Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Faktor Biotik dan Abiotik Terhadap Keanekaragaman Makrobentos di Hutan Mangrove Kabupaten Lombok Barat Nirmala Ayu Aryanti; Febri Arif Cahyo Wibowo; Mahidi Mahidi; Frita Kusuma Wardhani; I Komang Tri Wijaya Kusuma
Jurnal Kelautan Tropis Vol 24, No 2 (2021): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v24i2.10044

Abstract

High human activity around the coastal area will affect the mangrove ecosystem and the biota such as macrobenthos. Benthic diversity can reflect conditions of mangrove ecosystem, that slow growth and sensitive to environmental changes. This study aims to determine the influence of biotic and abiotic environments on the macrobenthos in Cendi Manik Village, Sekotong District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Data collection of macrobenthos, biotic and abiotic environments in natural and rehabilitation mangrove, then the diversity species of macrobenthos with biotic and abiotic environmental variables were analyzed multiple regression. The most dominant vegetations are Rhizophora mucronata Lam and Avicennia marina Forssk. The diversity index for macrobenthos is low (H’ 1,207) in natural and rehabilitation mangrove. Macrobenthos between two location have high similarity with 84,6%. The result of multiple regression test showed that most influencing of macrobenthos were mud thickness and brightness.  Aktivitas manusia yang tinggi sekitar kawasan pesisir akan mempengaruhi ekosistem mangrove dan biota di dalamnya seperti makrobentos. Keanekaragaman bentos dapat mampu mencerminkan kondisi ekosistem mangrove, pertumbuhan yang lambat dan sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan biotik dan abiotik terhadap makrobentos yang ada di Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data makrobentos, biotik dan abiotik lingkungan pada hutan mangrove alam dan rehabilitasi, kemudian keanekaragaman jenis makrobentos dengan variabel lingkungan biotik dan abiotik dianalisis regresi berganda. Jenis vegetasi yang paling mendominasi adalah jenis Rhizophora mucronata Lam dan Avicennia marina Forssk. Keanekaragaman jenis makrobentos termasuk dalam kategori rendah (H’ 1,207) di hutan mangrove alam dan rehabilitasi. Jenis makrobentos antara dua lokasi tersebut memiliki kemiripan yang tinggi yaitu 84,6 %. Uji regresi berganda diperoleh variabel lingkungan yang paling berpengaruh pada keanekaragaman jenis makrobentos adalah ketebalan lumpur dan kedalaman kecerahan air. 
PENYULUHAN PERAN HUTAN TERHADAP SISWA KELAS IV DAN V SDN 3 SIDOMULYO KECAMATAN PUJON, KABUPATEN MALANG Febri Arif Cahyo Wibowo; Nirmala Ayu Aryanti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12276

Abstract

Community participation in forest conservation is needed. One of them is by making it easier to understand and care about the forest from the beginning as a prospective “Siswa kelas 4 dan 5”. The goal is to make forest care from an early age. This activity was carried out at SDN 3 Sidomulyo, Pujon Subdistrict, Malang Regency with the aim of 4th and 5th grade elementary school students. The method used was quantitative methods with descriptive references in educational activities using photovoice media, outreach about the role of forests and the linking of questionnaires in two sessions namely pratest and postest. In grade 4 and a decrease in the overall index for grade 5. Overall students in grades 4 and 5 have an understanding of forests based on overall index data which shows data above 79%. --- Partisipasi masyarakat terhadap konservasi hutan dibutuhkan. Salah satunya dengan cara pemberian pemahaman dan kepedulian tentang hutan sejak dini sebagai calon siswa kelas 4 dan 5. Teknologi yang diterapkan adalah penyuluhan berbasis pemahaman peran hutan dengan bentuk kuesioner dan photovoice. Tujuannya untuk membentuk kepedulian hutan sejak dini. Kegiatan ini di lakukan di SDN 3 Sidomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dengan sasaran siswa-siswa SD kelas 4 dan 5. Metode yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dalam kegiatan pendidikan konservasi melalui media photovoice, sosialisasi tentang peran hutan dan pembagian kuesioner dalam dua sesi yakni pratest dan postest. Persentase keseluruhan menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman pada siswa kelas 4 dan penurunan pada indeks keseluruhan untuk kelas 5. Secara keseluruhan siswa kelas 4 dan 5 memiliki pemahaman tentang hutan berdasarkan data indeks keseluruhan yang menunjukkan data diatas 79%.
EDUKASI PERAN HUTAN SEBAGAI IMPLEMENTASI KELESTARIAN HUTAN PADA SISWA SDN 1 SUMBERSEKAR DI DAU, MALANG Febri Arif Cahyo Wibowo; Nirmala Ayu Aryanti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2021): BUDIMAS : VOL. 03 NO. 02, 2021
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v3i2.3099

Abstract

Perkembangan zaman saat ini memberikan peluang peningkatan kerusakan lahan hutan. Beberapa hal penyebab kerusakan hutan di masa sekarang salah satunya adalah pemikiran untuk menjaga hutan yang minim edukasi. Permaslaahn ini dicoba untuk diselesaikan dengan edukasi sejak dini tentang apa itu hutan, peran hutan dan penggunaan bahan anorganik yang dapat memperparah kondisi hutan Indonesia. Adanya hal tersebut diperlukan langkah bijak dalam menangani masalah tersebut. Hal ini coba kami berikan edukasi pada siswa di Dau tentang pentingnya menjaga hutan untuk kelestarian jangka panjang. Teknik sosialisasi dengan memberikan pemahaman pentingnya menjaga hutan dari materi yang disampaikan di dalam kelas dan digabungkan dengan pengisian kuesioner dalam bentuk pre tes dan post tes. Diakhir dilakukan penjelajahan singkan agar siswa tahu kondisi hutan saat ini dengan menggabungkan teknik photovoice yang nantinya siswa dapat menjelaskan apa yang mereka foto pada teman-teman kelas mereka. Hasil yang didapat menunjukkan data kuesioner valid kecuali pertanyaan pada X3 dan X19, selanjutnya data dinyatakan reliabilitas dengan nilai cronbanch alpha sebesar 0,844. Data indeks keseluruhan menunjukkan kenaikan persentase sebesar 6,3% sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa SDN 1 Sumbersekar memahami apa yang dijelaskan pemateri pada kegiatan sosialiasi peran hutan.
HABITAT RAFFLESIA (Rafflesia zollingeriana Kds.) DI BLOK KRECEK RESORT BANDEALIT TAMAN NASIONAL MERU BETIRI JAWA TIMUR Indra Laksana; Amir Syarifuddin; Nirmala Ayu Aryanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 1 No. 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v1i2.5598

Abstract

Rafflesia zollingeriana Kds. merupakan bunga langka yang mempunyai ukuran diameter 35-45 cm dan termasuk bunga yang dilindungi oleh negara. R. zollingeriana Kds. di Indonesia dapat ditemui di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur yang memang memiliki keanekaragaman vegetasi yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentfikasi persebaran dan habitat R. zollingeriana Kds., serta asosiasi antara R. zollingeriana Kds. dengan spesies lain yang ada di plot permanen Blok Krecek Resort Bandealit Taman Nasional Meru Betiri. Persebaran dan habitat R. zollingeriana Kds. dikaji melalui analisis vegetasi dengan menghitung Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Kesamaan, Indeks Keragaman, Indeks Kekayaan, dan Indeks Kemerataan, serta melakukan analisis terhadap kondisi abiotik yang meliputi jenis tanah, kelembaban tanah, kelerengan, ketebalan seresah, dan pH tanah. Asosiasi antara R. zollingeriana Kds. dengan spesies lain dikaji melalui analisis kontingensi, uji chi square (x2), dan uji tingkat kekuatan asosiasi. Tercatat sebanyak 4 individu R. zollingeriana Kds. yang mengelompok pada plot 1. Habitat biotik R. zollingeriana Kds. adalah hutan hujan tropis yang tumbuh pada bagian akar dan batang inang Tegtrastigma sp, dengan spesies dominansinya bendo (Artocarpus elasticus Reinw. Bl.) sebanyak 44 individu dan jerukan (Polyalthia ruphii L.) sebanyak 48 individu. Keragaman tumbuhan pada habitat R. zollingeriana Kds. termasuk dalam kategori sedang dan kemerataan tumbuhan pada habitat R. zollingeriana Kds. termasuk dalam kategori tidak merata. Kondisi habitat abiotik R. zollingeriana Kds. dicirikan pada ketinggian 1-170 meter di atas permukaan laut, kelerengan rata-rata 80%, ketebalan seresah 7,92 cm, jenis tanah Latosol dengan kelembaban 86,67%  dan pH Netral. R. zollingeriana Kds. termasuk tumbuhan pada tipe iklim C, dengan curah hujan 1867-2397 mm/tahun. Asosiasi antara R. zollingeriana Kds. dengan vegetasi lain pada umumnya memiliki asosiasi positif, namun dari keseluruhan spesies yang telah ditemukan, asosiasi maksimum terjadi pada R. zollingeriana Kds. dengan sriwil kutil (Sterculia campanulata Jw.) dan bindung (Tetrameles mudiflora Gott.).
ESTIMASI POPULASI DAN KARAKTERISTIK HABITAT LUTUNG JAWA(Trachypithecus auratus E. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812) DI RESORT BANDEALIT TAMAN NASIONAL MERU BETIRI Muhammad Rusdi; Tatag Muttaqin; Nirmala Ayu Aryanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 1 No. 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v1i2.7678

Abstract

Changes in forest areas into agricultural areas and settlements cause the loss of some natural habitats, thus threatening the sustainability of the Javanese Lutung population. One of the Javanese Lutung habitats, Meru Betiri National Park. The purpose of this study was to determine the estimated population of Javanese Lutung and Javanese Lutung habitat characteristics in the Bandealit Resort of Meru Betiri National Park. Habitat characteristics were obtained through analysis of vegetation data, environmental data, and data on feed types by calculating the Important Value Index (INP) and its relation to environmental conditions in each habitat type. Population differences and habitat characteristics in each habitat type are obtained through Analysis of Variance (Anova) using SPSS (Statictical Program for Social Science) software. The results showed that the estimated population of Javanese Lutung in Meru Betiri National Park was 104 individuals found in 11 groups in all habitat types where each group consisted of 6-18 individuals. Components that have a real influence on each habitat type are temperature and humidity.
Estimasi Populasi dan Karakteristik Habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Taman Hutan Raya R. Soerjo Jawa Timur Andrie Ahlul Azmi; Moch Chanan; Nirmala Ayu Aryanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 2 No. 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v2i2.9410

Abstract

ABSTRACT Tahura R. Soerjo was declared a major forest area in 1992 which included protected forests of Mount Anjasmoro, Mount Gede, Mount Biru, Mount Limas, and the Arjuno-Lalijiwo nature reserve. In 1997, the area of R. Soerjo's great forest area increased to 27,868.30 hectares, which consisted of 22,908.3 hectares of protected forest, and the Arjuno-Lalijiwo Nature Reserve area of 4,960 hectares. Wild animals are animals that live in natural ecosystems. Wildlife is all animals that live in the wild that are not directly controlled or domesticated by humans. Wildlife management is the art of controlling wildlife habitat and population characteristics and human activities to achieve the desired goals. Wildlife management is part of wildlife conservation efforts.Slim and long-tailed bodied Lutung. Hair color (hair) body varies depending on the species, from black and gray, to golden yellow. When compared to his legs, the Lutung's hands are fairly short, with their hairless soles. Lutung size ranges from 40-80 cm, weighing 5-15 kg; larger-bodied males than females. The protrusion above his eyes distinguishes Lutung from his close relative. The location of the observation is made systematically in the direction of the planned transect line. The point of observation is systematically intended to obtain varied data. By paying attention to the points that have been made in previous years. Based on the results obtained, it can be concluded that there are 3 highest types of INP plants from the tree level, namely Engelhardia spicata, Dampul Ficus lepicarpa, Quercus sundaicus Red Pairs. At the pole level there are Dampul Ficus lepicarpa, Berasan, Engukhardia spicat cucumber while at the sapling level there are Dampul Ficus lepicarpa, Put Buddleja asiantica, Put Red Quercus sundaicus. Each with an average value of 300.
Analisis Vegetasi Pulau-Pulau Kecil di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat Fahmi Hidayat; Nirmala Ayu Aryanti
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 37, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.967 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2020.37.1.1029

Abstract

The rise of tourism development has increased the exploitation of natural resources and the increasing pressure on the environment on small island groups in West Nusa Tenggara, some of which are Gili Nanggu, Gili Sudak, and Gili Tangkong. The lack of attention to natural resources environmental preservation of small islands that are vulnerable to environmental changes, the purpose of the study was to determine the structure, species abundance, and differences in vegetation conditions on these islands. The technique used in vegetation analysis was a purposive sampling method, with a sampling intensity of 5% of each island area. The data obtained in the form of frequency, density, dominance, diversity index, index of important values (IVI), index of evenness, and wealth index, as well as a comparison test. On these islands were found 22 plant species belong to 13 families. The diversity index (H’) of vegetation types in Gili Nanggu, Gili Sudak and Gili Tangkong showed low to moderate categories. Species richness (R1) show a low category. Evenness (E) shows high, medium to low. According to a different test, there was no significant difference between the vegetation conditions in Gili Nanggu, Gili Sudak and Gili Tangkong.
Pemanfaatan Berbagai Jenis Tanaman Sebagai Pewarna Alami di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus(KHDTK) Pujon Galit Gatut Prakosa; Tri Agus Budiyanto; Nirmala Ayu Aryanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.21373

Abstract

Adanya standar lingkungan dan larangan penggunaan pewarna sintetis yang mengandung gugus azo serta untuk mengurangi dampak negatif pencemaran lingkungan, air dan udara dari pewarna sintetis. Pewarna alami menjadi alternatif bagi pengguna pewarna tekstil yang ramah lingkungan. Pengambilan sample jenis tanaman berkayu di KHDTK Pujon Hill yang diperoleh dengan melakukan identifikasi jenis terlebih dahulu. Kulit kayu diambil untuk diekstrak melimili berbagai konsentrasi yang berbeda. Pewarnaan kain dilakukan dengan cara pemordanan, kemudian pengujian kelunturan dilakukan dengan metode gosokan, sinar matahari dan pencucian sabun. Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami yaitu lima jenis. Uji beda yang dilakukan untuk mengetahui nilai kelunturan masing-masing jenis per konsentrasi yang berbeda adalah tidak terdapat perbedaan yaitu didominasi oleh kategori nilai tinggi: 4, 4-5, 5.
Budidaya Lebah Trigona Sp. Upaya Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Dusun Tretes Sekitar Khdtk Pujon Hill Febri Arif Cahyo Wibowo; Muhammad Rhino Ramadhan; Bintang Adji Saputra; Destara Destara; Moh. Syarief Hidayatulloh; Fadhillah Rachmania Kusumaningrum; Nirmala Ayu Aryanti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2022): BUDIMAS : VOL. 04 NO. 02, 2022
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v4i2.6779

Abstract

Lebah Trigona sp. merupakan jenis lebah yang menghasilkan madu klanceng dan mudah dibudidayakan di Indonesia. Salah satu daerah yang berpotensi untuk dapat dibudidayakan yaitu di Dusun Tretes yang terletak pada kondisi lahan pegunungan berada disekitar kawasan hutan. Sebagian besar masyarakatnya bekerja pada sektor pertanian dan peternakan yang memanfaatkan sumberdaya dalam kawasan KHDTK Pujon Hill. Produk budidaya lebah berupa madu klanceng bertujuan untuk meningkatkan aktivitas harian serta perekonomian masyarakan dusun Tretes. Mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan pada lahan kosong, kebun atau lahan-lahan kering sehingga mengalihkan perhatian masyarakat beraktivitas dalam kawasan hutan. Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi dengan pihak dusun Tretes dimana melibatkan ketua dusun Tretes serta Kepala Desa Bendosari sebagai tahap awal perizinan kegiatan dilaksanakan. Selanjutnya pelaksanaan sosialisasi dan pembekalan budidaya lebah yang telah kami pelajari dari peternak lebah professional dan proses meonitoring budidaya lebah.
Komposisi Jenis Mamalia Dan Kajian Etnozoologi Di Kawasan PBPH PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari Kalimantan Barat: Mammal Species Composition and Ethnozoological Study in the PBPH Area of PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari West Kalimantan Sri Rahmawati; Aryanti, Nirmala Ayu; Hermiandra, Dennis Wara; Wardatutthoyyibah, Wardatutthoyyibah; Ardiansyah, Iqbal Nur; Reynaldy, Andreas Hendra; Naufal, Muhammad Al-Fatih
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v7i1.30506

Abstract

Mamalia berperan penting dalam ekosistem, Penurunan keanekaragaman mamalia akibat hilangnya habitat, tingginya gangguan pada habitat dan interaksi antar jenis. Pemilihan habitat oleh mamalia merupakan sifat alami dalam mendukung keberlangsungan hidup dan pengembangan populasi. Pemanfaatan mamalia secara umum oleh manusia berupa konsumsi, komersial, pengobatan, adat dan kesenian. Perbedaan bentuk pemanfaatan merupakan implikasi dari adanya perbedaan etnik, jenis mamalia, dan bagian yang dimanfaatkan. Penelitian dilakukan dua tipe tutupan lahan yaitu hutan mangrove sekunder dan lahan pertanian kering campur semak untuk mengetahui karakteristik dan ethnozoologi mamalia di PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari. Mamalia yang ditemukan sebanyak 15 spesies, pada hutan mangrove enam spesies dan pada lahan pertanian kering campur semak ditemukan 12 spesies, terdiri dari lima spesies kelompok karnivora, tiga spesies kelompok herbivora dan tujuh spesies merupakan kelompok omnivora. H’ sebesar 1<2,15≤3 (sedang), E sebesar 0,3<0,79≤1 (sedang), dan dmg sebesar 2,5<3,13≤4 (sedang). INP hutan mangrove mangrove tingkat tumbuhan bawah tertinggi sebesar 89% (Bakau), pancang sebesar 300% (Bakau), pohon sebesar 199% (Nipah). INP pertanian lah kering campur semak tingkat tumbuhan bawah tertinggi sebesar 98% (Lemidi), pancang sebesar 262% (Buta-Buta), tiang sebesar 143% (Buta-Buta), pohon sebesar 111% (Sengon). Ethnozoologi areal PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari Sui Kubu yaitu konsumsi (39%), komersial (29%), pengobatan (6%), dan koleksi (26%).
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdillah, Fahmi Maulana Amir Syarifuddin Andrie Ahlul Azmi Ari Nadya Ningtyas Ari Prabowo, Ari Bintang Adji Saputra Dany Fiqrullah Jaki Destara Destara Destara, Destara Devi Anggar Pertiwi Fachry Abda El Rahman Fadhillah Rachmania Kusumaningrum Fahmi Hidayat Faisal, Ikhsandi Fajar Ramadhan, Fajar Febri Arif Cahyo Wibowo Frita Kusuma Wardhani Galit Gatut Prakosa Ghina Salsabila Hari Ahmadi Hartono, Naufal Akbar Hermiandra, Dennis Wara Hidayatulloh, Moh. Syarief I Komang Tri Wijaya Kusuma Ika Yuni Agustin Indra Laksana Indra Laksana Iqbal Nur Ardiansyah Iwan Kurniawan Iwan Kurniawan Kirana, Areta Akbar Kusumaningrum, Fadhillah Rachmania Livia Windiana Ma’arif, Samsul Mahidi Mahidi Mahmuddin Rahmadana Mochamad Chanan Moh. Syarief Hidayatulloh Muhammad Rhino Ramadhan Muhammad Rusdi Naresvara Nircela Pradipta, Naresvara Nircela Naufal Akbar Hartono Naufal, Muhammad Al-Fatih Ningtyas, Ari Nadya Pahrurrobi Pahrurrobi Pahrurrobi, Pahrurrobi Pramana Yuda Rahmadana, Mahmuddin Ramadhan, Muhammad Rhino Ramadhani, Festy Putri Reynaldy, Andreas Hendra Reyza Hermawan Wicaksono Rizky Tania Matovani Samsul Ma’arif Saputra, Bintang Adji Sari, Andini Maya Sri Rahmawati Sukmayanti, Rifka Hardina Susilo, Tander Scila Serata Dwi Syabrina, Alva Tander Scila Serata Dwi Susilo Tatag Muttaqin Teguh Pribadi Tri Agus Budiyanto Wardatutthoyyibah, Wardatutthoyyibah Wicaksono, Reyza Hermawan Widiarto, Dhaniel Putra Yasarah, Anindya Nareswara ZK Abdurahman Baizal