Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Masalah Plasenta Serta Kehamilan Multiple Terhadap Kejadian BBLR Di RSUD Kota Tasikmalaya Herliana, Lia; Purnama, Mamat
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.901 KB)

Abstract

Bayi BBLR yang seringkali menjadikan beresiko tidak saja karena komplikasi neonatal yang dialami tetapi juga oleh faktor resiko lainnya (misal anomali bawaan yang dikaitkan dengan BBLR).  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian BBLR di RSUD Kota Tasikmalaya pada setiap tahunnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara masalah plasenta dan kehamilan multiple dengan kejadian BBLR. Hipotesis penelitian ada hubungan antara masalah plasenta dan kehamilan multiple dengan kejadian BBLR. Manfaat penelitian memberikan dasar praktek berbasis bukti ilmiah (evidences based practice) kepada praktisi keperawatan, bahwa ada hubungan antara masalah plasenta dan kehamilan multiple dengan kejadian BBLR. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara masalah plasenta serta kehamilan multiple dengan kejadian BBLR di RSUD Kota Tasikmalaya dengan p value>0,05 untuk semua variable.. Saran hendaknya perawat lebih meningkatkan pendidikan kesehatan pada masyarakat agar masyarakat lebih memahami tentang resiko terjadinya BBLR.
Hipertensi Pada Kehamilan Dan Kejadian BBLR di RSUD Kota Tasikmalaya Lia Herliana
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 1 (2019): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v13i1.74

Abstract

LBW babies often make it risky not only because of neonatal complications experienced (eg hyperbilirubinemia and respiratory distress syndrome) but also by other risk factors (eg congenital anomalies associated with LBW). LBW requires proper management by a nurse because if it does not get adequate care, LBW will have an impact on the respiratory system, vision system, reflexes, motor movements and even long-term effects of learning difficulties and behavior (neurobehavior). This research is motivated by the high incidence of LBW in Tasikmalaya City Hospital in each year so that it is necessary to trace the causes of LBW events experienced. The aim of the study was to determine the relationship between hypertension in pregnancy and the incidence of LBW in Dr. Soekardjo, Tasikmalaya City. The research hypothesis has a relationship between hypertension in pregnancy and the incidence of LBW. The benefits of research provide a basis for evidence-based practice to nursing practitioners, that there is a relationship between hypertension in pregnancy and the incidence of LBW. Quantitative research method with approach cross sectional. Processing data using univariate and bivariate analysis. The results of the study there was no significant relationship between hypertension in pregnancy with the incidence of LBW in Tasikmalaya City Hospital with p value> 0.05. Suggestions should nurses further improve health education in the community so that people better understand the risks of LBW.
SEVOO (Extrac Spirulina & Extra Virgin Olive Oil) Terapi Baru untuk Menurunkan Tingkat Mordibitas dan Mortilitas Akibat Kanker Mira Komariah; Lia Herliana; Heru Santoso Wahito Nugroho
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1726

Abstract

Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) data released by the World Health Organization (WHO) states that the number of cases and deaths from cancer until 2018 was 18.1 million cases and 9.6 million deaths, and this will continue to increase to more than 13 .1 million cases in 2030. Cancer treatment with chemotherapy has side effects or toxic effects on the body. Spirulina (Spirulina platensis) contains quite complete phytonutrients and has the potential as an effective anti-cancer agent. Extra Virgin Olive Oil is known to have various benefits for the human body. The general purpose of writing this article is to overcome health problems as stated in the SDGs, with the SEVOO innovation product to reduce morbidity and mortality from cancer. The method of writing this article is based on scientific literature searches and also the results of research that has been carried out. The results of the analysis of the effectiveness of the substances in Spirulina against cancer indicate that Spirulina contains antioxidants and anti-cancer substances in phycocyanin. Phycoisanine from Spirulina cultivated with Zarrouk media was able to inhibit various types of cancer cells, one of which was MCF-7 cells. The results of the analysis of the effectiveness of EVOO substances contain antioxidants and anti-cancer. The main content in EVOO as an antioxidant and anticancer is polyphenols. Phenols (polyphenols) contain hydroxytyrosol (HTyr), tyrosol (Tyr), and secoiridoid oleacein and oleocanthal which play a central role as anti-inflammatory, neuroprotective, and anticancer agents. The antioxidant activity of methanol extract in virgin olive oil extract is known to have potential activity as an antioxidant with an IC50 value of 474,901 ppm so it is effective for the prevention and treatment of cancer. SEVOO's new innovation is a combination of Spirulina and olive oil as a new formulation in cancer prevention and treatment to reduce morbidity and mortality from cancer. SEVOO's innovative products use natural ingredients namely spirulina extract and EVOO to create a high level of effectiveness against cancer cells.Keywords: Spirulina (Spirulina platensis); anti cancer; SEVOO ABSTRAK Data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jumlah kasus dan kematian akibat kanker hingga tahun 2018 adalah 18,1 juta kasus dan 9,6 juta kematian, dan ini akan terus meningkat menjadi lebih dari 13,1 juta kasus pada tahun 2030. Pengobatan kanker dengan kemoterapi memiliki efek samping atau efek toksik pada tubuh. Spirulina (Spirulina platensis) mengandung fitonutrien yang cukup lengkap dan berpotensi sebagai agen anti kanker yang efektif. Extra Virgin Olive Oil dikenal memiliki berbagai manfaat bagi tubuh manusia. Tujuan umum penulisan artikel ini adalah untuk mengatasi masalah kesehatan sebagaimana tertuang dalam SDGs, dengan produk inovasi SEVOO untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker. Metode penulisan artikel ini dibuat berdasarkan penelusuran pustaka ilmiah dan juga hasil penelitian yang sudah dilaksanakan. Hasil analisis efektivitas zat dalam Spirulina terhadap kanker menunjukkan bahwa Spirulina mengandung zat antioksidan dan anti kanker pada zat phycocyanin. Phycoisanine dari Spirulina hasil kultivasi dengan media Zarrouk mampu menghambat berbagai jenis sel kanker, salah satunya sel MCF-7. Hasil analisis efektivitas zat EVOO mengandung antioksidan dan anti kanker. Kandungan utama dalam EVOO sebagai antioksidan dan antikanker adalah polyphenol. Fenol (polyphenol) mengandung hydroxytyrosol (HTyr), tyrosol (Tyr), dan secoiridoid oleacein dan oleocanthal yang berperan sentral sebagai agen antiinflamasi, neuroprotektif, dan antikanker. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol pada ekstrak virgin olive oil diketahui memiliki aktivitas potensial sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 474.901 ppm sehingga efektif untuk pencegahan dan pengobatan kanker. Inovasi baru SEVOO merupakan kombinasi Spirulina dan minyak zaitun sebagai formulasi baru dalam pencegahan dan pengobatan kanker guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker. Produk inovatif SEVOO menggunakan bahan-bahan alami yaitu ekstrak spirulina dan EVOO untuk menciptakan tingkat efektivitas yang tinggi terhadap sel kanker.Kata kunci: Spirulina (Spirulina platensis); anti kanker; SEVOO
Relaksasi Benson Hubungannya dengan Hipertensi pada Ibu Hamil Nunung Mulyani; Siti Saadah Mardiah; Lia Herliana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk205

Abstract

The high incidence of hypertension in pregnancy indicates a higher risk of maternal and perinatal complications. Complications that arise can include decreased blood supply to the placenta, placental abruption and damage to internal organs. One of the management of hypertension is to use nonpharmacologic treatment, namely by creating a state of relaxation, in a relaxed state the body can control the nervous system which ultimately lowers blood pressure, where Benson relaxation is one option. The purpose of this study was to identify the effect of Benson relaxation on blood pressure in pregnant women. The research design used a quasy experimental approach with a pretest posttest group design. The number of samples was 22 people. The results showed that systolic blood pressure had a significance of 0.001 with a difference of 25.69, while diastolic blood pressure had a significance of 0.003 with a difference of 7.46. In conclusion, there is a significant difference in mean distolic blood pressure before and after Benson relaxation. Keywords: Benson relaxation; hypertension; pregnant mother ABSTRAK Tingginya insiden hipertensi dalam kehamilan menunjukan semakin tingginya resiko komplikasi maternal dan perinatal. Komplikasi yang timbul dapat berupa penurunan suplai darah ke placenta, abrupsio plasenta dan kerusakan pada organ-organ internal. Salah satu pengelolaan hipertensi adalah menggunakan pengobatan nonfarmakologik, yaitu dengan menciptakan keadaan relaksasi, dalam keadaan relaks tubuh dapat mengontrol system saraf yang akhirnya menurunkan tekanan darah, dimana relaksasi Benson merupakan salah satu pilihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh relaksasi Benson terhadap tekanan darah pada ibu hamil. Desain penelitian menggunakan pendekatan quasi experiment dengan pretest posttest group design. Jumlah sampel 22 orang dan hanya terdiri dari satu kelompok. Hasil penelitian didapatkan bahwa tekanan darah sistolik memiliki signifikansi 0,001 dengan selisih 25,69, sedangkan tekanan darah diastolic memiliki signifikansi 0,003 dengan selisih 7,46. Kesimpulan penelitian, relaksasi Benson dapat dipakai sebagai salah satu metode untuk menurunkan hipertensi khususnya pada ibu hamil, dibuktikan dengan hasil pengujian statistic dimana terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi Benson. Kata kunci: relaksasi benson; hipertensi; ibu hamil
Control Blood Sugar Levels of Children with Juvenile Diabetes with Creative Education Lia Herliana; Hotma Rumahorbo
Health Notions Vol 5, No 3 (2021): March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn.v5i3.637

Abstract

Juvenile Diabetes (JD) is type diabetes I or Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) which occurs in childhood, is hereditary due toreactions autoimmune in pancreatic beta cells. Damage to pancreatic beta cells results in the absence of insulin, leading to hyperglycemia and its complications. People with JD need insulin injections, dietary arrangements and physical exercise as well as emotional conditions that must always be maintained so that blood glucose remains balanced and avoid threatening acute complications. Acute complications such as hypoglycemia and diabetic ketoacidosis are the biggest threat for people with JD. This study aims to obtain an overview of changes in HbA1C levels in children with juvenile diabetes before and after creative education in both the intervention and control groups.research Quasi experimentaldesign pre post intervention with control group design. The research sample consisted of 42 students with JD, each of which consisted of 21 control groups and 21 intervention groups. The results showed a significant effect on the value of HbA1C levels before and after the intervention in the intervention group with p value = 0.02. Conclusion The creative application of education interventions can control blood glucose levels in children with JD, so it is recommended that these interventions be implemented especially in children with JD. Keywords: juvenile diabetes, creative education, HbA1C
Penurunan Respon Nyeri Akut pada Bayi Prematur yang Dilakukan Prosedur Invasif Melalui Developmental Care Lia Herliana; Dessie Wanda; Sutanto Priyo Hastono
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14 No 3 (2011): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i3.310

Abstract

AbstrakNyeri merupakan stimulus yang dapat merusak perkembangan otak bayi prematur. Developmental care merupakan salahsatu strategi untuk mengurangi respon nyeri akibat prosedur invasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhdevelopmental care terhadap respons nyeri akut pada bayi prematur yang dilakukan prosedur invasif. Penelitian menggunakanrancangan quasi experimental non equivalent control group, before and after design, dengan jumlah sampel 42bayi prematur terdiri dari 21 responden sebagai kelompok kontrol dan 21 sebagai kelompok intervensi yang dipilih denganteknik sampling accidental sampling. Pada penelitian ini didapatkan hasil ada perbedaan selisih skor respons nyeri akutantara kelompok yang diberikan developmental care dan kelompok kontrol (p= 0,000; α= 0,05), developmental caremenurunkan skor nyeri sebesar 2,05 poin. Developmental care perlu diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan padabayi prematur. Penelitian lanjutan tentang pengaruh developmental care terhadap perkembangan bayi prematur pada dariaspek kognitif, bahasa, dan motorik perlu dilakukan.Kata kunci: bayi prematur, developmental care, respons nyeri akutAbstractPain is a stimulus that can damage the developing brains of premature babies. Developmental care is one strategyin reduce pain caused by invasive procedure. The objective of this research was to determine the effects of developmentalcare on acute pain response in premature babies who had been performed invasive procedure. This study used quasiexperimentresearch design non equivalen control group, before and after design, involving 42 sample consisted of 21premature babies in both control and intervention groups, technical sampling used accidental sampling. This studyfounded that there was a significant difference in change score of acute pain response between on intervention andcontrol groups (p= 0.000; α= 0.05), developmental care decreased 2,05 point of pain scores). Developmental care wasrecommended to be applied in nursing care for premature babies. Further research on effect developmental care ondevelopment of premature babies influence cognitive, languanges, and motor skills aspects need to be designed .Keywords: premature babies , developmental care, acute pain response
Pemanfaatan Serbuk Biji Kapulaga (Amomum compactum) untuk Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi Covid-19 Shelby Indah Cantika Permatasari; Lia Herliana; Dudi Hartono; Heru Santoso Wahito Nugroho
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.1744

Abstract

Cardamom Immune Booster is a processed product made from dried cardamom seeds. After going through the drying process, the next step is manual pounding and filtering, then packaged in 10 gram sachets. This spice plant contains many chemical compounds that function as anti-oxidants such as phenolic compounds (phenolic acids, flavonoids, quinones, coumarins, lignins, stilbenes, tannins) which can help prevent disease and maintain health. Cardamom is also a source of minerals such as potassium, calcium, and magnesium. Potassium is an important component of cell and body fluids that help control heart rate and blood pressure, and copper is needed for the production of red blood cells. Taking into account several supporting factors, both in terms of costs, natural resources and human resources of the Sirnagalih Village community, the activities carried out are focused on the use of the cardamom plant (Amomum compactum) as a food supplement to strengthen the immune system (immunity) which is very important during the Pandemic. COVID-19. The availability of raw materials (cardamom plants) in the Sirnagalih village area is very abundant but has not been used optimally (only for plantation commodities). Seeing this phenomenon, it is necessary to innovate and campaign for the use of cardamom in powder form that can be consumed practically and has high economic value. This innovation is expected to increase public interest in consuming processed cardamom seeds. The pattern of activities in order to make cardamom processed products is carried out by communicating in advance about the aims and objectives of the activity to the Sirnagalih Village Government and the Family Welfare Movement (PKK) group, providing socialization about the importance of implementing a healthy lifestyle especially related to the situation during the Covid-19 Pandemic, and provide assistance to each group on processing procedures, packaging, and make marketing plans for processed products that can encourage economic growth during the pandemic with the existence of MSMEs. Given that cardamom seeds are very rich in antioxidants and proven to be immune system boosters, the authors highly recommend starting to get used to consuming cardamom like tea or coffee.Keywords: cardamom; immune boosterABSTRAK Kapulaga Immune Booster merupakan produk olahan dengan bahan baku biji kapulaga yang telah dikeringkan. Setelah melalui proses pengeringan, tahap selanjutnya dilakukan penumbukkan dan penyaringan secara manual, kemudian dikemas dalam bentuk sachet berukuran 10 gram. Tanaman rempah-rempah ini banyak mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai anti-oksidan misalnya senyawa fenolik (asam fenolat, flavonoid, kuinon, kumarin, lignin, stilbenes, tannin) yang dapat membantu mencegah penyakit dan menjaga kesehatan. Kapulaga juga merupakan sumber mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah, serta tembaga yang dibutuhkan dalam produksi sel darah merah. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor pendukung, baik dari segi biaya, sumber daya alam dan sumber daya manusia masyarakat Desa Sirnagalih, kegiatan yang dilakukan mengerucut pada pemanfaatan tanaman kapulaga (Amomum compactum) sebagai suplemen makanan penguat sistem kekebalan tubuh (imunitas) yang sangat penting di masa Pandemi COVID-19. Ketersediaan bahan baku (tanaman kapulaga) di wilayah desa Sirnagalih sangat melimpah namun belum dimanfaatkan dengan optimal (sebatas komoditas hasil perkebunan). Melihat fenomena tersebut perlu inovasi dan mengampanyekan pemanfaatan kapulaga dalam olahan bentuk serbuk yang dapat dikonsumsi secara praktis dan bernilai ekonomis tinggi. Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mengonsumsi olahan biji kapulaga. Pola kegiatan dalam rangka membuat produk olahan kapulaga dilakukan dengan mengkomunikasikan terlebih dahulu mengenai maksud dan tujuan kegiatan kepada Pemerintah Desa Sirnagalih serta kelompok Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK), memberikan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan pola hidup sehat apalagi dikaitkan dengan situasi masa Pandemi Covid-19, serta melakukan pendampingan kepada setiap kelompok tentang tatacara pengolahan, pengemasan, dan membuat perencanaan pemasaran hasil olahan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi dengan adanya UMKM. Mengingat biji kapulaga sangat kaya akan kandungan antioksidan dan terbukti menjadi penguat sistem kekebalan tubuh, penulis sangat merekomendasikan untuk mulai membiasakan mengonsumsi kapulaga layaknya teh mau pun kopi.Kata kunci: kapulaga; immune booster
Asuhan Keperawatan Pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Dengan Penerapan Perawatan Metode Kangguru Terhadap Perubahan Berat Badan Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Novitasari, Resa; Enis Rosuliana, Novi; Herliana, Lia; Purnama, Mamat
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 2 No. 02 (2024): Tasikmalaya Nursing Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v2i02.651

Abstract

Bayi yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) banyak masalah – masalah yang dialami seperti pada berat badan kurang dari normal, sistem pengaturan suhu, sistem pencernaan, dan hematologik. Kematian bayi di Indonesia mencapai 17,6 kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. Perawatan dengan metode kangguru (PMK) merupakan salah satu yang dapat dilakukan oleh ibu, metode ini dilakukan dengan cara meletakkan bayi di dada ibu sehingga terjadi kontak kulit langsung antara kulit ibu dengan kulit bayi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik respon bayi terhadap perawatan metode kangguru, menggambarkan tahapan pelaksanaan proses keperawatan pada bayi berat badan lahir rendah dengan penerapan perawatan metode kangguru dan menganalisa hasil perubahan berat badan pada pasien 1 dan pasien 2 setelah dilakukan perawatan metode kangguru. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus sebanyak 2 pasien BBLR dengan berat badan 1.700 gram di RSUD Soekadjo ruang Perinatologi. Hasil : Hasil observasi dengan membandingkan kedua pasien bahwa terdapat peningkatan berat badan setelah dilakukan PMK, pasien 1 mengalami kenaikan sebanyak 100 gram dalam waktu 5 hari perawatan dan untuk pasien 2 mengalami kenaikan sebanyak 70 gram dalam waktu 5 hari perawatan. PMK sangat efektif untuk mengatasi masalah BBLR dan meningkatkan berat badan. Saran : keluarga dapat melakukan PMK sendiri di rumah menggunakan kain panjang. Kata Kunci : Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Perawatan Metode Kangguru (PMK)
Penerapan Terapi Inhalasi Uap pada Status Pernapasan pada Balita dengan Bronkopneumonia di Ruang Jasmine Lantai 5 RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Ilham, Ferdy; Enis Rosuliana, Novi; Herliana, Lia; Mariani, Dini
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 2 No. 02 (2024): Tasikmalaya Nursing Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v2i02.652

Abstract

Bronkopneumonia merupakan salah satu bagian dari penyakit pneumonia. Pneumonia adalah penyakit infeksi oleh bakteri, virus, atau jamur, yang mengakibatkan anak-anak sulit bernapas karena paru-paru mereka terisi nanah dan cairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan terapi Steam Inhalation terhadap status pernapasan pada balita dengan bronkopneumonia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah keperawatan dan teknik penyelesaian masalah klien. Penelitian ini dilakukan terhadap 2 orang anak yang mengalamai bronkopneumonia. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kelompok intervensi mengalami perubahan perbaikan status pernapasan setelah dilakukan intervensi terapi steam inhalation. Kesimpulan dalam penelitian ini penerapan terapi steam inhalation minyak kayu putih bermanfaat bagi pernapasan dan meningkatkan status respirasi pada balita sebagai terapi komplementer dalam terapi medis rumah sakit.
The Effect Of Feeding Additional Food (PMT) Ice Cream Made From Tilapia On Weight Changes In Toddler Lack Of Nutrition In Ciakar Village, Cipaku District Ciamis District Nurhandayani, Vira; Lia Herliana; Sariestya Rismawati
Media Informasi Vol. 21 No. 01 (2025): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v21i01.752

Abstract

Supplementary Feeding (PMT) is an intervention program for malnourished children to improve nutritional status according to their age. The prevalence of malnourished children in Indonesia has not changed since 2016-2017, which is 17.8% but in 2018, the prevalence fell to 13.8%. Objective: to determine the effect of tilapia fish on changes in toddler weight at the age of 12 months - 59 months. Method: This study used the Quasi-experimental with control group method with a totaling sample sampling technique of 36 toddlers with 18 toddlers in the experimental group and 18 toddlers in the control group. The data processing technique used the paired t-test with normal data distribution. Results: The results of the study showed a significant difference in toddler weight before and after being given tilapia ice cream with the group that was not given treatment. Where the results of the hypothesis test Weight before and after being given treatment sig.2- tailed <0.05 so that it can be concluded that there is a significant effect on the provision of tilapia ice cream in the experimental group. The sig 2-tailed value <0.05 in the control group so it can be concluded that there is also an effect on the control group without giving tilapia ice cream. So it can be concluded that there is an effect of giving tilapia ice cream on toddlers' weight before and after being given