Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENINGKATAN UNJUK KERJA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH DENGAN PENGGUNAAN BUSI DUA ELEKTRODE DAN BUSI TIGA ELEKTRODE Rahardjo Tirtoatmodjo; Willyanto Anggono; Slamet Basuki
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 2 No. 1 (2000): APRIL 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of supporting components in the ignition system of Spark Ignition Engine is spark plug. Ignition occurs caused by the existence of electric source energy which generates activation energy to ignite the air fuel mixture until produces power. Spark plug is a component generating the spark highly effected the completeness process in combustion chamber. The completeness of combustion process shall affects the performance of the engine. By using double electrode spark plug and multi electrode spark plug can increase the performance on optimal condition, particularly increasing of the thermal efficiency each is 2.9% and 3.7%. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu komponen pendukung dalam sistem pengapian pada motor bakar torak adalah busi. Pengapian dari busi terjadi karena adanya sumber energi listrik untuk menghasilkan energi aktivasi yang digunakan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar sehingga menghasilkan tenaga. Busi sebagai suatu piranti untuk menghasilkan busur api listrik sangat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses pembakaran yang terjadi didalam ruang bakar. Kesempurnaan proses pembakaran akan mempengaruhi unjuk kerja dari motor. Dengan menggunakan busi dua elektrode dan busi tiga elektrode dapat meningkatkan unjuk kerja dari motor pada kondisi optimal khususnya peningkatan Efisiensi Thermis yaitu masing-masing 2,9% dan 3,7%. Kata kunci: Busi dua elektrode, busi tiga elektrode, energi aktivasi, peningkatan daya, penurunan konsumsi bahan bakar, proses pembakaran.
PENINGKATAN UNJUK KERJA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH DENGAN PENGGUNAAN BUSI SPLITFIRE SF392D DAN KABEL BUSI HURRICANE Rahardjo Tirtoatmodjo; Willyanto Anggono; Julianto Setyawan
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 2 No. 2 (2000): OCTOBER 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of supporting components in the ignition system of Spark Ignition Engine is spark plug. Ignition occurs caused by the existence of electric source energy which generates activation energy to ignite the air fuel mixture until produces power. Spark plug is a component generating the spark highly effected the completeness process in combustion chamber. The completeness of combustion process shall affects the performance of the engine. By using Splitfire SF392D Spark plug and Hurricane plug wire, the ignition timing must be resetting for optimum power result. From result of the test, everage power increased is 3.8%. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu komponen pendukung dalam sistem pengapian pada motor bakar torak adalah busi. Pengapian dari busi terjadi karena adanya sumber energi listrik untuk menghasilkan energi aktivasi yang digunakan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar sehingga menghasilkan tenaga. Busi sebagai suatu piranti untuk menghasilkan busur api listrik sangat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses pembakaran yang terjadi didalam ruang bakar. Kesempurnaan proses pembakaran akan mempengaruhi unjuk kerja dari motor. Dengan menggunakan Busi Splitfire SF392D dan Kabel Busi Hurricane, maka waktu pengapian harus disesuiakan untuk mendapatkan daya yang optimal. Peningkatan daya rata-rata yang dihasilkan dari pengujian adalah 3,8%. Kata kunci: Busi, Kabel busi, energi aktivasi, peningkatan daya, penurunan konsumsi bahan bakar, proses pembakaran.
PENGARUH PERUBAHAN PEMAJUAN WAKTU PENYALAAN TERHADAP MOTOR DUAL FUEL (BENSIN-BBG) Philip Kristanto; Willyanto Anggono; Djoko Wahyudi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 3 No. 1 (2001): APRIL 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Fuel gasoline engine can also use gas fuel beside gasoline. Nevertheless, if this gasoline angine uses gas fuel, the performance of the engine will decrease, because the engine is designed for gasoline as its fuel. This performance reduction is caused by the different characteristics of the two fuels. One way to improve the performance of a gasoline engine that used gas fuel by controlling the firring time with electronic controller to make the firring time more accurate. Abstract in Bahasa Indonesia : Selain dapat menggunakan bahan bakar bensin, motor bensin juga dapat menggunakan bahan bakar gas. Namun unjuk kerja dari motor bensin menurun ketika menggunakan bahan bakar gas. Penurunan unjuk kerja ini karena mesin tersebut memang dirancang untuk bahan bakar bensin, kecuali kalau mesin itu memang dirancang untuk berbahan bakar gas. Penurunan unjuk kerja motor ini disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik penyalaan dari kedua bahan bakar tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan unjuk kerja dari motor bensin yang menggunakan bahan bakar gas adalah dengan mengatur pemajuan penyalaan secara elektronik sehingga waktu pengapiannya menjadi lebih tepat. Kata kunci: kontrol otomatis, BBG, sudut pengapian.
ANALISA TURBOCHARGER PADA MOTOR BENSIN DAIHATSU TIPE CB-23 Philip Kristanto; Willyanto Anggono; Rully Hartadi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 3 No. 1 (2001): APRIL 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbocharger is one of component that used to improve performance of vehicle by increasing density of air. Turbocharger consists of turbin and compressor. Many people hope that their vehicle has better performance and faster acceleration by applaying some component. In this case turbocharger can do that. By applaying turbocharger, air and fuel will homogeneously mixed that can give a better combustion. Turbocharger has many advantages. Turbocharger powered by pressure of exhaust gas. Abstract in Bahasa Indonesia : Turbocharger adalah suatu komponen yang dipasang pada kendaraan bermotor yang bertujuan untuk meningkatkan daya dari motor dengan melakukan penambahan rapat massa udara yang lebih banyak dibandingkan dengan cara pengisian biasa. Turbocharger terdiri dari sebuah turbin dan sebuah kompresor. Banyak yang mengharapkan daya dari kendaraannya dapat meningkat dengan memasang perangkat. Diharapkan dengan memasang perangkat tersebut, daya dari motor akan meningkat dan juga akselerasinya. perangkat yang dipakai dalam hal ini adalah turbocharger. Dengan penambahan turbocharger, akan membuat campuran udara dengan bahan bakar semakin sempurna atau semakin homogen sehingga pembakaran akan semakin sempurna. Perangkat turbocharger ini mempunyai kelebihan dariperangkat lain yang bertujuan untuk meningkatkan daya. Turbocharger ini digerakkan oleh tekanan gas buang, yang pada umumnya tekanan gas buang dan panas dari gas buang ini tidak dimanfaatkan atau langsung dibuang begitu saja. Kata kunci: turbocharger, turbin, kompresor dan knocking.
PENINGKATAN UNJUK KERJA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH DENGAN PENGGUNAAN METHYL TERTIARY BUTHYL ETHER PADA BENSIN Philip Kristanto; Willyanto Anggono; Michael Michael
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 3 No. 2 (2001): OCTOBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Octane number is reference to measure quality of gasoline as the fuel of gasoline engine. Gasoline with higher octane number gives less tendency to knocking. Methyl Tertiary Buthyl Ether is a chemical solutions that gives positive effect to rise the octane number. Using a motor Daihatsu CB-23, the best power obtained by using gasoline with 20% Methyl Tertiary Buthyl Ether and ignition timing is 15 degree before TDC. Abstract in Bahasa Indonesia : Angka oktan merupakan acuan untuk mengukur kualitas bensin yang digunakan sebagai bahan bakar motor bensin. Makin tinggi angka oktan maka makin rendah kecenderungan bensin untuk terjadi knocking. Methyl Tertiary Buthyl Ether merupakan suatu larutan kimia yang memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan angka oktan dari bensin. Dari hasil percobaan dengan motor Daihatsu CB-23 diperoleh bahwa dengan penambahan Methyl Tertiary Buthyl Ether dengan konsentrasi 20% dalam bensin dan sudut pengapian 15 derajat sebelum TMA diperoleh daya yang dihasilkan motor paling optimal. Kata kunci: angka oktan, motor bensin, Methyl Tertiary Buthyl Ether.
Peningkatan Unjuk Kerja Desain Flexible Shield untuk Pompa Sabun Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Willyanto Anggono
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 6 No. 2 (2004): OCTOBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The flexible shield is a part of the pump system that dispenses soap-product. The function of the flexible shield is to protect the soap pump from intruding water. Investigation on performance of the current design flexible shield found that the current design of the flexible shield has not succeeded yet because there are no enough vertical reaction force in the upper part of the flexible shield after the deformation 9 mm to return to its rest position by itself (the requirement is 10 mm deformation). In the real experiment, the product must contain enough vertical reaction force on the upper part area of the flexible shield to return to its rest position independently. At that situation, there is no minimum turning point in the force against displacement graph. In the Ansys simulation, this condition is illustrated by the same graph force against displacement as the real experiment. To eliminate the locking mechanism during the deformation, the discontinuity should not exist, which means there should be no minimum turning point in the force against displacement graph. The combination of material and geometry are two very influencing factors to the performance of new design flexible shield. From the analysis using Finite Element Method, it is discovered that the displacement position of the minimum turning point in the force against displacement graph of the new design concept is bigger than the current design, which matches our requirement. The force-displacement relationship graphs the minimum turning point position (11 mm displacement). Abstract in Bahasa Indonesia : Flexible shield adalah bagian sistem pompa untuk mengeluarkan suatu produk sabun cair, disamping itu flexible shield juga berfungsi untuk memproteksi pompa sabun dari kemasukan air. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa desain flexible shield yang ada saat ini belum sepenuhnya berhasil. Hal ini disebabkan gaya reaksi vertikal pada flexible shield yang terjadi belum cukup untuk mengembalikan flexible shield ke posisi semula dengan sendirinya setelah mencapai deformasi 9 mm. Sedangkan kebutuhan desain flexible shield adalah dapat kembali keposisi semula dengan sendirinya setelah mencapai deformasi 10 mm. Pada percobaan sesungguhnya, agar flexible shield dapat kembali ke posisi semula, keadaan tersebut digambarkan dengan tidak adanya nilai minimum turning point pada grafik gaya sebagai fungsi perpindahan (force against displacement graph). Pada simulasi dengan menggunakan metode elemen hingga (ANSYS 5.7), kondisi tersebut diilustrasikan dengan grafik gaya sebagai fungsi perpindahan, sama seperti pada percobaan sesungguhnya. Minimum turning point pada force against displacement graph ini menggambarkan mekanisme penguncian yang menyebabkan flexible shield tidak dapat kembali ke posisi semula setelah terjadinya deformasi 9 mm. Untuk meniadakan pengaruh mekanisme penguncian selama proses deformasi, maka pada force against displacement graph haruslah tidak terdapat minimum turning point. Kombinasi material dan geometri adalah dua faktor yang sangat berpengaruh pada performansi desain flexible shield yang baru. Dengan menggunakan analisa dari Metode Elemen Hingga, dapat diketahui force against displacement graph dari setiap desain baru yang akan dibuat, sehingga dapat diketahui performansi dari setiap desain yang ada. Pada akhirnya desain baru dapat diketahui unjuk kerjanya dengan posisi minimum turning point 11 mm (melebihi dengan kebutuhan desain yang ditentukan). Kata kunci : flexible shield, metode elemen hingga, minimum turning point, grafik gaya sebagai fungsi perpindahan.
Pengaruh Penambahan Minyak Kulit Pisang Terhadap Unjuk Kerja Mesin Diesel Ninuk Jonoadji; Sutrisno Sutrisno; Willyanto Anggono; Amelia Sugondo; Ezra Septhian; Melvin Emil Simanjuntak
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 17 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jtm.17.1.17-22

Abstract

Di dalam penggunaan berbagai sumber daya alam yang utama, pemakaian bahan bakar minyak bumi pada mesin diesel terus bertambah secara signifikan sehingga ketersediaan dari bahan bakar minyak tersebut yang bersifat non renewable dikhawatirkan. Pemanfaatan biodiesel dari minyak nabati saat ini sangat popular sebagaimana kebijakan pemerintah Indonesia saat ini telah diberlakukan untuk mengurangi kelangkaan bahan bakar minyak. Kulit pisang yang seringkali menjadi sampah rumah tangga dipertimbangkan dapat dijadikan minyak nabati sehingga minyak nabati tersebut dapat dicampur dengan minyak diesel untuk menghasilkan biodiesel. Di dalam penelitian ini, minyak nabati kulit pisang dicampur dengan minyak diesel dengan menggunakan kenaikan 5% minyak nabati tersebut. Biodiesel B10 dan B15 dari minyak nabati kulit pisang tersebut harus memenuhi spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas PERTAMINA untuk digunakan secara luas sebagai biodiesel alternatif untuk mesin diesel. Hasil uji kinerja dari mesin diesel menunjukkan bahwa biodiesel B15 dapat digunakan untuk mesin diesel
Bioethanol Limbah Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis L. Osbeck) Sebagai Peningkatan Nilai Oktan Teng Sutrisno; Muhammad Robby Falito; Willyanto Anggono; Melvin Emil Simanjuntak
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 18 No. 2 (2021): OCTOBER 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jtm.18.2.60-64

Abstract

Bioetanol merupakan biofuel yang dapat mengantikan  bahan bakar bensin. Selain itu bioetanol dihasilkan oleh proses fermentasi glukosa kemudian dilanjutkan dengan proses destilasi. Limbah kulit jeruk yang cenderung menjadi sampah organik yang tidak memiliki nilai ekonomis, mengandung kadar glukosa yang cukup tinggi. Oleh karena itu limbah kulit jeruk ini diprediksi dapat dijadikan bahan baku pembuatan bioetanol. Fermentasi dari limbah kulit jeruk ini dapat menghasilkan alkohol dengan kadar 94%. Bioethanol ini digunakan sebagai pencampur bahan bakar bensin dengan RON 90 agar dapat meningkatkan kualitas bahan bakar. Pengujian karaketerisik bioethanol dilakukan dengan pengujian parameter gum konten, kandungan sulfur, distilasi volume penguapan, dan berat jenis. Kemudian campuran bensin dengan bioethanol dengan konfigurasi E20 (20 % ethanol) dan E27 (27% ethanol). Hasil pengujian dinamometer bahan bakar E20 menunjukkan peningkatan daya 2.90% dan 3.18 % dibandingkan dengan bahan bakar bensin 100% RON 90.
The Role of Eucalyptus Oil in Crude Palm Oil As Biodiesel Fuel Ena Marlina; Mochammad Basjir; Mitsuhisa Ichiyanagi; Takashi Suzuki; Gabriel Jeremy Gotama; Willyanto Anggono
Automotive Experiences Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.53 KB) | DOI: 10.31603/ae.v3i1.3257

Abstract

Utilization of crude palm oils (CPO) as biodiesel faces difficulty due to their high level of viscosity. Mixing crude eucalyptus oils (CEO) with CPO may reduce the viscosity due to the presence of aromatic compounds in CEO. The single droplet analysis was performed to determine the characteristics of mixing CPO with the CEO. The results showed that the addition of CEO decreased the viscosity due to the presence of intermolecular attractions, thereby leading to more active molecules in the CPO-CEO mixture. Furthermore, the aromatic compound in the CEO helped in decreasing the CPO flash point, while the aromatic compound in the triglyceride molecule weakens the bonds between molecules. The addition of CEO to CPO tends to reduce the ignition delay due to the presence of cineol content in the CEO, which weakens the van der Waals bond in CPO.
Engine Performances of Lean Iso-Octane Mixtures in a Glow Plug Heated Sub-Chamber SI Engine Willyanto Anggono; Soen Peter Stanley; Ferdinand Ronaldo; Gabriel J. Gotama; Bin Guo; Emir Yilmaz; Mitsuhisa Ichiyanagi; Takashi Suzuki
Automotive Experiences Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.785 KB) | DOI: 10.31603/ae.5118

Abstract

Due to the difficulty to directly study ammonia, the present work investigated the engine performance of lean iso-octane/air mixture to approximate ammonia combustion behaviour. The study was conducted using a single cylinder modified diesel engine that features a spark plug and glow plug in the sub-chamber. The investigations varied the engine speeds (1000 and 1500 RPM), glow plug voltages (6 and 10 volts), excess air ratios (1.4 to 1.8), and ignition timings (-2 to -5 °BTDC). The results suggested improved engine performances with a lower excess ratio and higher glow plug voltage due to more complete and stable combustion. By increasing the engine speed, the lean burn limit was extended and improved the engine performances. Because of the sub-chamber feature, delaying the ignition timing improved the engine performances. A larger excess air ratio was found to increase the sensitivity of the engine performances with the ignition timing. The brake mean effective pressure for all conditions has a coefficient of variation of less than 7%, indicating stable combustion. The results suggested that the current setup can be used to investigate ammonia blended fuel and direct ammonia combustion in future works.
Co-Authors Amelia Amelia Andreas W. Kasrun Anggung, Katlyn Maclain Arya Radya Guntur Pamungkas Basjir, Mochammad Bin Guo Chris Cornelius Christian Auren Malik Djoko Wahyudi Edyta Dzieminska Emir Yilmaz Emir Yilmaz Ena Marlina Ezra Septhian Fandi D. Suprianto Fandi Dwiputra Suprianto Felix Budimihardjo Felix Budimihardjo Ferdinand Ronaldo Gabriel J. Gotama Gabriel J. Gotama Gabriel Jeremy Gotama Gabriel Jeremy Gotama Gotama, Gabriel Jeremy Guansen Lin Haidar Hanief Handry Khoswanto Henry Widjaja Hernando, Ivan Christian Ian Hardianto Siahaan Ichiyanagi, Mitsuhisa Ivan Christian Hernando Julianingsih Julianingsih Julianingsih Julianingsih Julianto Setyawan Kenny Purnomo Kurniawaan Lay Lay, Kurniawaan Leon Jonathan Lintu Tulistyantoro Marcell Chevilino Masato Sanno Melvin E. Simanjuntak Melvin Emil Simanjuntak - Michael Kusuma Hadi Michael Michael Micheal Suryajaya Mitsuhisa Ichiyanagi Mitsuhisa Ichiyanagi Mitsuhisa Ichiyanagi Mitsuhisa Ichiyanagi Muhammad Akhlis Rizza Muhammad Robby Falito Ninuk Jonoadji Philip Kristanto Rahardjo Tirtoatmodjo Reina Saito Richard Anthonius Wongso Santoso Roche Alimin Ronaldo Febrian Rully Hartadi Ryera Kreshna Sebastian Gunawan Setiawan, Vincentia Evangeline Slamet Basuki Soen Peter Stanley Stevanus Yuke Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Takashi Suzuki Takashi Suzuki Takashi Suzuki Takashi Suzuki Takashi Suzuki, Takashi Takuma Ohashi Teng Sutrisno Teng Sutrisno Teng Sutrisno Teng Sutrisno Teng Sutrisno Yaser Martinus Santoso Yazirin, Cepi Yuke, Stevanus Yusak Tanoto