Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELATIHAN MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN BAGIAN EXPECTING PT X Tri Noviana Rini; Herlina Siwi Widiana
HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal Vol 8, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.254 KB) | DOI: 10.26555/humanitas.v8i1.455

Abstract

Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan desain eksperimenyang dipakai adalah quasi-experiment yang bertujuan untuk mengetahuiefektivitas pelatihan motivasi terhadap peningkatan produktivitas karyawanbagianExpecting(Quality Control) PT. X. Model rancangan yangdigunakan adalah non-randomied pretest-posttest control group design.Subjek penelitian adalah 26 orang karyawan bagian expecting yangmemiliki produktivitas kerja di bawah rata-rata yang dibagi ke dalamkelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakant-test independent sample. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwaterdapat perbedaan peningkatan produktivitas kerja karyawan yang sangatsignifikan antara kelompok eksperimen yang mendapat pelatihan motivasi dan kelompok kontrol yang tidak mendapat pelatihan motivasi (t = 2,778;p=0,010; p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan pelatihan motivasi efektifuntuk meningkatkan produktivitas.
Kontrol diri dan kecenderungan kecanduan internet Herlina Siwi Widiana; Sofia Retnowati; Ramat Hidayat
HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal Vol 1, No 1: Januari 2004
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v1i1.20285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan kecanduan internet. Subjek penelitian adalah 70 mahasiswa jurusan Teknik Elektro UGM semester III ke atas yang berusia antara 18 sampai dengan 24 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecenderungan Kecanduan Internet dan Skala Kontrol Diri. Analisis Data dilakukan dengan teknik korelasi product moment. Hasil uji korelasional antara skor kecenderungan kecanduan internet dengan skor kontrol diri menunjukkan adanya hubungan yang signifikan koefisien korelasi sebesar -0.2030; p kurang dari 0.05 antara kontrol diri dengan kecenderungan kecanduan internet. Kontrol diri memberikan sumbangan efektif sebesar 4.12% terhadap kecenderungan kecanduan internet.
Culturally Appropriate Instrument: A Systematic Literature Review Herlina Siwi Widiana
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 10 No 4 December 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v10i4.21731

Abstract

Culture has an impact on the presentation of mental health problems. Variation in symptoms, the existence of local idioms, and etiology were found in different target groups. Therefore a culturally appropriate instrument is needed to assess mental health problems for a specific target group. This study aimed to explore the literature on developing a culturally appropriate instrument. A systematic literature review was conducted through the Web of Science Core Collection database search engine. The keywords applied for searching were depression, mental health, screening tool, scale, instrument, measure, assess, and culture. Only articles published in English were selected, which resulted in 8,113 articles. Refining the results was conducted based on several categories, resulted in 4,351 articles. The titles, abstracts, and main texts were then read. As a result, a final set of 33 articles was selected from a comprehensive review. A culturally appropriate instrument was developed by deriving items from experience and authoritative knowledge and then validating psychometric properties. Local idioms, symptoms, and constructs were colored the culturally appropriate instruments for specific target groups.
PENGARUH WARNA CANGKIR TERHADAP PERSEPSI CITA RASA TEH Dimas Yanuar Langgeng; Herlina Siwi Widiana
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 No 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.306 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna cangkir terhadap persepsi cita rasa teh. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen complete counterbalancing. Subjek penelitian ini adalah laki-laki dan perempuan usia antara 17-25 tahun. Pengumpulan data penelitian menggunakan Skala Rasa. Bentuk skala berupa aitem ganda dengan diferensiasi semantik. Teknik diferensiasi semantik dirancang untuk mengungkap afek atau perasaan yang berkaitan dengan suatu objek sikap. Skor aitem bergerak dari nilai satu (tidak favorabel) hingga tujuh (sangat favorabel). Metode analisis data menggunakan analisis varian dua jalur. Berdasarkan uji anava dua jalur didapat taraf signifikansi sebesar p=0,035 (p<0,05), menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara warna cangkir terhadap persepsi cita rasa. Warna hijau secara signifikan mempengaruhi persepsi cita rasa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh warna cangkir terhadap persepsi cita rasa teh. Dalam hal ini menunjukkan bahwa cangkir berwarna hijau meningkatkan persepsi cita rasa pada teh.Kata Kunci : persepsi, persepsi cita rasa, warna
The intertwining of vocational aptitude and interest: A study among university students in Indonesia Ufi Fatuhrahmah; Dian Fithriwati Darusmin; Herlina Siwi Widiana
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v3i1.58

Abstract

Vocational aptitude and interest are the fundamental factors that education and career counselors utilize to provide suggestions to clients. These concepts are often considered as separate constructs. However, aptitude and interest are interrelated and should both be considered when making career decisions. This study involved as many as 343 university students as participants. Two measurement tools were used: Employee Aptitude Survey (EAS) to measure aptitude and Self-Directed Search (SDS) Holland to measure vocational interest. The data were analyzed using canonical and Pearson product-moment correlation analysis. The findings show that there is a correlation between several types of interest and several types of aptitude. Vocational interest that has the strongest correlation with aptitude was the investigative interest, while the numerical aptitude test has the strongest correlation with interest. In the process of career decision-making, particularly for university students, both aptitude and interest must be taken into consideration, especially the investigative interest and numerical aptitude.
DINAMIKA PERAN PENILAIAN DIRI DALAM MENINGKATKAN EMPLOYABILITY SISWA SMK Muhamad Hasan Abdillah; Fatwa Tentama; Herlina Siwi Widiana
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 15, No. 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v15i1.451

Abstract

Employability merupakan bagian penting yang harus dimiliki setiap individu dalam memasuki dunia kerja, karena employability mempengaruhi perilaku atau usaha individu dalam mencari pekerjaan, kualitas pekerjaan yang dipilih, dan hasil pencarian kerja. Penelitian ini bertujuan menyelidiki apakah penilaian diri mampu memprediksi tingkat employability siswa. Peneliti memilih siswa kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro sebagai subjek penelitian (N=433) dengan kriteria telah melaksanakan praktek kerja industry. Sampel penelitian berjumlah 168 siswa yang terdiri dari siswa kelas TSM D, TKR, C, TKR D, MM A, RPL, dan TPHP. Pemilihan sampel dilakukan secara random dengan teknik cluster sampling. Skala model likert sebagai instrumen utama dalam mempreroleh data emprik. Untuk menjawab hipotesis peneliti menggunakan teknik regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS V.23. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa penilaian diri memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap tinggi rendahnya employability (p
Validitas Kriteria Asesmen Depresi pada Pasien Diabetes Melitus Putri Nur Azizah; Herlina Siwi Widiana; Siti Urbayatun
Jurnal Diversita Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v7i1.4442

Abstract

Depresi merupakan penyakit medis yang cukup serius dengan prevalensi dari berbagai umur. Depresi pada pasien diabetes terjadi karena peningkatan resiko mikrovaskular dan makrovaskular dengan presentasi 15% lebih besar daripada orang tanpa diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas kriteria alat asesmen depresi pada pasien diabetes melitus, baik tipe I maupun tipe II. Alat asesmen depresi yang diuji validitas kriterianya adalah Indonesian Depression Checklist (IDC) dengan kriteria standar Center of Epidemiologic Studies Depression Checklist (CES-D). Subjek penelitian adalah 36 pasien diabetes melitus yang mengisi alat asesmen secara online. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji korelasi product moment yang dilakukan untuk mengetahui korelasi antara skor hasil asesmen dengan IDC dan CES-D. Hasil analisis data menunjukkan ada korelasi positif yang sangat signifikan antara hasil skor IDC dan CES-D. Nilai korelasi tersebut menunjukkan bahwa IDC merupakan alat asesmen yang valid untuk mengukur tingkat depresi pada pasien diabetes melitus berdasar kriteria standar CES-D. Dengan demikian IDC dapat digunakan sebagai alat asesmen depresi pada penderita diabetes melitus.
Sebuah Studi Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (OCB) dan Dimensinya: Tinjauan Literatur Santri Mariah Khaerunisah; Herlina Siwi Widiana; Erita Yuliasesti Diah Sari
Jurnal Diversita Vol 7, No 2 (2021): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v7i2.4493

Abstract

Karyawan yang bersedia memberikan kinerja melebihi harapan organisasi dan melakukan lebih dari tugas pekerjaan normal nya dibutuhkan oleh organisasi yang sukses, hal ini disebut dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB mengacu pada perilaku sukarela yang ditunjukkan oleh karyawan saat berada di organisasi sebagai bagian dalam organisasi. OCB di tempat kerja ini dianggap penting untuk kelangsungan hidup suatu organisasi serta bagi efisiensi dan produktivitas karyawan itu sendiri agar lebih maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian kajian literatur (literatur review) dan untuk mengetahui sumber asli dari suatu kutipan peneliti menggunakan teknik sitasi (citation). Ada banyak penelitian yang membahas mengenai OCB, beberapa peneliti setuju bahwa terdapat dua kategori dalam OCB yaitu OCB yang diarahkan ke organisasi (OCBO) dan OCB yang diarahkan pada individu (OCBI). Tulisan ini secara kritis menelaah literatur tentang perilaku kewarganegaraan organisasi dan konstruksi terkait lainnya serta berisi tentang dimensi, faktor dan hasil dari penelitian terdahulu yang berkaitan dengan OCB dari waktu ke waktu.
JOB DEMANDS AND WORK ENGAGEMENT: THE MEDIATING ROLE OF WORKPLACE WELL-BEING Ratih Devi Aryanti; Erita Yuliasesti Diah Sari; Herlina Siwi Widiana
Jurnal Ipteks Terapan (Research Of Applied Science And Education ) Vol. 14 No. 4 (2020): Jurnal Ipteks Terapan ( Research of Applied Science and Education )
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.116 KB) | DOI: 10.22216/jit.v14i4.20

Abstract

High work engagement can be supported by employees feeling happy and prosperous in the organization. Workplace well-being is important to have so that employees can exert their best performance to face all the demands in the work environment. Many studies have shown those job characteristics that are like job demands impact workers' well-being. This study aimed to determine whether there is an effect of job demands on work engagement with workplace well-being as a mediation. This study was conducted on 62 employees of X Publishers with a QRCP measuring instrument (21 items) to measure job demands, a workplace well-being scale (12 items) to measure workplace well-being, and a UWES measuring device (18 items) to measure work engagement. The data obtained were analyzed using the PROCESS by Hayes processed with SPSS for MacOS. The results indicated that job demands did not affect work engagement (p = 0.500). Workplace well-being was also proven not to mediate between job demands and work engagement (p = 0.508). Whereas workplace well-being has a very significant effect on work engagement (p = 0.000). Therefore workplace well-being is important to enhance work engagement of the employees
Keseimbangan Kehidupan-Kerja dan Kebahagiaan Di Tempat Kerja, Bagaimana Dampaknya Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) ? Syamsul Huda Pratama; Erita Yuliasesti Diah Sari; Herlina Siwi Widiana
Psycho Idea Vol 20, No 1 (2022): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.994 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v20i1.12089

Abstract

Organization citizenship behavior (OCB)  merupakan isu penting dalam organisasi untuk mencapai efektifitas dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keseimbangan kehidupan-kerja dan kebahagiaan di tempat kerja terhadap OCB. Seratus tiga puluh orang guru dari beberapa SMK Muhammadiyah di Yogyakarta berpartisipasi dalam studi ini  Teknik sampling yang digunakan adalah teknik proportional sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah skala OCB, skala keseimbangan kehidupan-kerja, dan skala kebahagiaan di tempat kerja. Teknik analisis data menggunakan  teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan, (1) keseimbangan kehidupan-kerja dan kebahagiaan di tempat kerja secara signifikan memengaruhi OCB, (2) keseimbangan kehidupan-kerja memiliki pengaruh  signifikan terhadap OCB, (3) kebahagiaan di tempat kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap OCB. Kebahagiaan di tempat kerja memiliki sumbangan efektif sebesar 17,09% terhadap OCB, lebih besar daripada keseimbangan kehidupan-kerja sehingga diharapkan sekolah dapat memperhatikan kebahagiaan di tempat kerja untuk meningkatkan OCB guru.