Nadirsah Hawari
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kedudukan dan Relevansi Pemikiran Politik Jamaluddin Al-Afghani Terhadap Pemikiran Moderat di Indonesia Yasin, Daffa Malhotra; Hawari, Nadirsah; Yudha, Gesit
POLITEA Vol 7, No 1 (2024): Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam
Publisher : State Islamic Institute of Kudus (IAIN Kudus)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/politea.v7i1.28567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan relevansi pemikiran politik Jamaluddin Al-Afghani terhadap pemikiran moderat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka atau library research dengan mendeskripsikan pemikiran Jamaluddin al-Afghani yang kemudian dicari titik temunya dengan pemikiran moderat di Indonesia. Rujukan utama karya Jamaluddin al-Afghani yang didalami adalah Hakikati Madhhabi Naychari wa Bayani Hali Naychariyan. Dalam penelitian ini, pemikiran politik Jamaluddin Al-Afghani yakni Siyasah Dauliyyah atau politik hubungan internasional dianalisis secara mendalam. Setelah dianalisis, ditemukan relevansi pemikiran Siyasah Dauliyyah Al-Afghani dengan gagasan nasionalisme oleh pemikir dan pejuang Islam di Indonesia yaitu KH. Hasyim Asy’ari dengan gagasan Hubbul Wathon Minal Iman. Dengan demikian, terdapat titik temu antara pemikiran Jamaluddin Al Afghani dengan pemikiran moderat di Indonesia yang ditemukan dalam pemikiran nasionalisme KH. Hasyim Asy’ari.
Kepemimpinan Walikota Independen dalam Perspektif Kaidah Tasharruf Al- ‘Imam ‘Ala Al-Ra’iyah Manuthun Bi Al-Mashlahah Hawari, Nadirsah; Agustam, Agustam; Artalim, Muntaha
POLITEA Vol 8, No 1 (2025): Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam
Publisher : State Islamic Institute of Kudus (IAIN Kudus)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/politea.v8i1.28854

Abstract

Tulisan ini mencoba memotret sebuah fenomena kepemimpinan lokal dari seorang Walikota-Wakil Walikota yang menang pilkada melalui jalur independen dan upaya sungguh untuk mengimplementasikan kaidah “tasharruf al-imam ‘ala al-ra’iyah manuthun bi al-maslahah” (tindakan seorang penguasa atas rakyatnya harus berorientasi pada kemaslahatan). Pembahasan ini dipandang penting dan menarik mengingat kemenangan Wahdi-Qomaru merupakan sebuah anomali proses politik di Metro. Permasalahan utama kajian ini adalah sejauhmana upaya yang dilakukan Wahdi-Qomaru untuk menerapkan praktik nyata dari kaidah diatas dengan mengacu pada empat indikator utama yaitu menolak maju kontestasi melalui jalur partai, tetap fokus pada agenda padat maslahat walaupun dianggap tidak populis dan minim citra politik, enggan menjadi pengurus partai setelah menjabat dan mewujudkan janji kampanye dengan mengukir prestasi kerja. Penelitian ini berupa riset kualitatif dengan metode analisis deskriptif tematik dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumentatif. Data diolah dan dianalisis secara mendalam untuk menghasilkan temuan sealigus kebaharuan penelitian. Hasil penelitian mendapati bahwa Wahdi-Qomaru dinilai berhasil membuat role model praktik politik yang unik dan berkesan dengan model pendekatan kemandirian terutama di jalur komunikasi politik. Kamandirian politik Wahdi-Qomaru berdampak baik pada corak kepemimpinan mereka berdua yang tetap harmonis dan komunikatif terhadap para elit partai dan mitra pemerintah daerah sekaligus berhasil mengukir banyak prestasi dan capaian terutama pada tata kelola pemerintahan.
POLITICAL LITERACY AND DEMOCRATIC UNDERSTANDING IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION: EVIDENCE FROM URBAN MUSLIM STUDENTS AT UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG Agustam, Agustam; Cleo Phattra, Hellint; Syakir Mohd Rosdi, Mohd; Hawari, Nadirsah; Yudha, Gesit
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 31 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/akademika.v31i1.12736

Abstract

This study aims to examine the influence of political literacy on students’ understanding of democracy among students enrolled in the Islamic Political Thought Study Program at a  State Islamic University in Lampung in 2024. The study is grounded in the theoretical assumption that political literacy functions as a form of civic competence that shapes students’ capacity to understand, evaluate, and internalize democratic values and practices. This research employed a quantitative survey design using a questionnaire as the primary instrument to measure political literacy as the independent variable and understanding of democracy as the dependent variable. The population consisted of active students of the Islamic Political Thought Study Program at Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, with 20 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using simple linear regression to examine the direction and magnitude of the relationship between the two variables. The results show that political literacy has a positive and statistically significant effect on students’ understanding of democracy (p < 0.05), indicating that students with higher political literacy tend to demonstrate better understanding of democratic values, participation, and public accountability. The coefficient of determination (R²) further indicates that political literacy contributes meaningfully to explaining variation in students’ democratic understanding, although the remaining variance is influenced by factors outside the model. These findings highlight the importance of strengthening political literacy through curriculum development, student organizational engagement, and civic learning in Islamic higher education. This study contributes empirically to the development of political education research by demonstrating that political literacy plays a significant role in shaping democratic understanding among students in an Islamic academic context.