mengecek ulang langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah sehingga  yakin  bahwa  jawabannya benar  dengan  menghubungkan nilai variabel yang sudah di dapatkan ke persamaan tiga variabel mengggunakan substitusi.
PEMBELAJARAN LOGIKA MATEMATIKA DENGAN MEDIA LAMPU Chairul Fajar Tafrilyanto
SIGMA Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.819 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i1.75

Abstract

Matematika merupakan salah satu ilmu yang berkembang seiring kemajuan teknologi. Di Indonesia, teknologi pendidikan dimanfaatkan untuk pengembangan media pembelajaran, misalnya pada pembelajaran matematika dengan menggunakan rangkaian listrik. Pada siswa SMA terdapat pelajaran tentang logika yaitu pada mata pelajaran matematika di kelas X, yang sering dikenal dengan materi Logika Matematika (salah satu konsep dasarnya yaitu konjungsi,disjungsi, implikasi dan  biimplikasi). Tujuan pembuatan media atau alat peraga adalah sebagai jembatan ilmu atau penanaman konsep terhadap apa yang diajarkan. Dengan menggunakan media, siswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan belajar dan materi akan tersimpan lebih lama dalam memori otak siswa serta dapat memotivasi siswa untuk belajar materi logika matematika. Disisi lain alat peraga ini adalah sebagai jembatan ilmu antara guru dengan siswa, serta sebagai contoh aplikasi ilmu matematika khususnya pada materi logika matematika dengan ilmu fisika yakni aliran lisrik. Dimana biasanya alat peraga yang berupa rangkaian listrik semacam ini biasanya yang membuat bukan orang dari matematika. Padahal pada dasarnya orang matematika juga bisa membuat alat peraga berupa rangkaian listrik yang berfungsi untuk membantu menanamkan konsep pada materi logika matematika mengenai    konjungsi, disjungsi, implikasi dan  biimplikasi dengan rangkaian listrik yang berupa media lampu.